RSS

Keyakinan Agnostic ( Agnostic Relligion ).

19 Jun

Dasar cara pandang Agnostic; tidak ada pengetahuan apapun yang bisa membuktikan adanya atau keberadaan adanya Tuhan. Tetapi, pengertian “ Agnostic “ itu sendiri adalah ; “A, berarti tidak “ dan “ Gnostic, berarti tahu “. Secara bebas bisa diterjemahkan, bahwa “ Agnostic “ artinya “ tidak tahu “, atau juga bisa dikatakan “ tidak ada pengetahuan “. Pengertian tersebut bukanlah satu satunya pengertian dari kata Agnostic, masih banyak pengertian lainnya mengenai Agnostic. Tapi bagi saya, Agnosti adalah orang orang yang tidak percaya, bahwa keberadaan Tuhan bisa diketahui adanya. Mereka percaya Tuhan itu ada, tapi mereka juga percaya bahwa tak mungkin Tuhan bisa dibuktikan keberadaannya dengan ilmu apapun didunia ini. Saya kira pendapat itu sangat sangat bisa disetujui. Sebab itulah dasar dari Agnostic, menurut saya. Berangkat dari percaya dan ke tidak tahuan.

Ada dua bentuk doktrin Agnostic, yakni Tuhan tak ada, tak dikenal atau tak diketahui. Atau, Tuhan kemungkinan diketahui, ada yang mengakui “ kemungkinan “ keberadaan Tuhan. Doktrin tersebut dianggap lemah. Doktrin bentuk ke dua, Adalah doktrin yang dipegang sangat kuat oleh para penganut Agnostic, yakni “ Tuhan itu tak dapat diketahui “.

Orang Agnostic mengatakan, keberadaan Tuhan tak mungkin dapat diketahui, karena keterbatasan manusia itu sendiri. Manusia dapat mengetahui “ sesuatu “ tentang Tuhan, tapi tidak mungkin mengetahui segalanya tentang Tuhan. Namun sebagian besar, atau hampir semua orang Agnostic mengatakan “ tak mungkin manusia mengetahui tentang Tuhan. Benar benar sangat tidak mungkin “. Artinya disini, sangat mustahil manusia bisa mengetahui Tuhan. Dan memang tidak mungkin kita mengetahui Tuhan. Memikirkannya saja sudah buntuh. Apalagi tahu segalanya tentang Tuhan. Keadaan Bumi saja, masih banyak yang tidak diketahui manusia, apalagi angkasa raya. Memikirkan penyakit dalam tubuh manusia saja, masih banyak yang tidak diketahui oleh manusia. Sungguh satu lompatan yang sangat mustahil untuk mengetahui tentang Tuhan.

Untuk bisa melihat keberadaan Tuhan, harus mempunyai kemampuan melihat realita ( kenyataan yang ada ). Pendapat tersebut didukung oleh David Hume ( seorang filsof, sejarahwan dan ekonom abad 18 dari Skotlandia ) dan Immanuel kant ( seorang filsuf abad 18dari Jerman – Prusia ). Doktrin atau pandangannya tersebut dianut oleh para penganut paham Agnostic. “ Segala sesuatu yang kita alami, sebenarnya terpisah dan tidak saling berhubungan. Hubungan sebab akibat, tidak bisa diketahui secara pasti dan meyakinkan. Hubungan sebab akibat, sebagaimana kita meggabungkan sebuah peristiwa yang terjadi bersama”. Demikian pemikiran Hume.

Menurut Kant “ Ilmu pengetahuan itu ada, karena adanya pengalaman (tindakan ), dan dimunculkan melalui indera pemikiran ( ada konsep ). Kita bisa mengetahui sesuatu sebagaimana kita mengalaminya. Sejak semua orang mengalami hal yang sama dengan peristiwa yang berbeda, kita tidak pernah mengetahui peristiwa, sebagaimana peristiwa tersebut terjadi di luar diri kita “.

Kesimpulannya, kita tidak akan pernah tahu realitanya ( kenyataannya ), kalau kita hanya menggunakan indera pemikiran saja. Jadi disini pengertiannya, ilmu pengetahuan itu baru bisa diketahui ketika kita melakukannya, bukan hanya sekedar ada dipemikiran saja. Karena tak mungkin kita mengetahui sebuah kenyataan, kalau kita tidak melakukan apa yang ada dalam pemikiran. Harus ada pembuktian atas sebuah pemikiran. Kalau belum ada kenyataannya, maka masih disebut dalam pemikiran atau hanya dugaan. Demikian yang saya tangkap dari pernyataan Immanuel Kant. Yang cara berpikirnya sangat dipengaruhi oleh David Hume.

Dalam sebuah peristiwa yang kita alami, mungkin orang lain juga mengalami hal yang sama dengan kita, tetapi diwaktu yang berbeda. Dan kita tidak akan pernah bisa mengetahui sebuah peristiwa di luar dari diri kita. Sebuah peristiswa yang dialami orang lain, tak akan bisa diketahui oleh orang lain selain orang itu sendiri. Begitu juga halnya jika sebuah peristiwa ( kejadian ) terjadi pada diri kita, maka orang lain tak akan bisa mengerti, walau sudah diberikan penjelasan. Mungkin yang dimaksud Kant adalah, sebuah peristiwa yang dialami seseorang yang membuat orang tersebut mempunyai sebuah keyakinan. Sebagaimana kita juga bisa mengalami hal yang sama yang pada akhirnya meyakini apa yang telah terjadi pada diri kita. Keyakinan itu tak akan bisa diyakini pula oleh pihak lain, selama orang tersebut juga tidak mengalaminya, atau melihat realitanya.

Pandangan Hume dan Kant tentang Tuhan, saling bertabrakan / bertentangan dengan pandangan umum, terutama umat beragama. “ Jika kita tak bisa mengetahui kenyataan sebagaimana kenyataan sebenarnya, kita tidak akan pernah bisa mengetahui sebuah peristiwa sebagaimana mereka ( orang lain ) tidak bisa mengetahui kebebasan alam pikiran kita ( Independent of our senses ) “.

Dengan cara berpikir seperti itu, Agnosctic mengatakan ( klaim ), mengetahui bagaimana proses terjadinya alam semesta ini ( tentu saja dengan sain ). Maka, bagi Agnostic, keberadaan Tuhan masih dalam pertanyaan ( God’s existence is in question ). Keberadaan Tuhan masih perlu dipertanyakan, atau sangat patut dipertanyakan. Permasalahan ada dalam pemikiran. Pemikiran Agnostic adalah pemikiran bikin kepala puyeng, bila kita tak memilah milahnya dengan teliti. Percaya, tapi juga tidak percaya.

Agnostic tidak menganut paham agama apapun. Sisi lain, Agnostic mengakui, segalanya ada yang mencipta. Tetapi juga, Agnostic meyakini, bahwa keberadaan Tuhan ( pencipta ) tak mungkin bisa diketahui. Bukankah umat beragama juga sebenarnya berpikiran seperti itu…? Tuhan tak mungkin bisa diketahui keberadaannya oleh makluh ciptaannya. Seberapapun tinggi ilmu makluh itu. Pernahkah manusia bisa meneliti anatomi semut, serta penyakit yang diderita semut….?

Maha besar Tuhan dengan segala ciptaannya yang bermacam macam dan tak terhitung oleh akal manusia. Tidak ada sesuatu yang hidup tanpa ada yang menghidupkan.

Oleh. Didik Suwitohadi.
Ref. http://www.allaboutphilosophy.org/agnostic-religion-faq.htm

 
2 Komentar

Posted by pada 19 Juni 2012 in Wawasan

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

2 responses to “Keyakinan Agnostic ( Agnostic Relligion ).

  1. dydan

    14 September 2012 at 03:58

    My opinion :
    Tuhan tak mungkin bisa diketahui keberadaanNya oleh makluk ciptaanNya,
    kecuali Tuhan sendiri yang memberitahukan keberadaanNya kepada mahluk ciptaanNya.

     
    • Didik Suwitohadi

      16 September 2012 at 23:08

      Sangat setuju dydan, maka kebodohan manusia yang sangat besar kalau masih saja meributkan NYA. Satu sama lain merasa yang paling tahu keberadaan Tuhan. Yang merasa paling tahu keberadaan TUHAN itulah yang paling BODOH.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 445 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: