RSS

Jenuh

12 Des

Menerawang - Galau - Resah

Kadangkala aku juga bingung mau mengerjakan apa lagi. Ternyata jenuh itu membuat orang bisa salah langkah, dan tidak bisa apa apa. Tapi itulah siklus kreatifitas manusia. Satu saat harus tiba di titik puncak untuk kembali lagi turun dan memulai dari semula. Kejenuhan sebenarnya akan membuat satu kreatifitas baru yang siap muncul di otak, asal tidak terlanjur sudah kecebur ke hal tidak baik saat lagi jenuh. Jenuh akan melahirkan resah. Resah membuat kita tidak tahu lagi apa yang harus kita lakukan, yang ada hanyalah kesendirian, kesedihan, galau dan rasa yang tidak karuan.

Bioritme kehidupan manusia akan selalu berubah ubah, seperti gelombang yang bergerak naik turun. Gelombang laut akan dipengaruhi oleh hembusan angin atau gejolak dasar laut. Begitu juga manusia, gejolak hati akan dipicu oleh kegiatan sehari hari yang dari itu ke itu saja, atau ada masalah besar yang mampu mengganggu suasana hati. Memicu kegelisahan, memancing keresahan, mengundang kegalauan. Komplesitas yang membuat orang bingung, uring-uringan tanpa sebab.

Pernahkah anda secara tiba tiba tanpa sebab yang jelas, timbul perasaan bosan, buntu, tidak enak hati,, tidak bahagia, bimbang, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Perasaan itu lekat pada diri kita, walau kita sudah berusaha menghalau, dengan cara, nonton televisi, tapi seakan acara televisi tidak ada yang bagus. Jalan jalan dimall, tapi tetap terasa sepi dan resah. Tidak ada yang menarik di mall. Padahal banyak orang berseliweran, dengan etalase yang didandani habis habisan. Tetap saja, semua itu tidak menarik hati kita.

Saat saat seperti inilah biasanya manusia keluar dari pikiran sehatnya. Sudah tidak jelas lagi yang diinginkan, semuanya seakan sudah dilakukan dan membosankan. Ujungnya mencari pelampiasan, dugem dan sejenisnya. Lebih celaka lagi terperosok pada percobaan memakai obat obatan terlarang.

Betapa pada saat seperti itu kondisi kita sudah dalam batas titik kritis. Yang gampang disusupi hal hal yang tidak semestinya dan tidak terduga. Jalan yang paling gampang adalah mendekatkan diri pada Tuhan, dengan cara solat atau berdoa sekusuknya. Masalahnya, bagaimana kalau seseorang sejak kecil tidak begitu akrab dengan yang namanya agama…? Masih ada yang lain, berbincang dengan teman yang kita percayai. Tapi keresahan yang sudah membelit diri tidaklah muda untuk dikupas.

Tapi semua yang saya utarakan juga tidak menjamin akan segera bisa mengatasi perasaan brengsek itu. Hidup pada kenyataannya memamng seperti itu. Kalau saya dalam keadaan seperti itu, biasanya langsung saja keluyuran kemana saja mau, yang penting keluar dari kungkungan yang selama ini selalu akrab dengan saya. Terserah mau kemana, setan juga tidak berhak melarang, yang penting bisa ganti suasana, tempat dan lingkungan. Dalam kondisi seperti itu, kita tidak boleh sampai tidak sadar dengan apa yang kita lakukan. Titik rawan ada didepan langkah kita.

Bisa jadi segalanya menjadi tidak enak, dan tidak mengenakan. Larilah kepada yang benar…!!! Kehidupan memang penuh misteri, dan kita tak pernah bisa mengungkapnya. Persiapkan diri kita, karena hal itu satu saat akan muncul lagi didepan hidung kita. Harus dihadapi, bukan dihindari. Harus dilakukan, bukan dilampiaskan.

Jenuh…! bisa melahirkan sesuatu yang baru dalam pikiran kreatifitas kita. Tentu saja kita harus mampu melawan kejenuhan tersebut habis habisan. Satu jalan yang benar adalah pergi ke daerah yang tidak ramai, alam terbuka misalnya. Kalaupun pergi ke daerah ramai bukan ke tempat dugem. Jalan di mall adalah salah satu alternatip yang baik. Atau jalan saja di sepanjang jalan trotoar, perhatikan segalanya yang kamu lewati, masukan dalam imajinasimu ( yang ini pelajaran anak anak teater ), maka pelan pelan kamu akan  akan masuk dalam dunia imajinasimu sendiri yang mengasikan. Tapi jangan sampai kelewatan sehingga tidak memperhatikan sekeliling, akibatnya kamu bisa menabrak orang, atau senyum senyum sendiri sambil jalan.

Sebenarnya, kejenuhan bukanlah sesuatu yang jelek, bila disikapi dengan baik. Saat seperti itu adalah saatnya otak istirahat dari rutinitas itu ke itu saja. Otak bosan sehingga ngambek tidak mau diajak kompromi lagi.

Oleh. Didik Suwitohadi
08-12-2011.
update. 15-12-2011
 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: