RSS

Marilah saling belajar antar umat Nya.

24 Des

Aku kadang masih mempertanyakan, apa bedanya aku yang beragama dan menjalankan ritual agama sesuai aturan agamaku, seperti juga agama agama lainnya yang mengikuti aturan ajarannya. Dengan orang lain yang tahu agama, tahu Tuhan, tapi tidak melakukan kuwajiban seperti yang aku lakukan, atau orang lain lakukan dalam menjalankan agamanya.

Aku menjalankan aturan agamaku yang lima waktu. Sementara ada orang lain yang tidak menjalankannya, apa bedanya ? Dimana bedanya ? Cuma berbeda, dia tidak solat aku solat, tapi dia tahu agama juga. Dia baik, suka menolong, tersenyum pada siapa saja, tidak menghujat, tidak membicarakan kejelekan orang. Sedang aku mungkin tidak seperti perilaku dia se hari hari. Walau aku rajin ibadah. Apakah aku lebih baik dari dia ? Sebuah pertanyaan besar yang kadang muncul tiba tiba di hadapanku. Apa aku sudah baik…?

Kadang juga aku heran, melihat orang berangkat ke masjid, tapi masih sempat membicarakan tetangganya yang tidak ikut berangkat ke masjid. Padahal, mungkin saja dia tidak ke masjid tapi solat dirumah…? Apakah perlu sikap taat pada agama dengan menunjukannya pada kalayak ?.

Kadang ada juga teman wanita yang pakai jilbab, rajin solat. Kalau solat lama, tapi masih irihati dengan apa yang dilakukan dan dimiliki teman lainnya. Apalagi kalau sampai tidak se ide dengannya, dengan senang hati dia akan memboikot, mengajak teman teman lainnya untuk tidak dekat dekat dengan orang yang tidak se ide dengannya. Batapa memilukan sikap semacam itu.

Dunia memang serba aneh,  kehidupan  manusia memang penuh misteri. Seorang yang tahu agama, bisa mempunyai lidah yang sangat tajam, setajam pisau jagal. Mampu menjagal hati manusia lainnya, mengiris irisnya sampai sekecil kecilnya, kemudian dibubuhinya dengan sambal. Sementara seorang awam yang biasa biasa saja, senyumnya mampu menyejuhkan siapa saja. Uluran tangannya mampu mengangkat kotoran dalam lumpur. Setiap kata yang keluar dari bibirnya, berlambang bunga yang semerbak kemana angin berhembus. Padahal dia tidak menjalankan agamanya secarah utuh. Rupanya dia lebih meresapi rasa kasih sayang terhadap sesama.

Aku jadi ingat kata kata dalam al Qur’an yang berbunyi “ …Kuciptakan kalian ber-bangsa bangsa dan ber-suku suku, agar kalian bisa saling belajar….. ” ( maaf saya lupa ayat apa dan berapa ).

Betapa kitab suci Al Qur’an telah memberikan bimbingan yang indah. Namun banyak umat yang telah merusaknya, dan salah menggunakannya.

Tuhan ampuni mereka, Kau telah menjadikan mereka contoh sebuah ke tidak baikan. agar aku tahu ketidak baikan itu seperti apa.

oleh. Didik Suwitohadi
24-12-2011
Iklan
 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: