RSS

Manusia Bag.4

02 Mar

oleh Dr. M. Quraish Shihab, M.A.

Qalb

Kata qalbterambil dari akar kata yang bermakna membalik karena seringkali ia berbolak-balik, sekali senang sekali susah, sekali setuju dan sekali menolak. qalb amat berpotensi untuk tidak konsisten. Al-Quran pun menggambarkan demikian, ada yang baik, ada pula sebaliknya. Berikut beberapa contoh :

  1. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang memiliki kalbu, atau yang mencurahkan pendengaran lagi menjadi saks~ ( QS Qaf [50]: 37)
  2. Kami jadikan dalam kalbu orang-orang yang mengikuti ( Isa a.s ) kasih sayang dan rahmat ( QS Al-Hadid [57]: 27).
  3. Kami akan mencampakkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut ( QS Ali ‘Imran [3]: 151).
  4. Dia ( Allah ) menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menghiasinya indah dalam kalbumu ( QS Al-Hujurat [49]: 7).

Dari ayat-ayat di atas terlihat bahwa kalbu adalah wadah dari pengajaran, kasih sayang, takut, dan keimanan. Dari isi kalbu yang dijelaskan oleh ayat-ayat di atas ( demikian juga ayat-ayat lainnya ), dapat ditarik kesimpulan bahwa kalbu memang menampung hal-hal yang disadari oleh pemiliknya. Ini merupakan salah satu perbedaan antara kalbu dan nafs. Bukankah seperti yang dinyatakan sebelumnya bahwa nafs menampung apa yang berada di bawah sadar, dan atau sesuatu yang tidak diingat lagi?

Dari sini dapat dipahami mengapa yang dituntut untuk dipertanggungiawabkan hanya isi kalbu bukan isi nafs,

Allah menuntut tanggungjawab kau menyangkut apa yang dilakukan oleh kalbu kamu ( 95 Al-Baqarah [2]: 225).

Namun dinyatakan bahwa,

Allah lebih mengetahui (dari kamu sendiri) apa yang terdapat dalam nafs ( diri kamu ) ( QS Al-Isra‘ [17]: 25)

Di sisi lain seperti dikemukakan di atas, bahwa nafs adalah ” sisi dalam ” manusia, kalbu pun demikian, hanya saja kalbu berada dalam satu kotak tersendiri yang berada dalam kotak besar nafs.

Dalam keadaannya sebagai kotak, maka tentu saja ia dapat diisi dan atau diambil isinya, seperti yang digambarkan ayat-ayat berikut ini:

Kami cabut apa yang terdapat dalam kalbu mereka rasa iri, sehingga mereka semua merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan ( QS Al-Hijr [15]: 47) Belum lagi masuk keimanan ke dalam kalbu kamu ( QSAl-Hujurat [49]: 14).

Bahkan Al-Quran menggambarkan bahwa ada kalbu yang disegel :

Allah telah mengunci mati kalbu mereka ( QS Al-Baqarah [2]: 7), sehingga wajar jika Al-Quran menyatakan bahwa ada kunci-kunci penutup kalbu ( QS Muhammad [47]:24). Wadah kalbu dapat diperbesar, diperkecil, atau dipersempit. Ia diperlebar dengan amal-amal kebajikan serta olah jiwa. Al-Quran mengatakan, ” mereka itulah yang diperluas kalbunya untuk menampung takwa” ( QS Al-Hujurat [49]: 3). Bukankah kami telah memperluas dadamu? ( QS Alam Nasyrah [94]: 1). Dan siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, Dia menjadikan dada ( kalbu )nya sempit lagi sesak ( QS Al-An’am [6]: 125).

Perlu ditambahkan bahwa Al-Quran – sesuai dengan kaidah bahasa Arab — seringkali menggunakan bagian dari sesuatu untuk menunjuk keseluruhan bagian-bagiannya, seperti menggunakan kata sujud dalam arti shalat yang mencakup berdiri, rukuk, dan lain-lain. Al-Quran juga biasa menyebut sesuatu yang enggambarkan keseluruhan bagian-bagian, tetapi yang dimaksud hanyalah salah satu bagiannya seperti firman-Nya ” mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinganya ” ( QS Al-Baqarah [2]: 19) dalam arti ujung jari-jari. Al-Quran terkadang menggunakan kata nafs dalam arti kalbu. Biasa juga menyebut tempat sesuatu tetapi yang dimaksud adalah isinya, seperti ” tanyakanlah kampung ” ( QS Yusuf [12]: 82), yang dimaksud adalah penghuninya, demikian seterusnya.

Kata dada dalam ayat di atas adalah tempat kalbu sebagai mana ditegaskan :

Sesungguhnya bukan mata yang buta, tetapi kalbu yang berada di dalam dada ( QS Al-Hajj [22]: 46).

Dalam beberapa ayat, kata qalb yang merupakan wadah itu, dipahami dalam arti ” alat ” seperti dalam firman-Nya: Mereka mempunyai kalbu, tetapi tidak dõgunakan untuk memahami ( QS Al-A’raf [7]: 179). Kalbu sebagai alat, dilukiskan pula dengan fu’ad ( seperti dalam firman-Nya: Allah mengeluarkan kamu dan perut ibumu da1am keadaan tidak mengetahui sesuatu. Maka Dia memberikanmu ( alat-alat ) pendengaran, ( alat-alat ) penglihatan, serta ( banyak ) hati agar kamu bersyukur ( menggunakannya untuk memperoleh pengetahuan ) ( QS Al-Nahl[16]: 78) .

Membersihkan kalbu, adalah salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan. Imam Al-Ghazali memberi contoh mengenai kalbu sebagai wadah pengetahuan, serta cara mengisinya. ” Kalau kita membayangkan satu kolam yang digali di tanah, maka untuk mengisinya dapat dilakukan dengan mengalirkan air sungai – dari atas — ke dalam kolam itu. Tetapi bisa juga dengan menggali dan menyisihkan tanah yang menutupi mata air. Jika itu dilakukan, maka air akan mengalir dari bawah ke atas untuk memenuhi kolam, dan air itu, jauh lebih jernih dari air sungai yang mengalir dari atas. Kolam adalah kalbu, air adalah pengetahuan, sungai adalah pancaindera dan eksperimen. Sungai ( pancaindera ) dapat dibendung atau ditutup, selama tanah yang berada di kolam ( kalbu ) dibersihkan agar air ( pengetahuan ) dari mata air memancar ke atas ( kolam ).

Al-Quran juga menegaskan bahwa Allah Swt. dapat mendinding manusia dengan kalbunya.

Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mendinding antara manusia dan hatinya ( QS Al-Anfal [8]: 24).

Salah satu makna ayat ini adalah bahwa Allah menguasai kalbu manusia, sehingga mereka yang merasakan kegundahan dan kesulitan dapat bermohon kepada-Nya untuk menghilangkan kerisauan dan penyakit kalbu yang dideritanya. Ayat ini sangat berkaitan dengan firman-Nya dalam Al-Ra’d (13): 28:

Sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati akan tenteram.

Demikian sekelumit dari pengertian dan peranan hati yang diperoleh dari isyarat-isyarat Al-Quran.

Bersambung……


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Maret 2010 in Agama

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: