RSS

Bicara tentang Tuhan dengan si Ateis.

19 Jan

Awalnya dari posting di forum Ateis Indonesia, yang dilakukan oleh Agni Mahatma : Nggak ngerti kalau aku. . .mana yg lebih dulu menghina. . .karena aku secara tak sengaja menemukan page ini belum ada seminggu. . .tapi page ini sepertinya sama2 saling merasa paling benar. .tanpa melihat kebaikan dari lainnya…terjadilah saling hina. . .andai terjadi didunia nyata mungkin bisa adu otot. . .”

Kemudian aku menimpalinya dengan posting ku ;

“ Nggak juga…? Ateis kan orang cerdas, nggak mungkin adu otot. Paling paling dia ajukan argumen, bahwa Tuhan itu nggak ada, jadi nggak usah ribut. Terus pergi begitu aja. Sebenarnya Darwin nggak ateis. Sebelum mengumumkan hasil penemuannya tentang teori evolusi, dia sebenarnya ragu, karena dia sadar ini akan menjadi masalah besar. Yang sesungguhnya Darwin bukan ateis, menurut saya. Teori evolusi adalah temuannya saat digalapagos. Ini teori ilmiah, bukan keyakinan.
Jadi kalau Ateis belum mau mengakui semua yang ada adalah karena Tuhan, dia masih dalam pencarian. Hidupnya bimbang dan selalu galau. Pencariannya belum ketemu.”

Seorang  penganut Ateis rupanya memperhatikan posting yang aku lakukan. Dia (Megallica Metadeth  )  memberikan respon sbb :  “  kok bisa bisanya ente yg belum melakukan pencarian, tapi udah bisa narik kesimpulan kalo semua ini adalah karena tuhan ? langsung lompat tanpa proses apapun, gitu ya ? “

Aku katakan, bahwa aku yakin tentang semua itu. Mereka ngotot minta pembuktian atas keyakinanku. Jawabanku, keyakinanku sama kuatnya dengan Ateis yang nggak percaya dengan adanya Tuhan. Yang satu menjawab ( Agus Permana ) ; “ beli kucing dalam karung “. Yang lain menjawab  “ lha kalo tidak / belum terbukti ada indikasi yg menandakan tuhan itu ada, kenapa musti yakin tuhan itu ada? “. Pernyataan Ateis satu lagi ( Megallica Metadeth ) “ Ateis itu bukan percaya tuhan itu gak ada, jek.. tapi tidak percaya tuhan itu ada… kedua hal itu beda “.

Kalimat ini membingungkan saya. Menurut saya, pernyataan itu sama saja, menyatakan bahwa tidak percaya adanya Tuhan.

Saat kulempar pertanyaan, “ Bedanya dimana ? “.

Ini jawabannya (Megallica Metadeth ) “ Bedanya, karena sejauh mansia yang bisa eksplor tentang bagaimana alam semesta bisa terjadi, mengapa ada mahluk hidup, dan bagaimana probabilitas-probabilitas dalam hidup itu terjadi, gak terdapat indikasi adanya tuhan yang dibilang orang teis sebagai pencipta pencipta ini-itu, pembuat takdir ini-itu. Jadi ya kita kita ngelihatnya karena gak ada pengaruh tuhan dengan klaim klaim sifatnya dikehidupan nyata. Jadi ya kita kagak percaya tuhan

Tapi kalo ente yg percaya tuhan ada dan klaim sifat-sifatnya itu memang terbukti (maha pencipta, pendengar, pembuat takdir, dsbnya), ya entelah yg berikan bukti ke kita-kita yg gak percaya. Udah ngerti?“.

Cerdas bukan pernyataan mereka ?!. Mereka memang berotak brilian, yang tidak menyerah begitu saja dengan keadaan dan apa yang orang katakan ( Ini harus di tiru oleh umat beragama. Jangan hanya menggunakan keimanan, tapi pergunakan otak yang diberikan Tuhan pada kita, agar kita tidak muda disesatkan orang yang mengaku tahu banyak tentang agama ). Segalanya minta bukti nyata. Tuhan memang maha segalanya. Bahkan mahluk yang tidak mempercayainya juga diberi kelebihan otak yang luar biasa.

Maka, inilah jawaban untuk si Ateis “ Kan sudah..! kamu bisa bicara begini karena siapa ? Karena Tuhan kasih otak sama kamu, untuk berpikir. Kenapa semua itu terjadi. Cari tahu….Supaya manusia itu pintar. Kan kamu sudah pintar. Bisa cari tahu dunia seperti apa…? Cari tahu terus… sampai kamu puas dengan pencarian kamu. Pada saat nya, akan ketemu pada satu titik yang tak bisa diungkap jati dirinya. Kita sebut Tuhan.. ngertiii….”.

Ateis lainya nyeletuk  (adminnya, Ateis Indonesia ) “  Karena Tuhan…? lol..elu tuhannya ?”. Pernyataan mulai tidak jelas arahnya. Maka jawaban saya adalah sbb ;

Ya…, aku bisa jadi Tuhan dengan apa yang saya buat. Tapi aku punya Tuhan yang bisa membuat saya bisa membuat apa yang sedang saya buat. Saling terkait.”.

Tahu nggak..?  mereka tidak bisa terima penjelasan saya. Keterkaitan hubungan perbuatan manusia dengan ketentuan Tuhan tidak diakuinya.

Satu lagi pernyataan yang menarik dari penganut Ateis (Megallica Metadeth));  “ Aye bisa berbicara karena aye punya pita suara dan punya otak yg mengatur apa yg aye mau bicarakan. Kenapa aye punya otak? karena aye merupakan mahluk hidup dengan kingdom animalia spesies manusia. Kenapa aye manusia? karena aye dilahirkan dari ibu aye yg manusia juga. Kenapa aye dilahirkan ibu aye? karena ibu aye berhubungan intim dengan bapak aye yg manusia juga.  Jadi salah satu sel sperma bapak aye membuahi sel telur ibu aye. tuhannya dimane ya jek? “.

Luar biasa cara berpikir mereka. Terstruktur dan sangat runut. Masuk akal.

Saya melempar jawaban yang sederhana ; “ Terus kalau sel telur di buahi sperma bapak mu..? yang ngasih gerak sperma  hidup siapa…? “.

Dari sini aksi ngeles yang biasa mereka lakukan saat mereka buntu jawaban mulai dilakukan.

Dik, pertanyaan ente aja udah ngawur.. yg ngasih gerak sperma hidup siapa?. Dari cara ente nanya aja udah ada tendensius kepada suatu personal. Ente bisa bertanya lebih tepat dengan kalimat ; ‘apa yg membuat sperma bisa bergerak dalam rahim menuju sel telur?’ nah pertanyaan kek gitu khan logis. btw ane musti cabut makan dulu, entar admin yg jago biologi nyamperin kemari utk jelasin. Ciao “.

Tapi sebelum melarikan diri, dia masih sempat memberikan lagi tuduhannya pada saya ; “ Belum apa-apa, ente udah  “siapa? siapa?” aja diiik, dik hehe.. ente gak jujur namanya “.

Saya jadi bingung, dimana ke tidak jujuran saya ?.

Saya katakan padanya ; ” Aku jujur kok…Dimana nggak jujurnya..? Saya percaya,  saya ada yang menciptakan melalui Bapak Ibuku. Prosesnya seperti yang kamu ceritakan tadi “.

Nah disini mereka mulai bosan. Yang satu nyeletuk (Agus Permana ) “  ya udah, sekarang tuhannya manaaaaaa???? “.

Jawaban saya ; “ Kan sudah dikatakan, bahwa manusia tidak bisa menjangkau sampai kesana. Satu dzat yang nggak mungkin dijangkau oleh kita. Kita namakan Tuhan. Hanya orang yang mau menyadari kondisi itu yang tahu, bahwa Tuhan itu ada. Dimana…? Aku belum ketemu.”.

Saya mulai memngantuk, sudah larut. Tapi si Ateis masih mengejar ( Agus Permana ) ; “ Tidak bisa menjangkau, tinggalnya entah dimana tapi bisa menggerakan sperma??? maksudnya tuhan nyenggol-nyenggol sperma supaya gerak gitu ya??? hihi…..”.

Pertanyaan mulai konyol. ; “ Yaaa…itu sih pemahaman Ateis. Gimanapun Tuhan sudah mengatur semua itu. Dengan apa…?  Ini yang sampai sekarang orang mencari tahu. Seperti pada saat orang tidak tahu kalau bumi ini bulat. Orang mencari tahu. Terus tahu. Terus cari lagi ..begitu seterusnya. “.

Sampai disini, saya biarkan teman lainnya yang sepikiran dengan saya memberikan penjelasan. Saya sudah ingin tidur.

Tuhan memang maha segalanya. Maha adil dan maha maha lainnya. Orang yang berpikiran seperti itu ( Ateis ), diberikan otak untuk mencari apa yang dia ingin cari. Tuhan tidak membatasinya, dan tidak tersinggung atas keraguan ataupun ketidak mauan mengakui keberadaanNya.

Pertanyaan yang sering saya pikirkan. Kenapa manusia membunuh manusia lainnya hanya karena tidak sepaham, hanya karena ada manusia yang menghujat Tuhan…? Sedang Tuhan sendiri membiarkannya…? Manusia kadang melebihi apa yang seharusnya dilakukan.

Pikiran tidak bisa begitu saja dirubah, sebab hal itu adalah merupakan keyakinan juga. Justru hikma baiknya harus dicari dan diambil, membuat semakin yakin dengan apa yang kita yakini.

Maha besar Tuhan dengan segala kebesarannya.

Oleh. Didik Suwitohadi
19-01-2012
Iklan
 
 

Tag: ,

4 responses to “Bicara tentang Tuhan dengan si Ateis.

  1. ade hanafi

    25 April 2012 at 04:13

    nice posting…
    bila semua orang beragama seperti anda, dunia ini akan terasa lebih indah…

     
    • Didik Suwitohadi

      25 April 2012 at 04:53

      Thanks. Seharusnya semua orang beranggapan agama adalah pribadi masing masing. Tapi itulah uniknya Tuhan. Dia memberikan semua yang ada supaya manusia memikirkan sendiri dan memilihnya, sekaligus sebagai contoh nyata.

       
  2. modol

    22 November 2013 at 17:02

    Tuhan ada / tidak ??? saya tidak tahu

     
    • Didik Suwitohadi

      27 November 2013 at 05:36

      secara WUJUD kita memang tidak tahu, tapi KEBRADAAN kita tahu, ada….. menurut saya.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: