RSS

Berbincang dengan ATEIS

13 Jan

Aku sering “ngobrol” dengan orang orang Ateis di dunia maya ( Face book ). Dalam kanca argumentasi ke ilmuan mereka rata rata jago. Mereka orang orang yang ber-otak encer.

Saat membahas nyawa, aku dapat tentangan yang luar biasa. Mereka tidak percaya adanya nyawa. Bagi mereka yang membuat kita bicara adalah sekedar neuron neuron yang dikendalikan otak. Cuma ketika saya tanya, otak digerakan oleh apa ? Tidak ada yang menaggapi.

Mereka sangat jago bicara sain. Tapi begitu ditanya asal muasalnya mereka bungkam seribu bahasa. Dari rekan rekan yang TEIS mereka dianggap rata rata jago ngeles( Ateis Indonesia, silahkan hadir diforum ini, anda akan menemukan pemikiran pemikiran yang tak anda duga selama ini ). Ha..ha…ha.. tapi asik juga berdiskusi dengan mereka, nggak makan hati. Tidak seperti diskusi dengan ahli agama, yang cenderung menghujat. Kita akan mendapatkan wawasan wawasan berpikir yang baru, yang tak terpikirkan sebelumnya ( harap jangan dianggap saya sudah terpengaruh orang ATEIS ya. ).

Mereka percaya teori Darwin ‘EVOLUSI”, tapi ditanya awal adanya…? tiba tiba semuanya jadi diam juga. Bicara tentang Tuhan, mereka begitu kuat mempermasalahkan. Bagi kita umat beragama me-yakini, bahwa Tuhan itu ada, tidak berawal dan tidak berakhir. Tapi bagi orang Ateis timbul pertanyaan ; Bagaimana ADA yang tidak berawal, dan tidak berakhir itu bisa ‘ada’ ? Kita mumet juga menjelaskannya. Sebab Masalah Tuhan adalah masalah keyakinan. Sedang Ateis, mereka percaya tentang yang ada saja.

Bicara tentang nyawa. Bagi mereka nyawa itu apa..? Sesuatu yang tidak bisa diterangkan. Mereka anggap tidak ada. Memberikan analogi analogi dalam berlogika, pembicaraan malah melebar kemana mana. Ujung ujungnya saling ledek. Lucu…! Disodori hukum kekekalan, dijawab “itu konsep pak bukan bukti “. Diskusi jadi rame dan meriah.

Ketika disodori pertanyaan ” anda percaya dengan kekekalan energi ? “. jawabnya ” jadi Tuhan = energi ? “. Ha..ha..ha…mumet nggak kalian. Hebatkan daya pikir mereka ?. Ketika ada yang nyeletuk ” pake teori kausalitas Al ghazali”. Si Ateis nyeletuk ” Hahahhaa gojaaliii… Eh gara2 gojali tuh ilmu pengetahuan jaman islam mandeg..”. Bukan main…! Tahu nggak…? Diskusi beranjak membahas Al Ghazali. Membahas pemikiran Al Ghazali. Suasana bertambah rame.

Dari sini sangat jelas orang Ateis tidak percaya akan keimanan. Sedang keimanan tidak bisa dijelaskan begitu saja dengan logika. Akan ada banyak pertanyaan dari orang Ateis jika kita menjawabnya.

Sebagai manusia saya sangat bersukur dengan pilihan saya. Tapi juga sangat bersukur Tuhan menciptakan orang macam Ateis. Setidaknya kita punya sparing partner untuk asah otak. Perbedaan memang telah dibuat oleh yang kuasa. Agar manusia saling mempelajari satu sama lain ( ada dalam ayat di Alqur’an ).

Umat beragama, anda harus berjiwa besar menghadapai orang orang cerdas itu ( ATEIS ). Sebab Tuhan memang menciptakannya begitu, agar kita yang beragama dapat makna dan hikma apa yang ada didunia ini. Orang ber-ilmu memang cenderung ATEIS, bahkan kemungkinan bisa jadi ATEIS. Orang ber-agama tanpa ilmu biasanya akan menjadi orang yang kejam ( karena hanya menggunakan nafsunya ), dan kemungkinan jadi makanan dan mainan orang berilmu. Kasihan ya….

oleh. Didik Suwitohadi.
13-12-2012
Iklan
 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: