RSS

Mencairnya Methane Hydrates = Kiamat ???

15 Feb

Satu lagi berita buruk, pemanasan global juga membawa satu potensi bencana besar bagi planet kita, yaitu mencairnya methane hydrates, metana beku yang tersimpan dalam bentuk es. Jumlahnya cukup mencengangkan, 3000 kali dari metana yang saat ini ada di atmosfir.


Planet bumi menyimpan metana beku dalam jumlah yang sangat besar; disebut dengan methane hydrates atau methane clathrates. Methane hydrates banyak ditemukan dikutub utara dan kutub selatan, dimana suhu permukaan air kurang dari O0 C, atau didasar laut pada kedalaman lebih dari 300 meter, dimana temperatur air ada dikisaran 20 C. Methane hydrates juga ditemukan di danau-danau yang dalam, seperti danau Baikal di Siberia. Metana adalah kontributor emisi rumah kaca yang sangat buruk bagi pemanasan global. 23 kali lebih ganas dari CO2 ( karbon dioksida ).

Pemanasan global membuat suhu es dikutub utara dan selatan menjadi semakin panas, sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan es dikedua kutub tersebut juga ikut terlepaskan ke atmosfir. Diperkirakan oleh para ilmuwan, bahwa Antartika menyimpan lebi dari 400 miliar ton metana beku, dan gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit ke atmosfir seiring dengan semakin banyaknya bagian-bagian es di Antartika yang runtuh. Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan esnya, maka 400 miliar ton metana akan terlepas ke atmosfir. Metana beku yang tersimpan didasar laut juga akan terancam mencair, karena makin memanasnya suhu lautan, akibat pemanasan global. Mengerikan bukan…??? Bisa -bisa kita terpanggang seperti daging bakar.

Sekali terpicu, siklus ini akan menghasilkan pemanasan global yang sangat parah, mungkin bisa disetarakan dengan kiamat.atau bencana dunia – bencana global.

Para ahli geologi menemukan bahwa malapetaka besar ini pernah terjadi kurang lebih 55 juta tahun lalu. Yang disebut oleh para ilmuwan sebagai Paleocene-Eocene Thermal Maximum (PETM). Saat itu semburan metana naik ke permukaan sehingga mengakibatkan pemanasan planet dengan sangat cepat dan meyebabkan kematian massal. Kemudian mengganggu keadaan iklim bumi hingga 100.000 tahun kemudian.

Selain PETM, petaka besar juga pernah terjadi 250 juta tahun lalu, pada akhir periode Permian. Dimana semburan metana menyapu bersih hampir seluruh kehidupan di planet bumi. Lebih dari 94% spesies laut yang sekarang kita jumpai sebagai fosil, mengalami kepunahan mendadak, karena turunnya level oksigen. Lebih dari 500.000 tahun kemudian, beberapa spesies yang tersisa berjuang untuk bertahan dilingkungan yang tidak bersahabat.

Lalu bagamana dengan keadaan kita sekarang ? Dengan deposit metana beku yang luar biasa banyak, dengan semakin banyaknya wilayah es yang mencair, dengan semakin panasnya suhu lautan, dan dengan ditemukannya titik dimana metana beku mulai menyembur kepermukaan bumi. Maka kita sangat patut untuk kawatir !

Sudah saatnya kita untuk turut andil menghentikan pemanasan global. Kita manusialah penyebab / kontributor utama pemanasan global. Kita tidak perlu berkilah lagi. Gaya hidup kita yang membuat bumi semakin menderita. Bumi menderita, manusia sengsara….!!! Oleh ulah manusia sendiri…!!! Setidak-tidaknya selamatkanlah lingkungan anda sendiri, dengan begitu yang lain akan meniru anda.

Didik Suwitohadi
Oktober 2009.
Referensi. Tabloid global warming edisi 1 April 2008
About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Februari 2010 in Global Warming

 

Tag:

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 652 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: