RSS

Prof. Dr. Ing Bacharuddin Jusuf Habibie ( BJ Habibie ).

08 Sep

Adalah Presiden ke 3 Indonesia. Lahir 25 Juni 1936 di Pare-pare, Sulawesi selatan. Anak ke-4 dari 8 bersaudara. Ayah bernama Alwi Abdul Jalil Habibie dan Ibu bernama R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Sang Ayah lahir pada tanggal 17 Agustus 1908 di Gorontalo dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo lahir di Yogyakarta 10 November 1911. Ibunda R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, dan ayahnya yang bernama Puspowardjojo bertugas sebagai penilik sekolah.

Menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, bekas teman SMAnya, seorang dokter. Mereka berdua kemudian tinggal di Jerman. Habibie harus bekerja untuk membiayai kuliahnya ( menyelesaikan gelar doctor / S-3 bidang desain dan konstruksi pesawat terbang ) dan keluarganya. Mereka berdua dikaruniai 2 orang anak ; Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Habibie belajar tehnik mesin di ITB ( Institut Tehnologi Bandung ) pada tahun 1954, Tahun 1955-1965 dia belajar tehnologi penerbangan di Hamburg, Jerman. Belajar spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule Achen, Jerman Barat. Menerima dilpoma ingineur tahun 1960 ( diploma teknik di Jerman umumnya disetarakan dengan gelar Master / S2 di negara lain ), gelar doctor ingineur tahun 1965, dengan predikat Summa Cum laude. Semua biaya di Jerman, dibiayai sendiri oleh Ibunya. Yang melakukan usaha catering dan indekost di Bandung setelah ditinggal pergi suaminya (ayah Habibie).

Habibie bekerja di Misserschmitt Bolkow – Blohm ( MBB ), perusahaan penerbangan berpusat di Hamburg, Jerman Barat. Mencapai puncak karier sebagai wakil presiden ( Vice president ) sekaligus sebagai Direktur bidang tehnologi. periode 1973-1978 serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978 ). Dialah menjadi satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di perusahaan pesawat terbang Jerman ini. Habibie menjadi “permata” di negeri Jerman dan iapun mendapat “kedudukan terhormat”, baik secara materi maupun intelektualitas. Selama bekerja di MBB Jerman, Habibie menyumbang berbagai hasil penelitian dan sejumlah teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi, antara lain dibidang Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya dikenal dalam dunia pesawat terbang seperti “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“.

Kembali ke Indonesia.

Tahun 1973 dia kembali ke Indonesia atas permintaan Presiden Soeharto. Diangkat sebagai penasehat pemerintah dibidang tehnologi pesawat terbang dan tehnologi tinggi, langsung dibawah Presiden saat itu. Tapi dia tetap belum melepas jabatannya di MBB Jerman, sehingga ia sering pulang – pergi Jerman Indonesia. Hal itu dijalani antara tahun 1974-1978.

Habibie diangkat sebagai Menteri Riset dan Technologi, setelah melepas jabatannya di MBB, sejak tahun 1978 – 1998. Menjadi wakil presiden 14 Maret 1998 – 21 Mei 1998. Kemudian menjadi presiden menggantikan Soeharto pada 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999. Menjadi ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri. 3 tahun setelah kepulangannya ke Indonesia, Habibie mendapatkan gelar Profesor dari ITB.

Tahun 1968 Habibie pernah mengundang sejumlah insinyur Indonesia untuk bekerja di industri pesawat terbang Jerman. Sekitar 40 insinyur Indonesia akhirnya dapat bekerja di MBB atas rekomendasi Habibie. Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan tenaga Indonesia dalam mengolah skill – wawasan dan pengalaman. Untuk suatu saat kembali ke Indonesia, dan mendirikan industri dirgantara, kemudian maritim dan darat.

Saat jadi Menristek dia mengimplementasikan visinya untuk membawa Indonesia ke tehnologi tinggi. Hal ini mendapat tentanngan dari dalam dan luar negri. Dalam negri menganggap hal itu belum waktunya, lebih baik memajukan bidang pertanian terlebih dulu. Tapi Habibie punya pemikiran lain, ia ingin terjadi lompatan di Indonesia, yakni dari negri Agraris menjadi negara industri maju. Hal itu diwujudkan dalam kata-katanya untuk menentang para lawan-lawannya di negaranya sendiri. Sungguh ironis, seorang anak bangsa yang sangat dihargai dibelahan dunia barat yang sarat dengan ilmu dan tehnologi, tapi di negerinya justru dihambat kemajuannya. Bahkan dilecehkan ( isu peristiwa pesawat terbang ditukar dengan beras ketan ). Kita ternyata belum menjadi bangsa yang besar, belum bisa menghargai jerih payah bangsanya sendiri.

I have some figures which compare the cost of one kilo of airplane compared to one kilo of rice. One kilo of airplane costs thirty thousand US dollars and one kilo of rice is seven cents. And if you want to pay for your one kilo of high-tech products with a kilo of rice, I don’t think we have enough.” (Sumber : BBC : BJ Habibie profile-1998.)

Kalimat tersebut diatas untuk berdebat dengan lawan politiknya. Orang-orang yang kurang menghargai kemampuan bangsa sendiri.. Ia ingin menjelaskan kenapa industri tehnologi tinggi sangat dibutuhkan dan penting. Ia membandingkan 1 kg pesawat dengan 1 kg beras.. Ia menunjukan data, bahwa 1 kg pesawat berharga 30.000 dollar AS, sedang 1 kg beras hanya 7 cent dollar AS. Artinya 1 kg pesawat terbang setara dengan 450 ton beras. Jadi dengan membuat 1 buah pesawat dengan massa 10 ton, maka akan diperoleh 4,5 juta ton beras.

Soeharto menyambut baik pola pikirnya. Soehartopun menganggarkan dana ekstra dari APBN untuk pengembangan proyek teknologi Habibie. Pada tahun 1989, Suharto memberikan “kekuasaan” lebih pada Habibie dengan memberikan kepercayaan, untuk memimpin industri-industri strategis seperti Pindad, PAL, dan PT .IPTN. Hasilnya seperti yang kita lihat sekarang. Indonesia mampu menjual pesawat terbang maupun Helicopters, walaupun masih skala kecil. Tapi industri kapal laut PAL, sudah mulai menggeliat di perdagangan kapal laut dunia. Mampu memproduksi kapal pesanan dari negara Arab maupun daerah Asean.

IPTN berdiri tanggal 26 April 1976. IPTN singkatan dari Industri Pesawat Terbang Nurtanio. Nurtanio adalah nama perintis industri pesawat terbang Indonesia pertama kali. Merupakan Bapak perintis industri pesawat terbang Indonesia. Singkatan IPTN tersebut kemudian berubah menjadi, Industri Pesawat Terbang Nusantara. Pada 11 Oktober 1985, direstrukturisasi, menjadi Dirgantara Indonesia (PT DI) pada Agustus 2000. Perlakuan istimewapun dialami oleh industri strategis lainnya seperti PT PAL dan PT PINDAD.( industri senjata ).

Industri-industri strategis tersebut (IPTN, Pindad, PAL) pada akhirnya dimasa kini memberikan hasil, seperti pesawat terbang, helikopter, senjata, kemampuan pelatihan dan jasa pemeliharaan (maintenance service) untuk mesin-mesin pesawat, amunisi, kapal, tank, panser, senapan kaliber,  water canon, kendaraan RPP-M, kendaraan combat dan masih banyak lagi baik untuk keperluan sipil maupun militer.

Di dunia internasional, BJ Habibie terlibat dalam berbagai proyek desain dan konstruksi pesawat terbang seperti Fokker F 28, Transall C-130 (militer transport), Hansa Jet 320 (jet eksekutif), Air Bus A-300, pesawat transport DO-31 ( pesawat dengan teknologi mendarat dan lepas landas secara vertikal), CN-235, dan CN-250 ( pesawat dengan teknologi fly-by-wire). Selain itu, Habibie secara tidak langsung ikut terlibat dalam proyek perhitungan dan desain Helikopter jenis BO-105, pesawat tempur multi fungsi, beberapa peluru kendali dan satelit.

Menjadi Presiden RI

Habibie mewarisi kondisi kacau balau setelah lengsernya presiden Soeharto. Pada masa Soeharto ( masa orde baru ), rakyat selalu mendapat tekanan, maraknya monopoli, korupsi dan nepotisme. Kerusuhan disintegrasi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Tugas pokok setelah diangkat sebagai presiden adalah membentuk kabinet baru guna memulihkan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang benar benar jatuh terpuruk. Membebaskan para tahanan politik, mengurangi kontrol terhadap kebebasan berpendapat rakyat, yang di masa Soeharto, rakyat tidak berani berpendapat dan berteriak. Apalagi mengkritik pejabat, sekedar berpendapat di muka umum langsung ditangkap aparat.

Ia berhasil memberikan landasan yang kokoh bagi Indonesia pada pemerintahannya yag amat singkat. Melahirkan Undang-Undang ( UU ) Anti Monopoli, yang dimasa Soeharto segalanya dikangkangi keluarga Soeharto dan kelompoknya. UU Persaingan Sehat. Merubah UU untuk Partai politik. Dan yang terpenting adalah UU OTONOMI daerah. Dengan undang-undang otonomi daerah, gejolah disintegrasi yang terjadi sejak masa orde baru berhasil diredam, dan dituntaskan pada pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tanpa UU itu Indonesia bakal dipastikan akan bernasib seperti Uni Soviet dan Yugoslavia, perang saudara. Habibie menyebut dengan istilah Balkanisasi. Cuma sayang dimasa pemerintahannya juga Indonesia kehilangan Timor Timur, pada 30 Agustus 1999, yang sangat disesali oleh banyak kalangan di Indonesia, terutama ABRI ( TNI ).

Terobosan yang sangat penting lagi adalah, membuat Bank Indonesia menjadi Bank indipenden, bukan lagi bagian dari sebuah kementrian. Dengan begitu kinerja Bank Indonesia lebih bisa efektif dan efisien, karena tanpa rongrongan dan campur tangan pejabat pemerintahan dalam pengelolahannya.

Pandangan terhadap Habibie pada era awal reformasi cenderung bersifat negatif, tapi sejalan dengan perkembangan waktu banyak yang menilai positif pemerintahan Habibie. Salah satu pandangan positif itu dikemukan oleh L Misbah Hidayat, dalam bukunya “ Reformasi Administratif Kajian Komparatif Pemerintahan Tiga Presiden “.

Kepeminpinan BJ Habibie dalam menjalankan agenda reformasi, tidak lepas dari pengalaman hidupnya. Keputusan-keputusan yang diambil sering membuat orang ter-kaget-kaget, Sebagian kalangan menganggapnya apolitis dan tidak berperasaan. Hal itu dapat dimaklumi, karena latar belakang pendidikan tehnik serta biasa bekerja dengan orang-orang yang berpikiran real dan obyektif di dunia eropah. Cara hidup eropah sudah mendarah daging di tubuhnya, sebab dia belajar dan bekerja sampai ke puncak karier di Jerman barat.

Perubahahn yang telah dilakukan antara lain, membangun pemerintahan yang terbuka dan dialogis, dari dua sisi. Hal itu tidak terjadi di era Soeharto, pemerintahan selalu berjalan dari atas ke bawah, tidak ada kesempatan bagi rakyat untuk mengutarakan pendapatnya. Ia juga menerapkan prinsip demokrasi dalam segala bidang, termasuk dalam bidang ekonomi, tentu saja dengan disertai penegakan hukum yang baik.

Habibie melakukan perubahan besar dalam meningkatkan koordinasi dan menghapus egosentrisme sektoral antar menteri. Selain itu sejumlah kreativitas mewarnai gaya kepemimpinan Habibie dalam menangani masalah bangsa. Indonesia mulai mempunyai warna dalam pemerintahannya. Misalnya, ia mengangkat pengusaha menjadi utusan kusus, guna mengatasi pesoalan ekonomi, dan pengusaha itu sendiri yang menanggung biaya aktifitasnya. Tugas tersebut sangat penting, untuk menjelaskan kondisi Indonesia di dunia Internasional, juga untuk meng-counter pers asing yang hanya meng ekpos berita negatif tentang Indonesia. Habibie mendapatkan simpati dan nama harum dari generasi muda Indonesia.

Setelah turun dari tampuk pemerintahan, Habibie lebih sering tinggal di Jerman. Tetapi saat Indonesia dibawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasehat Presiden, guna mengawal proses demokrasi di Indonesia lewat organisasi yang ia dirikan, yakni Habibie Center.

Habibie merupakan presiden RI pertama yang menerima banyak penghargaan terutama di bidang IPTEK baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Jasa-jasanya dalam bidang teknologi pesawat terbang mengantarkan beliau mendapat gelar Doktor kehormatan ( Doctor of Honoris Causa ) dari berbagaai Universitas terkemuka dunia, antara lain Cranfield Institute of Technology dan Chungbuk University.

Ditinggal sang istri tercinta.

Irtri tercinta ternyata tidak bisa menemani suami yang sangat mencintainya lebih lama lagi. Hasri Ainun Besari, meninggal tgl. 22 Mei 2010, di rumah sakit Ludwig – Maximillians – Universitat Klinikum,Grohadern, Munchen, Jerman. Beliau dirawat disana sejak 25 Maret 2010. Beliau dikuburkan di Indonesia, di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

BJ Habibie sangat kehilangan atas kepergian sang istri. Sejak sang istri sakit sampai meninggal dunia dan sampai diturunkan ke liang lahat, Habibie terus berada disamping sang istri tercinta. Selama tiga bulan setelah meninggalnya sang istri, Habibie selalu berkunjung ke makam sang istri, mengelus pusaranya, bercerita serta berdoa untuk sang istri tercinta. Itu dilakukannya setiap selepas solat ashar.

Pada hari ke-100 peringatan meninggalnya sang istri, Habibie menuliskan puisi untuk sang istri tercinta ( Jawa Pos 29-Agustus-2010 ) :

Jikalau mataku kubuka lagi,

semuanya serentak hilang

dan meninggalkan kekosongan jiwa, kecewa, sedih dan perih !

Dimana Ainun ?

Bagaimana keadaan Ainun ?

Bagaimana mendapat kepastian mengenai Ainun yang selalu kurindukan sepanjang masa

Betapa cinta sejati yang sangat mendalam dari lubuh hati seorang Habibie yang berjiwa besar, pandai dan dihargai dunia. Habibie adalah panutan bangsa Indonesia di era modern ini, disamping tokoh lainnya yang sekaliber Soekarno. Semoga rasa sedihmu cepat berlalu dan bangkit untuk para pemuda dan bangsa-mu.

Oleh. Didik Suwitohadi.

30 Agustus 2010.
Ref. Wikipedia.
Nusantaranews.wordpress.com

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 8 September 2010 in Tokoh

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 445 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: