RSS

Ibadah Haji Perpisahan ( Hijjatul Wada’ ), Awal PERPECAHAN Umat Islam. Bag. 1

13 Nov

Catatan sejarah haji Nabi ini diambil dari biography Rasulullah yang ditulis oleh HMH Al Hamid Al Husaini. Ibadah haji yang pertama dan yang terakhir bagi Rasulullah, setelah itu beliau wafat, dan inilah awal perpecahan pengikut Nabi. Yang berebut kepemimpinan, siapa yang layak menggantikan Nabi sebagai Khalifah kala itu.


Rasulullah ber-haji.

Diriwayatkan, pada hari saptu 25 dzulqa’dah tahun ke 10 hijriah, Rasulullah saw berangkat ke . Mekkah, untuk menunaikan ibadah haji. Beliau mengajak semua istrinya, berangkat tengah hari seuasai solat dhuhur. Sebelemu meninggalkan Medinah, Rasulullah berkotbah, memberi petunjuk mengenai cara-cara ber-ihram, mengenai yang wajib dan yang sunnah, yang dilaksanakan dalam ibadah haji. Setelah itu berangkatlah rombongan beliau, yang diikuti sekitar 90.000 umat. Tapi ada penulis sejarah lainnya yang menuliskan, haji tersbut diikuti umat sekitar 140.000 orang.

Sepanjang perjalanan beliau mengumandangkan talbiyah yang diikuti oleh para Muslimin. Labbaika Allahumma labbaika, labbaika laa syarika laka . Alhamdulillah wan ni’matu wasyi syukru laka labbaika. Labbaika laa syarika laka labbaika ( Kami penuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu, kami penuhi panggilanMu, kami penuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu. Kami penuhi panggilanMu. Puji nikmat dan sukur kami panatkan kehadiratMu, kami penuhi panggilanMu ). Semua kamu Muslimin mengucapkan kalimat-kalimat itu. Pada mulanya ada yang bisa mengucapkan secara penu, ada pula yang tertinggal beberapa kata. Tapi semua itu dibenarkan oleh Rasulullah saw, tak seorangpun disalah-salahkan.

Dalam rangkaian ibadah haji tesebut Rasulullah memberikan kotbahpada para umatnya, salah  satunya kotbah yang diberikan oleh beliau disebuah dusun bernama Namirah didaerah Arafah, adalah sebagai  berikut : “ Hai kaum Muslimin, mulai hari ini hingga selama-lamannya, setan telah putus harapan untuk di sembah-sembah kembali di negri ini. Akan tetapi, bila kalian menurutinya dalam hal-hal yang lain, ia akan merasa puas dan senang melihat kalian berbuat rendah dan nista. Karena itu hendaklah kalian ber-hati-hati menjaga agama kalian “. Salah satu kotbah inilah yang harus dicermati lebih mendalam oleh kaum Muslimin.

Dalam rangkaian ibadah haji itu, beliau menerima wahyu disebuah tempat yang bernama Shakarat, yang selanjutnya disampaikanlah firman Allah tersebut pada para umatnya, adalah sbb ;

Hari ini telah Kusempurnahkan Agama kalian, bagi kalian (semua) dan  Ku lengkapkan sudah nikmat karunia Ku bagi kalian dan Aku ridho Islam menjadi Agama kalian……(QS. Al An’am:3).”

Mendengar Rasulullah saw mengucapkan firman tersebut, Abubakar Ash-Shiddiq r.a tak sanggup menahan cucuran airmatanya. Ia menangis terisak-isak, dia memahami, bahwa tugas risalah kenabian Muhammad Rasulullah saw telah selesai ditunaikan, dan dia merasa, bahwa tiada lama lagi junjungannya Muhammad Rasulullah saw akan segera kembali ke haribaan Allah Rabbul’alamin. Betapa kesedihan itu begitu sangat mendalam dihati Abubakar. Tanda perpisahan sudah dekat.

Malam itu juga beliau meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah, menginap disana. Dini hari setelah solat subuh, beliu turun ke Masy’arul Haram lalu terus ke Mina. Dalam perjalanan itu beliau melempar batu. Hari itu adalah hari ke 10 Dzul hijjah. Setiba dikemah, beliau menyembeli qurban 63 ekor unta. Setelah itu beliau mencukur rambut kepala, dan selesailah ibadah haji yang beliau tunaikan. ( urutan haji mulai awal tidak saya ungkapkan, saya yakin semua Muslim tahu tata caranya ).

Diantara kaum Muslimin ada yang menamakan ibadah haji beliau tersebut adalah ; HIJJATUL WADA’ ( ibadah haji perpisahan ), karena ibadah haji tersebut adalah yang pertama dan yang terakhir bagi Rasulullah saw ( setelah itu beliau wafat ). Ada yang menamakan HIJJATUL BALAGH ( ibadah haji penyampaian ), karena dalam ibadah haji itu, beliau telah selesai menyampaikan pada umat manusia semua yang diperintahkan ALLAH kepada beliau. Adapula yang menamakan HIJJATUL ISLAM ( ibadah haji Islam ), karena dalam ibadah haji tersebut, Allah telah menyempurnahkan Agama Islam bag segenap umat manusia dan telah pula melengkapi karunia nikmatNya.

Bersambung.

Oleh. Didik Suwitohadi

16-05-2007

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 November 2009 in Agama

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: