RSS

Jangan terkecoh TOPENG ku

18 Jan

Jangan terkecoh oleh saya. Jangan terkecoh oleh topeng yang saya kenakan. Karena saya mengenakan topeng.


Saya mengenakan seribu topeng. Topeng yang takut saya lepaskan, dan tidak satupun dari topeng topeng ini adalah diri saya yang sesungguhnya. Ber pura pura adalah seni yang sudah menjadi sifat ke dua bagi saya, namun janganlah terkecoh. Saya berikan kesan bahwa saya tenteram, bahwa segalanya baik baik bagi saya. Bahwa perairannya tenang, bahwa saya memegang kendali, dan saya tidak butuh siapapun. Namun janganlah percaya. Saya mohon. Permukaan saya mungkin nampak licin, namun itu adalah topeng saya. Dibawahnya terdapat diri saya yang sesungguhnya, bingung ketakutan, kesepian. Namun saya sembunyikan semuanya itu. Saya tidak mau siapapun mengetahuinya.

Saya menjadi panik kalau memikirkan, jangan jangan kelemahan saya ketahuan. Itulah sebabnya saya ciptakan topeng untuk bersembunyi, untuk membantu saya ber-pura pura. Untuk melindungi saya dari pandangan yang mengetahui yang sebenarnya. Saya takut pandangan anda tak di ikuti oleh kasih dan penerimaan, saya takut anda takkan terlalu memandang saya, kalau kalau anda men-tertawakan saya, dan itu bisa membunuh saya. Saya takut kalau – kalau jauh dilubuk hati saya, saya merasa bukan siapa – siapa. Bahwa saya pokoknya tidak baik, dan anda bisa menolak saya.

Maka sayapun ber-pura pura, dengan tampak muka kepastian di sebelah luarnya, serta anak kecil yang gemetaran di dalamnya. Maka hidup saya menjadi palsu. Saya bisa ngobrol santai dengan anda, saya bisa menceritakan segalanya yang sebenarnya tidak ada apa apanya. Tidak menggambarkan seruan hati saya. Jadi ketika saya sedang melalui rutinitas ini, janganlah terkecoh oleh ucapan saya. Tolong dengarkan dengan seksama, dan berusahalah mendengar apa yang tidak saya ucapkan, apa yang ingin bisa saya ucapkan. Apa yang saya perlu ucapkan demi mempertahankan hidup saya, namun tak dapat saya ucapkan. Saya tidak suka bersembunyi. Jujur loh. Saya tidak suka ke-pura-pura-an ini. Sesungguhnya saya ingin ber-sikap tulus, spontan, apa adanya.

Bisakah Anda bantu saya ?. Dengan mengulurkan tangan anda, walau tampaknya saya tidak menginginkan atau membutuhkannya. Setiap kali Anda bermurah hati dan lembut serta membesarkan hati, setiap kali Anda berusaha mengerti karena Anda sungguh peduli, hati saya bersayap, walau sayap yang sangat kecil, pokoknya sayap..!!. Dengan kepekaan serta simpati Anda, serta kuasa memahami Anda, saya meneruskan hidup saya. Anda dapat meniupkan nafas kehidupan ke dalam diri saya. Ini takkan mudah. Keyakinan yang sudah lama akan ke tidak ber-hargaan, telah membangun dinding dinding yang kuat, dan disanalah letak harapan saya.

Tolonglah runtuhkan dinding dinding itu dengan tangan tangan yang kokoh, namun lembut. Karena seorang anak itu peka, dan saya ini seorang anak. Siapa sih saya ini..?, mungkin Anda bertanya-tanya ? Saya adalah seorang yang sangat Anda kenal. Saya adalah setiap pria, setiap wanita, setiap anak, setiap manusia yang anda jumpai. ( BLAINE LEE. The Power Principle )

Apa sesungguhnya yang dibutuhkan.

Betapa hati manusia penuh dengan ketidak jujuran. Anehnya, ketidak jujuran itu disadari benar oleh NURANI manusia. EGO dan EMOSI menghadang nurani, maka yang keluar adalah kebohongan-kebohongan untuk sekedar memuaskan ego dan menuntaskan emosi. Saat semuanya sudah tuntas, suara nurani baru didengar, muncul penyesalan. Semuanya sudah terjadi, semuanya sudah hancur. Itulah resiko kalau tidak jujur dan berani menerjang bisikan nurani. Nurani tidak pernah bohong. Meminjam istilah Ary Ginanjar Agustian dalam bukunya E.S.Q (Emotional Spiritual Quotient ), nurani adalah GOD SPOT atau suara hati dari TUHAN. Sadarilah, ketika kita ingin melakukan sesuatu, sebenarnya ada suara yang mengingatkan, tapi kita mengabaikan, kita lebih mendengar ego dan emosi.

Ke-pura-pura-an, salah satu penyakit manusia yang amat kronis. Walaupun semuanya sudah tahu ke-pura-puraannya, tetap saja berlagak tidak tahu, ke-pura-puraan akan jalan terus. Karena ego sedang menguasai emosi, sudah kepalang basah menanggung malu, teruskan saja. Pura-pura tidak terjadi apa-apa. Biarkan orang bengong melihat ke-pura-puran kita.

Kita kadang tidak berani memunculkan kemurnian hati kita. Jaman sekarang sesuatu yang murni itu langkah, dan kadang dianggap sebelah mata. Karena kemurnian akan sangat bertentangan dengan keadaan lingkungan, yang terlihat adalah keanehannya, karena memang berbeda. Dia melawan keadaan umum. Tapi dia benar dan murni.

Dibutuhkan kesadaran tinggi untuk bisa melepas topeng yang kita kenakan, untuk kembali pada jati diri dengan segala resiko yang akan berdampak. Tanpa kesadaran tinggi, manusia akan selalu terjebak dengan topeng-topneg yang dikenakannya, yang sebenarnya menyiksa dirinya sendiri.

Disekitar kita banyak topeng topeng yang dikenakan oleh teman-teman dan saudara kita. Jangan mencibir, cibiran anda akan membuat topeng topeng yang ia kenakan akan semakin susah untuk dicopot. Ber-empati adalah sikap lebih bijaksana, agar kesadaran mncul dari diri mereka, yakinlah topeng itu akan ia lepas dengan penuh nafas lega, karena ada orang yang bisa diajak berbagi. EMPATY adalah anugrah terindah bagi manusia. EMPATY adalah samudra yang maha luas bagi manusia.

Oleh: Didik Suwitohadi

14-01-2010.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2010 in Manajemen

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: