RSS

Freeport ngaku ngasih duit pada aparat yang menjaganya.

31 Okt

Aku tersenyum simpul saat aku duduk dihadapan televisi yang menyiarkan berita bahwa freeport ngaku kasih uang ke aparat, untuk pengamanan. Dan jumlahnya juga tidak sedikit, jumlahnya edan edananan. Dalam bentuk dollar, sekian juta dollar.

Kok baru kali ini diributkan ya….??? Padahal hal seperti itu sudah terjadi sejak luuuaaaammmaaaaa…banget. Coba saja tanya pada perusahaan perusahaan yang pernah didemo karyawannya, pasti dia jawab, ya memang begitu kenyataannya. Dan saya rasa wartawan juga tahu itu. Tapi gimana membuktikannya ya…? Yang ngasih jelas takut untuk buka mulut. Soalnya jelas, nanti kalau ada demo lagi pasti akan sulit mendatangkan aparat untuk pengamannan. Akibatnya, rusuh…!!!

Saya jadi ingat cerita teman saya waktu masih ramai ramainya demo buruh, saat sebelum dan sesudah reformasi. Banyak polisi dan TNI yang menjaga perusahaan dimana dia bekerja, kebetulan dia termasuk dalam jajaran staff manajemen perusahaan itu. Bagi dia, semua aparat yang didatangkan perusahaan adalah biasa biasa saja. Kebetulan dia juga dari keluarga ABRI.

Menurut pemikirannya, mereka adalah aparat negara yang bertugas menjaga dan menghalau bila terjadi kerusuhan. Dan kepada siapa lagi perusahaan atau rakyat meminta bantuan jika terjadi seperti saat itu.

Setiap terjadi pemogokan buruh, pasti didatangkan aparat untuk berjaga jaga. Kali itu, pemogokan terjadi sampai lebih dari satu miggu. Otomatis perusahaan lumpuh total tidak produksi. Aparat banyak berjaga disana agar buruh tidak melakukan pengrusakan. Setiap hari, siang dan sore harus memesan nasi bungkus untuk para parat dan para staff perusahaan itu sendiri.

Ternyata, teman saya yang lugu itu, yang belum tahu permainan dalam hal hal seperti itu, dibuat bengong sesaat ketika dia diminta untuk membantu menghitung dan memasukan lembaran uang dalam amplop amplop. Dia sempat bertanya ” Ini untuk apa…?”. Dijawab oleh staff yang lebih senior ” Sudah masukan saja sesuai jumlah yang sudah tertulis itu..”.

Dia masih penasaran ” Iya uang ini untuk apa…?”. Dengan nada tidak sabar teman seniornya menjawab ” Ya untuk membayar para aparat yang jaga itu”. Teman saya masih ngeyel. ” Loh mereka kan sudah dibayar negara ? “.  Dan masih bayak percakapan yang tidak perlu saya ungkap disini.

Teman saya benar benar terheran, kok malah yang susah harus membayar ya…? Sejak saat itu, jika ada demo dia merasa sinis pada aparat, karena bagi dia, aparat itu bukannya malah meringankan beban perusahaan, tapi malah memberi beban tambahan bagi perusahaan diamana dia bekerja. Perusahaan sudah tidak produksi, tidak ada yang dijual, perusahaan harus mengeluarkan uang pengamanan.

Kalau mau data yang benar, tanyalah pada HRD atau personalia setiap perusahaan, berapa besar uang yang dikeluarkan perusahaan kalau ada demo karyawan. Karena bagian itulah yang relatip banyak bekerja saat terjadi demo karyawan. Tapi saya jamin kalian tidak akan dapat bukti penerimaannya.

Apa memang begini cara kerja aparat…? Negaraku sudah sangat parah budaya korupsinya. Dalam kesulitan rakyat, ada kesempatan aparat untuk menambah uang sakunya. Betapa menyedihkan aparat kita !

Didik Suwitohadi.
Surabaya, 31-Oktober-2011
Iklan
 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: