RSS

Manusia Bag.5 ( selesai )

09 Mar

Oleh. Dr. M. Quraish Shihab, M.A

Ruh

Berbicara tentang ruh, Al-Quran mengingatkan kita akan firman-Nya:

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, “Ruh adalah urusan Tuhan-Ku, kamu tidak diberi ilmu”.

Apa yang dimaksud dengan pertanyaan tentang ruh di sini? Apakah substansinya? Kekekalan atau kefanaannya, kebahagiaan atau kesengsaraannya? Tidak jelas. Selain itu, apa yang dimaksud dengan ” kamu tidak diberi ilmu kecuali sedikit “? Yang sedikit itu apa? Apakah yang berkaitan dengan ruh? Sehingga ada informasi sedikit tentang ruh, misalnya gejala-gejalanya? Ataukah ” yang sedikit itu ” adalah ilmu pengetahuan kita, tidak termasuk di dalamnya ruh, karena ilmu kita hanya sedikit.

Yang menambah sulitnya persoalan adalah bahwa kata ruh terulang di dalam Al-Quran sebanyak dua puluh empat kali dengan berbagai konteks dan berbagai makna, dan tidak semua berkaitan dengan manusia. Dalam surat Al-Qadar misalnya dibicarakan tentang turunnya malaikat dan ruh pada malamLailat Al-Qadr. Ada juga uraian tentang ruh yang membawa Al-Quran.

Kata ruh yang dikaitkan dengan manusia juga dalam konteks yang bermacam-macam, ada yang hanya dianugerahkan Allah kepada manusia pilihan-Nya ( QS Al-Mu’min[40]: 15) yang dipahami oleh sementara pakar sebagai wahyu yang dibawa malaikat Jibril, ada juga yang dianugerahkannya kepada orang-orang Mukmin ( QS Al-Mujadilah[58]: 22) dan di sini dipahami sebagai dukungan dan peneguhan hati atau kekuatan batin; dan ada juga yang dianugerahkannya kepada seluruh manusia,

Kemudian Kuhembuskan kepadanya dan ruh-Ku.

Apakah di sini dia berarti nyawa? Ada yang berpendapat demikian, ada juga yang menolak pendapat ini, karena dalam Surat Al-Mu’minun dijelaskan bahwa dengan ditiupkannya ruh maka menjadilah makhluk ini khalq akhar ( makhluk yang unik ), yang berbeda dari makhluk lain. Sedangkan nyawa juga dimiliki oleh orang utan, misalnya. Kalau demikian nyawa bukan unsur yang menjadikan manusia makhluk yang unik.

Demikian terlihat Al-Quran berbicara tentang ruh dalam makna yang beraneka ragam, sehingga sungguh sulit untuk menetapkan maknanya apalagi berbicara tentang substansinya.

Dalam beberapa hadis, ada disinggung tentang ruh, misalnya sabda Nabi Saw.,

Ruh-ruh adalah himpunan yang terorganisasi, yang saling mengenal akan bergabung, dan yang tidak saling mengenal akan berselisih.

Hadis di atas seringkali dirangkaikan dengan ungkapan yang dikenal luas dalam literatur keagamaan :

Burung-burung akan bergabung dengan jenisnya.

Hadis ini, sekali lagi tidak membicarakan apa yang disebut ruh tersebut? Dia hanya mengisyaratkan tentang keanekaragamannya, dan bahwa manusia mempunyai kecenderungan yang berbeda-beda, dan setiap pemilik kecenderungan jiwanya akan bergabung dengan sesamanya.

Demikian kembali kita bertanya, “Apa ruh itu dan bagaimana ia?” Penulis lebih tenang dan mantap menjawab,

Katakanlah, ” Ruh adalah urusan Tuhan-Ku.” Kamu tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit.

‘Aql

Kata ‘aql ( akal ) tidak ditemukan dalam Al-Quran, yang ada adalah bentuk kata kerja – masa kini, dan lampau. Kata tersebut dari segi bahasa pada mulanya berarti tali pengikat, penghalang. Al-Quran menggunakannya bagi “sesuatu yang mengikat atau menghalangi seseorang terjerumus dalam kesalahan atau dosa.” Apakah sesuatu itu? Al-Quran tidak menjelaskannya secara eksplisit, namun dari konteks ayat-ayat yang menggunakan akar kata ‘aql dapat dipahami bahwa ia antara lain adalah:

A. Daya untuk memahami dan menggambarkan sesuatu, seperti firman-Nya dalam QS Al-‘Ankabut (29): 43.

Demikian itulah perumpamaan-perumpamaan yang Kami berikan kepada manusia, tetapi tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang alim (berpengetahuan) ( QS Al-‘Ankabut[29]: 43)

Daya manusia dalam hal ini berbeda-beda. Ini diisyaratkan Al-Quran antara lain dalam ayat-ayat yang berbicara tentang kejadian langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, dan lain-lain. Ada yang dinyatakan sebagai bukti-bukti keesaan Allah Swt. Bagi ” orang-orang berakal ” ( QS Al-Baqarah [2]: 164), dan ada juga bagi Ulil Albab yang juga dengan makna sama, tetapi mengandung pengertian lebih tajam dari sekadar memiliki pengetahuan.

Keanekaragaman akal dalam konteks menarik makna dan menyimpulkannya terlihat juga dari penggunaan istilah-istilah semacamnazhara, tafakkur, tadabbur,dan sebagainya yang semuanya mengandung makna mengantar kepada pengertian dan kemampuan pemahaman.

B. Dorongan moral, seperti firman-Nya,

… dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan keji, baik yang nampak atau tersembunyi, dan jangan kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah dengan sebab yang benar. Demikian itu diwasiatkan Tuhan kepadamu, semoga kamu memiliki dorongan moral untuk meninggalkannya ( QS Al-‘Anam [6]: 151).

C. Daya untuk mengambil pelajaran dan kesimpulan serta ” hikmah “

Untuk maksud ini biasanya digunakan kata rusyd. Daya ini menggabungkan kedua daya di atas, sehingga ia mengandung daya memahami, daya menganalisis, dan menyimpulkan, serta dorongan moral yang disertai dengan kematangan berpikir. Seseorang yang memiliki dorongan moral, boleh jadi tidak memiliki daya nalar yang kuat, dan boleh jadi juga seseorang yang memiliki daya pikir yang kuat, tidak memiliki dorongan moral, tetapi seseorang yang memiliki rusyd, maka dia telah menggabungkan kedua keistimewaan tersebut. Dari sini dapat dimengerti mengapa penghuni neraka di hari kemudian berkata,

Seandainya kami mendengar dan berakal maka pasti kami tidak termasuk penghuni neraka (QS Al-Mulk [67]: l0)

Demikian sekilas tentang pengertian kata-kata yang boleh jadi dapat menggambarkan sekilas tentang manusia dalam pandangan Al-Quran. Penulis sepenuhnya sadar bahwa uraian di atas amat terbatas. Uraian yang memadai mungkin dapat diperoleh dengan kerja sama pakar-pakar Al-Quran dengan Pakar dalam berbagai disiplin ilmu lain.

Selesai

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2010 in Agama

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: