RSS

Anggota perusahaan tidak produktif

30 Jan

Ada seorang teman bercerita kepada saya, tentang seorang koleganya yang sama sama kerja di satu perusahaan. Kebetulan mereka menjabat jabatan yang sama tapi beda tanggung jawab. Sebagai pimpinan Engineering produksi.

Yang membuat dia tak habis pikir, orang ini sering datang terlambat. Sering minta ijin. Apalagi kalau pas hari libur besar seperti hari raya idul fitri, dia pasti akan minta ijin lebih awal untuk pulang kampung. Biasanya libur kurang satu hari atau dua hari dia sudah tidak ada ditempat kerjanya. Usut punya usut ternyata dia sudah ijin pulang kampung duluan. Alasan ijinnya macam macam.

Dan sehari harinya ditempat kerja, dia hampir tidak pernah keluar dari ruang kantornya untuk melihat kondisi anak buah atau kondisi mesin produksi yang menjadi tanggungjawabnya. Begitu datang di ruangannya, ya sudah duduk aja disana. Padahal di ruangannya juga tidak ada apa apanya. Komputer saja tidak ada. Dia dianggap sebagai orang yang ahli dalam menangani mesin produksi. Tapi sepanjang yang teman saya lihat, permasalahn mesin sebenarnya lebih banyak di selesaikan oleh orang lain, atau anak buahnya. Sedang dia datang ketika saat mesin sudah beres.

Payahnya lagi, kalau pihak produksi mendatanginya, menanyakan tentang mesin yang tidak bisa beroperasi dengan baik, bukannya dia langsung turun melihat kondisi mesin, tapi malah bercerita bagaimana mesin itu bisa rusak, dan kenapa bisa rusak. Kalau diberitahu permasalahannya, dia tidak terima, dia selalu berdalih dan mengajak adu argument. Jadinya, bukan membahas permasalahan mesin dalam kondisi yang tidak baik pada saat itu, tapi malah adu mulut yang tidak jelas arahnya. Akhirnya si bagian produksi jadi sebal, dan jarang melakukan komunikasi dengannya, kalau tidak perlu benar. Karena bukan bantuan yang dia terima tapi ceramah dan menyalahkan.

Kalau ditanya perencanaannya atas mesin mesin yang jadi tanggung jawabnya, jawabnya : ” Ya apa yang harus direncanakan wong mesinnya jalan biasa saja. Nanti kalau rusak ya..diperbaiki “. Itulah jawabannya setiap kali ditanya.

Karena dia tidak bergerak secara fisik, tidak berpikir juga, baru berpikir kalau sudah ada masalah, itupun cuma sebagian, yang sebagian sudah di selesaikan orang lain. Bahkan kadang memang tidak berpikir sama sekali. Makan makanan yang lumayan enak, sedang tubuh tidak mengeluarkan energi, akhirnya sari makanan itu menumpuk menjadi masalah dalam tubuhnya. Orang ini mulai terkena diabetes, kolesterol, asam urat, darah tinggi dan sejenisnya.

Apa jawabnya kalau di-ingatkan oleh rekan kerjanya, tentang penyakitnya itu dan tentang biayanya yang tentu saja tinggi.
Loh.. sayakan bekerja untuk perusahaan kalau sakit… ya sewajarnya jadi tanggungan perusahaan..”.

Jawaban tersebut sepintas memang tidak salah. Tapi coba kita periksa kinerja dia selama ini. Kalau seperti yang disampaikan teman saya tadi, seperti yang tertulis diatas, jelas orang ini kinerjanya “ JELEK”. Ditambah tabiatnya juga “JELEK”. Rasa tanggung jawabnya juga “JELEK”. Rasa ingin menyelesaikan masalah juga “JELEK”. Apalagi kalau dinilai dari segi perencanaan pasti “SANGAT JELEK”.

Perusahaan manapun, kalau semua karyawannya seperti yang diceritakan teman saya tadi, pasti beban biaya kesehatannya sangat tinggi, bengkak tidak karuan. Akhirnya Perusahaan akan membatasi biaya kesehatan. Imbasnya akan menyusahkan karyawan lainnya yang benar benar baik dan merupakan asset perusahaan. Saat dia butuh biaya karena sakit, biaya itu terbatas. Sedang uang tabungannya juga terbatas. Menderitalah dia. Gara gara perilaku sebagian dari karyawan seperti yang diceritakan teman saya tadi. Perilaku yang sangat merugikan sesama karyawan. Perusahaan seharusnya membuka mata tentang hal ini.

Nah kalau sudah begitu, si karyawan yang baik tadi akan merasa tidak dihargai jerih payahnya selama ini, yang ikut membesarkan perusahaan. Rasa hormat pada pimpinan akan segera turun. Jangan lagi pimpinan perusahaan mengharapkan rasa hormat dari karyawannya. Inilah cikal bakal bom waktu yang setiap saat meletus tanpa diduga.

Perusahaan harus bijak menyikapi hal semacam ini, jangan main pukul rata saja. Kalau memang punya karyawan yang sakit sakitan dan memang tidak produktif, apalagi tabiatnya jelek. Harus segera mengambil kebijakan tersendiri pada karyawan tersebut. Dan jika karyawan tersebut memang seorang yang ahli dalam bidangnya, dan sudah begitu banyak yang dia lakukan untuk perusahaan dimana dia bekerja. Saya yakin orang semacam ini tidak akan merugikan perusahaan, bahkan sangat menguntungkan. Yang seperti ini harus diberikan perhatian lebih.

Perusahaan harus segera tanggap dan memberikan promosi, terhadap seorang karyawan yang pintar, berprestasi dan tidak mudah mengeluh, segala persoalan bisa dia atasi dengan baik, mampu memberikan solusi. Jangan biarkan dia meminta. Biasanya orang seperti ini pantang baginya untuk meminta, malu untuk meminta. Orang orang yang mempunyai kapabilitas baik mempunyai harga diri yang baik juga. Dia bukan tipe orang pencari jabatan dan mata duitan semata.

Saran saya, bagi karyawan yang mempunyai kemampuan lebih, dan tidak seperti karyawan yang diceritakan teman saya tadi, sedang anda diperlakukan sama dengan karyawan yang merugikan tadi, segeralah anda mengambil keputusan untuk keluar dari perusahaan itu. Anda sangat dibutuhkan di perusahaan lain. Bahkan bisa jadi anda sangat dihargai di perusahaan lain. Percayalah, dengan kemampuan dan kepribadian anda yang baik, anda akan mendapat sesuatu pernghargaan jauh lebih baik, dan lebih lagi.

Tapi yang aneh, perusahaan di Indonesia ini, yang ramai dan yang gemar menuntut, merekalah biasanya yang jadi pemimpin. Anomali yang sulit dimengerti. Orang lain mencari orang berprestasi dan dihargai. Perusahaan di Indonesia, yang banyak tingkah yang dipromosikan, alasannya supaya diam !. Aneh tapi nyata.

Oleh. Didik Suwitohadi.
27-12-2012.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Januari 2012 in Manajemen

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: