RSS

Ibadah Haji Perpisahan ( Hijjatul Wada’ ), Awal PERPECAHAN Umat Islam. Bag. 3

17 Nov

Kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh kaum Muslimin kala itu, disaat nabi sakit keras dan menjelang wafat, tidak ada satu orangpun yang mencatat wasiat Nabi, melainkan saling ribut memperebutkan kedudukan kepemimpinan Nabi, dari kaum mana yang pantas menggantikan kepemimpinan Nabi, bila Nabi wafat kelak. Perpecahanpun mulai kelihatan meruncing, masing-masing kaum merasa dirinya berhak menggantikan kedudukan kepemimpinan Nabi.( catatatan ini diambil dari biography Rasulullah saw oleh HMH Al Hamid Al Husaini ).


Rasulullah saw WAFAT.

Disaat menjelang akhir hayatnya, banyak sahabat menjenguk dan berusaha meringankan penyakit beliau. Satu saat beliau berkata ; “ ambilkan dawat, aku minta dituliskan suatu wasiat (pesan), agar kalian tidak akan pernah sesat sepeninggalku…..”.  Mendengar ucapan beliau, salah seorang diantara yang hadir, menurut sementara yang hadir, orang itu adalah Umar Ibnul Khathab r.a. Ia berkata, Rasulullah dalam keadaan  gawat, kita telah mempunyai Al qur’an. Maka cukuplah dengan Kitabullah itu. Terjadi perselisihan diantara mereka. Sebagian menghendaki biar wasiat itu ditulis, sebagian lagi sependapat dengan Umar r.a. Melihat itu semua, Rasulullah  berkata ; “ Pergilah kalian semua ! Tidak patut kalian bertengkar didepanku ! “. Sungguh situasi yang sangat menyesalkan, dalam kondisi Rasulullah sedang sakit keras, para pengikutnya sudah saling berpendapat sendiri, tidak lagi memperhatikan permintaan pemimpinnya. Sungguh sangat amat disesalkan !

Mengenai masalah tersebut, Ibnu Abbas berpendapat, kaum Muslimin kehilangan sesuatu yang sangat berharga, karena tidak segera menuliskan apa yang hendak diucapkan Rasulullah saw. Umar Ibnul Khathab r.a, berkata sebaliknya, ia tetap berpendapat, dengan Al qur’an cukuplah sudah. Sebab Allah telah menegaskan dalam firman Nya ; “ Tidak ada suatu apapun yang Kami alpakan didalam Alqur’an, kemudian Allah jualah mereka akan dikumpulkan ( QS. Al-An am : 38 ).

Menurut kami, saat itu mungkinr Umar r.a lupa, bahwa penafsiran ayat-ayat Al qur’an, masing masing orang bisa berbeda. Bergantung dari pemahaman masing-masing. Didunia banyak manusia dengan berbagai bangsa-bangsa, suku-suku dan budaya, serta kepandaian masing-masing. Tentu saja penafsiran juga akan berbeda- beda. Dan itu sudah terbukti sampai saat ini

Bibit perpecahan mulai nampak. Perbedaan pendapat membuat kaum Muslimin mulai terpecah. Dalam kondisi sakit seperti itu Nabi butuh dukungan dan dipatuhi, tapi kenyataan malah sebaliknya, mereka saling bersilang pendapat, membawa persepsi sendiri-sendiri. Sungguh ironi !

Setelah sakit yang demikian berat, Rasulullah wafat tengah hari sesudah dhuhur tanggal 12 Rabi’ul awal tahun 11 hijriah. Demikian menurut sebagian besar sumber riwayat. Akan tetapi penulis kitab Al Isti’ab mengatakan, beliau wafat bukan tengah hari sesudah dhuhur, melainkan menjelang tengah hari ( dhuha ). Beliau wafat dalam usia 63 tahun, hal itu diberitakan oleh hampir semua sumber riwayat.

Wafatnya Nabi Muhammad saw menggoncangkan seluruh umat Islam, terutama sahabat-sahabat Nabi. Yang paling tidak bisa menerima kematian Nabi adalah Umar Ibnul Khathab r.a. Dia bersikeras bahwa Muhammad tidak mati. Ia akan hidup lagi setelah beberapa waktu. Dan itu dia teriakan kepada para umat di masjid . Hal tersebut amat membingungkan para umat. Bahkan, siapapun yang berani mengatakan Nabi telah wafat , Umar marah besar, bahkan memukul orang tersebut. Akan memotong tangan bagi siapapun yang mengatakan Nabi telah wafat. Umar sangat shock luar biasa !

Melihat itu semua, Abubakar mendekatinya : “ Hai Umar ! Tabahkanlah ! Dengar apa yang hendak aku katakan…! “. Umar tidak menghiraukan, dan terus bicara dengan suaranya yang keras. Abubakar memberi isyarat pada semua orang yang ada disana, mereka meninggalkan Umar yang masih berteriak-teriak. Mereka berkerumun disekitar Abubakar. Setelah memanjatkan puji sukur pada Tuhan. Abubakar r.a berkata ; “ Hai kaum Muslimin ! Ketahuilah, bahwa barang siapa yang menyembah Muhammad, dia tetap hidup dan tak akan mati !…”. Abubakar berhenti sejenak, kemudian dia melanjutkan membacakan firman Tuhan. “ Muhammad bukan lain hanyalah seorang Rasul, telah berlalu sebelumnya beberapa Rasul, apakah jika ia wafat atau mati terbunuh, kalian hendak berbalik haluan ( murtad ? ). Barang siapa yang berbalik haluan, dia tidak akan mendatangkan mudharat apapun juga bagi Allah. Dan Allah akan memberi balasan baik bagi orang yang bersukur “. ( QS. Al Imran : 144 ).

Abubakar ingin mengingatkan, bahwa Muhammad adalah seorang manusia biasa, yang juga akan mati. Mendengar firman Allah yang dibacakan Abubakar, sekujur badan Umar mendadak lemah, keringat dingin membasahi, kemudian dia jatuh tersungkur. Kakinya lemah, tidak bisa menopang badannya yang tegak dan besar. Abubakar sekali lagi mengingatkan para umat akan firman itu, yang sesungguhnya telah lama turun.

Disini pelajaran yang harus kita petik, menghargai Nabi, menghormati, mencintainya, menyayanginya, adalah dianjurkan. Bahkan menurut kami, sebagai umat Islam wajib melakukan itu semua. Tapi tidak diperkenankan mendewakannya, seakan beliau segala-galanya dimuka bumi ini. Setiap orang akan mati ketika tugas yang diberikan Tuhan telah usai. Siapapun ! Islam tidak mengajarkan memohon –mohon kepada orang yang sudah mati. Mendoakan agar semua kesalahannya diampuni, itu adalah hal yang lebih baik.

Dalam suasana kesdihan yang mendalam dan mencekam karena wafatnya Nabi, kaum Anshar berkumpul ditempat tersendiri dibawah pimpinan Sa’ad bin Ubadah, yang saat itu juga sedang sakit. Mereka berunding di Sakifah ( semacam balai pertemuan ) Bani Sai’dah. Mereka membicarakan, siapa yang harus menggantikan kepemimpinan Muhammad saw.

Ditempat lainpun, kaum Muhajirin juga sedang berkumpul membahas hal yang sama. Ada yang berkumpul di tempat Siti Aisyah r.a, yang didalamnya juga ada keluarga Nabi, seperti Ali bin Abu Thalib r.a.

Bersambung.

Oleh. Didik Suwitohadi.

16-05-2007

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 November 2009 in Agama

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: