RSS

Bahaya Fatwa tanpa ILMU

09 Mar

Alhamdulillah shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Saw,keluarga dan sahabatnya.
Siang hari ini waktu nyantai sambil menyampaikan lewat Fb ini insya Allah berguna untuk yang menyimak. Bahaya fatwa tanpa ilmu pemahaman, menghayati Al Quran sudah banyak terjadi dinegeri kita ini.

Diriwayatkan dari Malik, dia berkata, ” Seorang telah mengabarkan kepadaku bahwasanya ia pernah menemui Rabi’ah bin Abu Abdirrahman, lalu ia dapati beliau dalam keadaan menangis, maka ia pun berkata pada Rabi’ah, ” Apa yang membuat anda menangis, wahai Imam ?. Apakah anda ditimpa musibah ? ” Rabi’ah menjawab. “ Tidak. Akan tetapi,adanya orang orang yang tidak berilmu yang dimintai fatwa dan telah muncul perkara besar dalam agama Islam ”. Lalu beliau berkata,” Sebagaian orang yang berfatwa disini lebih layak untuk dipenjara dari pada para pencuri ” .

Saudaraku yang budiman, itu terjadi pada zaman Iman Rabi’ah, di zaman keemasan Islam pada abad kedua. Dan kita sekarang di abad ke 15( mungkin penulisnya ini salah tulis, seharusnya kita sudah diabad 20 ), sudah seribu tahun lebih lamanya, Bagaimana kiranya jika beliau menyaksikan di Zaman kita ini ??? !. Begitu banyaknya, orang orang, yang berbicara tentang Islam, padahal ia tidak tahu tentangnya, yang penting pintar berceloteh dan sedikit melawak, maka pamornya akan naik daun…he he, diundang di mana mana, diwawancarai dan dimintai nasehat dalam acara acara talk show, La haula wala quwwata illa Billah.

Alangkah hinanya ilmu agama di sisi mereka, padahal ia adalah sangat mulia dan alangkah murahnya ia di sisi mereka, padahal ilmu agama tidaklah ada bandingannya.

Oleh karena itu mudah mudahan melalui FB ini akan tersadar orang orang yang meremehkan fatwa tanpa memahami dan mengahayati Al Qur’an menjadi nasehat bagi kita semua agar tidak mudah dalam menerima fatwa dari orang orang yang hanya pandai berbicara, pandai protes, pandai menulis, pandai berdalil, namun kosong. Yah..kita sebagai manusia jalanan memakluminya anggaplah orang orang tersebut..banyak gangguan, dan semoga diberikan sadar …amin.

Hal itu karena menyembunyikan ilmu adalah dosa yang terlaknat dan menyampaikan hukum Allah. tanpa didasari ilmu adalah keharaman yang lebih berbahaya.. Wallahu A’lam…

Oleh. Ahmad Fauzi.
Disampaikan pada forum ehhajulaeha.agama.islam@groups.facebook.com.

Kesimpulan.

Rupanya si penulis ini sangat mengamati fenomena yang terjadi pada televisi kita, dimana banyak sekali pendakwa pendakwa yang hanya begitu saja mensitir ayat ayat, tanpa makna yang jelas, dan tanpa mempelajari ilmu pengetahuan yang lain. Sehingga, apa yang dikatakan fatwa itu bisa dikonotasikan cenderung ke arah provokasi umat.

Bagi orang yang “ terpelajar “, berpengatahuan cukup luas ( pengetahuan disini bukan saja ilmu agama tapi ilmu penegtahuan lain, atau umum lebih banyak menyebutnya dengan kata SAINS ), bisa menganalisa fatwa fatwa tersebut masuk akal atau hanya sekedar fatwa seorang ahli agama yang buta ilmu pengetahuan, sehingga menimbulkan kontra produktif. Seorang ulama yang sangat minim informasi dan pergaulan, ditunjang sifat ego yang sangat tinggi. Bersiap siaplah umat untuk tejerumus dalam alam kebencian terhadap golongan lain.

Tapi bagi orang orang yang lugu yang hidupnya di desa desa, kurang pengetahuan, tidak pernah membaca, dan hanya percaya pada apa yang dinamakan Ustad, sungguh hal itu adalah merupakan penjerumusan massal.

Bayangkan kalau ada seorang ulama mengeluarkan perkataan seperti ini “ semua orang yang bukan penganut Islam adalah kafir dan patut dijauhi ….! “. Bukankah fatwa semacam ini bernada provokasi terhadap umat lain..? Apa yang terjadi pada rakyat kecil yang tidak tahu apa apa, dan kebetulan dia beragama bukan Islam..? Naudzubillahmindzalik…! Betapa sesat fatwa semacam itu, menurut saya.

Maka anjuran saya, belajarlah wahai orang Islam dengan sebenar benarnya, agar Islam menjadi agama yang benar benar damai, bukan menjadi agama yang semaunya sendiri. Hanya sekedar meng-atasnamakan Nabi. Meng-atasnamakan Tuhan. Betapa lucu dan bodohnya kalau ada orang yang dikatakan ulama, bersikap dan berbuat seperti itu, menganggap dirinya wakil atau pembela Tuhan. Bukankah Tuhan itu maha segalanya…! Tuhan tak perlu pembelaan manusia…! Nabi Muhammad menjadi bahan tertawaan dunia gara gara ulama ulama bodoh semacam itu.

Agama Islam bukan untuk berperang atau memerangi umat lain, kecuali memerangi hawa nafsu dalam diri masing masing manusia. Menuntun manusia lainnya yang masih dalam “ kegelapan “, dan manusia itu memang mau kita tuntun. Islam tidak memaksa menuntun orang yang tidak mau di tuntun.

Islam menerangkan, bahwa tiada Tuhan yang patut disembah kecuali ALLAH.

Oleh. Didik Suwitohadi
09-03-2012.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2012 in Wawasan

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: