RSS

Kearifan, tidak sama dengan banyaknya Umur

07 Okt

Keluarga adalah surga, bila dapat mengelola dan memimpinnya.

Menjadi Neraka, bila tak mampu mengelola dan memimpinnya.

Betapa banyak manusia tanpa sadar hidup di neraka ciptaannya.

Surga yang dulu dia impikan, telah berubah menjadi neraka.

Dia tak mampu mengendalikannya.

Hidup telah berubah.

Dulu suasana  penuh ceria telah berganti neraka. Bagaimana mungkin sesuatu yang indah bisa berubah menjadi rusak dan menakutkan ? Jangan salahkan siapa.

Sebuah perjalanan kadang penuh dengan rintangan tanpa terduga. Kesiapan awal yang harus diperhitungkan. Biasanya manusia hanya melihat keindahannya saja. Tanpa sadar bahwa keindahan juga ada masanya.

Bukankah perubahan itu selalu ada ? Perubahan itulah yang sering ditakutkan manusia. Padahal kita telah berubah pada setiap tarikan nafas kita. Tidak ada yang tetap dalam kehidupan kita.

Sebuah rumah tangga yang dulu begitu tidak ada masalah, menjelang di hari tua muncul masalah masalah yang memerihkan. Seorang Ayah, seorang Ibu yang dulu mengajarkan sebuah kehormatan, kebenaran, kejujuran, ketidak serakahan, jangan sombong. Tiba tiba di hari tuanya menjadi seorang materialistis. Memanfaatkan anak anak perempuannya untuk bisa menggaet laki laki kaya. Betapa perubahan yang sangat menyedihkan ?

Seorang Ibu yang dulunya tidak membedakan satu dan yang lain dari anak anaknya, kini begitu tega membuat anak anaknya saling bersaing dan mencemoh, saling sirik.

Betapa dunia penuh warna…! Bukan hanya warna indah, tapi juga warna keburukan. Bila sudah begitu, masih adakah Surga di telapak kaki Ibu…?

Ketakutan Orang tua terhadap kesendiriannya, karena anak anaknya telah dimiliki orang lain, kadang membuat jiwa orang tua tersebut menghalalkan segala cara agar tetap menjadi perhatian anak anaknya.

Seharusnya, mereka rela dan tersenyum, bahwa hasil didikannya telah membuat anak anak itu menjadi orang yang tangguh dan bisa mandiri, bukan dimintai balas budinya.

Betapapun limpahan dari anak anaknya kepada orang tua, tidak mungkin bisa membalas apa yang telah diberikan orang tua terhadap anaknya. Apalagi mengembalikan air susu yang telah diminumnya. Mustahil…!!! Yang bisa dilakukan seorang anak adalah, bagaimana dia tidak merepotkan orangtuanya ketika dia sudah dewasa.

Kearifan manusia ternyata tidak berbanding lurus dengan bertambahnya umur manusia.
 
Surabaya. 07-10-2011
 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: