RSS

Dunia dalam tubuh kita

07 Des

Jaringan darah

Kadang kita bermenung menung diri untuk memikirkan apa yang akan kita lakukan. Dan dengan segera kita bisa melayang di alam maya, melalang ke dunia tanpa tepi. Melaju dimasa akan datang atau masa yang lalu. Pertanyaannya, kenapa kita bisa begitu…? Siapa yang membuat kita bisa begitu…? Dalam kayal, manusia bisa memiliki apa saja yang dia inginkan, tanpa kecuali. Betapa dasyat dunia otak kita. Dunia yang tiada batas. Kita bisa menciptakan apa saja dalam otak kita, tanpa ada batasannya.

Sadarkah kita, bahwa disana didalam otak kita, didalam tubuh kita, ada dunia lain selain dunia yang sedang kita pijak saat ini. Disana ada mahluk mahluk lain selain kita. Tubuh kita telah dijadikan Tuhan menjadi sebuah alam kehidupan bagi mahluk lain yang jauh lebih kecil dari kita, bahkan jauh lebih kecil dari debu. Luar biasa…!

Bisakah kita bayangkan, berapa banyak mahluk yang hidup dan menghuni tubuh kita. Mahluk mahluk yang hidup disatu planet dalam jaringan tubuh kita. Manusia mengenalnya dengan kata DNA ( mungkin ini hanyalah salah satunya ). Dalam jaringan tubuh kita, ada berjuta juta planet sangat kecil. yang telah diciptakan Tuhan didalam tubuh kita, dihuni mahluk mahluk super kecil.  Ada alam raya, ada gugusan bintang dan planet, ada kehidupan diplanet planet itu. Semuanya beredar dalam jaringan tubuh kita.

Butir butir dara kita adalah sebuah dunia yang besar bagi mahluk mahluk super kecil yang hidup disetitik darah kita. Kehidupan itu, sudah mulai bisa diidentifikasi oleh manusia. Tubuh kita bagaikan dunia tanpa batas bagi mahluk mahluk super kecil itu. Mungkin kita juga sedang hidup didalam bentuk tubuh yang lebih besar lagi, kita tidak tahu bagaimana bentuk tubuh besar itu. Yang baru diketahui manusia adalah alam raya tanpa batas dengan berbagai planetnya. Itupun baru hanya sebuah pengetahuan permulaan yang sangat sederhana. Yang muncul hanyalah baru sebatas teori teori. Teori teori angkasa raya yang tanpa batas. Dengan segala planet dan gugusan planet yang beredar tanpa saling bertumbukan. Manusiapun belum tahu dan belum mengenal mahluk lain yang hidup di planet lain, diluar gugusan planet yang kita huni. Semua masih misteri, yang sedang diungkapkan oleh menusia.

Tubuh kita adalah sebuah angkasa raya tanpa batas bagi makluh super kecil yang hidup di seluruh penjuruh jaringan tubuh kita. Mereka hidup bebas sesuai dengan kodrat yang sudah ditentukan. Tetapi mekanisme kodrat itu tergantung perilaku hidup kita juga. Kalau perilaku hidup kita jelek maka dunia mahluk mahluk dalam tubuh kita juga akan mengalami bencana. Mahluk mahluk itu hidup sesuai yang dikodratkan oleh yang kuasa. Membatu kita agar bisa hidup lebih lama. Tetapi kadang kita merusaknya sendiri. Seperti juga perilaku kita dalam membantu bumi ini agar bisa hidup lebih lama dan lebih baik. Tapi kita sering merusaknya juga, dengan segala keserakahan dan kemampuan tehnologi. Membuang limbah seenaknya. Memotong pohon seenaknya, menggusur lahan hutan seeaanknya. Akibatnya bumi semakin menderita. Sakitnya bumi berdampak bencana bagi manusia.

Kadang kita memberikan energi sembarangan terhadap tubuh kita, akibatnya ada gejolak dunia dalam tubuh kita. Gejolak dalam tubuh kita adalah bencana bagi mahluk yang ada dalam tubuh kita. Energi buruk akan menyuburkan kelompok bencana, serta kelompok kejahatan didalam komunitas dunia tubuh kita. Ada gempa bumi, banjir maupun sunami, juga area tandus, serta pembunuhan dan perampokan. Misal pembunuh berdarah dingin dijaringan tubuh kita, darah putih makan darah merah atau sebaliknya, serta perampok dalam jaringan tubuh kita yang disebut kanker. Atau penguasa tanpa tanding didalam tubuh kita, HIV-AID.

Kalau kita sakit, artinya dunia bagi mahluk dalam tubuh kita terjadi bencana, tanah tandus, segala tumbuhan akan rusak dan makanan akan berkurang. Jika kita meninggal, adalah kiamat  bagi mahluk dalam tubuh kita, mereka musnah bersama alam rayanya, yakni tubuh kita.

Alam semesta masih sulit diungkap oleh alam pikiran manusia. Dalam dunia besar ada dunia kecil, dalam dunia kecil ada dunia kecil lagi dan seterusnya. Sebuah kehidupan yang saling bergantung dan mengisi. Begitu juga, dunia besar berada dalam dunia yang lebih besar pula, begitu seterusnya.

Kadang kita terpancang hanya pada apa yang kita lihat saja, bahkan yang paling jauhpun, kita perhatikan. Sementara dunia didekat kita, bahkan sangat dekat tidak pernah kita ketahui. Yakni jaringan tubuh kita, adalah alam raya bagi mahluk yang ada disana.Tubuh kita adalah angkasa raya bagi planet kehidupan mahluk hidup lain yang ada di jaringan tubuh kita.

Mahluk mahluk yang hidup diseluruh tubuh kita, dalam butiran darah, dalam jantung, dalam jaringan kulit, dalam otot, dalam daging, dalam tulang, dan banyak lainnya yang tidak mungkin bisa kita identifikasi semuanya, tidak mungkin…! Jumlahnya bisa jutaaan, bahkan mungkin milyaran mahluk. Butiran darah, jaringan kulit, otot, tulang dan lainnya adalah planet planet bagi mahluk mahluk yang ada disana. Sementara tubuh kita adalah angkasa raya yang tak terbatas bagi mahluk mahluk itu.

Mereka tidak tahu kalau tubuh kita sebagai angkasa raya, juga ada batasnya. Angkasa raya tempat beredarnya gugusan planet. Dan planet tersebut juga terdiri dari gugusan planet lainnya, yang bergantungan, berkeliaran, berputaran di angkasa raya lainnya. Angkasa raya yang kita tidak ketahui dimana batasnya, seperti juga mahluk mahluk yang ada dalam tubuh kita, yang juga tidak tahu dimana batas planet kehidupan mereka.

Ada planet butiran darah yang rusak, dan akan terbuang secara otomatis oleh metabolisme tubuh kita, itu artinya kiamat bagi mahluk yang menghuni planet tersebut. Bumi yang dia huni lenyap dari alam raya jaringan tubuh kita.

Bukankah kalau kita mati, artinya juga kiamat bagi mahluk mahluk dalam tubuh kita ! Satu manusia adalah satu alam raya bagi planet planet yang dihuni mahluk mahluk kecil yang ada di jaringan tubuh kita.

Saya yakin, mahluk mahluk super kecil itu mengenal juga apa yang namanya pencipta. Tapi saya tidak tahu bagaimana mereka menyebutnya, sebab saya tidak tahu kehidupan dan bahasa mereka. Apakah mereka menyebutnya dengan kata TUHAN ?.Mereka juga pasti mengenal menyembah yang kuasa, tapi saya tidak tahu bagaimana cara mereka melakukannya, sebab dunia mereka ada dalam jaringan tubuh saya. Saya sendiri tidak memahami jaringan tubuh saya, kecuali hanya merasakannya

Kita semua tidak tahu, kalau tubuh kita sudah tidak berfungsi lagi kita akan pergi kemana, akan terdampar dimana ?. Maka sebaiknya bertemanlah dengan alam lingkungan dimana kita hidup, niscaya sang pencipta akan lebih peduli pada kita. Semoga….!

Kehidupan adalah sebuah misteri yang tak akan bisa diungkap, sampai kapanpun. Tubuh kita adalah alam raya bagi mahluk Tuhan yang lainnya.

Oleh. Didik Suwitohadi.
07-12-2011.
update. 13-12-2011
 
 

Tag: ,

4 responses to “Dunia dalam tubuh kita

    • Didik Suwitohadi

      9 Juli 2012 at 13:13

      Terimakasih, telah memasukan ( copy-paste ) tulisan saya ke dalam blog Anda. Semoga masih ada yang bisa paham dengan pemikiran saya. Blog anda bagus…! Salam… untuk Anda, AHMAD YANUANA SAMANTHO, S.IP, MA

       
      • Lukman Hakim

        4 Februari 2013 at 22:48

        apa blok anda? sy mau berkunjung.

         
      • Didik Suwitohadi

        7 Februari 2013 at 12:16

        Lah ini anda sudah berkunjung bung Lukman….Trims

         

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: