RSS

TIM ( TEAM )

02 Jan

Kita sering mendengar kata TIM atau TEAM. Baik itu tim sepak bola, tim sukses, atau tim – tim yang lain. Tetapi apakah arti Tim itu sebenarnya. Mungkin kita akan kesulitan juga memaparkan dalam bentuk kata – kata yang tepat. Mari kita coba merujuk pada definisi dibawah ini. ( Menurut Bernad Babington Smith, Trainning in Small group ).


Tim adalah kelompok dimana individunya memiliki suatu tujuan umum. Serta pekerjaan dan keahlian pada masing – masing anggota, saling melengkapi dengan apa yang dimiliki individu lainnya. Dengan mengambil contoh analogi yang sangat mekanis dan statis, seperti teka – teki gambar potong. Yang setiap potongan secara bersama saling melengkapi tanpa membuat distorsi. Dan secara bersama – sama pula menghasilkan bentuk yang lengkap.

Nah, sekarang apa jadinya kalau dalam satu tim ada individu yang menimbulkan distorsi..?. Mencari keuntungan sendiri diantara individu dalam tim. Keuntungan tersebut bisa ber-macam – macam hal . Materi..! Sanjungan..! Perhatian..! Bahkan mungkin mencuri hasil kerja atau ide orang dalam tim-nya.

Di dunia kerja, adalah satu hal tidak asing dengan orang-orang yang disebut diatas.  Ada orang yang banyak kerja sedikit bicara. Atau dengan kata lain, lebih baik menunjukan hasil daripada bicara. Yang satunya lagi merupakan lawan dari ungkapan tersebut, yaitu bicaranya banyak, kerjanya nggak jelas. Pulang selalu larut, tapi kerjaan nggak pernah selesai, target nggak pernah tercapai. Yang lebih parah lagi, selalu timbul masalah dilingkup pekerjaanya. Kalau ada atasan sedang lewat, wah dia akan tampil sibuk sekali mengerjakan sesuatu. Berusaha ramah, sok dekat. Bicara panjang lebar, kesana kemari, agar dapat perhatian.

Anggota tim macam itu, bukanlah bagian dari potongan gambar yang bisa melengkapi potongan gambar tim yang lain. Karena dia akan selalu menghambat dan bikin masalah pekerjaan rekan TIM nya. Siapa yang harus bertanggungjawab atas kesalahan itu…? Yang memilih  potongan gambar itulah yang yang harus bertanggungjawab. Sampai kapanpun gambar sesungguhnya yang diinginkan tidak akan terbentuk, karena ada potongan gambar yang tidak sesuai dan tidak bisa melengkapi potongan gambar – gambar yang lain. Selamanya gambar besar tidak akan terbentuk. Yang ada hanyalah kata – kata, Kita sedang membentuk satu Tim yang handal. Kata – kata yang selalu terucap setiap kali diadakan pertemuan. Sampai suatu saat tanpa disadari  orang – orang terbaik dalam tim itu pada kabur..! Karena merasa kerjanya sia – sia. Selalu ada yang tidak beres. Yang ada hanya kejenuhan serta permasalahan yang tak kunjung sampai pada titik ujung yang jelas. Ada api dalam sekam dalam kelompok TIM itu. Siapa sebenarnya yang menimbulkan api dalam sekam di TIM tersebut. Jelas dan gamblang, adalah Pemimpin TIM itu sendiri. Atau kata kerennya saat ini adalah Manajemen. Kemungkinannya adalah,  manajemen tidak awas dalam memilih orang-orangnya dalam TIM. Kemungkinan lainnya adalah manajemen tidak punya arah yang jelas, mau kemana tim itu akan dibawa.

Seperti yang dikatakan Bernad Babington Smith, anggota sebuah tim adalah saling melengkapi satu sama lain. Saling menyadari kekurangan dan kelebihan masing – masing.  Kalau kesadaran itu sudah tumbuh dengan sendirinya, maka akan terjadi sebuah tim yang efektif. Itu sebabnya untuk merekrut anggota TIM dibutuhkan seorang Pemimpin yang benar benar “TAHU dan PROFESIONAL” Bisa menjadi katalisator serta mampu membuat arah dan target yang jelas.

Tim yang efektif akan mencapai tujuannya dengan cara yang efisien. Kemudian akan bersiap – siap mengambil tugas yang lebih menantang. Lebih penuh variasi tingkat kesulitan yang harus ditunduhkan dan ditaklukan. Sebuah kepuasan yang tak ternilai.

Menurut Sheila Cane ( KAIZEN STRATEGIES for WINNING THROUGH PEOPLE ) untuk mendapatkan kerja sama tim yang baik, manajemen harus mempunyai komitmen dan antusias. Dan Manajemen harus mempertimbangkan sebuah tim sebagai berikut :

  1. Cara untuk mendapatkan yang terbaik dari individu dengan sangat sukses.
  2. Cara untuk membangkitkan kreativitas dan meningkatkan komitmen dengan mendorong hubungan yang dekat dan menambahkan tanggung jawab.
  3. Cara untuk mendapatkan produktifitas yang lebih tinggi, mutu lebih baik dan efisiensi yang lebih besar.

Hal hal tersebut akan terlaksana dengan baik kalau Manajemen juga tidak melakukan hal – hal seperti dibawah ini.:

  1. Tidak memasukan individu kedalam tim yang hanya bermodalkan patuh, semangat ( kalau tidak boleh disebut penggembira ), tanpa ketrampilan dan pengetahuan yang memadai. Dialah yang akan menjadi sepotong gambar yang salah tempat. ( Bisa jadi akan berkembang sebagai benalu. Dan yang lebih buruk lagi menjadi pengacau dalam tim, sekedar untuk kepentingan diri sendiri ).
  2. Tidak memasukan mata – mata dalam  tim, sebagai pemantau tim. Itu sudah benar – benar kuno. Bukan cara kerja seorang professional. Manajemen harus bisa menganalisa dan berkomunikasi dengan timnya.

Maka organisasi itu akan cenderung berhasil. Akan menjadi sebuah tim yang benar – benar tangguh dan handal.

Harus diyakini seandainya ada sebuah tim mengalami kegagalan, maka diantara individu tim tersebut pasti ada yang bisa diakui mempunyai potensi. Bisa jadi dia adalah salah satu potongan gambar yang indah, bernilai, dan positip. Yang suatu saat dia akan bisa membetuk sebuah gambar tersendiri.

Yang sering dialami organisasi manajemen, adalah tidak menyadari  sebenarnya organisasinya mempunyai sebuah tim, atau hanya mempunyai sekelompok orang, atau segerombolan orang yang bekerja bersama – sama, atau hanya segerombolan orang yang  bersama – sama bekerja ( mana yang benar dari dua istilah  itu, silahkan anda pilih sendiri.). Bisa terjadi begitu, karena ke tidak jelasan arah TIM. Tujuannya mau kemana dan targetnya apa.

Sebuah tim disamping mempunyai keahlian – skill maupun pengetahuan pada masing – masing individu, juga harus tahu tujuan dan arah tim. Tanpa itu bukanlah sebuah tim. Hanyalah segerombolan orang yang perlu kerja. Setelah itu, selesai..!

Sebuah tim yang mempunyai semangat besar dalam mengatasi segala konflik yang muncul karena beraneka ragam kebutuhan, akan bisa menjadi tim yang sukses. Tetapi dengan satu sarat,  apabila tim tersebut sudah jelas tujuannya, dan masing masing anggota juga telah mengetahui dengan jelas tujuan atas tim. Individunya mengetahui perannya masing-masing. Saling membantu. Saling mengingatkan. Maka kemungkinan terjadi konflik akan kecil sekali. Dengan catatan tidak ada yang salah dalam meletakan potongan – potongan gambar dari tim.

Salah satu unsur kunci dari pendekatan  ‘manusia bermutu ‘, adalah memberikan keadaan dimana karyawan bisa berkembang pesat. “ ( Sheila Cane; Kaizen Strategies for Winning through People ).

Persoalannya sekarang, apabila ada seorang atasan takut tersaingi oleh bawahannya. lalu bagaimana…? Nah kalau ada atasan macam tersebut, lebih bijak tidak mendelegasikan tugas  memimpin sebuah TIM kepadanya, apa jadinya nanti ? Saya kira tidak perlu dijelaskan, Anda tentu sudah tahu akibatnya bagi TIM tersebut. Apalagi bagi anggota anggota TIM yang berpotensi dan menonjol. Dia butuh fasilitator, yang mampu memberikan tantangan baru yang akan membuat dia lebih berkembang dan pintar. Anak buah bukanlah pesaing, tapi merupakan orang orang yang patut diarahkan. Anak buah juga bisa merupakan motivator bagi seorang pemimpin. Anak buah adalah sebuah kaki-kaki yang menopang atasannya. Alat tujuan suatau gagasan. Pewujud target kerja yang tercanangkan. Kandidat pengganti atasannya.

Sekarang, giliran kita untuk bertanya pada diri sendiri. Apakah kita termasuk bagian dari sebuah Tim..?! Apakah kita bekerja sebagai Tim.?! Atau hanyalah  sekelompok orang yang bekerja bersama – sama..?! Atau hanyalah sekelompok orang yang ingin menghalangi orang lain, atau kelompok lain. Jawabannya ada pada diri kita sendiri. Selama ini kita bekerja sebagai apa dan pada sebuah kelompok yang bagaimana. Apakah kelompok kerja kita adalah sebuah TIM…??. Bagaimanapun juga karier kerja Anda ditentukan oleh diri Anda sendiri. Berbanggalah kalau Anda ternyata ada dalam sebuah TIM yang handal dan solid. Dibawa bimbingan manajemen handal, peluang Anda ke depan terbuka lebar.

Oleh : Didik Suwitohadi

31-12-2009.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Januari 2010 in Manajemen

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: