RSS

Tuhan membebaskan Manusia untuk berpikir dan bertindak.

11 Jan

Kadang aku heran……
kenapa manusia se akan mengetahui melebihi dari Tuhan…?
Mengatakan bahwa si A masuk neraka dan si B masuk Sorga.


Padahal dia sendiri tidak tahu sorga itu dimana. Mengatas namakan Tuhan, membunuh kelompok lainnya yang tak sepaham. Menuduh rumah minum adalah tempat maksiat. Bukankah dengan bertindak seperti itu, dia sendiri telah melukai Tuhan atas segala rahmatnya. Kalau tempat minum adalah tempat maksiat, kenapa tidak dihancurkan saja negara dengan budaya banyak tempat minum.

Aku sering melihat manusia manusia dengan baju putih bersih dengan wajah wajah kotor seprti nggak pernah mandi. Aku sering melihat orang keluar masuk tempat ibadah dengan bau yang tidak sedap. Aku sering melihat orang yang kusyuk di tempat ibadah, tapi berubah jadi tolol saat dia keluar dari sana. Aku sering melihat orang meminta pada Tuhan, tapi nggak pernah berusaha. Dan sangat sakit hati melihat orang yang jarang ibadah, tapi dapat sesuatu yang lebih besar dari Tuhan. Dia tidak melihat, bahwa orang itu telah berusaha sedemikian keras dan kuatnya, untuk membuktikan pada Tuhan, bahwa permintaannya patut dikabulkan. Hal itu yang selalu terlewatkan dari orang orang yang kusyuk agamanya, tapi hanya mengharap, tidak berusaha keras.

Betapa Tuhan sangat sedih, melihat orang orang yang cinta diri-Nya, tapi pemalas. Hafal kitab sucinya, tapi tak mengerti maknanya. Celakanya, ada yang menyelewengkan ayat ayatnya untuk kepentingan dirinya. Menjadikan ayat ayatnya sebagai barang dagangan untuk azimat.

Menganggap dirinya sebagai ahli surga, dan orang yang tak menurut dan tak sepahan dengannya sebagai ahli neraka. Betapa lucu dan menyedihkan manusia manusia seperti itu. Bahkan dengan kejamnya, menuduh orang lain kafir maupun bid’ah. Seakan dia sebagai orang yang paling berarti dimata Tuhan. Betapa picik dan kerdil pemikiran mereka.

Sadarkah mereka…? Bahwa tanpa sadar, mereka telah berlaku sirik dengan mensejajarkan diri dan pengetahuannya seperti Tuhan. Menghukum orang dengan menggunakan nama Tuhan sebagai pengesahan atas segala yang diperbuatnya.

Setahu saya sebagai umat beragama, Nabi tak pernah mengajarkan untuk membenci umat lain. Memberitahu bukan berarti punya kuasa terhadap orang yang diberitahu. Memberitahu adalah kuwajiban bagi yang tahu, tapi tak boleh marah kalau pemberitahuannya di tolak.

Manusia bebas berpikir dan menentukan pilihannya sendiri. Tuhan menjamin itu semua dengan segala resiko yang harus diterima.

oleh. Didik Suwitohadi
11-01-2012
Iklan
 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: