RSS

Seandainya Tuhan sakit

10 Mar

Kudengar Tuhan sakit
Seluruh Malaikat sedang bersedih
Airmatanya mengucur membanjiri bumi

Duka malaikat,
membuat langit muram
awan tak seputih kapas lagi
kelabu menggelayut disana

Titik airmata malaikat terus bergulir deras
tanah yang kupijak menjadi lunak dan becek
Perut tanah kembung,  jenuh,  dan muntah
Air menggelinding menggusur apa saja yang menghadang jalannya.

Disetiap tikungan, air bertemu dengan teman-temannya yang bernasib sama, tak diterima tanah lagi.
Bergabung, menyatukan diri- membentuk gulungan kuat dan deras.
Tak ada lagi yang mampu membendungnya

Ketika terbentur sesuatu yang kuat, ia memecah diri – bergerak menyamping,
kemudian bersatu lagi

Malaikat terus menangis, airmatanya menjadi bencana
Tugasnya terlewatkan, berkerumun menjaga Tuannya.

Di neraka,
para terhukum bernafas lega, sudah saatnya bersantai ria, walau bau gosong semerbak
Api yang membucak ganas, tak punya daya, lenyap entah kemana
Neraka menjadi nyaman, sorga bagi pendosa.
Jerit dan lolongan, serta rantai rantai panas entah minggat kemana.

Neraka kosong tanpa penjaga, tanpa api, tanpa siksa.

Di sorga,
para penghuni bingung.
Segala yang biasa tersedia, tiba-tiba lenyap
Suasana jadi tidak teratur, tak terpelihara
Sorga sudah tidak nyaman lagi.
Sumpek, bagai perkampungan yang padat

Penghuni sorga berteriak…..
Bukankah kami berhak mendapatkan apa saja yang kami inginkan….?
Kenapa tidak ada lagi pelayan dan segala janji janji itu…..?
Suara-suara menghujat bergema di segala sudut sorga.
Manusia manusia itu menuntut apa yang telah dijanjikan.

Untuk apa kami disini kalau dibiarkan tanpa pelayanan…?
Aku telah banyak mendirikan tempat ibadah untuk memujaMU…!
Kusebarkan hartaku untuk orang yang membutuhkan….!
Kusujudkan kepalaku untuk menyembahMU…!
Tapi kini…..
Sorga berantakan tak terurus…..
Yang aku inginkan tiada disini…..

Mereka menghujatMU
Menagih janji,
seakan Kau berhutang pada mereka.

Mereka meminta Kau melayaninya
Seakan mereka adalah raja yang berhak menuntut MU

Di bumi…..
Mereka berpakaian putih cemerlang.
Bibirnya selalu menggumankan takbir
Sajadah bertengger di pundah
Jari jarinya menghitung tasbih

Tapi mata mereka merah, semembara api neraka.
Hati mereka serigala yang tak terpuaskan.
Merasa orang kepercayaan MU.
Untuk menghancurkan apa yang menurut mereka tidak sesuai.
Mereka berkata “ ini dilaknat Tuhan….!!! “
Apipun membara…!!!

“Apakah yang mereka lakukan tidak kau laknat…??? Wahai Tuhanku…??? “

Aku tersentak dari lingkar imajinasiku yang luar biasa
Membayangkan Tuhan bisa sakit.
Satu hal yang akan diingkari oleh seluruh umat beragama.
Otakku berteriak…seandainya….! seandainya…!

Tuhan bisa berbuat apa saja…!!!
Tidak perlu bantuan….!!!
Manusia tidak bisa menjilat Tuhan…!!!

Alangkah menyedikan jika ada manusia merasa dirinya wakil Tuhan untuk menghukum manusia lainnya….

Suci itu tidak terlihat oleh mata
Suci itu adalah aura

Suci itu tidak perlu diteriakan
Suci itu dilakukan
Suci itu tidak menghujat

Suci itu bukan kulit jidat yang mengeras…!!!
Bukan pula jenggot yang panjang.

Suci itu bukan baju yang kita pakai
Suci itu kasih sayang, empati, toleransi, kebenaran yang tidak dipaksakan.

Seandainya Tuhan sakit
Perebutan kekuasaan yang akan menjungkirbalikan alam raya.

Musnah….!!!

Oleh. Randaka
09-03-2011
Surabaya
Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Maret 2011 in Puisi

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: