RSS

Soekarno, Presiden pertama Indonesia.

21 Feb

Ir. Soekarno ( dibaca Sukarno, sesuai ejaan yang disempurnakan ) lahir dengan nama Koesno Sosrodihardjo, di Surabaya pada 6 Juni 1901, di jln. Pandean IV/20. Sang Ayah bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, dan sang Ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai, dari Buleleng – Bali.  Soekarno meninggal di Jakarta pada 21 Juni 1970, Pada umur 69 tahun. Ir Soekarno adalah Presiden pertama Indonesia  ( 1945-1966). Soekarno adalah Bapak bangsa Indonesia. Pendiri negara Republik Indonesia, bersama tokoh tokoh Indonesia lainnya, di jamannya. Seorang proklamator negara Indonesia, bersama Moh. Hatta ( wakil presiden dijamannya ), pada tanggal 17 Agustus 1945. Seorang yang meluap-luap. Pandai menulis, serta pecinta perempuan sejati.  Presiden pertama Indonesia, yang dikenal para wanita, sangat mampu memanjakan perempuan. Perayu ulung. Satu satunya Presiden Indonesia yang mempunyai 9 istri. Presiden flamboyan.

Ir Soekarno, Presiden pertama Indonesia, meninggalkan rekam jejak yang luar biasa bagi rakyat Indonesia. Sosoknya tak mungkin bisa dihapuskan dari benak rakyat Indonesia. Tokoh yang luar biasa, dekat dengan kaum bawah. Tanpa Soekarno tidak ada bangsa dan negara Indonesia. Tidak ada merah putih yang berkibar megah diudara dengan bebas merdeka.
Soekarno, adalah penggali dan penggagas dasar negara Indonesia, yakni Pancasila. Membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda selama 350 tahun. Mempersatukan Indonesia, merebut Irian Jaya ( Irian Barat ) dari Belanda ( sekarang Papua Barat ). Menentang Inggris dalam pendirian negara Malaysia. Sebab bagi Soekarno, negara Malaysia adalah boneka Inggris di Asia. Dan semuanya terbukti, hingga saat ini. Malaysia adalah bidak Inggris dan sekutunya untuk Asia, terutama Indonesia.
Pada masa lahirnya ia diberikan nama Koesno Sosrodihardjo. Namun karena sering sakit, maka pada umur lima tahun namanya diubah menjadi Soekarno, oleh ayahnya. Nama tersebut diambil dari tokoh wayang, panglima perang dari Kurawa, musuh Pandawa, dalam perang Bharata Yudha, yakni “Karna”. Atau disebut juga “Karno” ( dalam bahasa jawa huruf “a” dibaca”o” ). Kata “Su” dalam bahasa jawa berarti “baik”.
Dikemudian hari ia mengganti sendiri ejaan dalam tulisan namanya menjadi Sukarno. Karena menurut dia, ejaan lama atas namanya itu adalah ejaan Belanda. Namun dalam teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia, ia menandatangani teks tersebut dengan ejaan lama, dan itu tidak boleh diubah. Rakyat Indonesia mengenal namanya dengan akrab, dengan sebutan Bung Karno. Orang orang dari negara barat menuliskan namanya dengan Achmed Soekarno. Karena pada saat itu wartawan wartawan barat menanyakan nama kecilnya. Kebiasaan orang barat yang memakai nama kecil. Sedangkan orang Indonesia biasa menggunakan hanya satu nama. Entah bagaimana ceritanya ada yang menambahkan satu nama didepan namanya, yakni Achmed.

Masa kecil dan Pendidikan Soekarno.

Dimasa kecil, Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo , di Tulungagung Jawa Timur. Sekolah pertamanya di Tulungagung, kemudian pindah sekolah ke Mojokerto, mengikuti orang tuanya yang pindah tugas dikota tersebut Di Mojokerto, Soekarno disekolahkan di tempat Ayahnya bekerja, sebagai pengajar disana. Juni 1911 ( sumber lain ada yang menyatakan setelah lulus SR / Sekolah Rakyat, tahun 1912, ia sekolah di ELS ) dipindahkan ke Europeesche Lagere School ( ELS, setingkat SMP ),juga di Mojokerto, untuk memudahkan ia diterima di Hoogere Burger School ( HBS / setingkat SMA ).
Soekarno mampu berbicara dalam beberapa bahasa daerah, antara lain, Jawa, Sunda, Bali. Ia juga mampu berbicara dalam beberapa bahasa asing, Belanda, Jerman, Inggris, Perancis dan Jepang serta Arab. Kemampuan berbicara dalam berbagai bahasa ini, melancarkan dia dalam berkomunikasi politik dengan tokoh tokoh dunia.
Tahun 1915 ( sumber lain menyatakan tahun 1916 ), Soekarno menyelesaikan pendidikannya di ELS, dan berhasil melanjutkan ke HBS, atas bantuan teman bapaknya bernama H.O.S. Tjokroaminoto. Dan Soekarno mondok di tempatnya, di Surabaya. Hingga ia mengawini anak H.O.S Tjokroaminoto, Siti Oetari, tahun 1920.
Di Surabaya, ia banyak bertemu dengan tokoh tokoh Sarekat Islam, yang dipimpin Tjokroaminoto. Antara lain, Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis. Kemudian Soekarno aktif di organisasi ke pemudaan Tri Koro Darmo. Kelak kemudian nama tersebut diganti dengan nama Jong Java, tahun 1918. Soekarno juga aktif menulis di harian “Oetoesan Hindia” yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.
Tahun 1920 ia menyelesaikan pendidikan HBS nya. Kemudian melanjutkan pendidikannya ke Technische Hoge School ( THS, sekarang ITB), di Bandung, tahun 1921. Mengambil jurusan tehnik sipil, bidang arsitektur. Kuliahnya selesai 25 Mei 1925. Saat kuliah di Bandung dia tinggal dirumah Haji Sanusi, seorang anggota Sarekat Islam, yang juga merupakan sahabat Tjokroaminoto. Di Bandung dia banyak berinteraksi dengan tokoh tokoh, Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij. Dari sinilah Soekarno banyak belajar masalah organisasi politik.

Karya karya Soekarno dalam bidang arsitektur.

Soekarno adalah presiden pertama RI, yang juga dikenal sebagai arsitek. Setelah lulus dari ITB, dia mendirikan biro tehnik bersama Ir. Anwari, Firma Soekarno & Anwari, di Bandung. Banyak mengerjakan rancang bangun berbagai bangunan, merenovasi Hotel Preanger tahun 1919. Dan bersama Ir. Rooseno, merancang dan membangun rumah rumah jenis lainnya. Rumah rumah hasil rancangannya antara lain, di Jln. Gatot Subroto, jln. Palasari dan jln. Dewi Sartika, Bandung. Karya arsitektur lainnya antara lain, “Tugu muda” di Semarang. Monumen alun alun Malang. “Tugu Pahlawan” di Surabaya. Saat dibuang di Bengkulu, dia sempat merancang, beberapa rumah dan merenovasi masjid Jami’, yang terletak di tengah kota.
Perjalanannya melawat keluar negri di tahun 1956, antara lain negara negara Amerika, Kanada, Itali, Jerman barat dan Swis, mempengaruhi alam pikiran Soekarno dalam bidang arsitektur. Selama menjadi presiden, Soekarno banyak mempengaruhi gaya arsitektur di Jakarta. Soekarno mengharapkan jakarta merupakan pusat pemerintahan di masa datang. Untuk mencetuskan ide idenya, Soekarno berkoordinasi dengan beberapa arsitek, antara lain Frederich Silaban, R.M Soedarsono, dan dibantu juga beberapa arsitek yunior. Beberapa desain arsitektural yang dibuat, adalah sbb :
1. Masjid Istiqlal 1951
2. Monumen Nasional 1960
3. Gedung Ganefo
4. Gedung Sarinah ( toko serba ada )
5. Wisma Nusantara
6. Hotel Indonesia 1962
7. Tugu Selamat Datang
8. Monumen Pembebasan Irian Barat
9. Patung Dirgantara.
10. Saat dia menunaikan ibadah haji tahun 1955. Sebagai seorang arsitek, dia memberikan sumbangan ide arsitetur pada pemerintah Arab Saudi, agar membuat bangunan untuk melakukan Sa’i menjadi dua jalur dalam bentuk bangunan dua lantai. Pemerintah Arab Saudi menerima ide itu dan melakukan renovasi besar besaran pada Masjidil Haram di tahun 1966, membangun dua jalur serta lantai bertingkat untuk melakukan tawaf.
11. Skema rancangan tata ruang kota Palangkaraya, yang diresmikan pada tahun 1957.

Istri istri Soekarno ( 1901 – 1970 ).
1. Oetari, menikah tahun 1921 – 1923.
2. Inggit Garnasih, menikah tahun 1923.
3. Fatmawati, menikah tahun 1943.
4. Hartini, menikah tahun 1952.
5. Ratna Sari Dewi, menikah tahun 1962.
6. Haryati, menikah tahun 1963.
7. Yurike Sanger, menikah 1964.
8. Kartini Manoppo.
9. Heldy Djafar, menikah tahun 1966.

Siti Oetari, istri ke 1.

Oetari adalah anak dari HOS Tjokroaminoto, tempat diamana Soekarno mondok saat menempuk pendidikannya di tingkat lanjutan atas ( HBS, Hoogere Burger School ). Beliau adalah pemimpin Sarekat Islam. Oetari menikah dengan Soekarno pada umur 16 tahun, saat itu Soekarno usianya belum genap 20 tahun. Sesudah menikah, Oetari ditinggal Soekarno untuk melanjutkan pendidikannya di tingkat universitas, yakni ke Bandung, di THS, Technische Hoge School ( sekarang ITB ). Pada masa pendidikannya itulah, Oetari di cerai dan dikemblikan ke orang tuanya. Soekarno terpikat mojang Bandung Inggit Garnasih, si ibu kost.

Inggit Garnasih, istri ke 2.

Lahir 17 Februari 1888, di Desa Kemasan, Kecamatan Banjar, Kabupaten Bandung, Jabar. Meninggal 13 April 1984. Perkawinannya dengan Soekarno tercatat dalam “ Soerat Keterangan Kawin no.1138 “ tanggal 24 Maret 1923, bermaterai 15 sen, dalam bahasa Sunda. Nama lahir yang sebenarnya adalah Garnasih. Kata Inggit didepannya berasal dari kata jumlah uang se-ringgit. Semasa masih gadis, dia adalah tercantik diantara teman temannya. Ada kata kata yang beredar diantara mereka “ Mendapat senyuman dari Garnasih, ibarat mendapat uang se ringgit “. Uang se ringgit atau satu ringgit jaman itu sangat besar nilainya. Itulan awal munculnya kata INGGIT didepan nama GARNASIH.
Saat kuliah di Bandung, Soekarno kost di rumah Haji Sanusi, teman HOS Tjokroaminoto. Disinilah cerita percintaan Ibu kost dan anak kost terjalin. Inggit yang selalu ditinggal suaminya, adalah wanita yang kesepian, hidup sendiri belum punya anak, suami sering pergi. Menurut Soekarno, Haji Sanusi sering bermain judi hampir setiap malam. Yang sering ada dirumah setiap hari hanya Inggit dan Soekarno. Seorang perempuan sangat kesepian, di temani seorang muda gagah, masih bergelora dan kesepian pula. Bara api itu menyala bergelora dan membesar, membakar diri masing masing dari mereka berdua. Pada akhirnya, Haji Sanusi menceraikan Inggit. 4 bulan kemudian Inggit dinikahi Soekarno. Inggit bukan sekedar istri bagi Soekarno, beliau mampu bersikap sebagai Ibu, kekasih dan kawan. Satu satunya kekurangan Inggit adalah, tidak melahirkan anak bagi Soekarno. Inggit bercerai dengan Soekarno, saat Soekarno minta ijin untuk menikahi Fatmawati, anak didiknya di Bengkulu, sekaligus teman dari anak angkatnya Retno Juami. Inggit tak mau dimadu. Soekarno menangis pada saat itu, begitu cintanya dia pada Inggit, tapi juga tak bisa melepas ketertarikannya pada Fatmawati. Inggit adalah istri yang luar biasa bagi Soekarno.

Fatmawati, istri ke 3.

Putri Hasan Din dan Siti Chadijah. Merupakan salah seorang keluarga raja dari kesultanan Minang, kesultanan Indrapura pesisir selatan. Hasan Din adalah salah seorang tokoh Muhamadiyah di Bengkulu. Fatmawati menjadi Ibu negara yang pertama, dari tahun 1945 sampai 1967. Beliaulah yang menjahit bendera merah putih yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan Indonesia. Menikah dengan Soekarno tahun 1943. Dari Fatmawati, untuk, pertama kalinya Soekarno mempunyai keturunan. Anak pertama itu bernama Guntur. Saat Soekarno terpikat pada Hartini, Fatmawati memutuskan untuk keluar dari istana, tinggal di jl. Sriwijaya di Jakarta. Fatmawati mengijinkan dia kawin lagi. Walau itu mendapatkan protes keras dari pergerakan kaum wanita yang anti poligami, yang dimotori oleh Perwari. Fatmawati tinggal diluar istana bersama anak anaknya.

Hartini, istri ke 4.

Lahir di Bojonegoro 20 September 1924, meninggal di Jakarta 12 Maret 2002. Dia sangat cantik, dinikahkan di usia belia, dengan lelaki bernama Suwondo. Dari suaminya ini, dia beranak 5 orang, tinggal di Salatiga. Pada usia 28 tahun dia menjandi janda.
Pertemuannya dengan Soekarno untuk pertama kalinya, saat Soekarno mampir makan siang di Salatiga, pada perjalanannya ke Jogja, dalam rangka meresmikan masjid Sjuhada. Pertemuan ke dua kalinya, terjadi di teater terbuka Ramayana di candi Prambanan. Melalui seorang teman, Soekarno mengirim sepucuk surat dengan nama samaran Srihana. Dua hari setelah Guruh lahir, 15 Januari 1953, Soekarno meminta ijin Fatmawati untuk menikahi Hartini, Fatmawati mengijinkan, tapi menuai protes dari berbagai organisasi wanita yang dipelopori oleh Perwari, yang anti poligami. Soekarno dan Hartini menikah di istana Cipanas, 7 Juli 1953. Dan mereka tinggal disana. Sementara Fatmawati sudah menyingkir dari istana. Sekitar tahun 1964, Soekarno dan Hartini pindah ke satu pavilyun di istana Bogor. Sejak saat itu, Hartini yang selalu mendampingi tugas kenegaraan Soekarno..
Hartini satu satunya istri yang dikatakan paling lama menemani Soekarno, walau kemudian Soekarno menikah lagi dengan Ratna Sari Dewi, wanita keturunan Jepang. Dia masih setia pada Soekarno.

Ratna Sari Dewi, istri ke 5.

Wanita keturunan Jepang, nama aslinya Naomo Nemoto. Setelah menikah dengan Soekarno berganti nama menjadi Ratna Sari Dewi. Nama tersebut adalah pemberian Soekarno. Lahir di Tokyo, Jepang, 6 Februari 1940.
Bertemu dengan soekarno melalui seorang relasi, ketika Soekarno berkunjung ke Jepang dan menginap di Hotel Imperial, Tokyo. Saat itu Soekarno sudah berumur 57 tahun. Ratna Sari Dewi menikah dengan Soekarno 3 Maret 1962, saat berumur 19 tahun, dengan mas kawin Rp.5,-. Yang menikahkan adalah menteri agama waktu itu, Saifudin Zuhri. Dewi dibuatkan rumah oleh Soekarno dengan nama “ YASSO “, merupakan nama adik Dewi yang sudah meninggal. Orang mengenal rumah tersebut dengan nama WISMA YASSO.

Haryati, istri ke 6.

Haryati, penari istana yang berhasil dirayu Soekarno. Bertekuk lutut pada presidennya yang flamboyan. Haryati anak bungsu dari delapan bersaudara, sebagai pegawai urusan kesenian istana kepresidenan pada sektretariat negara.
Pada saat itu ia baru saja menjadi pegawai istana, seseorang memanggil manggil namanya, tapi dia terus saja melangkah. Sampai seorang pengawal menghentikannya, dan mengatakannya bahwa Bapak Presiden memanggilnya. Ketika sudah saling bertatap muka, Bung Karno bertanya dalam bahasa jawa, “ kamu Haryatikan…? Silahkan duduk. “. Haryati bingung dan deg degan. Dari sanalah terjalin percakapan selanjutnya. Dan menghantarkannya ke penghulu pada 21 Mei 1963.
Satu hal yang dialaminya, Ratna Sari Dewi dikatakan padanya sebagai penterjemah bahasa Jepang. Selalu dijawab begitu oleh bung Karno saat Haryati menanyakan siapa Ratna Sari Dewi itu. Tapi kebohongan itu tak terlalu lama, Haryati tahu juga, bahwa Dewi adalah istri Soekarno pada saat Ratna Sari Dewi hamil. Haryati akhirnya minta cerai pada Bung Karno tahun 1966. Kemudian dia menikah dengan seorang perwira AD, mempunyai 4 orang anak dengan perkawinan keduanya ini. Dengan Bung Karno haryati tidak mempunyai anak.

Yurike Sanger, istri ke 7.

Yurike Sanger, anak SMA berumur 16 tahun, menjadi bagian dari BARISAN BHINEKA TUNGGAL IKA. Sebuah kelompok remaja berjumlah 50 pasang, tampil mengenakan pakaian adat dalam acara acara kepresidenan. Gadis pemalu keturunan Indonesia timur. Saat ditanya Soekarno tentang namannya, dia menjawab Yurike, Soekarno berkata “ namamu Yuri saja ya ?, lebih Indonesia . Tidak usah pakai Ke, jadinya ke barat baratan “.
Yurike tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya sejak tatapan pertama dengan Bung Karno itu. “Matanya yang jernih dan terang itu sepertinya hinggap ke pusat mataku dan sampai kapan pun tak bisa kulukiskan dengan jelas. Bicaranya mantap, wajahnya tampan, dan makin tampak gagah dengan jas cokelat tua yang dipenuhi atribut resmi di kedua pundak dan dada kirinya. Secara kebetulan pula, warna cokelat tua memang warna favoritku,” tulis dia. Yurike tak pernah menyangka, kalau presidennya bisa datang apel kerumahnya. Ayahnya juga menyangka, kalau yang dihadapinya adalah ajudannya Soekarno. Akhirnya mereka menikah pada 6 Agustus 1964. Namun pernikahan mereka hanya berumur 3 tahun, merekapun bercerai saat Soekarno sudah tak menjadi Presiden ( saat itu digantikan Soeharto ).

Kartini Manoppo, istri ke 8

Seorang pramugari Garuda. Dinikahi Soekarno pada tahun 1959, dan memperoleh anak pada tahun 1967, bernama Totok Suryawan Manoppo, lahir 17 Juni 1966. Awal ketertarikan Bung Karno, ialah karena Kartini Manoppo pernah dilukis oleh Basuki Abdulah, Lukisan dipamerkan di hotel Duta Indonesia ( dulu ), dan Soekarno melihatnya. Iapun dipanggil. Wanita yang berasal dari Bolaang Mongondow ini adalah dari keluarga terhormat, jadi tak mungkin dia harus jadi istri ke dua atau ke berapapun. Untuk itulah dia merahasiakan perkawinannya dengan Soekarno. Tak terlalu banyak yang bisa digali dari Kartini Manoppo, karena ia benar benar merahasiakan tentang pernikahan itu.

Heldy Djafar, istri ke 9.

Gadis dari Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tak banyak yang tahu atas pernikahan mereka, yang dilakukan di Wisma Negara, 11 Juni 1966. Saksinya adalah ketua DPA ( waktu itu ) Idham Chalid dan mentri agama Saifudin Zuhri, saat itu Heldy berusia 18 tahun. Namun saat Soekarno dikucilkan di wisma Yasso, Heldy lalu menikah lagi dengan pria bernama Gusti Suriansyah Noor, keturunan kerajaan Banjar. Belakangan salah satu anak dari pernikahan keduanya itu, menikah dengan cucu keturunan Presiden Soeharto. Maya Ari Sigit Soeharto, cucu menantu Soeharto.

Perjalanan politik Soekarno dimasa pergerakan.

Mendirikan Algeme Studie Club di Bandung tahun 1926, inspirasi dari Indonesische Studie Club oleh Dr. Soetomo. Inilah cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia ( PNI ) yang didirikan pada 4 Juli 1927. Disini dia menelorkan faham Marhein ( Marheinisme ). Ide faham ini muncul setelah dia bertemu dengan seorang petani mandiri bernama Marhein, di wilayah Bandung. Seorang petani kecil yang menanami lahan kecilnya untuk keperluan hidup keluarganya.
Karena aktifitas politiknya di PNI, dia ditangkap Belanda di bulan 29 Desember 1929 dan di penjara di Banceuy (Penjara Banceuy ). Tahun 1930, dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari sini muncul pledoinya ( pembelaan ) “ Indonesia menggugat “. Sebuah pembelaan yang monumenal. Pledoi ini dibukukan dan di terbitkan sesudah masa Orba tumbang ( Masa Presiden Soeharto, diktator Indonesia yang luar biasa korup dan kejamnya ). Soekarano dibebaskan dari penjara Sukamiskin tgl. 31 Desember 1931. PNI terus ditekan oleh pemerintah kolonial. Pada akhirnya PNI pecah menjadi dua.
28 Juli 1932, Soekarno bergabung dengan partai Partindo ( Partai Indonesia ) bersama Sartono, pecahan dari PNI. Sedang pecahan yang satu lagi menjadi Pendidikan Nasional Indonesia ( PNI baru ), dibawah M. Hatta dan Soetan Sjahrir. Namun Agustus tahun 1933, ia ditangkap lagi, dan diasingkan ke Flores ( Ende ). Di Flores, dia hampir dilupakan oleh tokoh tokoh nasional. Namun semangatnya masih membara, hal itu tercermin dari surat suratnya yang dia kirim ke seorang tokoh Persatuan Islam, Ahmad Hasan. Di Ende – Flores, untuk mengisi hari harinya ia membentuk sebuah teater anak anak. Salah satu anggota teater anak itu adalah Frans Seda, dimasa datang dia akan menjadi seorang politikus pendukung Soekarno. Karena wabah malaria, Soekarno dipindah ke Bengkulu Sumatera Februari 1938. Di Bengkulu sampai 1942.
Di Bengkulu dia bertemu dan berkawan dengan tokoh lokal, pimpinan Muhamadiyah setempat, Hasan Din. Soekarno diijinkan mengajar di sekolah Muhamadiyah. Salah satu muridnya adalah Fatmawati, yang saat itu berumur 15 tahun, anak dari Hasan Din. Soekarno jatuh hati pada anak Hasan Din ini, dan kemudian menjadi istri ke tiganya setelah Inggit Garnasih. Inggit minta dicerai, karena dia tidak mau dimadu. Saat Jepang masuk Indonesia, Soekarno saat itu masih ada di Bengkulu. Juli 1942, Soekarno kembali di Jakarta.

Perjalanan politik Soekarno dimasa penjajahan Jepang.

Jepang kurang memperhatikan tokoh tokoh pergerakan nasional pada awal awal di Indonesia. Terutama untuk “ mengamankan “ keberadaan mereka. Tapi pada akhirnya Jepang memanfaatkan keberadaan tokoh tokoh nasional, terutama Soekarno dan Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H Mas Mansyur. Lembaga lembaga dan organisasi organisasi Indonesia, seperti Jawa Hokokai, Putera ( Pusat tenaga Rakyat ) yang didirikan Maret 1943, BPUPKI dan PPKI, untuk menarik hati Indonesia. Sedang tokoh tokoh yang melakukan gerakan bawa tanah, seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin. Mereka berdua menganggap Jepang sebagai Fasis yang berbahaya.
Bersama Jepang, tokoh tokoh Indonesia itu mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, setelah Jepang benar benar hancur dalam perang dunia ke 2 tersebut. Soekarno aktip mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, merumuskan Pancasila, UUD 45, serta dasar dasar pemerintahan Indonesia. Saat merumuskan naskah proklamasi dia dibujuk untuk menyingkir sementara ke Rengasdengklok.
10 November 1943, seorang perdana mentri Jepang Hideki Tojo, mengundang Soekarno, Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo, untuk datang ke negeri Jepang, dan diterima langsung oleh kaisar Hirohito. Sang kaisar memberikan bintang kekaisaran ( Ratna Suci ), pada ke tiga tokoh tersebut. Hal tersebut membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, sebab itu berarti ketiga tokoh tersebut dianggap sebagai keluarga kaisar Jepang sendiri. 7 September 1944, kondisi perang membuat Jepang semakin memburuk, Perdana Mentri Kuniaki Koiso ( Prime Minister Kuniaki Koiso ), menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia, walau saat itu belum ditentukan waktu tanggalnya.
Tahun 1943, Soekarno menikahi Fatmawati dan tinggal di Pegangsaan Timur no. 56. Dirumah inilah proklamasi kemerdekaan Indonesia di proklamirkan, 17 Agustus 1945. Sayang rumah bersejarah ini oleh pemerintahan Orba digusur.
29 April 1945, Pilipina yang saat itu dikuasai Jepang, jatuh ke tangan Amerika. Pada saat itulah Jepang membiarkan berdirinya BPUPKI ( Badan Penyeleidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ), yang diwakili oleh berbagai suku terbesar di Indonesia. Soekarno sebagai ketua panitianya, mulai melakukan diskusi diskusi mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia. Dari sisinilah Soekarno mulai mengenalkan prinsip-prinsip dasar Pancasila.
7 Agustus 1945, Jepang membiarkan terbentuknaya sebuah panitia lebih kecil yakni PPKI ( Panitia Penyelidik Kemerdekaan Indonesia ), dengan anggota 21 orang. Tugasnya menyusun bentuk pemerintahan Indoneisia ke depannya.
9 Agustus 1945, para pemimpin puncak PPKI, Soekarno, Hatta, KRH Radjiman Wediodiningrat, Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan AD wilayah Asia tenggara di Dalat Vietnam, 100 km dari Saigon. Ia menyatakan, bahwa urusan kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri.
14 Agustus 1945, Soekarno dan kawan lawan kembali ke Jakarta. Saat itu Bom atom jatuh di Nagasaki dan Hirosima. Jepang mulai mempersiapkan penyerahannya pada Amerika. 15 Agustus 1945, Jepang benar benar menyerah pada Amerika (Potsdam Declaration ). Soekarno menerima berita itu dari para pemuda yang tergabung dalam PETA, Chaerul Saleh, Soekarni dan Wikana, yang mereka dengarkan dari siaran radio Amerika. Mereka mendorong Soekarno untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Soekarno masih ragu pada saat itu, yang membuat para pemuda itu menjadi marah.
16 Agustus 1945, pagi pagi sekali, tiga orang pemuda mennculik Soekarno, dan membawanya ke Rengasdengklok, Karawang. Memaksa Soekarno mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Pada malam harinya mereka membawa Soekarno ke Jakarta, di daerah Menteng, tempat tinggal Admiral Tadashi Maeda, seorang Jepang yang bersimpati atas kemerdekaan Indonesia. Disanalah, bersama asistennya bernama Sajoeti Melik, Soekarno mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
17 Agustus 1945, pagi pagi sekali, Soekarno kembali ke rumahnya di Pegangsaan Timur 56. Pada jam 10.00 WIB bersama M. Hatta, Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dihadapan kurang lebih 500 orang. Tapi sebelumnya sudah disebarkan pamflet, yang dicetak oleh para pemuda PETA pada masyarakat atas rencana proklamasi kemerdekaan tersebut. Dan tentu saja di sambut gegap gempita oleh Rakyat.
Namun Belanda tidak mengakui proklamasi kemerdekaan Indonesia tersebut, melakukan tuduhan tuduhan pada Soekarno, karena keterlibatannya dalam badan badan organisasi bentukan Jepang. Tuduhan yang lebih keji yang dilakukan oleh Belanda adalah, Soekarno dituduh terlibat dalam romusha. Dalam hal ini Soekarno tanpa disadari telah dimanfaatkan Jepang. Romusha menelan korban jutaan orang selama tahun 1944 – 1945. Belanda mau menghancurkan reputasi Soekarno dihadapan rakyatnya Indonesia. Inilah pola pola Belanda dalam mengadu domba bangsa Indonesia. Karena Belanda masih ingin menjajah bangsa Indonesia.

Perjalanan politik Soekarno di masa perang revolusi.

Setelah kemerdekaan di proklamasikan, pada 18 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta diangkat oleh PPKI sebagai Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia. Dikukuhkan oleh KNIP pada 19 September 1945. 1 Juni 1945, Soekarno mengenalkan lima prinsip dasar dari Pancasila, merupakan lima dasar negara RI, di gedung Volksraad, sekarang dinamakan gedung Pancasila.
Kewibawaan dan kepemimpinan Soekarno diuji, setelah kemerdekaan di umumkan. 19 September 1945, di lapangan IKADA ( sekarang lapangan Merdeka ) terjadi konflik antara Jepang dan rakyat. Soekarno dapat menyelesaikan kemelut di lapangan Ikada Jakarta, tanpa pertumpahan darah. Bentrokan antara rakyat Indonesia berjumlah 200.000 orang ( informasi lainnya, rakyat yang berkumpul di lapangan IKADA sekitar 1 juta orang ) berhadapan dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap. Soekarno meminta sisa pasukan Jepang tersebut kembali ke Barak, sampai pasukan sekutu datang.
Saat kedatangan pasukan sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Sir Phillip Christison, secara de facto, Christison mengakui kemerdekaan Indonesia, setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Soekarno juga berusaha menyelesaika krisis di Surabaya yang bergolak melawan pasukan sekutu dari Australia. Namun karena provokasi dari Belanda (NICA). Pertempuran meledak tak terelakan, Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Akibatnya, gugur Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby. 300 orang pasukan Inggris dari infanteri ke 49, keturunan India ( Gurka ) terbunuh. Sementara jutaan rakyat Surabaya gugur.
Sementara dijakarta suasana semakin panas, terjadi pembunuhna dan perampokan bersenjata. Dalam situasi yang bergolak, serta banyak terjadi provokasi. 4 Januari 1946, Presiden Soekarno akhirnya memindah pusat pemerintahan Indonesia di Jogjakarta. Ibukota Republik Indonesia dipindah dari Jakarta ke Jogjakarta. Didukung sepenuhnya oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sampai akhir perang di tahun 1949, Ibukota RI kembali di Jakarta.
November 1946, semua tentara sekutu dibawah Inggris ditarik dari Indonesia, dan digantikan tentara Belanda, sekitar 1500.000 tentara. Tentu saja, ini membuat Indonesia menolak. Inggris mengirimkan perwakilannya, seorang bangsawan, Lord Archibald Clark Kerr, 1st Baron Inverchapel ( baron pertama Inverchapel ) dan Miles Lampson, 1st Baron Killearn ( Baron pertama Killearn ), membawa Indonesia dan Belanda ke meja perundingan. Jelas Belanda menginginkan Indonesia kembali ketangannya. Lahirlah perjanjian Linggarjati (Linggadjati Agreement ), yang ditandatangani bulan dan tahun itu juga. Dalam perjanjian itu Belanda hanya mengakui Indonesia adalah Jawa, Madura dan Sumatra. Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir, Belanda diwakili oleh Hubertus van Mook. Tentu saja perjanjian tersebut ditolak oleh bangsa Indonesia. Sebab selain wilayah yang diakui Belanda, wilayah yang lain akan menjadi wilayah perserikatan Belanda – Indonesia. Kepala perserikatan adalah Ratu Belanda. Itu artinya Indonesia sudah terpecah, sebagaian wilayah Indonesia di caplok oleh Belanda, seperti Kalimantan, Sulawesi, Irian ( Papua ) dan wilayah lainnya, selain Jawa, Sumatra dan Madura.
Sebelumnya, keputusan persetujuan Soekarno untuk berunding dengan Belanda mendapat tentangan dari tokoh tokoh nasional waktu itu. Terutama dari Tan Malaka, politisi berhaluan komunis, dengan kelompoknya bernama Persatoean Perdjoeangan ( PP ). 4 Juli 1946 militer yang beraliansi dengan PP menculik Perdana metri Sutan Sjahrir, yang saat itu sedang berkunjung ke Jogja. Karena Sjahrir yang berunding dengan Belanda. Sememtara, Soekarno berhasil bernegosiasi dengan Jend. Soedirman ( pimpinan TNI tertinggi ), untuk membebaskan Sjahrir, dan menangkap Tan Malaka, dan beberapa pimpinan dari PP.
Perjanjian Linggardjati di ratifikasi oleh KNIP pada Maret 1947. 21 Juli 1947, perjanjian Linggardjati dilanggar oleh Belanda. Belanda melakukan invasi militer pada teritori Indonesia. Pertempuran sengit terjadi untuk melawan invasi Belanda. Sementara Soekarno dalam pembuangan, tapi masih selalu ber koordinasi dengan tokoh tokoh nasional.
Dunia Internasional mengecam atas invasi tersebut ( Agustus 1947 ). 1 Agustus 1947, dewan keamanan PPB menyeruhkan untuk genjatan senjata. Van Mook menyeruhkan genjatan senjata pada pasukan Belanda pada 5 Agustus 1947. PBB membentuk komite kecil yang diusulkan oleh Amerika, untuk menyelesaikan kemelut Indonesia dan Belanda. Komite diwakli oleh negara lain yang ditunjuk oleh masing masing yang bersengketa. Belanda menunjuk Belgia sebagai wakilnya, Indonesia menunjuk Australia sebagai wakilnya. Sementara pihak ke tiga adalah Amerika. Diskusi disepakti di sebuah kapal Amerika, USS Renville, maka perjanjian tersebut dinamakan perjanjian Renville. Saat itu kapal tersebut berlabuh di teluk Jakarta. Karena kondisi yang sangat mendesak Indonesia, dimana saat itu pasukan Indonesia sudah kekurangan bahan pangan dan amunisi, Soekarno dan Hatta lebih memperhatikan keadaan prajurit Indonesia saat itu. Maka dengan sangat terpaksa Soekarno dan Hatta menerima perjanjian tersebut. Perjanjian Renville (Renville Agreement ) ditanda tangani oleh Amir Sjarifudin, pada 17 Januari 1948, karena saat itu yang menjadi perdana mentri adalah dia. Dalam perjanjian itu, Amerika bersikap abstain, ini jelas menunjukan Amerika hanya mengambil keuntungan dari perjanjian itu. Padahal jelas Belanda meng invasi negara Indonesia yang sudah di akui dunia kemerdekaannya, kecuali Belanda. Makanya Soekarno saat itu tidak begitu percaya pada Amerika. Soekarno akhirnya menjalankan politik non blok nya. Hal inilah yang membuat Amerika berusaha menurunkan Soekarno pada saat itu. Karena Soekarno dianggap dekat dengan Uni Soviet maupun China.
Perjanjian Renville membuat Belanda berhak melakukan kontrol terhadap semua area di Indonesia. Belanda mulai membuat boneka boneka ditiap daerah untuk melawan pergerakan orang orang Indonesia, mempengaruhi etnis etnis di berbagai tempat di Indonesia. Politik adu domba Belanda masih saja dijalankan. Inti perjanjian Renville akan membentuk Indonesia serikat. Konsep negara federal.
Perjanjian Renville mengakibatkan kekacauan di Indonesia, karena Indonesia jadi ter pecah pecah. Di Jawa Barat, daerah yang dikuasai Belanda, kaum Darul Islam yang dipimpin oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo, bersama rakyat yang antipati dengan Belanda melakukan serangan gerilya pada Belanda. Imbas dari perjanjian Renville, perdana menteri Amir Sjarifudin di minta mengundurkan diri oleh banyak pihak, pada Januari 1948, dan digantikan oleh M Hatta.
Dalam kondisi yang ruwet tersebut, partai komunis yang dipimpin oleh Musso, mengambil keuntungan, melakukan pemberontakan berdarah di Madiun, 18 September 1948 sampai akhir Oktober 1948. Pemberontakan itu berhasil ditumpas, dan Musso mati ditembak.
Perang Gerilya terus dilakukan oleh para prajurit Indonesia dipimpin oleh Pang. Besar Jend. Soedirman (Sudirman ), di daerah daerah yang dikuasai Belanda. Karena Belanda terus menerus menginvasi Indonesia, dunia mengecam perbuatannya itu, dan bersimpati dengan perjuangan Indonesia, sehingga banyak mendapat bantuan dari mereka. 1 Maret 1949, Yogya yang diduduki Belanda berhasil direbut oleh TNI dibawah pimpinan Kolonel Soeharto. Akibatnya Belanda dipaksa menandatangani perjanjian Roem-van Roijen.
Nama perjanjian Roem-van Roijen, diambil dari nama kedua delegasi perjanjian tersebut, yakni Mohammad Roem dan Herman van Roijen. Hasil perjanjian tersebut adala sbb :
Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan semua aktivitas gerilya
• Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri Konferensi Meja Bundar ( perundingan selanjutnya )
• Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta ( saat itu Ibukota Indonesia adalah Yogya )
• Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan semua tawanan perang
Pada tanggal 22 Juni sebuah pertemuan lain diadakan dan menghasilkan keputusan:
Kedaulatan akan diserahkan kepada Indonesia secara utuh dan tanpa syarat sesuai perjanjian Renville pada 1948
• Belanda dan Indonesia akan mendirikan sebuah persekutuan dengan dasar sukarela dan persamaan hak
• Hindia Belanda akan menyerahkan semua hak, kekuasaan, dan kewajiban kepada Indonesia
Perjanjian tersebut dilakukan sebelum diadakannnya konferensi meja bundar di Den haag. Pasca perjanjian Roem van Roijen, mengakibatkan beberapa peristiwa dalam pemerintahan Indonesia, adalah sbb :
Pada 6 Juli, Sukarno dan Hatta kembali dari pengasingan ke Yogyakarta, ibukota sementara Republik Indonesia. Pada 13 Juli, kabinet Hatta mengesahkan perjanjian Roem-van Roijen dan Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari tanggal 22 Desember 1948 sampai menyerahkan kembali mandatnya kepada Soekarno, dan secara resmi mengakhiri keberadaan PDRI pada tanggal 13 Juli 1949.
Pada 3 Agustus, gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia dimulai di Jawa (11 Agustus) dan Sumatera (15 Agustus). Konferensi Meja Bundar mencapai persetujuan tentang semua masalah dalam agenda pertemuan, kecuali masalah Papua Belanda ( Irian barat ), yang kemudian berhasil kita rebut kembali.
Gaya pemerintahan Indonesia berdasarkan UUD 45. Kedudukan Presiden adalah sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, atau disebut juga  Presidensiil / single executive. Tapi selama revolusi kemerdekaan, sistim pemerintahan berubah menjadi semi presidensiil / double executive. Presiden Soekarno sebagai kepala negara, dan Sutan Syahrir sebagai perdana mentri / kepala pemerintahan. Hal tersebut terjadi, karena adanya maklumat wakil presiden no.X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945, tentang partai politik. Semua itu dilakukan agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis.
Meskipun gaya pemerintahan telah berubah, namun kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting, terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun 1948. Dan saat agresi militer Belanda ke 2, yang menyebabkan Soekarno, Hatta dan sejumlah pejabat negara ditahan Belanda. Dan Belanda membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketua Sjafruddin Prawiranegara, tetapi dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui, bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.

Masa kemerdekaan

Setelah pengakuan kedaulatan ( tapi versi Belanda, ngotot itu adalah sebagai Penyerahan Kedaulatan ), Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat ( RIS ) dan M. Hatta sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan pada Mr. Assaat, pemerintahan itu yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Jogja. Ini pola Belanda untuk mencoba mengadu domba Indonesia dan menjajahnya lagi.
Namun tuntutan rakyat Indonesia kembali pada negara kesatuan Republik Indonesia menguat, maka pada 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia, dan Soekarno sebagai Presidennya. Mandat Mr. Assat diserahkan ke Presiden Soekarno.
Nama Soekarno-Hatta sebagai dwi tunggal dalam pemerintahan sangat populer dan dikenal oleh masyarakat. Pada saat itu sering terjadi jatuh bangun kabinet, atau juga disebut “ Kabinet seumur jagung “, karena seringnya berubah susunan kabinet. Hal itu karena terlalu banyak partai dimasa itu. Karena itulah Soekarno kurang mempercayai sistim multipartai, bahkan beliau menyebut jatuh bangunnya kabinet sebagai “ penyakit kepartaian “. Sampai sampai tak jarang ia harus turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer, yang berimbas pada jatuh bangunnya kabinet . Seperti peristiwa 17 Oktober 1952, dan peristiwa di kalangan angkatan udara.
Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. Sejak itu Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika.
Presiden Soekarno juga men-cap negara negara barat telah meninggalkan bom waktu, karena konflik konflik yang ditinggalkan negara negara barat yang mementingkan imperialisme dan kolonialisme. Ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam pemecahan konflik juga menjadi perhatiannya. Bersama Presiden Josep Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu, (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India), ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya.
Namun sayang, masih banyak konflik konflik diantara negara negara yagn telah merdeka itu, karena pemecahan masalah yang tidak adil. Juga masih dalam penguasaan negara negara kuat dan adi kuasa. Karena jasa jasa pada kawasan Asia-Afrika, masyarakat Asia – Afrika selalu ingat pada Soekarno, bila ingat atau mengenal kata Indonesia. Tokoh luar biasa di dunia yang dihormati, tapi dikianati oleh bawaannya sendiri. Seorang yang kejam dan korup, dan mengakibatkan negara Indonesia berhutang luar biasa banyak. Puncaknya adalah kemarahan masyarakat di pertengahan tahun 1998, yang memaksanya mundur dari jabatan Presiden, yakni Soeharto.
Soekarno menjalankan politik bebas aktip di dunia internasional. Mengunjungi dan bertemu dengan pemimpin negara negara di dunia. Diantaranya adalah, Nikita Khruschev (Uni Soviet), John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Fidel Castro (Kuba), Mao Tse Tung (RRC). Gaya politiknya ini tidak disukai oleh Amerika, dan berusaha untuk menurunkannya. Amerika berhasil menurunkan Soekarno, dan mendukung kenaikan Soeharto. Sejak saat itu Indonesia dalam cengkeraman Amerika dan sekutunya. Mulailah penjarahan kekayaan tambang di Indonesia sampai saat ini ( lihat Freeport Irian jaya / Papua barat ). Daerah daerah yang kaya akan tambang, berusaha untuk dilakukan konflik konflik antar masyarakat dan aparat.

Masa kejatuhan Soekarno.

Peristiwa Gerakan 30 September atau juga disebut G30S PKI pada tahun 1965, yang mengakibatkan enam Jenderal dibunuh PKI, yang menyamar sebagai Cakrabirawa ( pasukan pengaman Presiden waktu itu ). Pelaku sesungguhnya masih merupakan kontroversi hingga saat ini, walaupun PKI dituduh terlibat didalamnya. Massa dari KAMI ( Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ) dan KAPI ( Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia ), melakukan demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat ( Tritura ). Salah satu isinya adalah bubarkan PKI ( Partai Komunis Indonesia ). Soekarno menolak membubarkan PKI, karean bertentangan dengan pandangan Nasakom ( Nasionalisme, Agama, Komunisme. Pandangan politik Soekarno ). Hal inilah yang berakibat melemahkan posisinya dalam politik
Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret ( Supersemar ) yang ditandatangani oleh Soekarno. Surat ini juga menuai kontroversi sampai saat ini. Ada yang bersaksi, pada saat menandatangai surat tersebut, Soekarno dalam todongan senjata seorang jenderal AD. Hingga samapai saat ini lembar surat itu tidak ditemukan.
Isi dari surat tersebut merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden. Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. Kemudian MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No. IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No. XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat menjadi presiden apabila presiden berhalangan.
Soekarno kemudian membawakan pidato pertanggungjawaban mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S pada Sidang Umum ke-IV MPRS. Pidato tersebut berjudul “Nawaksara” dan dibacakan pada 22 Juni 1966. MPRS kemudian meminta Soekarno untuk melengkapi pidato tersebut. Pidato “Pelengkap Nawaskara” pun disampaikan oleh Soekarno pada 10 Januari 1967 namun kemudian ditolak oleh MPRS pada 16 Februari tahun yang sama.
Pada akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka. Dengan surat tersebut, maka Soeharto de facto menjadi kepala pemerintahan Indonesia. Setelah melakukan Sidang Istimewa, MPRS kemudian mencabut kekuasaan Presiden Soekarno, mencabut gelar Pemimpin Besar Revolusi dan mengangkat Soeharto sebagai Presiden RI hingga diselenggarakan pemilihan umum berikutnya. Dalam pemilihan umum tersebut, Soeharto terpilih menjadi Presiden kembali malalui partai GOLKAR, hingga dia digulingkan oleh rakyat pertengahan tahun 1998, karena korup dan kekejamannya. Saat itu Indonesia benar benar terpuruk. Hutang luar biasa besar, nilai tukar rupiah jatuh sangat jauh kebawah. Banyak pabrik pabrik bangkrut dan tutup. Terjadi pelecehan diantara masyarakat pada masyarakat tertentu. Banyak yang lari keluar negeri. Kemarahan rakyat yang terpendam sekian puluh tahun dalam penindasan dan hidup dalam lingkup korutor yang luar biasa, meledak pada saat itu.

Saat sakit hingga meninggal.

Setelah lengser dari ke – presidenan, kesehatan Soekarno menurun sejak Agustus 1965. Sebelumnya dia telah dinyatakn mengidap gangguan ginjal, pernah menjalani perawatan di Wina, Austria tahun 1961 dan 1964. Prof. Dr. K. Fellinger dari Fak. Kedoteran Universitas Wina, menyarankan agar ginjal kiri Soekarno diangkat, tapi ia menolak dan memilih pemgobatan tradisional. Ia masih bisa bertahan hingga lima tahun. Pada akhirnya beliau meninggal pada hari Minggu, 21 Juni 1970 di RSPAD ( Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat ) Gatot Subroto, Jakarta, masih status sebagai tahanan politik. Jenazah kemudian dipindah ke Wisma Yasso yang dimiliki oleh Ratna Sari Dewi. ( salah satu istrinya, yang keturunan Jepang ). Selama sakit, pemeriksaan rutin di lakukan oleh Dokter Mahar Mardjono, merupakan anggota tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian di keluarkan komunike medis ( pernyataan bersama ), ditanda tangani oleh Dr. Mahar Mardjono sebagai ketua dan wakil ketua Jenderal Dokter ( TNI AD ) Rubiono Kertopati.
Komunike medis tersebut menyatakan sbb :
  • Hari Sabtu 20 Juni 1970 jam 20.30 WIB, keadaan kesehatan Ir. Soekarno semakin memburuk dan kesadaran berangsur menurun.
  • Tanggal 21 Juni 1970 jam 03.50 pagi, Ir. Soekarno dalam keadaan tidak sadar, pada jam 07.00 WIB Ir. Soekarno meninggal dunia.
  • Tim dokter secara terus menerus berusaha mengatasi keadaan kritis Ir. Soekarno hingga saat meninggalnya.
Soekarno pada waktu masih hidup, minta dimakamkan di istana Batu Tulis, Bogor. Namun pemerintahan Soeharto, memakamkan beliau di Blitar, Jawa Timur. Dengan memakai ketetapan Keppres RI. No. 44 tahun 1970. Jenazah Soekarno dibawa ke Blitar sehari setelah kematiannnya, dimakamkan ke esokan harinya, disebelah makam Ibundanya. Upacara pemekaman dipimpin oleh Panglima ABRI Jenderal M. Panggabean, sebagai inspektur upacara. Pemerintah menetapkan hari ber-kabung selama 7 hari.

Peninggalan Soekarno.

6 Juni 2001, kantor Filateli Jakarta menerbitkan perangko “100 tahun Bung Karno”, memperingati 100 tahun kelahiran Soekarno. Berupa 4 buah perangko berlatar belakang bendera merah putih, menampilkan gambar Soekarno dari muda hingga saat jadi presiden RI.
• Perangko pertama bernilai nominal Rp.500. Menampilkan potret Soekarno pada saat sekolah menengah.
• Perangko ke dua bernilai nominal Rp. 800. Menampilkan potret Soekarno ketika masih di perguruan tinggi tahun 1920.
• Perangko ke tiga, nominal Rp.900,-, potret Soekarno saat proklamasi kemerdekaan RI.
• Perangko ke empat ( terakhir ), nilai nominal Rp.1000,-. Gambar Soekarno saat jadi presiden RI.
Ke empat perangko itu dirancang oleh Heri Purnomo, dan cetak sebanyak 2,5 juta set oleh Perum Peruri. Selain perangko, Divisi Filateli PT Pos Indonesia menerbitkan juga lima macam kemasan perangko, album koleksi perangko, empat jenis kartu pos, dua macam poster Bung Karno serta tiga desain kaus Bung Karno.
Perangko yang menampilkan Soekarno juga diterbitkan oleh Pemerintah Kuba pada tanggal 19 Juni 2008. Perangko tersebut menampilkan gambar Soekarno dan presiden Kuba Fidel Castro. Penerbitan itu bersamaan dengan ulang tahun ke-80 Fidel Castro dan peringatan kunjungan Presiden Indonesia, Soekarno, ke Kuba.
Tahun 1958, nama Soekarno diabadikan sebagai nama sebuah gelanggang olahraga, yaitu Gelanggang Olahraga Bung Karno, didirikan untuk sarana penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta. Pada masa Orde Baru, komplek olahraga ini diubah namanya menjadi Gelora Senayan. Rupanya Soeharto benar benar alergi dengan nama yang berhubungan dengan Soekarno. Dia berusaha menghilangkan nama besar Soekarno di hati rakyat Indonesia. Tapi hal itu tetap tidak berhasil. Pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Gelora Senayan kembali pada nama awalnya yaitu Gelanggang Olahraga Bung Karno. Hal ini dilakukan dalam rangka mengenang jasa Bung Karno.
Beberapa yayasan dibuat atas nama Soekarno. Dua di antaranya adalah Yayasan Pendidikan Soekarno dan Yayasan Bung Karno. Yayasan Pendidikan Soekarno adalah organisasi yang mencetuskan ide untuk membangun universitas ( universitas Bung Karno ), dengan pemahaman yang diajarkan Bung Karno. Yayasan ini dipimpin oleh Rachmawati Soekarnoputri, anak ketiga Soekarno dan Fatmawati. Pada tahun 25 Juni 1999 Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie meresmikan Universitas Bung Karno yang secara resmi sebagai penerus pemikiran Bung Karno, Nation and Character Building kepada para mahasiswanya.
Yayasan Bung Karno memiliki tujuan untuk mengumpulkan dan melestarikan benda-benda seni maupun non-seni kepunyaan Soekarno yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Koleksi Bung Karno berupa benda benda seni berupa patung maupun lukisan dan lainnya. Yayasan tersebut didirikan pada tanggal 1 Juni 1978 oleh delapan putra-putri Soekarno yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra dan Kartika Sari Dewi Soekarno.
Di tahun 2003, Yayasan Bung Karno membuka stan pameran di Arena Pekan Raya Jakarta. Di stan tersebut ditampilkan video pidato Soekarno berjudul “Indonesia Menggugat” yang disampaikan di Gedung Landraad tahun 1930 serta foto-foto semasa Soekarno menjadi presiden. Selain memperlihatkan video dan foto, berbagai cinderamata Soekarno dijual di stan tersebut. Diantaranya adalah kaos, jam emas, koin emas, CD berisi pidato Soekarno serta kartu pos Soekarno.
Seorang yang bernama Soenuso Goroyo Sukarno, mengaku memiliki harta benda warisan Soekarno. Soenuso mengaku merupakan mantan sersan dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara . Ia pernah menunjukkan benda-benda yang dianggapnya sebagai warisan Soekarno itu kepada sejumlah wartawan di rumahnya di Cileungsi, Bogor. Benda-benda tersebut antara lain adalah sebuah lempengan emas kuning murni 24 karat yang terdaftar dalam register emas JM London, emas putih dengan cap tapal kuda JM Mathey London serta plakat logam berwarna kuning dengan tulisan ejaan lama berupa deposito hibah. Selain itu terdapat pula uang UBCN ( Brasil ) dan Yugoslavia serta sertifikat deposito obligasi garansi di Bank Swiss dan Bank Netherland. Meskipun emas yang ditunjukkan oleh Soenuso bersertifikat namun belum ada pakar yang memastikan keaslian dari emas tersebut.

Penghargaan – penghargaan yang diterima Soekarno.

Semasa hidupnya, Soekarno mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari 26 Universitas di dalam dan luar negeri. Perguruan tinggi dalam negeri yang memberikan gelar kehormatan kepada Soekarno antara lain adalah Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin dan Institut Agama Islam Negeri Jakarta. Universitas luar negeri, antara lain Columbia University (Amerika Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir).
Bulan April 2005, almarhum Soekarno mendapatkan penghargaan dari Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki. Penghargaan tersebut adalah penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana yang semuanya dilapisi emas. Soekarno mendapatkan penghargaan tersebut karena dinilai telah mengembangkan solidaritas internasional demi melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi rakyat Afrika Selatan dalam melawan penjajahan dan membebaskan diri dari apartheid. Acara penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan di Kantor Kepresidenan Union Buildings di Pretoria, dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri yang mewakili ayahnya dalam menerima penghargaan.
Oleh Didik Suwitohadi.
17-02-2012.
Ref:
Wikipedia
Sahat.blogspot.com
Indonesiamedia.com
Gudang materi.com
Amatamorgana.blogdetik.com
majalah.tempointeraktif.com
mail-archive.com
skypin.tripod.com
tribunnews.com
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Februari 2012 in Tokoh

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 666 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: