RSS

Antara Hindu dan Islam.

08 Mar

Mungkin tidak seorangpun yang pernah membayangkannya, tidak juga saya sendiri. Hal ini saya dapatkan dalam sebuah ceramah dari Dr. Zakir Naik, seorang ulama perbandingan agama kelas dunia yang berasal dari India. Seorang ulama yang terkenal dan sangat brilian.

Dimana dalam setiap ceramah ataupun diskusi / debat ilmiah tentang agama, dia selalau dapat menyebutkan dalil dalil yang tepat untuk setiap pemasalahan yang merujuk pada kitab kitab suci agama, Islam, Yahudi, Kristen dan Hindu. Dimana semuanya dia menyebutkan secara hapal diluar kepala. Dan dilakukan dihadapan masing masing umat agama – agama tersebut, termasuk ulama ulama dan pendeta pendetanya.

Hal itu tak mungkin berani ia lakukan, kalau memang tidak mempunyai kemampuan untuk memahami dan menghafal masing masing kitab suci tersebut ( meskipun mungkin untuk kitab kitab selain Al Qur’an, tidak 100% hafal ). Itupun mungkin masih ada kitab – kitab lain lagi yang juga ia paham dan hafal isinya. Misalnya kitab-kitab agama Budha, yang hal ini belum saya ketahui, karena belum pernah melihat ceramahnya, atau debat ilmiah religinya yang berhubungan dengan agama Budha. Kalau yang behubungan dengan agama Islam, Kristen, Yahudi dan Hindu, saya sudah melihatnya sendiri.

Ada satu hal yang menjadi dasar apabila kita ingin mengetahui ajaran dari suatu agama dengan lebih baik, yaitu dari kitab suci-nya. Ya benar, kitab suci-nya!. Hal ini juga membuat saya teringat saat SD, dulu pernah diajarkan, bahwa sarat sebuah ajaran / kepercayaan dipandang sebagai sebuah agama adalah adanya kitab suci. Tanpa itu, tidak layak sebuah ajaran / kepercayaan dipandang sebagai sebuah agama. Orang dapat mengajarkan agamanya, mengajarkan ini dan itu, bahwa mereka harus mempercayai dan melakukan ini dan itu, tapi jika semua itu ternyata berbeda atau bertentangan dengan apa yang disebutkan dalam kitab sucinya, maka yang dipercayai atau dijalankan itu, mungkin saja tidak ada gunanya. Karena dalam agama apapun selalu ada ( baik sedikit ataupun banyak ) pengaruh kebudayaan atau bahkan pemikiran ajaran yang dianggap orang menjadi bagian dari ajaran agama tersebut, tapi ternyata bukan seperti itu yang diajarkan dalam kitab sucinya. Kita akan menemui hal hal yang sangat menarik, yang mungkin sangat berbeda dari pemahaman kita semula tentang suatu agama. Seperti yang sudah dilakukan amat baik oleh ulama-ulama besar perbandingan agama, seperti Ahmed Deebat, dan Zakir Naik. Seperti topik utama yang akan kita bahas dalam tulisan ini.

Definisi Agama Hindu.

Agama Hindu adalah sebuah agama yang berasal dari daratan India, kemudian menyebar keseluruh dunia, Sesungguhnya kata Hindu memiliki definisi geografis, orang atau keadaan orang yang menghuni di sekitar sungai Sindu. Menurut ahli sejarah, kata Hindu pertama kali dipergunakan oleh orang Persia, ketika pertama datang ke India, melalui jalan sebelah barat laut Himalaya. Menurut Encyclopedia of Religion and Ethics vol.6 ref 699, kata Hindu, tidak ada disebutkan dalam setiap literature India, bahkan dalam kitab sucinya sendiri sebelum orang Muslim datang ke India.

Menurut Jawaharlal Nehru, dalam bukunya : Discovery of India, page 74-75, kata Hindu pertama kali digunakan pada abad ke 8, pada masa Persia, dan tak pernah digunakan untuk menerangkan pengikut agama tertentu, tapi untuk menunjukan suatu komunitas masyarakat. Dan kata Hindu pertama kali digunakan oleh orang Inggris, untuk menunjukan kepercayaan sebagian besar orang India.

Menurut Encyclopedia Britanica vol.20 ref. 581 : kata Hindu pertama kali digunakan oleh penulis Inggris pada tahun 1830 untuk keadaan dan kepercayaan orang India. Dan karena berasal dari orang Inggris, maka kata itu sekarang menjadi bahasa Inggris. Sebenarnya orang Hindu terpelajar keberatan terhadap penggunaan kata itu, karena menurut mereka, itu salah kaprah. Seharusnya nama agama Hindu adalah : Sanata Dharma ( agama yang abadi ), Vedic Dharma ( agama Weda ), atau Vendatist ( pengikut Weda ). Hal ini karena kata Sanata Dharma, Vedic atau Vedantist, memang ada tersebut dalam kitab kitab suci Hindu. Apalagi saat ini agama Hindu sudah menyebar keseluruh dunia. Bukan hanya menjadi kepercayaan yang dianut oleh Orang India saja.

Definisi Islam.

Islam berasal dari kata bahasa Arab “ salam “, yang artinya “ damai “, atau kata “ salim “ yang artinya “ penyerahan diri pada Tuhan “. Jadi Islam berarti “ kedamaian yang didapat karena penyerahan diri pada Tuhan “. Dan semua yang menyerahkan diri pada Tuhan disebut “ muslim “.

Kata Islam banyak terdapat didalam Al Qur’an dan hadits Nabi, seperti di QS Al Baqarah ( 2 ), 208. Sedangkan kata Muslim banyak terdapat dalam Al Qur’an dan hadits Nabi, seperti pada QS Ali Imran ( 2 ), 64.

Sebenarnya, menurut kepercayaan agama Islam sendiri, adalah salah kalau mengatakan Islam adalah sebuah agama yang didirikan atau diciptakan oleh Nabi Muhammad. Islam sudah ada sejak dahulu kala, sejak manusia pertama ada di bumi ini. Nabi Muhammad bukanlah pendiri Islam, melainkan penutup para Nabi. Jadi, sebelum Nabi Muhammad, telah ada banyak para Nabi yang lain, yang juga mengemban amanat Tuhan untuk menyebarkan agama dari Tuhan.

Konsep Agama Hindu.

Menurut orang Hindu awam, Tuhan bisa ada 1, 10, 100, 1000 atau mungkin sejuta. Tapi kalangan Hindu yang terpelajar ( umat Hindu yang mempelajari kitab suci dan sejarah Hindu ) akan mengatakan, bahwa ajaran Hindu hanya percaya pada satu Tuhan ( Monotheisme / Tauhid ).

Kebanyakan umat Hindu menganut paham Phanteism, Fantaisme ( Pancaran ), yaitu “ Everything is GOD ( semua adalah Tuhan ) “. Matahari, Bulan, Bintang, bahkan ularpun dianggap Tuhan. Sedang umat Islam menganut paham “ Everything is GOD’s ( semua milik Tuhan ) “.Pohon, Manusia, Bumi, Bintang, Bulan dll, semua adalah milik Tuhan. Dalam Hindu -> GOD, dalam Islam ->GOD’s, perbedaannya hanya pada “ S “. Maka jika umat Hindu dan Islam sepakat pada “ S “ ini, maka mereka akan bersatu.

Kitab Suci Hindu.

Kitab Hindu terbagi dalam 2 katagori besar, yaitu : Sruti dan Smriti. Sruti ; “ Sesuatu yang diturunkan, yang didengar, yang dirasakan, dan yang dipahami “. Inilah yang diakui oleh cendekiawan Hindu, sebagai wahyu Tuhan, dan derajatnya lebih tinggi dari kitab kitab lain. Sruti terbagi 2, yaitu Weda ( Veda ) dan Upanishad. Veda, diambil dari kata sansekerta “ Ved “, yang artinya “ pengetahuan “. Jadi Weda artinya “ pengetahuan yang sangat mulia “.

Veda dibagi menjadi :

  1. Rigveda -> inti weda.
  2. Yajurweda -> tentang mantra,
  3. samaveda -> tentang melodi.
  4. Atharva veda -> formula magis.

Veda, dianggap paling dijamin keasliannya dan paling dikeramatkan, serta dianggap bernilai wahyu dari Tuhan. Usia yang pasti dari kitab kitab ini tidak ada yang tahu. Ada bermacam macam pendapat. Dari yang bilang 1310 juta tahun, sampai ada juga yang mengatakan hanya sekitar 400 tahun saja. Siapa yang menulis, diturunkan pada siapa, kapan pertama kali diturunkan, tidak ada yang tahu.

Kitab “ kelas dua “ setelah Sriti adalah Smriti. Smriti artinya ingatan “ sm “ berarti mengingat. Cendekiawan Hindu mengatakan, kitab ini bukan dari Tuhan, tapi buatan manusia sebagai petunjuk hidup se hari hari. Ada juga kitab itihas-epik. Ada 2 epik besar, yaitu Ramayana dan Mahabarata, yang mengisahkan tentang peperangan.

Ayat ayat tentang Tuhan dalam kitab Hindu.

Dalam kitab Upanishad :

  1. Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec. 2 V. 1, menyatakan, bahwa Tuhan hanya ada satu.
  2. Shvestahatara Upanishad Ch. 6 V. 9 menyatakan, bahwa Tuhan tidak punya Ibu dan Bapak. Dia tidak punya tuan dan pelindung.
  3. Shvetashatara Upanishad Ch. 4 V. 19 menyatakan, bahwa Tuhan itu tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia. Tidak bisa dilihat. Tidak ada orang yang mampu melihat dengan mata..

Dalam kitab Hindu yang paling sering dibaca orang, yaitu Bhagavad Gita :

  1. Bhagavat Gita Ch. 10V.3 menyatakan, bahwa Dia tidak dilahirkan, tak ada permulaan, Tuhan seru sekalian alam.

Dalam kitab utama Hindu, Veda ( WEDA ) :

  1. Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan, bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan. Dia tak pernah dilahirkan. Dia yang berhak disembah.
  2. Yajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan, bahwa Tuhan tidak terbentuk dan Dia suci.
  3. Yajurveda Ch. 40 V. 9 menyatakan, bahwa “Andhatma pravishanti” artinya memasuki, “assambhuti” artinya benda / alam, seperti api, air dan udara. Maksudnya, mereka yang menyembah benda / alam seperti api, air, udara, telah masuk ke dalam kegelapan.
  4. Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan, bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar. Pada Rigveda dianggap paling suci.
  5. Rigveda Bk. 1 Hymn 64. V. 46 dinyatakan, Tuhan itu maha Esa. Panggilah Dia dengan berbagai nama. Di Islam juga ada 99 nama untuk Tuhan yang satu.
  6. Rigveda Bk. 10 Hymn 114 V. 5 menyatakan, Tuhan itu satu, tapi Dia disebut dengan nama yang ber macam macam.
  7. Rigveda Bk. 2 Hymn 1 menyatakan, bahwa ada 33 nama yang ditujukan pada Tuhan, diantaranya ; Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3, disebut Brahama ( pencipta ), bahasa arabnya “ Choliq “. Umat Muslim tidak keberata kalau Allah dipanggil dengan “ Khalik “ atau “ Creator “, atau Brahama. Tapi kalau orang menyebutkan Brahama itu adalah Tuhan yang berkepala 4 dengan mahkota, umat Islam sangat tidak setuju.
  8. Shvetashvatara Upanishad Ch. 4 V. 19 menyatakan, tidak ada satu mahlukpun yang menyerupai Tuhan.
  9. Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3, Vishnu ( Wishnu ), artinya Sustainer ( pemelihara alam ), yang memberi rejeki. Bahasa arabnya adalah “ Rabb “. Orang muslim tidak keberatan Allah disebut “ Rabb “, Vishnu, Sustainer, Cheriser. Yang jadi masalah adalah, Vishnu adalah Tuhan yang punya 4 tangan, tiap tangan memegang cakra. Tangan kirinya memegang rumah kerang, menaiki se ekor burung garuda sambil bersandar pada gulungan ular. Umat Muslim tidak bisa menerima itu.
  10. Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan, bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan.
  11. Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebutkan “ kami tidak menyembah kecuali Tuhan yang satu
  12. Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6 menyebutkan “ sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya

Dalam Brahama sutra disebutkan “ Hanya satu Tuhan, tidak ada yang ke dua. Tuhan tidak berbilang sama sekali “.

Konsep Tuhan menurut Islam.

Jawaban terbaik umat Islam tentang konsep Tuhan adalah apa yang terdapat pada QS Al Ikhlas ( 112 ) 1-4.

Ayat 1 ; Katakanlah “ Dia Allah yang maha Esa “.
Ayat 2 ; Allah tempat meminta segala sesuatu.
Ayat 3 ; Dia tak beranak dan tiada pula di peranakan.
Ayat 4 ; dan tak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.

Ternyata ayat ayat dalam kitab Hindu yan g disebut diatas tadi mempunyai kecocokan dengan apa yang tertulis dalam surat Al ikhlas. Seperti sbb ;

  • QS. Al-Ikhlas (112) : 1 = Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec. 2 V. 1 “ Tuhan hanya satu “.
  • QS. Al-Ikhlas (112) : 2 = Bhagavat Gita Ch. 10 V. 3 “ Dia adalah Tuhan semesta alam “.
  • QS. Al-Ikhlas (112) : 3 = Shvetashatara Upanishad Ch. 6 V. 9 “ Tuhan tidak punya Bapak dan Ibu “.
  • QS. Al-Ikhlas (112) : 4 = Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 dan Yajurveda Ch. 32 V. 3 “ tidak ada yang menyerupai Tuhan “.

Ayat ayat dalam QS Al Ikhlas dalam Al Qur’an dan ayat ayat dalam kitab kitab Hindu tadi, adalah merupakan batu ujian terhadap keimanan kita. Jika ada yang mengatakan, bahwa dia, atau sesuatu itu Tuhan, masukan pada Ayat ayat Al Qur’an dan kitab kitab Hindu tadi. Bila lulus, maka dia atau sesuatu itu benar adalah Tuhan. Tapi kalau gagal, maka dia atau sesuatu itu bukanlah Tuhan.

Sebagai contoh. Ada “ sebagian “ umat Hindu yang menyatakan bahwa Bhagwan Rajneesh adalah Tuhan. Dalam kitab suci Hindu memang tidak ada satupun yang menyatakan dia adalah Tuhan, tapi ada orang orang yang menyatakan dia sebagai Tuhan.

Untuk mengetahui seseorang atau sesuatu itu Tuhan, masukan dalam ayat ayat tadi, kalau lulus, dia benar benar Tuhan. Kalau tidak berarti di “ Tuhan palsu “.

Al Ikhlas ayat 1; dia unik atau hanya satu-satunya ? Tidak !. Masih banyak orang lain yang mengaku sebagai Tuhan. Banyak orang juga menjalani kehidupan seperti dia, makan, minum, tidur, berbicara dll.

Al Ikhlas ayat 2 ; dia mutlak dan abadi ? Tidak !. Dia penderita asma, penyakit gula,, dan nyeri punggung kronis. Tuhan penyakitan ?. Dan pada akhirnya dia juga mati seperti manusia lainnya. Tuhan mati ?

Al Ikhlas ayat 3 ; dia tidak dilahirkan dan tidak punya ayah ibu ? Dia lahir di India dan punya ayah ibu. Tahun 1981 dia pergi ke Amerika dan melakukan ribuan kunjungan di Amerika, kemudian membangun sebuah kota di Oregon, yang bernama Rajneesh Furm. Tapi kemuidan dia di tangkap di Amerika, dan pemerintah Amerika menaruhnya di Furmbash. Dan dia mengakui sebagai Tuhan di Amerika. Dan orang mengaku Tuhan itu minta rokok ketika di penjara. Tuhan di penjara ?. Tuhan minta rokok ?.
Setelah dia kembali ke India, di kota Puna, dia kembali membuat markas, yang dikenal sebagai masyarakat Osho. Disana ada sebuah prasasti bertuliskan ‘ Rajneesh tidak pernah lahir dan tidak pernah mati, pernah singgah di planet bumi pada tanggl 11 desember 1990 sampai dengan 19 januari 1991 “. Tapi mungkin mereka lupa mencantumkan kalau ia pernah tidak diijinkan masuk ke 21 negara, karena tidak punya visa. Tuhan yang menciptakan dunia, harus mengemis visa, untuk masuk ke Negara Negara yang terdapat di bumi, yang telah diciptakan Nya ?

Al Ikhlas ayat 4 ; tidak ada mahluk yang menyerupai Tuhan. Jadi apapun dan siapapun di jagat raya ini yang dibandingkan dengan Tuhan, maka dia bukanlah Tuhan. Rajneesh adalah manusia yang sama dengan manusia lain. Mahluk apapun di alam semesta ini tidak ada yang akan lolos dari ayat ini untuk dapat dinyatakan sebagai Tuhan.

Orang Islam memanggil Tuhannya dengan nama “ Allah “. Sekalipun kata “ Allah “ secara umum bisa diartikan sebagai Tuhan, tapi nama ini adalah nama yang unik. Benar benar menyatakan ke esa an Tuhan, tidak bisa seperti kata “ God ‘, dalam bahasa inggris yang bisa jadi Gods, Godes, God father, god mother dan lain lain. Yang tidak dapat digunakan untuk menyatakan ke esa an Tuhan. Bahkan kalau dalam bahasa Indonesia kita mengenal dua kata yang berbeda untuk “ Tuhan “ dan “ Dewa “. Maka God dalam bahasa Inggris tidak bisa membedakannya. Misalnya kata “ God of Gambler “, bukan diartikan sebagai tuhannya penjudi, tapi diartikan sebagai Dewa judi.

Konsep kehidupan dan kematian dalam Hindu.

Umumnya umat Hindu percaya apa yang dinamakan “ Samsara “, yaitu perputaran kelahiran dan kematian ber ulang kali, yang dikenal dengan “ reinkarnasi “. Yaitu orang yang sudah mati, rohnya akan berpindah pada sosok lain, yang akan lahir kembali ke dunia. Bila amalannya baik, maka ia akan terlahir kembali dengan kehidupan yang lebih baik. Tapi bila amalannya jelek, maka akan terlahir kembali dengan kehidupan yang lebih buruk, atau menjadi mahluk yang lebih rendah derajatnya. Begitulah terjadi berulang kali. Mereka megatakan konsep Samsara inilah yang dapat menjawab mengapa ada orang yang lahir cacat dan miskin. Sebab untuk apa Tuhan menciptakan orang cacat dan miskin di dunia ini ? Begitulah kepercayaan umum kebanyakan umat Hindu. Akan tetapi ternyata hal ini tidak trdapat dalam Weda. Yang disebutkan dalam Weda hanya “ Purnajanam “, atau hidup berikutnya, atau hidup lagi, tapi bukan perputaran hidup – mati. Para cendekiawan Hindu mengatakan, bahwa tidak pernah ada konsep perpindahan roh / reinkarnasi dalam Weda.

Rigveda Bk. 10 Hymn 16 V. 4 – 5 berbicara mengenai kehidupan sesudah mati, bukan perputaran hidup – mati. Dalam Weda juga terdapat konsep surga dan neraka, yang mirip dengan konsep dalam Islam. Surga digambarkan sebagai tempat yang sangat indah, banyak mengalir sungai susu, buah uahan bermacam macam, tempatnya indah dan lain lain. Neraka juga digambarkan mirip dengan konsep dalam Islam, dimana neraka digambarkan dengan gambaran api, dineraka orang orang akan mengalami penderitaan

Konsep Kehidupan dan kematian dalam Islam.

Terdapat beberapa ayat yang dapat dijadikan acuan :

  • QS Al Baqarah ( 2 0, 28, menyebutkan, bahwa manusia apada awalnya adalah “ mati “, kemudian dihidupkan oleh Allah, lalu akan mati dan dibangkitkan kembali.
  • QS Al Mulk ( 67 ), 2, menyebutkan, bahwa Allah menciptakan hidup untuk batu ujian. Hidup ini adalah ujian untuk kesuksesan di akhirat.
  • QS Ali Imran ( 3 ) 185, menyebutkan, bahwa setiap jiwa akan merasakan mati, pada hari akhir akan diperhitungkan semua amalannya. Orang orang yang selamat dari siksa api neraka dan memasuki surga, disana mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan didunia. Dinia ini hanyalah berisi permaianan dan tipuan belaka.
  • QS Al Baqarah ( 2 ) 24, isinya menjelaskan tentang neraka. Dalam konsep Islam, manusia lahir ada yang kaya, miskin, sehat, cacat, semua adalah ujian bagi manusia. Dan karena ujian yang berbeda beda itulah kehidupan bisa berlangsung.

Minuman keras dalam Hindu dan Islam.

QS Al Maidah ( 5 ) 90, menyebutkan larangan terhadap minuman keras, judi, menyembah berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Dan menyuruh menjauhi perbuatan itu, agar mendapat keberuntungan.

Dalam Hindu ternyata juga ada konsep yang serupa.

  • Minuman keras dilarang dalam kitab kitab Hindu, Manusmriti Ch. 9 V. 235, Manusmriti Ch. 11 V. 55, Rigveda Bk.8 Hymn 2 V. 12, dan banyak lagi bagian yang lain.
  • Judi dilarang dalam kitab Weda, misalnya ; Rigveda Bk. 10 Hymn 34 V.3.
  • Mengundi nasib dengan bermain dadu dilarang, misal : Rigveda Bk. 10 Hymn 34 V. 13.
  • Hal hal yang berhubungan dengan meramal adalah dosa, misal pada Manusmriti Ch. 9 V. 258.

Poligami dalam Hindu dan Islam.

Telah dikenal secara luas, bahwa di Islam terdapat kosep poligami. Masalah yang belakangan jadi isu controversial dengan pendapat pro dan kontra. Secara umum pula banyak orang ( diluar maupun didalam Islam ) telah menganggap, bahwa konsep poligami hanya ada di agama Islam. Tentang topik ini, lebih lengkap anda bisa membaca tulisan saya tentang poligami.

Di Islam konsep poligami terdapat dalam surat An Nisa ayat 3. Bagaimana dalam Hindu ? Adakah disebutkan tentang poligami ? Beberapa hal yang dapat dijadikan acuan adalah :
Vishnusutra Ch. 24 V. 1 menyebutkan kalau ayahanda Sri Rama punya 4 istri. Mahabarata Anushasana Parva Sec. 15, menyebutkan, Krisna punya 16100 istri. Jika dianalisa, orang Hindu boleh mempunyai istri berapapunia mau. Hanya pemerintah India saja yang membatasi dengan mengeluarkan UU perkawinan pada tahun 1956, bahwa orang Hindu hanya boleh mneikah dengan 1 istri, sedangkan kitab sucinya membolehkan sesukanya.

Dalam data pemerintah India, terdapat data poligami dari seluruh India, bahwa dalam kurun waktu 10 tahun dari tahun 1961 – 1971, orang muslim yang berpoligami sebanyak 4,31 % dari jumlah komunitasnya. Sedangkan orang Hindu yang ber poligami adalah 5,06 % dari jumlah komunitasnya.

Jihad dalam Hindu dan Islam.

Hindu juga punya konsep Jihad yang sama dengan Islam, yaitu berjuang / berperang melawan kebathilan. Sperti pada : Bhagavat Gita 2 : 50, ketika Krisna menyuruh Arjuna untuk ber jihad “ Berjihadlahh kamu demi memperoleh Yoga ( Syahid ), Jihad itu demi kebaikan kamu. Jihadlah ! “. Kalau di Al Qur’an terdapat kisah kisah tentang perang. Kitab Mahabarata adalah kitab yang berisi peperangan antara Pandawa dan Kurawa. Kitab setebal ribuan halaman itu, isinya hanya kisah peperangan.

Bhagavat Gita, adalah berisi nasihat Sri Krisna pada Arjuna dimedan pertempuran.
Bhagavat Gita Ch.1 V. 42-46, Arjuna berkata pada Sri Kresna kalau ia lebih baik mati tak bersenjata tanpa perang, daripada harus membunuh saudara sepupu ( Kurawa ).
Bhagavat Gita Ch.2 : 2, Kresna berkata, “ Oh Arjuna kenapa pikiran kotor itu bisa masuk ke dalam benakmu ? Kalau engkau enggan berperang, enkau tidak akan masuk surga. Kenapa engkau berkata seperti itu ? Itu bisa melemahkan hatimu “.
Bhagavat Gita Ch.2 : V.31-33, “ Hai Arjuna, kamu ini satria, kamu harus berperang. Dengan begitu engkau masuk surga, mereka tidak “.

Rukun Islam dalam Hindu.

Hadits Bukhari vol.1, kitab iman hadits no.8, menyatakan, Islam itu terdiri dari 5 tiang, Syahadat, Solat, Puasa, Zakat, Haji.

  • Syahadat, kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah ( konsep Tuhan yang esa ), dan Muhammad adalah utusan Allah. Diatas sudah dibuktikan, bahwa konsep Tuhan yang esa memang ada dalam Hindu. Dan tentang Muhammad adalah utusan Tuhan juga sudah pernah kita bahas di tulisan “ Muhammad adalah Nabi Umat Hindu ? “.
  • Solat, kegiatan utama dalam solat adalah bersujud, seperti terdapat pada QS Ali Imran ( 3 ) 43 dan QS Al Hjj ( 22 ) 77. dalam Hindu ada banyak bentuk peribadatan, salah satunya disebut “ Shastang “ yang artinya menyembah dengan 8 anggota badan. Bila kita perhatikan, sujud juga dilakukan dengan 8 anggiota badan, yaitu ; dahi, hidung, 2 telapak tangan, 2 lutut dan dua kaki. Jadi dalam Hindu juga ada konsep ber ibadah dengan bersujud seperti dalam solat.
  • Zakat, Rigveda Bk.10 Hymn 117 ayat 5, menjelaskan tentang derma.
  • Puasa, Manusmriti Ch.4 ayat 222 dan Manusmriti Ch.6 ayat 24, menyebutkan tentang puasa.
  • Haji. Rigveda Bk. 3 Hymn 29 ayat 4, menyebutkan tentang “ Ilaspad “ yang artinya adalah juga “ baitullah “. Dan juga dikatakan berada di tengah tengah dunia “ Prathivi “. Dan kita tahu letak Mekkah ada ditengah dunia pada daerah garis katulistiwa. Hal yang sama juga disebut pada Rigveda Bk. 1 Hymn 128 V.1. Jadi ternyata dalam Hindu juga terdapat konsep yang mirip dengan rukun Islam.

Kembali ke ajaran kitab suci.

Sumber referensi pada akhir ceramahnya, menyampaikan beberapa hal yang sangat menarik, tentang ajakan untuk kembali ke kitab kitab suci sebagai dasar utama ajaran agama. Karena hanya kembali ke kitab sucilah seseorang dapat menemukan esensi sebenarnya dari ajaran agamanya yang mungkin saja tidak pernah diketahuinya, karena minimnya akses ( informasi ) umat ke kitab suci. Dan selama ini hanya menerima saja apa yang diberikan oleh pemimpin agama mereka.

Masalahnya adalah, banyaknya pemuka agama yang melarang umatnya untuk membaca kitab suci, membuat terhalangnya umat untuk memahami kitab sucinya.

Islam yang tidak mengenal konsep ke pendetaan sebagai perantara antara umat dan Tuhannya dapat menjadi contoh yang bagus, dimana justru dengan tidak adanya konsep kependetaan itu membuat umat Islam mempunyai akses terhadap kitab sucinya jauh lebih besar dibandingkan umat umat agama lainnya.

Ia juga berpendapat, seperti umat Islam yang tetap menjaga bahasa arab dalam Al Qur’an, seharusnya umat Hindu juga menghidupkan lagi bahasa sansekerta sebagai alat untuk memahami kitab sucinya. Karena seperti yang sudah sering berhasil ia buktikan dalam berbagai diskusi agama, sebuah kitab suci akan lebih bisa dipahami melalui bahasa aslinya.

Ia mengatakan, jika orang Hindu memahami kitab sucinya dengan baik, mereka akan menemukan, bahwa kitab suci Hindu dan Islam sama berbicara tentang Tuhan yang satu. Mereka akan punya misi yang sama, seperti yang dikatakan Nabi Muhammad. Dan mereka akan percaya adanya kehidupan setelah mati.

Beberapa pertanyaan yang mungkin timbul dari apa yang dipaparkan diatas tadi adalah :

Kalau ternyata banyak ajaran yang sama antara Hindu dan Islam, apakah itu berarti bahwa umat Hindu juga bisa disebut Ahlul Kitab ?.

Jawaban ini mungkin bisa mewakili :
Berinteraksi dengan jiwa toleran dalam setiap bentuk aktifitas, tidak harus membuang prinsip hidup ( beragama ) yang kita yakini. Kehidupan yang toleran justru akan menguatkan prinsip hidup ( ke agamaan ) yang kita yakini. Segalanya menjadi jelas dan tegas tak kala kita meletakan sikap mengerti dan mamahami terhadap apapun yang nyata berbeda dengan prinsip yang kita yakini. Kita bebas dengan keyakinan kita, sedangkan pihak yang berbeda ( yang memusuhi sekalipun ) kita bebaskan terhadap sikap dan keyakinannya.

Dialog disertai dengan deklarasi tegas dan sikap toleran telah dicontojhkan oleh Rasulullah dalam QS. 109 : “ Wahai orang yang berbeda prinsip ( yang menentang ), aku tidak megabdi kepada apa yang menjadi pengabdianmu. Dan kamu juga tidak harus mengabdi kepada apa yang menjadi pengabdianku. Dan sekali kali aku tidak akan menjadi pengabdi pengabdianmu. Juga kamu tidak mungkin mengabdi di pengabdiaku. Agamamu untukmu, dan agamaku untuku “.

Prinsip yang dibela Rasulullah sangat jelas, dengan sentuhan deklarasi yang tegas. Sedangkan prinsip yang harus dipegang oleh mereka yang berbeda ( penentangnya ) juga dijelaskan dengan tegas. Namun diiringi dengan sikap toleran yang tinggi “ Kamu pada prinsipmu dan aku pada prinsipku. Yakni sepakat untuk berbeda

Dalam ajaran Islam jelas menyatakan, bahwa pada masa sebelum Al Qur’an dan Nabi Muhammad, sudah terdapat ajaran dan kitab kitab suci dari Tuhan. Tetapi setelah Nabi Muhammad dan Al Qur’an muncul, itulah versi terakhir dan terlengkap untuk menyempurnakan semua ajaran ajaran Tuhan yang telah diturunkan sebelumnya.

Lantas kalau agama Hindu itu memiliki banyak kesamaan dengan Islam, apakah kita setuju dengan pendapat bahwa semua agama adalah sama ?.

Beberapa hal berikut bisa menjadi pertimbangan :
Kalau semua agama sama, tidak akan ada orang yang berdakwa untuk agamanya. Bahkan semua orang tidak akan keberatan untuk berpindah agama sebulan sekali misalnya. Tapi kenyataannya tidak mudah bagi seseorang untuk berpindah agama, termasuk mereka yang sering berteriak menyatakan bahwa semua agama adalah sama. Hanya mereka yang benar benar telah menemukan alasan yang benar benar kuat secara pribadi lah yang mampu melakukannya.

Mengatakan semua agama sama adalah seperti menanyakan 2 + 2 = berapa ?. Apakah 2, 3 atau 4. Lalu ada orang yang menjawab, bahwa semuanya benar. Hal ini tentu saja tidak benar. Dari sekian banyak agama, pasti ada yang 100 % firman Tuhan. Tidak ada masalah, mana yang orang percayai, kalau ia yakin pilihannya adalah 100 % benar, karena itu adalah haknya. Tapi perbedaan itu pasti ada, cara terbaik mengetahui mana yang paling baik, paling benar, adalah dengan mengumpulkan semua kitab suci agama agama, dan mempelajarinya, kemudian memilih yang paling baik dan paling benar diantaranya. Maka kalau kita ingin mengetahui apakah semua agama memang sama, ataukah apakah semua agama memang beda, dan ingin mengetahui yang paling benar diantaranya ( dan ini merupakan hak setiap orang ), jalan satu satunya adalah mempelajari dan mendalami perbandingan agama, dengan mencari tahu sebanyak mungkin ajaran ajaran utama dari berbagai agama ( nomor 1 adalah dari kitabnya ), dan mengadakan studi komparatif ( perbandingan ) secara ilmiah terhadapnya. Karena kalau kita juga mempelajari agama agama lain untuk mencari tahu kebenaran yang merupakan hak semua orang, maka isyahallah Tuhan juga akan menunjukan pada kita.

Tulisan ini dibuat bukan untuk menggali perpecahan, tetapi justru untuk menanam kebersamaan sesuai dengan tema ceramah dari sumber referensi, yang dengan ceramahnya itu berharap agar umat kedua agama dapat melihat sebuah inti persamaan dalam agama mereka. Sehingga mereka akan lebih mudah untuk bersatu ( hal ini didasarkan pada kerapnya terjadi pertikaian antar kedua pemeluk agama tersebut di India sana ).

Tentu saja, orang boleh berbeda pendapat, asal dapat menyikapi secara baik dan dewasa. Semoga dapat berguna bagi kita semua, dalam mencari kebenaran yang hakiki.

Ceramah Dr. Zakir Abdul Karim Naik, seorang ulama perbandingan agama terkenal di India, dalam topik “ Persamaan antara Hindu dan Islam

Oleh. Dewi Sulastri
Disampaikan dalam forum : diskusi.agama@groups.facebook.com

Iklan
 
37 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Maret 2012 in Wawasan

 

Tag: , , , , , , , , ,

37 responses to “Antara Hindu dan Islam.

  1. iwayan gunamerta

    28 Oktober 2012 at 01:12

    maaf sebelumnya,saya mau bertanya, kok agama Hindu di katakan HINDU ADALAH AGAMA KAFIR,saya dapatkan d’website :
    http://websitedada1.wordpress.com/2012/02/04/nabi-muhammad-saw-adalah-nabi-bagi-ummat-hindu/

     
    • Didik Suwitohadi

      28 Oktober 2012 at 02:12

      Bung I Wayan, saya kira semua agama punya pikiran mengkafirkan agama lain ( walau tidak semua umatnya berpikiran begitu juga ). Dan jangan kawatir, tidak semua yg menganut agama Islam mempunyai pikiran sama tentang agama lain. Kemajuan berfikir manusia sudah sedemikian siknifikannya. Cara berpikir juga sudah semakin terbuka dan tercerna dengan baik. Maka, kalaupun ada yang mengatakan begitu, itu menurut saya adalah sebagian muslim saja. Tapi, kalau benar anda menyembah patung selain Tuhan… apakah namanya itu Bung I Wayan. Memang sulit menerangkan pada orang lain apa yang ada dalam hati dan pikiran kita. Yng terlihat memang hanya yang bisa dilihat, tidak sampai tahu kedalamnya. Salam sejahtera.

       
      • ngurah

        24 Februari 2015 at 14:45

        Makanya kalo gak tau jgn gampang bilang org itu kafir,,

         
  2. Angga bayu

    9 November 2012 at 12:59

    Om swastyastu

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada saudara karna tulisan anda telah memberi banyak wawasan kepada saya. Saya bukanlah orang hindu terpelajar , tapi sedikit banyaknya saya tahu . beberapa hal yang saya tanggapi dari tulisan anda yaitu :
    – dalam penulisan arti matram bhagavadgita harap yang sebenarnya dan disertai bahasa sansekertanya , karna setau saya tidak ada mantram bhagavadgita yang seperti itu
    – Hindu adalah sanatana dharma ( dharma yang kekal abadi ) yang sudah ada sejak lama , jelas saja terdapat kesamaan karna agama islam muncul sejak zaman nabi muhamad
    – veda adalah ilmu pengetahuan sangat luas dengang jumlah mantra lebih dari 10.552 , jadi jangan menarik kesimpulan begitu saja dengan mengutip salah satu mantranya .
    – samsara dan reingkarnasi terdapat dalam kepercayaan agama hindu ( ajaran panca srada )
    – dari tulisan anda , secara tidak sadar terdapat ajakan pada umat hindu untuk memeluk agama islam .

    Demikian dari saya , apabila saya salah , saya mohon maaf

    om santi.santi.santi om

     
    • Didik Suwitohadi

      10 November 2012 at 12:50

      Terimakasih atas koreksi dan infonya Sdr. Angga Bayu. Tulisan trsebut adalah tulisan sdri Dewi Sulastri, dari ceramah Dr. Zakir Abdul Karim Naik. Saya hanya menyimpulkannya saja.

       
  3. Siti

    1 Februari 2013 at 20:10

    Ini sangat berguna. Tetapi kemungkinan sebahagian pembaca tidak boleh menerima. Terutama non-muslim. Saya sebagai umat Islam yang selalu berdebat ditengah isu agama, akhirnya mendapat satu penjelasan. Saya tidaklah berpengetahuan tinggi, tetapi saya sentiasa mempelajari dari setiap bahan bacaan. Boleh saya tanya kan sesuatu?

    Q: siapa yang menulis kitab2 ini. Maksud saya daripada kitab hindu sehinggalah Al-Quran.

    Saya sering dipersoalkan siapa yg menulis Al-Quran. Sedangkan daripada mulut penganut Hindu sendiri mengaku bahawa kitabnya adalah satu2 yang diturunkan oleh Tuhan. Kitab lain hanya tulisan daripada manusia. Saya kurang yakin dan masih tergantung soalan itu.

     
    • Didik Suwitohadi

      2 Februari 2013 at 06:29

      Setiap penganut agama, akan mengatakan bahwa kitabnya ditulis oleh Tuhan nya. Maka akan lebih bijaksana, kalau tidak mempersoalkan hal tersebut. Tetapi, hikma baik dari setiap kata kata yang muncul dari sebuah kitab agama, itulah seharusnya yang harus kita pelajari dan teladani.

      Mengenai campur tangan manusia dalam setiap kitab agama, kemungkinan itu ada saja. Tapi kembali lagi pada hikma baik dari tulisan dalam sebuah kitab. Inti sebuah ajaran agama adalah berbuat kebaikan, bukan menjelekan agama lain.

      Tidak ada dalam kitab agama manapaun yang menjelekan agama lain. Persepsi penganutnya yang membuat seperti itu. Terimakasih atas kehadirannya, Siti.

       
    • ngurah

      24 Februari 2015 at 14:48

      Pelajari lagi yah PR tuh..

       
  4. Mahluk

    12 Februari 2013 at 03:45

    Tadi kalimat tuhan dari hindu “TUHAN TIDAK BERBENTUK DAN DIA SUCI”

    TAPI, kenapa tuhan BRAHMA “MEMPUNYAI KEPALA 4” ?

    So, what ?

     
    • Didik Suwitohadi

      13 Februari 2013 at 12:20

      Pertanyaannya sama dengan..:

      Kenapa Batu Hitam yang nempel di Ka’bah harus dipuja dan dicium cium…?

       
    • achintya

      6 Agustus 2013 at 04:31

      🙂 Perlu mempelajari lebih dari satu mantram agar bisa membuat kesimpulan. Dalam Veda, Tuhan itu berwujud (saguna) sekaligus tak berwujud (nirguna).
      Brahma dengan 4 kepala hanya 1 dari sekian banyak Brahma yang ada. Dan menyamakan Brahma dengan Tuhan “sedikit keliru”, karena seperti halnya manusia, Brahma juga diciptakan oleh Tuhan.

       
      • Didik Suwitohadi

        6 Agustus 2013 at 04:58

        Maaf, tapi orang Hindu percaya itu. Atau tidak percaya…? Jadi orang Hindu percaya adanya Tuhan yang satu…?

         
      • achintya

        25 Agustus 2013 at 09:51

        Tentu saja harus ada semacam opinion poll untuk menjawab apa yang dipercayai orang Hindu.
        Tapi kalo pertanyaannya adalah “berapa Tuhan yang ada DALAM ajaran Hindu?”.. Tentu saja jawabannya “satu”..
        Mengapa kemudian Brahma (berkepala 4) dianggap Tuhan oleh sebagian orang Hindu? Mungkin, karena memang Brahma (berkepala 4) itulah yang menciptakan semesta dimana bumi ini ada. Perlu diketahui, Brahma bukanlah nama individu, melainkan semacam jabatan bagi pencipta semesta. Namun, Brahma sendiri yang mengatakan bahwa Ia diciptakan oleh Tuhan. Dan siapapun bisa menjadi Brahma, termasuk Anda dan Saya. Tapi tentu saja, ada kualifikasi yang harus dipenuhi…

         
    • ngurah

      24 Februari 2015 at 14:50

      Kepada makhluk yg gak tau makhluk halus ato makhluk kasar..dewa dan tuhan beda yah..tolong pelajari lagi dan jgn pake so what klo gak tau..makanya belajar lah hindu and proud to be hindu..

       
    • ayu

      7 November 2016 at 05:50

      Maaf sebelumnya, Brahma itu bukan tuhan melainkan Beliau Adalah dewa manifestasinya sebagai pencipta . dan untuk masalah bentuk kita memang tidak tau bentuk aslinya karna kita belum pernah ketemu beliau, dan masalah berkepala 4 , itu memang sudah di jelaskan dalam kitab suci veda, terimakasih

       
  5. acep

    18 Agustus 2013 at 14:06

    Liat, spt ini sy jd ingin komentar….,
    Dari semua agama gak ada tuh kitab suci yg ditulis dan diciptakan dari Tuhan
    semua itu karna adanya beberapa org yg mempunyai pandangan serta pola pikir yg sangat dahsyat untuk semua orang.
    Dan masalah agama jgn lah di banding”kan dan di publikasikan perbandingan tsb kepada umum, yg tingkatan pengetahuannya tidak dalam. Apalagi dengan orang yg sudah terdoktrin.

    Maaf kalo ada salah, salam untuk semua mahluk.

     
    • Didik Suwitohadi

      22 Agustus 2013 at 22:57

      Trims bung Acep, atas pendapatnya. Tapi coba anda pikirkan, dari mana proses penulisan setiap agama…?

       
    • achintya

      25 Agustus 2013 at 09:58

      setuju sebagian bung acep.. 🙂
      Tapi zaman sdh banyak berubah, tidak ada lagi yang bisa membatasi arus informasi. Orang2 bebas ngomong apa saja dan dimana saja…
      Yang penting, kalau mau berargumen, yang sopan. Yaa seperti argumen2 di blog ini lah.. Belum ada yang memaki2 sampai detik ini.. Salut..

       
      • nara

        1 Oktober 2013 at 16:04

        maaf, untuk mbk achintya, saya beragama hindu, brahma yang anda maksud itu bukanlah brahma dalam bentuk dewa, yg punya 4 kepala, bnyk tgn, itu smua cuma penggambaran manusia, meskipun manusia tak akan dapat / mampu melihat tuhan. karena tuhan tk brwjud, tak dapat di byangkan, maka dari itu semua itu hanya melambangkan inovasi mereka saja agar lebih dkat dg tuhan, agar stiap waktu ingat dg tuhan, yg sebenarnya brahma itu adalah sifat/manifestasi tuhan sbg maha pencipta alam. jadi ga ada ceritanya brahma kalah sm dewa krishna, itu hanya cerita buatan orang2, smua itu melambangkan manifestasi tuhan bukan wjud tuhan .
        dan tjuan ada padmasana/pura, patung, dsb. ya bukan patungnya yg kita smbh, tetap tuhan yg maha agung, maha esa. karena karya manusia yg brwjud itu, kita smakin berkonsentrasi dalam bersembahyang, bukan menyembah patung atau embel2 yg ada di dpan qta. misalkan mengapa umat muslim shalat selalu menghadap ka’bah, apa ka’bah itu yg kamu sembah? nah kan pastinya bukan, yg disembah tetap tuhan yg maha 1 tiada duanya. nah, maka dari itu, apabila qta tidak phm dg agama lain, ntah di kristen, kog tuhan punya bapa, ibu, dsb. lah. jangan main hakim sendiri, jgn main menyimpulkan sesuka kita. alangkah baiknya kita bertanya apabila kita tidak tahu, bukan menghujat agama orang lain. toh dosanya juga besar. nah, ciptakan perdamaian, semua agama menurut saya sama, tergantung kita menjalaninya dg tulus, dan tanpa rasa pamrih, toleran, bersahabat dg siapa saja. sehingga terciptanya hubungan yang damai dimana mana. smoga smua mkhluk berbahagia 🙂
        om swastyastu, terimakasih 🙂

         
      • Didik Suwitohadi

        5 Oktober 2013 at 02:58

        Kadang kita tidak sadar kalau kita juga melakukan sesuatu yang dilakukan agama lain, walau dalam bentuk yang beda. Yang satu dibilang nyembah batu….eeee…kitanya sendiri malah nyembah batu juga, cuma berkelit dan beralasan….he…he..he…. bukan begitu….?

         
      • achintya

        23 Februari 2014 at 14:15

        @nara
        Saya-nya mas, bukan mbak 😀
        Saya jg belum pernah ketemu brahma sih. Tapi, mengatakan TIDAK ADA brahma yang mempunyai 4 kepala dan banyak tangan atau mengatakan itu CUMA penggambaran manusia atau manusia TIDAK DAPAT/MAMPU melihat Tuhan atau Tuhan TIDAK berwujud atau GA ADA cerita brahma kalah dengan Krisna (Huruf gedenya cuma penekanan aja ya. Bukan berarti marah :D)… sama saja mengingkari apa yang tertulis dalam kitab. Salah satunya Bhagavad Gita XI: Visvarupa Darsana Yoga tentang bagaimana Arjuna mendapat anugrah melihat Tuhan dan apa yang dilihatnya. Anggaplah Bhagavad Gita tidak dapat disebut Veda, maka bandingkanlah dengan purana atau itihasa yang lain. Kalau tidak salah ingat, pernah disebutkan bahwa mempelajari Veda, sebaiknya mempelajari juga purana dan itihasa. Saya pribadi juga bukan ahlinya. Tapi jika Anda Hindu, dan Anda punya waktu, baca dan bayangkan segala yang Anda baca tanpa menganggap ini semua hanya simbol, dan saya bertaruh Anda akan mengatakan “WOW itulah sebabnya saya ada di bumi ini.”

         
  6. wispaten

    27 Agustus 2013 at 06:39

    Pateeen….. lni baru blog dan diskusi namanya.

     
  7. gugun

    6 Oktober 2013 at 05:19

    siip, kalo saling toleransi gini kan enak. Saya mau tanya sm tmen2 umat Hindu, apasih alasannya tetap memeluk Hindu?
    Sy dpt ini di interner, koreksi kalau ternyata salah :

    Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham,
    mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah | (Bhagawadgita, 4:11)
    Artinya:
    Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku,
    Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku
    dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)
    Yo yo yām yām tanum bhaktah śraddhayārcitum icchati,
    tasya tasyācalām śraddhām tām eva vidadhāmy aham | (Bhagawadgita, 7:21)
    Artinya:
    Kepercayaan apapun yang ingin dipeluk seseorang,
    Aku perlakukan mereka sama dan
    Ku-berikan berkah yang setimpal supaya ia lebih mantap

    apa ini artinya umat Hindu boleh mengamalkan ajaran, cara2 berdoa dan beragama seperti agama lan?

     
    • Didik Suwitohadi

      11 Oktober 2013 at 08:49

      Ada yang bisa bantu pertanyaan Mas Gugun ini. Kita share pendapat…..

       
    • achintya

      23 Februari 2014 at 15:04

      Alasannya karena dengan sedikit pengetahuan dari Veda, saya sudah yakin tahu maksud dan tujuan saya hadir di bumi ini (meski untuk upaya memenuhi tujuan itu, masih rada susah 😀 biasalah manusia, kan butuh proses toh yo?)

      “Apapun bentuk pemujaan yang ingin dilakukan oleh para bhakta DENGAN PENUH KEYAKINAN, Aku menjadikan bentuk keyakinnannya itu menjadi mantap. Berpegang teguh pada kepercayaan itu, mereka sibuk pada keyakinan wujud itu oula dan dari padanya mereka memperoleh yang diharapkan, yang sebenarnya hanya dikabulkan oleh-Ku”
      Jadi, kenapa mesti setengah-setengah? DENGAN PENUH KEYAKINAN dong. Kalau masih ingin mengamalkan ajaran/cara berdoa agama lain, pindah saja ke agama itu. Sederhana toh? Ini supaya perilaku orang tersebut tidak memicu konflik sosial. Minggu subuh ke mesjid, siang misa di gereja, sorenya ke vihara, menjelang matahari terbenam udah khusyuuk pula dengan surya namaskar di rumah.. orang yang ngeliatnya ntar bingung. Nih orang perlu diundang yasinan kagak y? Nih orang ntar kalo mati, mau dikubur atau dibakar ya? So, DENGAN PENUH KEYAKINAN.

       
    • ngurah

      24 Februari 2015 at 14:57

      Masalahnya mas sama jg mau gak yg lain menyembah cara kami? Kalo mas mau pergi keluar kota mas mau pamitan sungkeman sama ibu ato bpk sendiri ato sama ibu bpk teman mas? Kan intinya sama sungkeman sama ortu..? Intinya saling menghargai mas..agamamu agamaku dijalankan sesuai petunjuk nabi muhammad gak akan ada pemaksaan di jamin dunia damai deh..uppss melenceng yah..?

       
  8. neutral

    7 Februari 2014 at 05:21

    Boleh saya urun pendapat ya.. Saya seorang Hindu. Mengenai komentar saudara Gugun, jalan yang dimaksud dalam sloka Bhagawag Gita di atas adalah 4 jalan Yoga, yaitu Raja Yoga, Bhakti Yoga, Jnana Yoga, dan Karma Yoga. Jadi gak ada sangkutputnya dengan agama.
    Tentu saja saya percaya bahwa tiap agama memiliki ajaran yang berbeda, itulah kenapa saya mantap dengan agama Hindu.
    Walaupun berdasarkan tulisan di atas, agama Islam dan agama Hindu terkesan memiliki banyak persamaan, namun sebenarnya adalah berbeda. Contohnya adalah sebagai berikut:

    1. Perbedaan Perang Mahabrata dan Perang Islam
    Perang Mahabrata adalah perang untuk menegakkan kebajikan (kebajikan adalah “kebenaran universal/kebenaran objektif” yang ditegakkan dengan cara yang baik), bukan perang agama (atau perang untuk memerangi keyakinan yang berbeda). Sedangkan dalam Islam, ajarannya lebih berpotensi untuk menciptakan perang agama/perang keyakinan yang dibungkus dalam bentuk perang keadilan (seolah-olah umat Islam selalu berada pihak yang dizalimi tanpa sebab). Silahkan dicek dalam ayat2 Al Quran anda, temukan banyaknya ayat2 yang menyindir dan melecehkan umat Nasrani, Yahudi, dan umat lainnya selain Islam.

    QS 2:191 = Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

    Saya pikir, jika Allah berbuat demikian (menciptakan kitab suci yang berisikan ajaran2 kebencian semacam ini), Allah benar2 sengaja berupaya untuk mengadudomba manusia untuk saling berperang, dan maka, secara logika saya tidak percaya sosok seperti tersebut dapat disebut sebagai Tuhan alam semesta.
    maka tidak heran jika umat Islam dimanapun selalu berperang, berbeda dengan umat Hindu yang sangat toleran.

    2. Perbedaan Tuhan Hindu dan Tuhan Islam
    Dalam Hindu, segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah bagian dari Tuhan, maka semuanya adalah Tuhan, namun jika hanya merujuk pada satu bagian tertentu saja, tentu satu bagian tertentu itu tidak dapat dikatakan sebagai Tuhan. Contohnya adalah sebagai berikut: tangan, kaki, kepala, perut, dada, dsb adalah bagian2 dari organ manusia dan kesemuanya jika disatukan dapat saya sebutkan/namakan sebagai manusia. Namun ketika saya hanya menunjuk satu organ saja , contohnya tangan saya, apakah saya bisa mengatakan bahwa tangan saya adalah manusia? Tentu tidak.. Jadi, tentu salah jika saya mengatakan bahwa saya adalah Tuhan, yang benar adalah saya bagian dari Tuhan.
    Bagaimana dengan (maaf) kotoran manusia atau sampah atau benda2 yang menjijikkan lainnya? Apakah bagian dari Tuhan juga? Ya, tentu saja. Yang menilai kotoran, sampah, dan hal menjijikkan lainnya adalah hal yang tidak suci dan tidak baik adalah presepsi dari pikiran manusia saja. Namun secara tataran materi, kesemuanya adalah bentuk energi. Kotoran diurai oleh tanah, lalu zat2nya/energinya dimanfaatkan oleh tumbuhan, tumbuhan dimakan oleh hewan, hewan dimakan oleh manusia, manusia membuang kotoran, dst… Lalu apakah kotoran yang sebenarnya menghidupi kita itu adalah sesuatu yang hina? no no no.. segala ciptaannya pada dasarnya adalah suci.. pikiran kita yang menodainya bahwa ini suci dan itu tidak suci.., padahal semuanya adalah sama, bagian dari Tuhan.

    Sifat/karakter Tuhan dalam Hindu dapat dilihat dari karakter penjelmaannya di dunia ini, seperti awatara Sri Krishna dan awatara Buddha (Buddha adalah juga salah satu awatara Hindu). Jika dilihat dari karakter beliau, Tuhan dalam agama Hindu penuh dengan sifat welas asih, lembut, bijaksana, dan tidak pencemburu. Bahkan Buddha tidak mengajarkan konsep ketuhanan pada umatnya. Buddha mementingkan nasib umat manusia agar bisa terlepas dari belenggu samsara daripada sibuk untuk dihormati dan dipuji-puji oleh ciptaannya. Perhatikan juga ketika Arjuna menyangsikan ketuhanan Sri Krishna dalam perang Mahabrata, Sri Krishna tidak marah, bahkan beliau menunjukkan bukti sehingga Arjuna dapat mempercayainya.

    Namun,

    Tuhan dalam Islam memiliki sifat yang arogan, pemarah, pencemburu, tega menyiksa, membenci ciptaannya yang tidak percaya dengannya, dll. Ini tentu saja bagi saya tidak mencerminkan suatu sifat ketuhanan namun lebih kepada sifat non-God.

    a. arogan = mengutamakan kepercayaan/penyembahan/pujian untuk dirinya diatas kepentingan manusia.
    b. pencemburu = tidak ingin manusia mempercayai tuhan lain selain allah.
    c. tega menyiksa = akan menyiksa manusia kafir yang tidak percaya dengannya dan kekal di dalamnya.
    d. membenci ciptaannya = mendiskrediktkan umat nasrani dan yahudi serta kaum kafir lainnya dengan kata2 yang tidak pantas, seperti: najis, seburuk-buruknya makhluk, kawan setan, tukang pendusta, dll.

    Dan apakah Allah itu Esa / hanya satu? Saya tidak yakin, karena banyak ayat dalam Al Quran dimana Allah menyebutkan dirinya dengan kata ganti “jamak” seperti: KAMI.
    Contoh:

    QS 2:65 = Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu “Kami” berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.

    QS 21:17 = Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, (isteri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya).

    QS 6:6 = Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.

    Jadi, saya tidak heran kenapa umat Islam yang beragama Islam murni (tidak kecampur dengan ajaran Kejawen/Hindu) memiliki sifat yang tidak toleran, suka menghina, gemar membenci, dan tidak menghormati orang2 seperti kami. Allah lah yang mengajarkan sifat2 buruk tersebut kepada manusia.

    So, cukup beralasan bukan, jika saya tetap beragama Hindu? 🙂

     
    • Didik Suwitohadi

      11 Februari 2014 at 12:21

      Pertanyaan MENDASAR buat MUSLIM. APAKAH ANDA SANGAT PERCAYA, bahwa Tuhan bisa berbuat segalanya. Maha segalanya. Apapun yang Tuhan Mau, pasti terjadi…. Benar begitu….?

       
    • ngurah

      24 Februari 2015 at 15:12

      Wah kayanya bang zakir turun perlu anda ceramahin nih..ato anda jd gurunya hehe..

       
  9. i made juliana

    22 Maret 2014 at 16:50

    dalam diskusi agama hendaknya kita bisa fokus tentang apa yang di bahas,sehingga tidak melebar dengan masalah yang lainnya,setiap bagian yang dibahas harus diterangkan secara lengkap berdasarkan dari sumbernya dan bahan lainnya yang berasal dari satu faham,jika perlu libatkan semua agama dan kepercayaan yang ada,tapi dalam mimbar ini kebetulan hanya hindu dan islam cuma topiknya tidak di bahas satu persatu.
    bicara agama itu harus jelas dari semua sisi, jika salah nantinya akan menimbulkan suatu pemahaman yang berbeda,kunci masalahnya adalah coba di mulai dari pemahaman AGAMA itu sendiri baik dari hindu dan islam, kemudian konsep ketuhanan, alam semesta,manusia,hidup, mati, ajaran jasmani, dan rohani, karena saya orang hindu untuk membahas dan mempelajari semua ini dari saya lahir sampai mati tidak akan bisa habis karena jika diambil dari ajaran kitab suci wheda saja waktu hidup saya tidak cukup apalagi yang diluar kitab suci wheda

     
  10. angga

    11 Januari 2015 at 03:40

    inti dalam agama islam mengajarkan tauhid ke Esaan Tuhan atau monoteisme
    dan ajaran ini bukan ada setelah nabi muhaammad. ajaran ini pertama kali ada pada awal manusia tercipta nabi ada as dan hawa. jadi salah jika islam muncul setelah nabi muhamad. nabi muhammad adalah nabi penerus ajaran ini dan sekaligus nabi terakhir dalam agama islam dan merupakan penutup dari semua nabi atau ajaran yang telah diajarkan.
    islam sebelum adanya kabbah (kiblat) allah membolehkan menyembah dia pada segala arah. namun untuk membuat mereka untuk bersatu maka semua umat islam di suruh menghadap kiblat atau kabbah. dan kabbah bukan media atau perantara dalam menyembah tuhan namun merupakan arah atau kibblat umat islam dalam menyembah tuhan. kalau memang kabbah merupakan perantara dalam menyembah tuhan , dahulu umat islam menaiki kabbah untuk mengumandangkan azan agar terdengar pada umat musslim. adakah sesembahaan atau perantara bisa lebih tinggi dari yang di sembah? itu berarti kabbah bukan merupakan sesembahan dan perantara. kabbah merupakan arah kibblat umat islam. terimakasih

     
  11. Didik Suwitohadi

    17 Januari 2015 at 13:05

    Amin atas pencerahannya. Angga

     
  12. Abdillah

    21 September 2015 at 16:35

    Bismillahirrohmanirrohiim,,

    Sebelumnya sifatnya ini diskusi aja kan ya,tapi dbawah2 ada bbrp komen yg kurarg nyaman membacanya. Saya seorg muslim,benar bhw unt membahas ttg suatu agama tidaklah tepat jika hanya membahas 1,2 sisi saja, apalagi dg mengutip 1.2 ayat saja. Karna kita hdup di negara multikultural maka sepatutnya saling menghargai,tdk saling mencaci alagi men-judge dg berlandaskan ayat2 trtentu yg potongannya tdk mengenakan. Sbg penutup,

    “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya…” (QS.2:272)

     
    • Didik Suwitohadi

      23 September 2015 at 22:09

      Trims sudah datang di sini, Abdillah. Betul kata anda, semua atas ijin Tuhan. Dan Tuhan mengijinkan semuanya, asal kita mau berusaha. Kita semua hanya saling memberikan pendapat dan informasi menurut pemikiran kita. Itulah gunanya perbedaan, dan manusia di berikan pikiran oleh Tuhan

       
  13. mizi

    15 Desember 2015 at 08:13

    Maaf sebelumnya saya sangkal sedikit kata saudara yg bernama NEUTRAL ☺ mengenai sifat tuhan islam yg seakan membenci yg tidak meengakuinya. Kalo meluncurkan argument jangan hanya meluncurkan kutipan ayat yg memicu tersebut because masih banyak sifat tuhan yg ilmiah atau tersirat lainnya, Jadi kalo mau argument sehat coba bandingkan dengan dasar2 yg se dasar2nya seperti dasar sifat tuhan dalm islam itu yg mungkin belum anda tau dan pahami. Jadi kalo memicu surat tanpa filsafat menurut saya itu sangatlah tidak mendasar karna dalam sebuah ajaran agama haruslah seimbang antara tersirat dan tersurat. Hanya sekedar saran bagi yg beragama apapun kalau ingin meluncurkan argument harus DENGAN dasar yg se dasar2nya, itu kalau anda (saudara/i) paham arti dan makna dari sebuah DASAR. Jangan hanya mengandalkan sebuah kitab karna karakter dan pemahaman manusia tdak sama, alangkah baiknya kita masing2 kembali ke fitrah dan keyakinan karna Nantinya bukan Manusia tapi yg Esa.
    Salam damai
    Good think

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: