RSS

Mukibat penemu singkong Mukibat.

07 Apr

Mukibat petani desa Ngadiluwih Kediri, Jawa Timur yang berhasil meng-okulasi ( penyambungan ), batang ketela pohon biasa ( singkong ) dengan ketela pohon karet. Bukan dengan batang karet sepeti yang. Penyambungan dilakukan dengan singkong biasa sebagai batang bawah, sementara batang atasnya adalah singkong karet.


Singkong Mukibat bukan hasil dari benih perkawinan silang tapi hasil dari okulasi atau penyambungan antar batang. Yang disebut kawin silang adalah perbanyakan secara generatif, yakni menyatukan polen (tepung sari, sel jantan) dari satu spesies atau varietas tanaman dengan kepala putik (sel betina) dari spesies atau varietas tanaman lain yang masih satu keluarga. Misalnya jeruk bali yang disilangkan dengan jeruk keprok yang sama-sama keluarga Citrus, tapi lain spesies, telah menghasilkan spesies baru: jeruk manis atau sweet orange. Jagung berondong, Zea mays everta, merupakan hasil kawin silang antara beberapa varietas/kultivar Zea mays.

Singkong atau ketela pohon ( Manihot esculenta ) adalah tanaman umbi-umbian berasal dari Amerika Latin, Singkong biasa tumbuh antara 1,5 sd. 3 m. maka singkong karet bisa mencapai tinggi 10 m. Daun singkong karet lebar dan lebat, sehingga memudahkan terjadinya foto sintesis. Tapi singkong karet tidak menghasilkan umbi, hanya akarnya saja yang berbentuk menggebung. Fakta bahwa singkong karet bisa berfotosintesis lebih besar dari sigkong biasa, membuat Pak Mukibat tertarik untuk melakukan Okulasi.

Pak Mukibat menyambung singkong biasa dengan singkong karet, menggunakan teknik penempelan mata tunas. Kulit yang ada mata tunasnya, dipotong segi empat dengan ukuran sama pada batang singkong biasa maupun batang singkong karetnya. Tunas pada singkong biasa dibuang, sementara tunas pada singkong karet ditempelkan pada batang singkong biasa, yang sudah dibuang mata tunasnya.

Setelah tertempel dengan posisi yang pas, mata tempel itu diikat erat dengan belahan kantung plastik bening yang ditarik hingga menjadi tali yang transparan, kuat tetapi lembut. Ikatan ini harus cukup erat, dan menutup seluruh sambungan kulit batang singkong biasa dengan singkong karet. Biasanya, dalam jangka waktu 1 sd. 2 minggu, tunas singkong karet itu akan segera tumbuh. Saat itulah sudah waktunya untuk ditanam. Penanaman idealnya pada saat musin penghujan.

Biasanya para petani menanam singkong lebih banyak untuk diambil patinya, daripada unutk dikonsumsi. Untuk keperluan inilah banyak para petani, memilih melakukan penyambungan singkong racun (bitter cassava). Singkong racun berbatang cukup besar, dengan warna kulit batang, daun, tangkai daun, dan pucuk tanaman berwarna hijau gelap (hijau tua). Jenis ini hasil singkong dan kandunganpatinya tinggi. Tapi karena kandungan HCN nya tinggi maka singkong ini tidak dapat dimakan, karena rasanya pahit dan memabukan kalau dimakan. Namun kandungan HCN nya akan hilang kalau dibuat gaplek ( dikeringkan ) atau diambil patinya.

Hasil produksi dan jarak tanam.

Satu tanaman singkong biasa akan menghasilkan 1,5 kg umbi. jarak tanamnya cukup rapat yakni 0,5 X 1mtr, dengan populasi 20.000 tanaman per hektar.Tiap hektar akan menghasilkan sampai 30 ton umbi segar. Pada singkong mukibat, hasil per individu tanaman bisa 10 kg, dengan jarak tanam itu menjadi 1 X 1,5 m. atau pupulasi 6.600 tanaman per hektar.umbi atau per hektarnya mencapai 66 ton umbi.

Untuk menghasilkan singkong Mukibat yang bisa dimakan, maka okulasi batang singkong bagian bawa harus dengan jenis singkong biasa yang dapat dikonsumsi, sedang batang atasnya memakai singkong karet. Dengan demikian akan menghasilkan singkong mukibat yang bisa dikonsumsi dengan kualitas dan jumlah besar dari biasa.

Batang singkong mukibat hasil okulasi tadi bisa dijadikan bibit lagi, tetapi hanya sampai pada tahun ke tiga saja, karena pada tahun ketiga diameter batang singkong Mukibat akan berbentuk besar. Sebaiknya setelah tahun ketiga pada proses menanam singkon mukibat harus melakukan proses penyambungan baru.

Sampai sekarang singkong mukibat yang merupakan stek okulasi dari singkong biasa sebagai batang bawah dan singkong karet (bukan batang karet) di bagian atasnya, tetap memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Sebab dengan pengolahan lahan yang sama, dengan pupuk yang sama, singkong mukibat mampu menghasilkan umbi dengan bobot dua kali lipat dibanding singkong biasa

Oleh. Didik Suwitohadi
24-03-2010
refer.
http://tech.grousp. yahoo.com
http://foragri.multiply.com/journal/item/5
About these ads
 
20 Komentar

Ditulis oleh pada 7 April 2010 in Penemu dan Temuannya

 

Tag:

20 responses to “Mukibat penemu singkong Mukibat.

  1. umar

    18 April 2010 at 01:58

    Saya sangat tertarik dengan budidaya singkong mukibat, untuk itu saya mohon dikirimi cara-cara budidaya singkong mukibat, serta gambar-gambar singkong mukibat hasil budidaya, beserta perkiraan biaya budidaya per hektar

     
    • Didik Suwitohadi

      22 April 2010 at 03:41

      Maaf Mas/Pak saat in saya belum bisa kasih masukan, Lain kali kalau saya dapat info akan saya kirim. Trim sudah hadir di blog saya

       
  2. Ermanto

    28 Mei 2010 at 17:37

    wah masukan yg bagus,saya jg lagi melakukan penelitian teknik menyambung antara singkong karet dengan singkong ketan. mudah2an berhasil.

     
    • Didik Suwitohadi

      31 Mei 2010 at 05:37

      Trims atas kunjungannya. Kabari kita kalo sudah berhasil. Gimana rasanya singkong ketan. Soalnya baru kali ini saya dengar ada jenis singkong ketan. Salm

       
    • galihh

      11 Oktober 2012 at 11:08

      gmn hasil dari sambungan singkong ketan ama singkong karetnya pak? mhn diinfo..terimakasih

       
      • Didik Suwitohadi

        11 Oktober 2012 at 22:45

        Saya baru dengar ada singkong ketan…? Dimana itu ?

         
    • henggar tri wahono

      27 September 2013 at 09:32

      dimana cari bibit singkong ketan<<mohon info

       
  3. kusfandiari abu nidhat

    8 November 2010 at 14:26

    Sejak kecil (tahun 60-an – 70-an) saya mendengar istilah okulasi singkong Mukibat. Trim-s atas infonya. Namun, untuk melengkapi info tersebut, saya pengin tahu Pak Mukibat itu lahir tahun berapa? Tentunya beliau kini sudah wafat. Wafat tahun berapa? Dimakamkan di mana?

     
    • Didik Suwitohadi

      9 November 2010 at 06:15

      Yang ini saya belum meneukan datanya, kapan Pak Mukibat meninggal. Saya akan coba cari datanya Pak.

       
  4. Ambeg Paramarta

    8 November 2010 at 14:30

    Mohon dijelaskan, bagaimana kalo disambung (kopulasi)? Jadi bukan pakai mata tunas. Haruskah dibiarkan selama 1 – 2 minggu, baru ditanam. Apa ngga mengalami kekeringan?

     
    • Didik Suwitohadi

      9 November 2010 at 06:12

      Maaf Pak akan saya coba cari referensinya. trims

       
    • Didik Suwitohadi

      9 November 2010 at 06:14

      Maksudnya okulasi. Cara tersebut adalah cara sambung antar batang singkong, setahu saya begitu Pak.

       
  5. Agung Nan Santoso

    18 Juni 2011 at 03:56

    Pak Didik mohon informasi lebih detail tentang pak Mukibat saya sedang menulis buku, sebagian isi buku saya menyangkut pak Mukibat. Sewaktu saya SD bapak sering bercerita tentang pak Mukibat. Saya sudah bertahun-tahun menelusuri infomormasi tentanng pak Mukibat baik di Kediri dan sekitarnya bahkan di Internetpun belum pernah menemukan. Berterimakasih sekali kalau pak Didik bisa menginformasikan tentang Foto pak Mukibat dan kapan dilakukan.
    Sekali lagi maturnuwun. Agung Surabaya
    mail : agungnansantoso@gmail.com

     
    • Didik Suwitohadi

      21 Juni 2011 at 06:15

      Ya Pak akan saya usahakan referensinya. Trims atas kunjungannya

       
  6. Krisna

    6 Maret 2012 at 01:56

    foto penemunya kok nggak dipajang, kan nggak kenal dech !
    pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang……..

     
    • Didik Suwitohadi

      6 Maret 2012 at 06:12

      Masalahnya, nggak ketemu foto penemunya. Anda punya foto penemunya Pak…? kirim ke saya…Trims.

       
  7. agung

    9 November 2012 at 19:02

    Tadi malam nama pak mukibat di sebut pada acara bukan empat mata, masak di katakan 1 batang pohon singkong mukibat bisa menghasilkan 1 kuintal.. Ternyata hanya 10 kg.. Mas krisbiantoro terlalu melebih-lebihkan.. saya penasaran dan menemukan disini bahwa tidak benar seperti itu.. Makasih info yang benar tentang pohon singkong mukibat.

     
  8. ilham

    17 Mei 2013 at 15:41

    klo cara sambung pucuk dgn singkong karet umbinya bs u konsumsi g?

     
  9. toko herbal online

    20 Mei 2014 at 06:16

    ohh bisa juga ya pohon singkong di kawin silang kan ?

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 655 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: