RSS

Petunjuk Pelumas Kendaraan

26 Nov

Berdasarkan API ( American Petroleum Institute ). API  memberikan kode sesuai urutan abjad bagi oli / pelumas formula baru, atau formula terakhir yang diedarkan ke publik.

Gasoline Engines ( mesin berbahan bakar bensin / Automotive Engine ).

Kode Status Keterangan
SM Current Untuk semua jenis mesin otomotip, yang sampai saat ini masih direkomendasikan. Diperkenalkan pada 30 November 2004. Oli dengan kode API SM didesain untuk meningkatkan kemampuan dalam hal  :  resistensi terhadap oksidasi,melindungi dari adanya deposit ( partikel kecil kecil yang terkumpul di dalam kotak pelumas ), melindungi terhadap adanya karat. Perfomance lebih baik pada suhu rendah. Pada dasarnya oli dengan kode API SM bisa dipergunakan pada  mesin yang diproduksi mulai tahun 2004 sampai saat ini.
SL Current Dianjurkan untuk mesin otomotip buatan tahun 2004 dan sebelumnya
SJ Current Dianjurkan untuk mesin otomotip buatan tahun 2001 dan sebelumnya

SH

Obsolete

Dianjurkan untuk mesin otomotip buatan tahun 1996 dan sebelumnya

SG Obsolete Dianjurkan untuk mesin otomotip buatan tahun 1993 dan sebelumnya
SF Obsolete Dianjurkan untuk mesin otomotip buatan tahun 1988 dan sebelumnya
SE Obsolete Tidak dianjurkan dipergunakan pada mesin otomotip buatan sesudah tahun 1979.
SD Obsolete Tidak baik dipergunakan pada mesin otomotip buatan sesudah thun 1971, untuk mesin yang lebih modern, performance mesin tidak optimal dan bisa merugikan peralatan mesin.
SC Obsolete Tidak baik dipergunakan pada mesin otomotip buatan sesudah tahun 1967, untuk mesin yang lebih modern performance mesin tidak optimal dan bisa merugikan peralatan mesin.
SB Obsolete Tidak baik dipergunakan pada mesin otomotip buatan sesudah tahun 1963, untuk mesin yang lebih modern performance mesin tidak optimal dan bisa merugikan peralatan mesin.
SA Obsolete Tidak baik dipergunakan pada mesin otomotip buatan sesudah tahun 1967, untuk mesin yang lebih modern performance mesin tidak optimal dan bisa merugikan peralatan mesin. Oli dengan kode API SA tidak ada Zat additives ( bahan tambah yang mampu memperbaiki kinerja oli ).

Diesel Engines ( Mesin diesel ).

Kode Status Keterangan
CI-4 Current Diperkenalkan pada tahun 2002. Untuk mesin diesel high speed ( kecepatan tinggi ), 4-stroke  ( mesin diesel 4 langkah ). CI-4 diformulasikan untuk mampu mendukung ketahanan mesin yang bebahan bakar dengan kandungan sulfur dengan berat diatas 0,5%. Bisa dipergunakan pada  mesin yang menggunakan oli dengan kode API :   CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4.
CH-4 Current Diperkenalkan pada tahun 1998. Untuk mesin diesel high speed ( kecepatan tinggi ),          4-stroke ( mesin diesel 4 langkah ). CH-4 diformulasikan untuk mampu mendukung ketahanan mesin yang bebahan bakar dengan kandungan sulfur, dengan berat diatas 0,5%. Bisa untuk mesin yang menggunakan oli dengan kode  API : CD, CE, CF-4, CG-4 .
CG-4 Current Diperkenalkan pada tahun 2002. Untuk mesin diesel high speed ( kecepatan tinggi ), 2-stroke ( mesin diesel 2 langkah ), mesin yang sulit hidup ( severe ). CI-4 diformulasikan untuk mesin yang bebahan bakar dengan kandungan sulfur dengan berat dibawah 0,5%,  kondisi gas buang dengan emisi standart. Bisa dipergunakan pada mesin yang menggunakan oli dengan kode API : CD, CE, CF-4
CF-4 Current Diperkenalkan pada tahun 1990. Untuk mesin high speed, 4-stroke ( 4 langkah ), turbocharged engine. Bisa dipakai untuk mesin yang memakai oli dengan kode API  CD dan CE.
CF-2 Current Diperkenalkan pada tahun 1994. Untuk mesin susah hidup (severe), 2-stroke ( 4 langkah ), Bisa dipergunakan untuk mesin yang memakai oli dengan kode API : CD-II.
CF Current Diperkenalkan tahun 1994, untuk Off Road dan indirect injected, dan mesin diesel lainnya yang berbahan bakar dengan kandungan sulfur diatas 0,5 % beratnya. Bisa dipergunakan pada mesin yang menggunakan oli dengan kode API :  CD.
CE Obsolete Diperkenalkan tahun 1985. Untuk high speed engine, 4-stroke ( 4 – langkah ), Turbocharged engine. Bisa digunakan pada mesin yang menggunakan oli dengan kode API : CC, CD.
CD-II Obsolete Diperkenalkan pada tahun 1985, untuk mesin disel 2 – langkah ( 2-stroke )
CD Obsolete Diperkenalkan pada tahun 1955, untuk turbocharged engine
CC Obsolete Tidak dianjurkan untuk dipakai pada mesin disel produk sesudah tahun 1990
CB Obsolete Tidak dianjurkan untuk dipakai pada mesin disel produk sesudah tahun 1961
CA Obsolete Tidak dianjurkan untuk dipakai pada mesin disel produk sesuadah tahun 1959

Status Current, artinya masih update, masih dipakai / diproduksi sampai saat ini. Sedang status Obsolete, artinya sudah usang, tidak dipakai lagi ( formula oli lama ), kemungkinan sudah tidak diproduksi. Kalaupun masih diproduksi, hanya direkomendasikan sesuai pada keterangan pada kode API. Tidak dianjurkan pada mesin selain seperti pada keterangan kode API.

Yang membedakan kode oli untuk mesin disel atau otomotip ( bensin ), adalah pada kode awalannya. Untuk mesin otomotip / mesin bensin menggunakan kode oli API berawalan S ( Service ), sedang mesin disel dengan kode API berawalan C ( Commercial ). Jangan sampai salah beli.

Sedang kode sesudahnya, menunjukan bahwa pelumas tersebut di keluarkan dengan formula terbaru, yang tentu saja kualitasnya akan lebih baik dari formula oli keluaran sebelumnya. Cari kode sesudah huruf “S” atau “C” dengan urutan abjad yang lebih akhir. Misal kode API  CF akan lebih baik kualitas formulasinya daripada kode  API CE. Dan berlaku seterusnya.

Kekentalan Oli ( Viscosity ) berdasarkan SAE ( Society of Automotive Engineer ).

Oli multi grade seperti jenis SAE 5W-30 dan 10W-30 adalah jenis yang umum digunakan, performance / kinerjanya baik dalam kondisi suhu rendah maupun tinggi. Mempunyai kemampuan tetap cair dan bisa mengalir dengan baik dalam kondisi temperature / suhu udara dibawah 0o ( minus )
Temperatur terendah diluar ruang Typical SAE Viscosity grade untuk mobil penumpang
0o C ( 32o F ) 5W-20, 5W-30, 10W-40, 20W-50
Minus (-) 18o C ( 0o F ) 5W-20, 5W-30, 10W-30, 10W-40.
Dibawah minus (-) 18o C ( 0o F ) 5W-20, 5W-30

Tabel diatas hanya sekedar informasi. Kita di Indonesia tidak memerlukannya, karena kita tidak pernah ada musim dingin. Justru yang perlu diperhatikan adalah anjuran dari pembuat mobil, harus memakai oli dengan SAE yang sesuai dengan anjuran pabrik kendaraan tersebut. Oli harus tahan terhadap temperature tinggi. Tidak rusak pada saat mesin bekerja keras dan menghasilkan panas tinggi. Kemampuan film yang ada dalam oli tersebut tidak pecah, sehingga tetap bisa melindungi permukaan bagian mesin yang bergesekan. Kemampuan masing masing jenis atau merk oli bisa dibaca pada spesifikasi oli masing – masing produk.

Perlu kita ketahui SAE hanya berhubungan dengan kekentalan ( viscosity ) pelumas / oli saja, tidak ada hubungannya dengan kualitas dari produk oli tersebut. Kualitas produk ditentukan oleh pabrik pembuatnya masing-masing. Dan biasanya tergantung dari bahan tambah ( additive ) yang terkandung dalam sebuah produk oli. Kemampuan oli bisa diketahui dari kode API yang tertera pada setiap produk oli. Kode API pada pelumas / oli merefleksikan tentang , kualitaskinerja ( performance ) dan kecocokan ( oil suitablelity for variouse engines ) peruntukan pelumas / oli terhadap mesin bensin maupun mesin disel

Kode “W” yang tercantum dalam SAE adalah kependekan dari kata “ WINTER “. Pada oli dengan SAE rendah, 0W, 5W, 10W, pada umumnya diformulasikan untuk kemampuan kinerja pada suhu rendah. Mampu mengalir dengan baik pada suhu minus. Sedang oli dengan SAE 30, 40,50 diperuntukan pada kinerja suhu  / temperature tinggi. (lihat tabel )

Panduan memilih pelumas ( oli ) untuk kendaraan Anda.

  1. Selalu merujuk pada manual kendaraan tersebut.
  2. Ikuti petunjuk jangka waktu penggantian pelumas ( oli ) yang telah direkomendasikan oleh pabrik kendaraan tersebut.
  3. Gunakan rekomendasi kode API. Katagori kode API  “S” untuk mesin bensin, katagori kode API “C” untuk mesin disel.
  4. Periksa kekentalan oli yang dianjurkan ( SAE oil viscosity grade ).
  5. Bila menggunakan merk pelumas yang berbeda dari yang biasanya, dianjurkan SAE dan kode API pelumas tetap sama. Anda bisa menggunakan kode API yang berbeda asalkan, kode API tersebut adalah kode API terbaru / lebih tinggi urutan abjadnya dari sebelumnya. Misal, dari kode API SL diperbolehkan memakai kode API SM. Karena pelumas dengan kode API SM tingkat formulasi kualitasnya adalah lebih tinggi dari SL ( Perhatikan hurup L dan M. Hurup M adalah urutan abjad lebih tinggi setelah hurup L ).

Hubungan antara SAE ( kekentalan / viscosity ) dan temperatur luar.

Diagram Hubungan SAE dan Suhu

Dengan demikian pelumas ( oli ) yang baik harus mempunyai kemampuan sbb :

  • Mempunyai daya tahan terhadap oksidasi.
  • Mampu melindungi dari adanya deposit ( partikel kecil dan kotoran yang terkumpul dalam kotak pelumas ).
  • Mampu melindungi dari adanya karat.
  • Mempunyai kinerja bagus pada temperatur rendah ( minus 0o ). Oli tetap bisa mengalir dengan baik dalam kondisi suhu udara luar dibawah 0o.
  • Mempunyai kinerja bagus pada suhu tinggi. Pada suhu ekstrim tinggi oli tidak kehilangan daya lumasnya. Kandungan film yang menyelimuti permukaan saling bergesekan, tidak boleh rusak.
  • Kekentalannya ( viscosity ) terjaga walau dalam kondisi suhu tinggi. Kalaupun berubah, perubahan tersebut tidak siknifikan mempengaruhi nilai kinerjanya.
Oleh. Didik Suwitohadi.
26-11-2009.
 

Artikel yang berhubungan. Free download

Tentang Bearing.

http://www.ziddu.com/download/16455223/KerusakanRollingBearing.pdf.html

http://www.easy-share.com/C81372BEE00311E09676002481FAD55A/Bagaimana Bearing bekerja.pdf

Tentang pelumas.

http://www.ziddu.com/download/16536244/AplikasipenggantianPelumas.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/16536244/AplikasipenggantianPelumas.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/16485271/Dasar-dasarGemukGrease.pdf.html

Iklan
 
Komentar Dinonaktifkan pada Petunjuk Pelumas Kendaraan

Ditulis oleh pada 26 November 2009 in Tehnik

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: