RSS

Etika Manajemen

14 Jun

Dalam dunia modern saat ini, segalanya harus serba cepat. Cepat bertindak, cepat berubah, cepat mengambil keputusan, dan cepat menyesuaikan diri dengan kondisi apapun dan bagaimanapun. Jika tidak, maka kita akan tertinggal. Yang lebih gila lagi, kita bisa ter-injak injak oleh roda percepatan kemajuan jaman. Inilah realita detik ini…! Sesuatu yang tidak mungkin dan sangat mustahil untuk diingkari dan ditolak.

Banyak perusahaan perusahaan yang dulunya berjaya dan besar, harus gulung tikar atau diambil alih oleh pihak lain, hanya karena terlambat meng-antisipasi perubahan. Atau barang kali mereka tidak mau menyerahkan pengelolahan perusahaannya darigayakeluarga untuk beralih kegayamasa kini,gayamanajemen masa kini. Orang orang pintar menyebutnya dengan kata manajemen “ PROFESIONAL”.

Lihatlah SAMPOERNA, pabrik rokok besar diSurabayaitu telah menyerahkan kepemilikannya pada pihak asing, karena tidak cakapnya penerus keluarga ( mudah mudahan tebakan pemikiran saya ini tidak salah ). Atau memang Putera Sampoerna ( pemilik ) telah bosan dengan usaha rokoknya dan tidak yakin dengan penerusnya….? Kita tidak tahu pasti, tapi yang jelas PT HM SAMPOERNA telah jadi milik orang asing.

Ataukah SAMPOERNA merasa tidak tega “melepas” karyawan karyawan lama-nya yang telah banyak berjasa, telah memberikan keuntungan pada perusahaan ( pada akhirnya juga mereka di pensiunkan dini oleh pemilik baru ). Sedang dunia sekarang sudah semakin meng-global. Semua dituntut untuk bisa mengikuti perubahan jaman. Baik dalam segi ke-ilmu-an, cara berpikir maupun bekerja dan bertindak. Semua harus berubah seirama dengan detak perubahan dunia.

Masalahnya sekarang, apakah karyawan karyawan tua ( lama ), mampu meng-upgrade dirinya menjadi seperti yang diinginkan dunia manajemen modern ? Kita tidak bisa menutup mata, karyawan jenis itu sangat rentan dengan perubahan kemajuan jaman dan tehnologi. Kemajuan dan tehnologi baru telah membuat kenyamanan yang mereka miliki dan rasakan selama ini jadi terusik. Mereka merasa sudah tidak nyaman lagi dengan adanya tuntutan dunia baru. Mereka sudah merasa mapan dan nyaman dengan cara cara mereka selama ini.

Dunia juga tidak bisa menyalahkan karyawan jenis ini begitu saja. Rata-rata mereka berpendidikan klas menengah dengan segala kesetiaan dan kesederhanaannya. Dalam diri mereka sudah tertanam bahwa mereka adalah orang orang ahli yang dipercaya dan dibutuhkan perusahaan ( pada kenyataannya memang banyak dari mereka yang memang ahli dibidang masing masing ). Dengan cara cara kerja mereka selama ini perusahaan menjadi lancar dan tidak ada masalah. Mereka tidak tahu perubahan apa yang telah terjadi diluarsana. Yang jelas, dalam hati mereka sudah melekat kata bahwa mereka adalah “orang penting perusahaan, orang yang berjasa terhadap jalannya perusahaan “.

Dalam dunia manajemen modern, mungkin akan ada senyum lucu yang tersungging disana, tapi kalau anda mau tahu, inilah kenyataan di banyak perusahaan diIndonesia. Pemikiran pemikiran kelas pelaksana ( tenaga lapangan, mekanik, operator mesin, administrasi dan sejenisnya ) adalah nyaris sama di berbagai tempat di perusahaan manapun anda bekerja. Kecuali kalau anda tidak pernah berinteraksi secara nyata dengan mereka. Kalau anda pernah bekerja bersama mereka, maka anda akan mengerti apa yang saya maksud.

Mereka cenderung suka bekerja dihadapan mesin dan menghasilkan daripada diajak bicara dan merencanakan sesuatu. Apa lagi untuk diminta membuat laporan, jangan terlalu berharap mereka bisa dan mau melakukannya. Semua itu nyata ada…! Maka jangan heran, kalau sedikit saja terjadi perubahan pada tatanan perusahaan, mereka akan langsung resah dan gelisah. Mereka akan banyak saling bergerombol dikesempatan yang ada. Mereka adalah orang orang yang mempunyai pemikiran yang sangat sederhana. Tidak mau terlalu dipusingkan dengan segala urusan manajemen.

Adasesuatu yang menarik dalam buku the Chinese TAO of Bussines yang ditulis oleh George T. Haley, Usha C.V Haley dan Chin Tiong Tan ( halaman. 53 ). Sebuah induk perusahaan, Wuthelam Group, dari Singapura, jajaran manajemennya akan melakukan sebuah perubahan besar dalam organisasinya, yakni mereka perlu membuat prosedur dan proses manajemen lebih professional dan ter-standarisasi. Pemikiran ini sudah tidak bisa ditawar lagi, karena ini adalah sebuah kebutuhan dalam mengikuti perubahan dunia. Pertanyaannya adalah, bagaimana dengan para karyawan yang telah setia bertahun tahun, yang telah memberikan keuntungan, tapi tidak mampu melakukan transisi ke cara baru…? Dilema yang luar biasa….!

Ternyata mereka ( induk perusahaan ) tidak melakukan tindakan pensiun dini bagi karyawan karyawan tersebut, seperti yang terjadi dalam alam pemikiran kaum barat, yang cenderung kurang manusiawi dalam mengambil sikap dalam perubahan dunia manajemen.

Solusinya, mereka mendirikan anak perusahaan baru.  Karyawan karyawan tersebut ditampung disana untuk menjalankangayamanajemen tradisional mereka, yang telah menjadi kebiasan mereka, yang sudah berakar dan sulit untuk diubah. Anak perusahaan ini melestarikangayalama dalam berbisnis. Sedangkan induk perusahaan Wuthelam, terus melakukan mutasi mengikuti perubahan ekonomi global. Dan yang menakjubkan, anak perusahaan ini menjadi perusahaan yang paling menguntungkan dari semua anak perusahaan Wuthelam Group.

Adakata kata bijak yang patut kita renungkan, bagi kita semua kaum manajemen. Kata kata itu diucapkan oleh Goh Hup Jin, putra pendiri Wuthelam, “ tidak pantas menyingkirkan orang orang yang lebih tua , hanya karena mereka tidak lagi merasa nyaman di perusahaan modern. Tanpa mereka, Anda tidak akan mendapat untung dari awal “. Luar biasa….! Sebuah pemikiran yang mungkin tidak akan pernah terlintas dari orang orang barat modern. Bahkan mungkin juga tidak terbersit setitikpun dari pemikiran orang orang barat pada umumnya.

Kecenderungan dunia modern adalah melupakan asal usul. Bagi dunia modern, asal usul itu adalah sesuatu yang harus dikubur dalam dalam. Tapi kita harus bangga dilahirkan didunia timur, yang sangat menjujung tinggi asal usul. Dengan demikian kita telah menjadi manusia yang tahu ber-terimakasih.

Sejatinya, orang timur tidak mungkin bersikap seperti orang barat, begitu juga sebaliknya. Tapi dibalik semua kelebihan dan kekurangan itu, kita bisa mengambil sisi baik yang cocok  buat kita.

Budaya adalah sebuah kebiasaan, yang kecil kemungkinannya akan berubah.

Oleh. Didik Suwitohadi.
Surabaya. 13-Juni-2011.
 
Pingin menambah pengetahuan Tehnik…? Free download disini.
http://www.ziddu.com/download/16455223/KerusakanRollingBearing.pdf.htmlhttp://www.easy-share.com/C81372BEE00311E09676002481FAD55A/Bagaimana Bearing bekerja.pdf

Tentang pelumas.

http://www.ziddu.com/download/16536244/AplikasipenggantianPelumas.pdf.html
http://www.ziddu.com/download/16536244/AplikasipenggantianPelumas.pdf.htmlhttp://www.ziddu.com/download/16485271/Dasar-dasarGemukGrease.pdf.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Juni 2011 in Manajemen

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: