RSS

Agnostic ( pemikiran jalan tengah ).

21 Mar

Menurut Kamus Bahasa Indonesia keluaran Pusat Bahasa, agnostic dideskripsikan sebagai “ Orang yg berpendapat bahwa tiada sesuatu yg dapat diketahui tentang Tuhan selain dari hal-hal kebendaan. ”  Sementara Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikannya sebagai “ Orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (misal Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak dapat diketahui.

Saya lebih suka mengatakan, Aghnostic orang yang tidak percaya apa yang dikatakan oleh agama, tapi dia percaya adanya Tuhan ( kebenaran tertinggi ), walaupun bagi orang agnostic masih ada sisa pertanyaan, yakni apakah Tuhan bisa “diketahui” oleh manusia ?. Saya memberikan tanda petik pada kata “ diketahui,” karena makna kata tersebut sangat luas, bukan hanya sekedar diketahui seperti kita mengetahui sesuatu materi dengan gamblang. Dari pengertian diatas bisa disimpulkan, bahwa orang Agnostik memang cenderung percaya akan adanya Tuhan ( entitas yang luar biasa ). Beda dengan Ateis yang tidak percaya dengan adanya Tuhan, apalagi agama. Agnostic mengakui adanya kebenaran tertinggi, tapi tidak mungkin bisa diketahui oleh manusia, apalagi oleh dogma agama. Itu pendapat Agnostic. Dan bagi saya memang masuk akal. Kita manusia hanya bisa menebak nebak saja. Tidak ada yang menjamin kebenaran agama 100%, kecuali tentu saja, oleh penganut agama itu sendiri.

Agnostik selalu bertanya tanya, keberadaan akan Tuhan. Mirip orang orang yang belajar Tasawuf atau Sufi. Kalau Tuhan dianggap tidak ada, kok ada saya ?. Kalau dianggap ada, terus bagaimana membuktikannya ?, bagaimana mengetahuinya ?, dan dimana ?. Tapi bagi orang ber-agama, sangat simpel untuk mengetahuinya, dasarnya adalah keyakinan, iman. Bahwa apa yang ada di dunia ini tak mungkin tak ada yang menciptakannya. Agnostic percaya itu, tapi masih tetap ada pertanyaan besar bagaimana mengetahui si pencipta. Ada keraguan agnostic disana. Beberapa kalangan menyebut agnostic mirip dengan skeptis.

Agnostic bukanlah orang murtad atau menghujat Tuhan seperti orang Ateis. Kita simak kata Clarence Darrow (1857 – 1938), seorang penganut Agnostik.

“Aku tidak menganggap bahwa disebut agnostic adalah hinaan, tetapi itu lebih merupakan pujian. Aku tidak berpura-pura tahu ketika banyak orang yang tidak tahu justru yakin.”

Intinya, Agnostic itu tidak pura pura. Menjadi Agnostic itu menurut penganutnya sangat membanggakan. Sangat oke..! Keren…!

Kita simak lagi apa kata penganutnya yang lain, Robert Green Ingersoll (1833-1899). ;

“Aku percaya bahwa kebahagiaan adalah satu-satunya hal baik, dan cara untuk bisa bahagia adalah membuat orang lain bahagia ”

Hebat bukan pedoman orang Agnostic. Tidak seperti Ateis yang suka menghujat Tuhan, dianggap Tuhan tidak ada. Namun umat ber-agama justru saling klaim, bahwa agama dia yang paling bener, dan saling menghujat serta saling menghancurkan. Apakah hal semacam itu dianggap baik…?

Pendapat pendapat tokoh Agnostic, sangat baik, humanis, sangat manusiawi. Dimana dia mementingkan hubunga antar manusia daripada saling menghujat dan saling perang antar ego kelompok. Mereka mengakui adanya kekuatan besar yang ada di sekitar kita. Sebuah kekuatan yang tak mungkin dijangkau oleh manusia. Mereka mengakui bahwa seseorang yang berbuat baik akan mendapatkan sesuatu yang baik, begitu sebaliknya. Tapi mereka masih bertanya tanya, apakah sorga dan neraka itu benar benar ada…? Sikap skeptis inilah yang mendasari Agnostik tidak percaya pada dogma dogma agama. Agama bagi mereka, hanyalah undang undang yang dibuat manusia dengan meminjam nama Tuhan.

Para agnostic mengatakan, bahwa agnostic adalah pilihan paling logis daripada Teis ataupun Ateis. Karena mereka menganggap ajaran Teis ( agama ) adalah sesuatu yang tidak logis. Ajaran tersebut cenderung dipergunakan untuk kepentingan kelompok kelompok. Susahnya lagi, Teis kalau dikritik, malah ngamuk. Kadang diantara orang beragama menggunakan agamanya untuk men justifikasi ( memberikan cap ) orang orang yang tak sepaham atau orang yang tak disukai. Tentu saja justifikasi yang mereka berikan pasti nama jelek, atau menjelekan. Bukankah itu sama dengan fitnah ?, meng-atas namakan agama. Misalnya, bid’ah, kafir, murtad… dsb. Jadi untuk apa ribet ribet menggunakan aturan aturan agama kalau pada akhirnya kita meng kafirkan dan memusuhi orang lain…? Kenyataanya memang itulah yang terjadi, banyak orang beragama membuat orang lain menjadi bisa dijauhi orang lainnya, berimbas pada pergaulan sosialnya, kondisi kehidupan orang tersebut menjadi terhambat. Hanya karena kata kata ( fatwa ) sang tokoh agama. Kalau sudah begitu…, siapakah yang layak masuk neraka…? ( kalau Teis percaya ada neraka ).

Agnostic bisa mengakomodasi semua aturan aturan agama di dunia. Misalnya masalah dosa, orang agnostic menganggap perbuatan tidak baik. Perbuatan tidak baik akan ada balasannya saat itu juga. Siapa yang menabur sesuatu, akan menuai sesuatu juga. Perbuatan akan terbalaskan sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan. Misalnya lagi tentang karma. Kalau kamu bohong, kamu akan disebut pembohong. Dan satu saat kamu juga akan kena batunya, akibatnya ( karmanya ) kamu tidak dipercaya orang lagi. Coba kita simak salah satu pemikiran agnostic :

Kenapa saya memilih agnostic, karena agnostic ini yg paling logis dari yg lain. THEISME , saya merasa dalam theisme banyak sekali hal yg tidak logis, dan saya berprasangka bahwa ajaran 2 THEISME diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu.
Saya sering berdiskusi dengan orang THEISME, dari diskusi saya, pada intinya mereka menjawab bahwa dalam memahami keTUhanan kita jangan mengandalkan dan bersandar pada logika.. untuk sementara saya menganggap bahwa itu jawaban orang yg kehabisan jawaban.. Jadi kenapa saya tidak memilih THEISME karena saya tidak setuju dengan beberapa ketidakmasuk akal dalam THEISME.
ATHEIS, kenapa saya tidak memilih ATHEIS? karena saya masih berkeyakinan bahwa segala sesuatu itu ada tidak mungkin ada dengan sendirinya.. saya blm dapat mempercayai bahwa ada berasal dari ketidakadaan mutlak. Jadi, pandangan agnostic saya. saya jelas meyakini bahwa Tuhan itu ADA dan DIA yg menciptakan alam semesta.. jadi agama saya apa? Agamanya Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan nya siapa? Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih, mohon maaf bila ada yg kurang berkenan. SALAM.

Pemikiran Agnostik tentang dosa :

Ga ada yg namanya dosa, yg ada perbuatan yg tidak baik. Yg termasuk dalam perbuatan yg tidak baik antara lain:
  •  Menyakiti atau merugikan sesama, sadar atau engga.
  •  Menyakiti makhluk lain.
  •  Melakukan sesuatu yg secara ga langsung berdampak buruk buat sesama
  •  Melanggar hukum/norma resmi di lingkungan sekitar
Mungkin masih ada sih yg lain sih, saat ini cuman kepikir segitu. Bottom line is, gue gak ada tanggung jawab sama tuhan/dewa dewi/whatever. Tanggung jawab gue sama hidup gue sendiri, sesama manusia dan lingkungan sekitar. Kalo gue merasa guilty karena gue berbuat salah, gue merasa guilty bukan karena gue takut masuk neraka atau takut dimarahin tuhan, tapi emang karena gue berbuat salah, plain and simple.
gw bukan agnostik, tapi kalau gw agnostic, mungkin gw akan menganggap dosa itu sebagai rasa bersalah [guilty] karena telah melakukan yang suatu masyarakat anggap itu tidak baik atau melanggar norma2 yang udah terbentuk dalam masyarakat sejak dulu, sehingga perasaan bersalah itu menjadi beban bagi diri kita sendiri.”
Kalo gw agnostic, gw juga bakal ngerasa dosa itu = guilty. Karena pada dasarnya semua manusia, aturan hidup bersosial itu adalah norma dan guilty itu juga bakal kepentok sama norma itu sendiri, makanya sekalipun gw hanya agnostik misalkan, gw bakal tetep mengikuti norma yang ada
Kalo gw agnostik gw juga akan menghargai mereka yang para theis, monotheis, polytheis, pluralis karena gw merasa bahwa gw dan mereka adalah sama, sama-sama mempercayai ada-nya suatu entitas yang lebih besar di belakang manusia, beda-nya mereka berjalan lewat jalur organisasi [resmi la istilah-nya] sedangkan kan berjalan dengan jalur bebas.

Pemikiran Agnostik tentang karma :

“ ….kalau apa yang kamu tabur tetep aja bakal kamu tuai, jangan harap kalo lu males mau jadi kaya, jangan harep klo lo tukang bohong mau dipercaya, jangan harap bencana alam gak bakal terjadi kalau lu gak jaga alam, maka-nya gw bilang semua tergantung dari diri kita sendiri, dan untuk apa yang buruk terjadi adalah akibat perbuatan kita sendiri, jadi jangan pernah deh nyalain si takdir, kasian takdir di kambing hitamkan, cere salain takdir, orang mati salain takdir, bencana alam salain takdir. “
betul tuh, karma itu sekalipun kita seorang yang agnsotik pasti ada karena relasi karma itu bukan karena agama, tapi karena kehidupan. ky contoh diatas, kalo elu sering bohong, ya akibatnya elu dicap sebagai pembohong kalo udah dicap pembohong, secara ngga langsung juga elu membohongi diri sendiri dan akibatnya elu sendiri yang kena batunya, sekalipun elu ngomong kebenaran suatu saat nanti ya bakalan ga ada yang percaya “.

Sangat jelas dan gamblang cara berpikir mereka , masuk akal serta brilian, mirip cara berpikir Ateis. Kenapa mereka memilih Agnostik…? Dari beberapa pemikiran yang saya copas, sangat jelas, mereka tak mau terkotak kotak, apalagi diperalat sama yang namanya agama. Kejujuran dan apa adanya serta bersosialisasi dengan mahluk lain, adalah inti dari kehidupan yang sebenarnya daripada sekedar ber-agama. Mereka tak mau menerima dogma dogma atau doktrin agama begitu saja tanpa nalar yang jelas. Keyakinan adalah sesuatu yang absurd bagi mereka, kalau tak boleh di sebut kebohongan.

Agnostik meyakini sesuatu yang luar biasa yang menguasai segalanya di sekeliling mereka, tapi juga tidak yakin sesuatu yang luar biasa itu bisa dibuktikan ada.

Orang ber agama menyebut sesuatu yang luar biasa yang melingkupi kehidupan di dunia ini adalah TUHAN.

Sungguh kebesaran Tuhan yang luar biasa dan begitu mulia serta beragam. Maka belajar mengenal segalanya adalah kunci manusia untuk segala bentuk dalam memilih suatu kehidupannya. Jangan bicara soal salah dalam masalah ini. Karena anggapan salah dalam soal ini, adalah tak sepaham atau tak segolongan.

Tuhan telah memberikan semuanya dengan segala akibatnya. Silahkan memilih dengan segala pemikiran dan keyakinan masing masing. Maha besar Tuhan dengan segala ciptaannya.

Oleh. Didik Suwitohadi
21-03-2012.

Ref.
http://farikhsaba.wordpress.com/2010/03/20/agnostik-itu-makanan-apa-je/.
http://forumm.wgaul.com/showthread.php?p=4184170

Iklan
 
78 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Maret 2012 in Wawasan

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

78 responses to “Agnostic ( pemikiran jalan tengah ).

  1. muha13 (@muharudeboy)

    23 Maret 2012 at 07:17

    tulisan yang keren !!!

     
    • Universe

      19 Januari 2016 at 14:11

      Salam untuk admin dan seluruh pembaca,

      Kita dilahirkan di bumi ini dgn iman kepada sang Pencipta, karena manusia diciptakan beradab dan berakal maka manusia itu sendiri menciptakan peradaban salah satunya adalah agama sebagai pedoman hidup yg memberikan konsep keTuhanan.
      Konsep keTuhanan itu sendiri berbeda-beda dari setiap peradaban yg lahir di seluruh penjuru dunia, baik-buruk, benar-salah, bodoh-cerdas itu relatif dari setiap konsep yg tercipta… Para agnostik melihat itu secara umum dan komperehensif, menjadikan suatu konsep utk tdk memilih salah satunya.

      Saya punya teori kalau dunia ini tercipta dua-sisi dan punya satu pusat alam semesta (keTuhanan).
      Siang-malam, kanan-kiri, atas-bawah, baik-buruk, utara-selatan, barat-timur, bumi-bulan dan masih banyak lagi.
      Matahari sebagai pusat tata surya, pusar perut tanpa pasangan, dan keTuhanan itu adalah esa, satu, tunggal.
      Itu semua contoh konsep ciptaan-NYA.

      Agama mengajarkan kebaikan dan memberikan pedoman jalan menuju Surga/Sorga/Nirwana/moksha dsb.
      pertanyaannya adalah kenapa konsep2 yg ada itu berbeda bahkan ada yg bertentangan?

      menurut saya (agnostik), maha Besar dan Agung TUHAN memberikan ilustrasi kepada nabi/rasul/mesias dsb. sebagai tauladan umatnya tentang konsep keTuhanan hanya dalam rana akal,pikiran manusia saja untuk menjalankan pedoman kebaikan dunia dan akherat, tidak lebih seperti sebutir debu dalam lautan pasir, karena ilmu jagat raya ini begitu luas dan tidak terbatas tidak ada yg bisa mengungkap semua misteri-NYA dgn segala cara,akal,logika atau pedoman apapun. Masih mau menyangkal?

      Bagaimana anda para agamis/theis menjawab keberadaan ribuan bahkan mgkn jutaan galaksi lain diluar galaksi kita? apa ada makhluk lain selain dibumi? bagaimana dgn ditemukan fosil2 dinosaurus, manusia purba dll. Sampai kapanpun semua jawaban itu tdk akan bisa diverifikasi secara nyata oleh semua manusia termasuk ilmuwan, agamawan dsb. Misteri Tuhan tdk akan pernah terungkap. Menunjukkan bahwa kita hanyalah sebuah porsi yg sangat kecil di mata-NYA.

      Mari kita menjadi manusia beradab di jaman ini, silahkan memakai aturan yg ada spt agama, hukum, adat, undang2 dsb. Tapi jangan pernah membenarkan scr mutlak ttg konsep keTuhanan karena kebenaran adalah misteri-NYA. Bertobatlah wahai fanatisme, karena fanatik kalian sendiri yg akan menimbulkan perang dan perpecahan.

      GOD IS ONE, ONE FOR ALL !!

      Salam Damai dan Sejahtera.

       
      • Didik Suwitohadi

        23 Januari 2016 at 20:56

        Kedalaman pemikiran seseorang sangat berbeda. Orang yg bersekolah tinggi, belum tentu punya kedalaman pemikiran. Iman bukanlah sekedar kepercayaan, tetapi adalah akal yang mampu mengkaji keberadaan sesuatu. Sehingga mampu pula menghargai yang lain. Banyak orang beragama yang tidak sadar, dan berubah menjadi IBLIS bagi umat yang lain. Terimakasih telah berkunjung.

         
  2. nurrahma purnamasari

    24 Maret 2012 at 12:28

    Ingin memberi tanggapan untuk yang meyakini agnostic , menurut pendapat saya agnostik adalah sebuah pola pikir yang tidak mau ambil pusing dalam memilih prinsip hidup. karena menurut saya agama merupakan sesuatu yang bersifat prinsiple, saya mengenal kebanyakan orang agnostik itu punya attitude yang baik .Baik itu dalam bersosialisasi atau dalam aktivitas kehidupan lainnya, ya karena itu tadi, orang yang agnostik cenderung lebih easy going,fleksibel dalam menanggapi suatu perbedaan, saya ingin menyampaikan suatu pendapat, bahwa menurut saya memang benar agnostik itu sebuah pemahaman yang positif saya tak menyanggah itu, faham agnostik sangat mengedepankan daya nalar dan logika, begitupun saya, saya mengedepankan daya nalar dan logika, namun ada satu hal bersifat mutlak di bawah jangkauan daya nalar kita, dimana ada suatu keyakinan yang bersifat tidak memaksa untuk diyakini, penghubung interaksi antara manusia dengan pencipta alam semesta itu adalah yang saat ini dinamakan agama, menurut saya agama bukanlah sebuah organisasi sosial apalagi partai politik, semua kembali kepada pengemudi agama itu sendiri, jadi jika banyak pro kontra antar berbagai umat beragama, semua kembali kepada pribadi manusia itu sendiri, bahwa dengan realita yang ada ini menurut saya bukan agamanya yang salah tetapi orang orang yang berada didalamnya dan berlindung dibawah nama agama dan mengatas namakan Tuhan. saya bukan seorang agnostik, saya percaya akan adanya Tuhan dan saya yakini dalam hati bahwa agama saya itu jalan yang paling tepat dan paling nyaman dalam berinteraksi dengan sang pencipta. Saya tak pernah merasa bahwa agama saya adalah sebuah perkumpulan keorganisasian yang memiliki dogma dan aturan aturan agama yang memberatkan saya sebagai umat agama tersebut. Bagi saya agama itu merupakan prinsip hidup yang paling utama, bagi saya agama adala sebuah cinta, dimana segala sesuatu yang kita cintai seberat apapun menjalankannya akan terasa ringan karena kita mencintai dan meyakini dengan pasti. Kesimpulannya adalah saya tak menyangkal tentang mengedepankan logika dan daya nalar, saya tak menyangkal sebuah pemikiran yang simple , saya menyukai pemikiran yang simple dalam menyelesaikan sebuah permasalahan hidup, namun ada satu hal bagi saya untuk tidak berfikir simple, yaitu pemikiran saya terhadap sang pencipta, karena sang pencipta maha segalanya , karena sang pencipta pemilik kita yang menguasai segala hidup kita, dan akal kita memang tidak akan pernah sampai pada sebuah pemikiran itu, justru dari situlah saya semakin yakin atas ke agungan Tuhan lewat informasi dan pemahaman dari agama yang menurut saya agama yang juga mengedepankan daya nalar dan akal sehat dalam mendeskripsikan Tuhan.

     
    • Didik Suwitohadi

      26 Maret 2012 at 00:36

      Bagaimana dengan paham ” sesama muslim adalah saudara “. Bukankah kata kata itu bisa bersifat menjebak…? Pada akhirnya melakukan pembelaan yang membabi buta. Bagaimana pendapat Nurrahma Purnamasari…? Trim atas waktunya untuk blog saya.

       
      • nurrahma purnamasari

        26 Maret 2012 at 13:05

        menurut pendapat saya dan menurut pemahaman saya dalam membaca alquran yang agama saya ajarkan. alqur’an menjelaskan bahwa seluruh makhluk ciptaan Tuhan adalah saudara,baik itu hewan, tumbuhan dan manusia tentunya. dari kutipan salah satu ayat. jadi jika ada paham mengatakan bahwa sesama muslim adalah saudara ? ya itu benar, namun jauh lebih benar lagi dan lebih tepat lagi adalah sesama makhluk ciptaan Tuhan(Allah) itu bersaudara.setau saya dalam alqur’an menerangkan bahwa islam tidak pernah mengajarkan adanya permusuhan, peperangan apalagi kata2 musuh…saya muslim tapi saya tidak memihak FPI atau ormas2 muslim lainnya, karena yang saya tau islam dan alqur’an turun sudah berjuta2 tahun lamanya,hampir sebanding dengan usia bumi, dimana lahirnya manusia pertama didunia disitulah islam dan alqur’an lahir. dari keterangan tersebut saya hanya bisa menyimpulkan bahwa hal hal yang berbau keyakinan,keagamaan, dewasa ini sudah tidak murni seperti dulu lagi seiring dengan perkembangan zaman.Agama saat ini sudah terkontaminasi dan terpoles oleh orang2 yang merasa benar yang merasa paling mengerti dalam agama, yang merasa paling bisa memimpin umatnya,padahal islam tak pernah mengajarkan hal demikian sama sekali,islam mengajarkan bahwa masih ada langit diatas langit.. dan zat yang maha benar yaitu hanya Tuhan.hal tersebut diungkapkan alqur’an bertujuan agar manusia tak merasa tinggi hati dari seorang manusia. Dari situlah awal mula timbulnya pertentangan antar umat beragama.saya yakin seorang muslim yang mengatakan bahwa “sesama muslim bersaudara” itu punya niatan yang baik, hanya saja cara penyampaiannya yang salah, yang seolah2 memancing pertentangan sosial.jangankan pertentangan antar umat beragama.pertentangan intern islam pun terjadi, itulah sebabnya ada kelompok muslim yang berkubu2, bukankah itu menandakan perpecahan umat islam?.. seperti yg sudah saya katakan bukan agamanya yang salah tapi salahkanlah orang orangnya.mereka salah dan sebenarnya belum paham apa yg diperintahkan Tuhan melalui agama dan alqur’an.tak usah hiraukan perkataan perkataan seperti itu, hakikatnya tugas kita sebagai manusia adalah jika merasa blum mendapatkan ketenangan hati dalam memilih keyakinan, satu tugas kita, yaitu mencari agama atau keyakinan yang dogma dan kebenarannya benar- benar ” Benar ” .terimakasih 🙂

         
    • hoki

      27 Juli 2014 at 11:04

      saya belajar semua agama, agama adalah jembatan agar kita selalu dalam jalur yg benar. jika tidak ada agama darimana DASAR pedoman ketuhanan didapat, akan tetapi mempelajari agama yg di ajarkan para nabi terdahulu adalah bukan hanya ttg logika melainkan sesuai atau tidak suatu hal yg kita lakukan dengan Hati nurani kita. Percaya Tuhan itu mutlak, percaya para nabi itu adalah jalan kita masing masing. seperti sebuah sekolah, dimanapun sekolah asal mau mengikuti pelajaran dengan baik maka akan lulus juga..

      intinya mengikuti hati nurani itu yg sejati, karena hati nurani kita pemberian Tuhan dan tidak disangkal pula hati nurani itulah Tuhan.

      saya belajar sampai disini. terimakasih

       
      • Didik Suwitohadi

        2 Agustus 2014 at 01:49

        Susahnya, orang orang yang belajar agama tidak pernah berpikir ( mungkin hanya sebagian saja yang berpikir ), bahwa keberadaan Ke Tuhanan itu lebih dulu daripada Agama. Jadi ketika orang berbeda agama ( jalannya ), mustinya bukan sesuatu yang serius. Asal memang mereka percaya vahwa semua yang ada adalah akibat adanya sang Pencipta. Ketololan manusia yang biasa menyalahkan dan meng kafirkan orang lain. Terimakasih, telah hadir di blog saya Hoki.

         
  3. tehrik e thaiba

    26 Maret 2012 at 01:20

    sesama muslim bersaudara,,,,,diluar islam musuh besar?????

     
  4. Anindya Dewi

    9 Mei 2012 at 07:36

    Nitip komen, ini adalah copas dari diskusi ku di facebook yang menanyakan tentang apa itu agnostic dan apa keyakinan yang dia anut sekarang, berikut adalah kutipannya:
    ___________________

    Secara umum ku membagi kepercayaan pada tuhan menjadi 4:
    1. Percaya akan adanya tuhan (teis)
    2. Percaya bahwa tuhan itu tidak ada (ateis)
    3. Ragu akan adanya tuhan (skeptik)
    4. Tidak peduli akan adanya tuhan atau tidak

    Loh agnostic kemana.?? Agnostic tidak berada dalam satu kategori dengan keempatnya itu, karena pengertian agnostic itu bukan tentang apakah kamu PERCAYA tuhan atau tidak, tapi apakah kamu TAHU keberadaan tuhan atau tidak, dan jawaban agnostic adalah kamu tidak tahu apakah tuhan itu ada atau tidak, masalah percaya atau tidak lain lagi..

    Bisa saja kamu menjadi agnostic tapi tetep percaya akan adanya tuhan, atau kamu menjadi agnostic tapi percaya bahwa tuhan itu tidak ada karena itu ada istilah
    1. Teis Gnostik yaitu mereka yang tahu tuhan itu ada, sehingga otomatis percaya tuhan itu ada.
    2. Teis Agnostik yaitu mereka yang tidak tahu tuhan itu ada atau tidak, tetapi percaya Tuhan itu ada.
    3. Ateis Agnosti yaitu mereka yang tidak tahu tuhan itu ada atau tidak, tetapi tidak percaya bahwa tuhan itu ada..
    4. Ateis Gnostik yaitu mereka yang tahu tuhan itu tidak ada dan tentunya percaya bahwa tuhan itu tidak ada..

    Walau demikian sebagian besar agnostic memilih untuk menjadi bagian dari skeptik, yang ragu pada tuhan dan memilih untuk menunda atau pasrah apakah nanti ada tuhan atau tidak..

    Agnostic adalah pilihan yang jujur, karena semua orang tidak tahu apakah tuhan ada atau tidak, mengatakan bahwa kita tahu ada tidaknya tuhan (gnostic) sama halnya kita membohongi diri sendiri, dan jika ditanya apakah kepercayaan yang cocok bagi seorang agnostic maka jawabannya ya skeptik karena keduanya berkorelasi, tidak seperti ateis agnostic yang tidak tahu tapi malah tidak tidak percaya, atau seperti teis agnoctic yang tidak tahu tapi masih percaya juga..

    Bagaimana dengan ku.?? Aku memilih untuk menjadi seorang agnostic yang tidak peduli apakah tuhan itu ada atau tidak, dengan kata lain: Aku tidak tahu apakah tuhan itu ada atau tidak, dan aku tidak peduli tentang eksistensi tuhan..
    Perbedaan dengan skeptik adalah skeptik masih merasa terganjal (red: memusingkan) masalah apakah dirinya percaya tuhan atau tidak, tapi orang seperti ku dia tidak peduli lagi dengan yang namanya tuhan..

    Yang aku lakukan adalah fokus pada kehidupan ku sekarang untuk terus berbuat baik.. 🙂

     
    • Didik Suwitohadi

      9 Mei 2012 at 12:54

      Terimakasih atas perhatiannya Anindya. Pemikiran kamu akan menjadikan pertambahan kasana pemikiran tentang Entitas yang banyak dipertanyakan manusia. Tapi tak satupun bisa menjawab keberadaan Entitas hebat itu dengan benar. Bahkan orang beragama sekalipun. Sayangnya, justru mahluk mahluk beragama itulah yang sering membuat kebohongan kebohongan atas nama kitab suci atau Tuhan, tanpa memberikan penjelasan yang baik. Tapi, semua berhak atas pendirian dan keyakinannya. Yang penting jangan maksa orang lain untuk percaya terhadap keyakinannya. Apalagi melecehkan keyakinan orang lain.

      Satu pertanyaan buat kamu. Bukankah kamu Anindya Yumika Dewi. Yang ngaku wartawan Jawa Pos….? Masih ingat saya…? Apa juga masih marah sama saya…? Ha…ha…ha….

       
  5. Amin Khudori

    31 Mei 2012 at 14:46

    hati/kepercayaan, iman, itu ada yang ngatur seperti sdh diprogram ,bisa berubah tergantung situasi dan kondisi ,tidak mutlak ….benar nggak ya tulisan gue

     
    • Didik Suwitohadi

      2 Juni 2012 at 09:07

      Dalam hati ada yang dikatakan NURANI. Bagian itulah yang tak bisa berkata bohong. Tapi manusia cenderung melewatinya. Semuanya permainan yang kuasa. Orang tidak akan tahu hal itu “BAIK”, kalau tidak ada yang “BURUK”. Bagaimana anda mengenal kata hitam kalau semuanya putih.

       
  6. doni

    9 Agustus 2012 at 04:23

    saya nyimak dulu,karna sepertinya saya masuk kategori agnostic,saya tidak suka dengan aturan2 agama,yang menurut saya terkesan “menyesatkan” “membodohi”, saya percaya akan ada nya Tuhan tapi saya tidak percaya dengan agama2,memang benar,kesan nya seperti untuk ke untungan kelompok2 tertentu aturan agama itu, dan banyak yang melakukan tindakan-tindakan yang nyata2 di larang di kitab agamanya,tetapi mengatas namakan agama dan kitab
    seperti makna kata “jihad” thanks

    maaf gak ada maksud offensife, maaf juga kalau tulisan saya terlihat kurang berbobot,karna saya sendiri masih pemula dalam hal2 seperti ini,dan usia saya masi 18 thn

     
    • Didik Suwitohadi

      9 Agustus 2012 at 20:16

      Kesadaran akan tumbuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia dan pembelajaran. Seusia kamu, sama juga ketika saya seusia itu, masih dalam proses panjang menentukan arah yang dianggap benar dan diyakini.

       
  7. donny

    9 Agustus 2012 at 19:05

    Saya pribadi penganut Theis Gnostic. Penganut Theis Gnostic tidak melulu bersifat cari aman atau tidak mau pusing. Buat saya, itu pilihan paling baik untuk “mencari” Tuhan. Karena saya percaya Tuhan tidak pernah menciptakan agama. Tuhan tidak butuh nama, tempat ibadah, hari raya dan sebagainya.

    Bukan berarti saya anti dengan kitab. Dibanding tulisan filsafat, kitab Qur’an, Injil dan Taurat lebih banyak saya baca, dan justru menjadi landasan saya sebagai Theis Gnostic. Sisi positifnya, saya bisa ber-Tuhan tanpa bias oleh agama (dan segala macam permainan politik dan kepentingan di dalamnya). Saya lebih terbuka dan berani mengkritisi agama, dan berusaha menerapkan sebagai mana seharusnya tanpa menyalahkan pilihan orang lain. Karena apa yang saya yakini bukan untuk disebarkan.

    Memilih menjadi Atheis, Agnostic atau beragama (apapun), pada dasarnya masalah keyakinan. Bahkan untuk jadi Atheis pun butuh keyakian (iman). Karena seperti keberadaan Tuhan tidak bisa dibuktikan, ketidak-beradaan Tuhan juga tidak bisa dibuktikan.

     
    • Didik Suwitohadi

      9 Agustus 2012 at 20:17

      Tak ada yang salah atau benar dalam hal keyakinan. Tuhan menunjukan kebenaran dan perbandingan dengan caranya sendiri. Semua saling berhubungan.

       
      • munos

        4 September 2012 at 17:15

        Saya seorang agnostic, saya percaya banget adanya Tuhan sbg pencipta saya…krn sangat mengagungkan Dia dari lubuk hati saya paling dalam. Menurut saya, sangat kecil kalo Tuhan dikotak-kotakan dlm agama… Saya yakin agama2 itu ada atas acc Tuhan jg krn kalo Tuhan tdk berkehendak tdk mungkin ada yg namanya islam,kristen,budha dll… Mangkanya saya sgt menghormati semua agama (atas nama Tuhan) jadi semua sdh direncanakan sama Dia… Saya lebih mempercayai alam semesta…. kalo peraturan dunia bilang A ato B saya kembalikan lagi bahwa manusia diberi akal budi utk tahu dan melakukan yg baik… Saya terlahir Kristen dan tdk percaya kalo jesus itu Tuhan, karena kecil banget saya mendekripsikan Tuhan ke jesus, menurut saya dia itu nabi sama dng mohamad… Tuhan yg buat alam semesta ini, mau dia bikin ada kristen,islam trus mereka debat2 itu khan rencana Tuhan semua dan atas acc nya itu semua terjadi… Kita gag tau apa maksud Tuhan krn akal pikiran kita diciptakan layaknya pc intel pentium 3 sedangkan Tuhan ini yg nyiptakan pc nya… Mangkanya dalam kehidupan saya, ketika saya berpendapat sesuatu dalam hati saya slalu bilang (saya bisa salah TUHAN, hanya Engkau yg maha tahu) tapi saya tinggal di dunia di bumi jadi saya ikut dan taat juga sama peraturan dunia selama itu baik, saya tetap ke gereja dll… Saya jg mikir, misalkan anda sholat ato anda berdoa ato berbuat baik itu tujuannya utk masuk surga ato apa? krn klo kita amal ibadah dll utk masuk surga, saya pikir itu egois bgt kita melakukan itu smua utk kebahagian kita sendiri… ujung2nya tujuannya utk diri sendiri masuk surga yg dlm gambaran manusia itu yg indah2 lah.. Nah itu saya paling takut…saya berusaha melakukan hal2 baik di dunia berdasarkan insting lahiriah manusia dan akal budi yg sdh ada dan slalu minta maap ke alam semesta krn jangan sampai saya melakukan itu tadi ujung2nya utk surga (kebahagian kita sendiri). Saya melakukan hal baik hanya utk Tuhan pencipta saya yg kasi saya insting tentang positif dan negatif, dan Tuhan yg taruh saya di bumi dan saya kais2 cari tau tentang Dia, tapi hanya 0,1 persen yg saya tau tentang Dia… Atas banyak ketidak tauan saya tentang alam semesta ini, itu yg bikin saya lebih wise dan peace… istilahnya klo ada org sesama kristen yg tersinggung sama saya krn saya bilang jesus bukan Tuhan tapi nabi.. saya akan minta maap dan dalam hatipun saya jg minta maap krn saya memang tdk tau…. spt faham the secret, apa yg kamu percayai ya itulah yg bakal kejadian dan rasakan, mangkanya org kristen taat berdoa jg dpt keteduhan jiwa begitu jg yg islam ketika dia sholat jd dpt soulnya masing2… Org berhak utk free will mereka masing2, tapi ingat kita bisa membedakan perbuatan yg baik dan jahat, rahasia alam pikiran itu seluas alam semesta…tdk terbatas…infinity…dan jadi kecil klo dikotak2in jd agama, maap bgt2 klo ada yg tersinggung baca komentar saya…saya tdk bermaksud apa2 hanya mau mengutarakan tentang diri saya dan apa yg saya percaya…terimakasi sebelumnya..

         
  8. Didik

    6 September 2012 at 23:48

    Munos….Rupanya anda sudah baca buku the Secret yang hebat itu. Menurut saya buku itu benar adanya. saya sudah buktikan dengan pengalaman pengalaman saya sendiri. apa yang ada disekitar kita adalah tergantung dari pemikiran kita. Walaupun jalan macet seperti apapun, kalau dalam pikiran kita memastikan akan lolos dan tidak direpotkan oleh kemacetan itu, pasti akan selalu lolos dari kemacetan, apapun caranya. Karena pikiran kita tetap jernih.
    Kita jangan bingung oleh segala agama agama yang ada didunia, yakini saja bahwa Tuhan itu ada. Titik…! Banyak orang beragama yang bodoh dan diperbudah dengan pengertian agamanya yang tidak benar dan dikompori oleh nafsunya.
    Semoga anda segera menemukan apa yang anda cari.

     
  9. larejowo

    7 September 2012 at 05:52

    Pengetahuan yang tidak bermanfaat dan kebodohan yang tidak merugikan. 🙂

     
    • Didik Suwitohadi

      8 September 2012 at 06:38

      Tak ada pengetahuan yang tak bermanfaat didunia ini, yang ada adalah bisa dan mengerti atas pengetahuan itu apa tidak…? Bisa memanfaatkan atau tidak.? Dan kebodohan dimanapun akan merugikan seseorang maupun bangsa itu. maka janganlah bodoh dan mengertilah akan pengetahuan.

       
  10. Abdullah

    25 September 2012 at 14:52

    Maaf numpang urun rembuk mas. Menurut saya semua yang ada di dunia alam semesta ini adalah relatif. Bodoh-pintar, kaya-miskin-susah-senang dll semua adalah hasil persepsi otak manusia terhadap alam semesta ini. Nah selain yang kasat otak, ada juga hal2 lain yang tidak atau belum bisa dijelaskan secara obyektif dan rasional. Apakah itu? Itulah Tuhan. Oleh karena Tuhan tidak bisa dijelaskan secara relatif maka Tuhan termasuk di dalam kategori absolut. Sedangkan paradigma tentang absolut-relatif itu sendiri merupakan sesuatu yang relatif sekaligus absolut. Selama Tuhan tidak bisa dijelaskan dan terjelaskan maka Beliau masuk dalam absolut. Namun absolutisme Tuhan itu sendiri juga bersifat relatif. Pencarian akan partikel Higgs atau partikel Tuhan di Large Hadron Collider oleh para fisikawan di Swiss baru2 ini justru akan mengubah seluruh paradigma akan Tuhan bahwa ternyata Tuhan bisa dibuktikan secara fisika. Akan terjadi perubahan mendasar bila Tuhan bisa dibuktikan secara ilmiah. Dahsyat kan? Siap2 saja terjadi revolusi global. Blog bagus mas, tempat diskusi yang mencerahkan. Salam kemanusiaan

     
    • Didik Suwitohadi

      26 September 2012 at 11:24

      Trims Pak Abdullah. Memang benar tak ada yang Absolut yang benar benar Absolut, kecuali keberadaan Tuhan aja. Semua absolut yang kita namakan Absolut, adalah Absolut relatif menurut pemikiran masing masing. Jadi Absolut yang terbatas. Terbatas oleh paradigma pemikiran manusia masing masing. Sekali lagi terimakasih sudah ikut hadir di blog saya. salam.

       
      • Endang setiowati

        13 Juli 2013 at 06:33

        Di dunia ini yang paling absolut ( kebenaran mutlak ) adalah berbuat baik. Bener gak?

         
      • Didik Suwitohadi

        13 Juli 2013 at 10:22

        Bener Banget Bu Endang, Yang penting memang itu, berbuat baik, siapapun anda…? Apapun agama anda. Berbuat baik adalah wajib.

         
  11. vitruvius

    1 Desember 2012 at 05:23

    Hanya kecepatan cahaya di ruang hampa yg bersifat absolut ( mutlak ) yaitu 3X10 pangkat 8 km/dt

     
    • Didik Suwitohadi

      1 Desember 2012 at 08:43

      Maaf, hubungannya dengan Agnostic ini apa bung vitruvius ?

       
  12. vitruvius

    4 Desember 2012 at 13:45

    gk ada, cm kasih komen ke bung abdullah tentang partikel higgs boson ( partikel Tuhan ), bung abdullah.. anda salah mengartikan higgs boson sbg partikel Tuhan ” yg benar2 Tuhan ” disebut begitu krn partikel tersebut merupakan partikel terkecil setelah quark ( mengacu pada model atom Bohr ) jaman dahulu kita menganggap atom adalah partikel terkecil, seiring berkembangnya tech kita menemukan lagi bahwa msh ada yg lebih kecil yaitu inti atom lalu ditemukan lg proton dan neutron trus quark, partikel tsb ( higgs boson ) dipercaya sbg partikel terkecil ( untuk saat ini ), pertama dan utama dlm pembentukan alam semesta ini, jadi para ilmuwan menganggapnya partikel Tuhan, tapi bukan dalam arti Tuhan yg sebenarnya, seiring dgn kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, tdk menutup kemungkinan kelak ditemukan lagi partikel yg lebih kecil lagi dr partikel higgs boson, kalo misal ditemukan lagi partikel lagi yg lebih kecil dr higgs boson ntar dinamain apa dong? menurut saya, Ilmu pengetahuan tidak mengecilkan keberadaan Tuhan, tetapi justru malah menguatkan. ilmu pengetahuan dan agama bukanlah musuh, tetapi rekanan,dua bahasa berbeda yang menceritakan sebuah kisah yang sama, kisah tentang simetri dan keseimbangan … surga dan neraka, malam dan siang, panas dan dingin, baik dan jahat.
    Ilmu pengetahuan dan agama keduanya bergembira bersama dalam
    simetri Tuhan … Allahu Akbar, maha besar engkau ya Allah

     
  13. mystery

    21 Desember 2012 at 15:24

    makasih, makasih, dan makasih.

     
  14. mystery

    22 Desember 2012 at 16:39

    thank’s, utk rasa ingin tahuku…

     
  15. vitruvius

    25 Desember 2012 at 01:40

    The cure for boredom is curiosity..

     
  16. vitruvius

    25 Desember 2012 at 01:46

    @larejowo
    Sekalipun tidak memberimu manfaat, ilmu pengetahuan tdk akan memberimu kerugian

     
  17. AL 'St

    27 Desember 2012 at 08:57

    Terima kasih bung Didik telah memberi pemahaman soal Agnostic ini, saya seorang agnostic, dan kadang saya lelah menjawab pertanyaan2 orang mengenai kenapa, apa, dan bagaimana, dan endingnya mereka hanya memperdebatkan apa yang saya yakini, istilahnya mereka hanya ingin menunjukkan bahwa mereka lah yang paling benar, Tuhan itu ada, dan saya sebagai agnostic punya pemahaman lain soal keTuhanan itu, apa pemahaman saya merugikan orang lain ? saya rasa tidak, mungkin jika ada yang bertanya ke saya lagi soal kenapa saya seorang agnostic, saya kasih link blog ini saja ya, jika diijinkan 🙂 terima kasih

     
    • Didik Suwitohadi

      30 Desember 2012 at 10:16

      Terimakasih balik Pak, telah hadir di blog saya. masalah Agnostic ada beberapa orang yang membahasnya. Kebenaran hakiki menurut saya, ada di nurani masing masing manusia. Agama adalah salah satu jalan menuju Ke Tuhanan. Tapi kalau ada yang punya cara sendiri berterimakasih pada Tuhan, yaaa…itu cara dia pribadi. Orang ber Tuhan, tidak selalu beragama. Karena agama dilihat dari sudut pandang manusia, adalah cara manusia berteimakasih pada sang pencipta. Sesuatu yg diyakini.

       
  18. Rikuon

    1 Januari 2013 at 21:48

    Jadi, secara definisi, agnostic penekanannya lebih kepada soal knowledge (tahu atau tidak tahu), bukan soal belief (percaya atau tidak percaya).izin share http://rikuon.blogspot.com/2013/01/agnostic-dan-atheis.html

     
    • Didik Suwitohadi

      3 Januari 2013 at 11:50

      Pada umumnya, orang Agnostic percaya adanya entitas luar biasa yang menciptakan semua ini, tetapi dia tidak percaya, bahwa entitas luar biasa tsb bisa dibuktikan keberadaannya. Serta, orang Agnostic pada umumnya tidak percaya kepada agama apapun. Memiliki cara tersendiri atas keberadaan entitas luar biasa tersebut ( Tuhan ). Yang jelas Agnostic bukan Ateis. Silahkan bisa mau share, asal sebut sumbernya. Terimakasih atas kehadirannya di Blog ini.

       
  19. Chipunk

    9 Januari 2013 at 11:20

    Ijin menambahkan,
    Kita hanya belum tau tentang kebenarannya/keberadaanya atau kita telah lupa dengan orang orang sebelum kita yang telah mengetahui nya ?
    Untuk masalah keberadaan, bentuknya dan hal hal yang sulit diterima logika, sebagai contoh seseorang yang ditampar tidak bisa memperlihatkan seperti apa rasa sakit yang diterimanya, dan tentang kiasan rasa sakit jelas berbeda. karena sesungguhnya orang orang theis telah merasakan keberadaan “tuhan” dengan apa yang diajarkan dari orang orang terdahulu mereka, dan theis SULIT memperlihatkan adanya “tuhan” kepada orang orang yang tidak tahu tentang apa apa yang diajarkan oleh pendahulu mereka seperti rasa sakit karena tamparan itu. dengan kata lain kurangnya knowledge dan terbatasnya logika manusia membuat berbagai macam TEORI yang kita tau disaat kita meyakini teori yang BARU, kita akan menolak teori LAMA kita yang JELAS JELAS dulu kita pernah percaya pada teori itu ataupun kita menolak teori BARU.
    ini hal natural yang sering terjadi dalam kehidupan, hanya saja dalam blog ini perbedaan pendapat tentang teori KETUHANAN.
    KETERBATASAN ILMU PENGETAHUAN DAN LOGIKA MANUSIA ADALAH KUNCI NYA

    Saya sarankan ada membaca kitab kitab teis (yang lebih logis menurut saya Al-qur’an, namun anda dapat juga membaca kitab kitab yang lain seperti Injil dll), mungkin ada beberapa hal yang logis yang telah mereka ketahui dahulu dan hal itu terbukti di zaman sekarang, karena diri sendiri tidak selalu benar, dan orang lain mungkin lebih baik dari diri sendiri.

     
  20. Umay

    13 Januari 2013 at 14:11

    Cobalah berpikir begini. Jika kalian punya anak, hewan peliharaan, pasti kalian akan memberikan petunjuk secara langsung ataupun tidak langsung bahwa kalianlah Ayah/Ibu/Majikannya. Begitu juga Tuhan Yang Maha punya hak atas segalanya diatas manusia. Sebagai Sang Pencipta kita, Mana mungkin Tuhan tidak ingin dikenali oleh ciptaannya? Maka dari itu agamalah petunjuk yang dikirimkan Tuhan. Dan Islamlah satu satunya petunjuk yang benar karena mana mungkin Tuhan memberikan petunjuk berbeda-beda. Renungkanlah. Thx

     
    • Didik Suwitohadi

      14 Januari 2013 at 23:14

      Keyakinan itu ada di masing masing hati manusia. Dan Tuhan memberikan itu. Kalau manusia percaya Tuhan adalah maha bisa segalanya, maka apapun bisa terjadi atas manusia diatas dunia ini.
      Kadang ada yg salah dengan cara pandang umat beragama, bilang Tuhan maha bisa dan maha segalanya. Apapun bisa terjadi bila Tuhan menghendaki. Tapi sisi lain mereka menolak apa yg terjadi dihadapan mereka. Padahal semua itu atas ijin Tuhan. Artinya mereka menolak apa yang telah dilakukan Tuhan, karena tidak sesuai dengan keinginannya. Lucu bukan.

       
      • Umay

        17 Januari 2013 at 03:33

        Ya itu pasti orang munafik. Orang yang hanya demi kepentingan dirinya dan kelompoknya, mereka berani menodai kesucian agama dan nama besar Tuhannya. Mereka bahkan sampai berniat ingin mengubah kemurnian agama hanya demi kepentingan dirinya dan kelompoknya. Di Indonesia banyak sekali orang seperti ini, dari mulai orang kecil sampai orang besar. Bedanya cuma ada di skala kemunafikannya, orang kecil biasanya skala kemunafikannya lebih kecil dan orang besar biasanya lebih besar.

         
      • Umay

        17 Januari 2013 at 04:02

        Mencoba untuk memahami orang agnostic. Mungkin mereka memilih menjadi agnostik karena kebencian mereka terhadap orang munafik ini, sehingga mereka menyimpulkan bahwa ternyata agama hanyalah ajaran moral sesaat yang menjadikan manusia menjadi munafik. Ya saya juga sadar akan hal itu dan juga pernah berpikir begitu. Tapi tetap saja agama itu suci, hanya karena ulah sekelompok orang lantas mereka menjadi agnostic. Tentu saja itu juga salah bukan?
        Janganlah selalu berpikir tentang HAM, HAT juga perlu dipikirkan

         
      • Pepi

        22 Februari 2013 at 06:38

        HAT = Hak Asasi Tuhan? hahahaha

         
  21. Anonim

    28 Maret 2013 at 02:03

    Siapapun Anda, saya sarankan untuk membaca Al-Quran beserta arti (terjemahan) dan makna kandungannya..

    Pahami dan renungkan..
    Tidak ada salahnya membaca dan memahami, selama kita bertujuan untuk MENCARI TAHU AKAN KEBENARAN dan semoga Anda menemukan jawaban yang selama ini Anda cari..

    Al-Quran itu untuk seluruh umat manusia, tidak hanya untuk Muslim..
    Dan itu bisa kita temui di dalamnya seruan “Hai manusia …..”

    Jadi, seluruh manusia hendaknya membaca dan memahami isi Al-Quran, siapapun Anda, entah theis, atheis maupun agnostik..
    Selama Anda ingin mencari tahu,
    Bacalah dan pahami..

    Banyak fakta-fakta dan hasil penelitian Sains Modern yang sesuai dengan Isi Al-Quran..

    Mengapa?
    Karena memang Al-Quran berasal dari (firman) Tuhan, sudah sepantasnyalah sesuai dengan fakta-fakta alam yang ada, karena memang Dialah Tuhan (Allah) yang menciptakan alam ini..

    ================

    Kutipan dari artikel di atas :
    “Agnostik meyakini sesuatu yang luar biasa yang menguasai segalanya di sekeliling mereka, tapi juga tidak yakin sesuatu yang luar biasa itu bisa dibuktikan ada.”

    Lantas, jika PEMBUKTIAN telah ada (sebagaimana orang agnostik inginkan), apakah mereka akan beriman kepada Tuhan (Allah) dan bersedia untuk melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya ???

    Ingatlah, ketika orang-orang dahulu telah diberikan BUKTI yang nyata, namun mereka tetap saja ingkar tidak percaya meski BUKTI itu telah ada..

    Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran :
    “Dan tatkala kebenaran (Al-Quran) itu datang kepada mereka, mereka berkata : Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya.” ( Surah Az Zukhruf ayat 30)

    Banyak bukti-bukti, fakta-fakta dan hasil penelitian Ilmuwan Sains Modern yang sesuai dengan Isi Al-Quran..
    Di antara para ilmuwan itu ada yang beriman kepada Allah, dan ada pula yang (tetap) mengingkarinya, padahal sudah terbukti secara ilmiah, nalar dan logika..

    Baca juga ayat-ayat lain dalam Al-Quran :
    Az Zukhruf ayat 43-50
    Yunus ayat 76
    An Naml ayat 13
    Al Ahqaaf ayat 7
    Al Qamar ayat 2
    Ash Shaff ayat 6
    ……………….
    dan masih banyak yang lainnya..

    Disebutkan dalam Al-Quran, Allah berfirman :
    “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
    (Ar Rahmaan ayat 55)

    ================

    Sekedar saran..
    Siapapun Anda, saya sarankan untuk membaca Al-Quran beserta arti (terjemahan) dan makna kandungannya..

    Pahami dan renungkan..
    Tidak ada salahnya membaca dan memahami, selama kita bertujuan untuk MENCARI TAHU AKAN KEBENARAN dan semoga Anda menemukan jawaban yang selama ini Anda cari..

    Al-Quran itu untuk seluruh umat manusia..

     
  22. milton

    20 April 2013 at 13:17

    Saya sepemikiran dengan kaum Agnostic.

     
  23. maypendy

    23 April 2013 at 08:56

    @anonim : kamu adalah salah satu contoh orng yg bersih kuku bahwa agamanya adalah yg paling benar..hmm apakah km sadar kalo kalian berbuat baik hanya ingin masuk surga.? ingat jangan panjang lebar ngomongnya buktikan saja ..ga usah pake urat leher dan otot..km sendiri aja ngotot tanpa alasan yg jelas..apakah km pernah mencoba membuka pikiran tentang pemahaman yg lain..pasti tidak pehaman mu hanya sebatas dan bertujuan untuk menjatuhkan yg berbeda dengan km..kamu sendiri aja menutup telinga terhadap kebenaran sebenranya yg kamu tuhankan adalah kitab mu dan agama mu bukan tuhan..liad aja pernyataan mu begitu keras dan sangat merasa benar..tanpa ada pembuktian yg nyata…bagaimana org bisa mempercayainya kalo yg memberi penjelasan manusia sprti km.

     
  24. maypendy

    23 April 2013 at 09:04

    jika memank kitab itu benar..buktikan jangan denga tulisan dan perkataann buktikan dengan hal yg benar2 nyata..tanpa ada pemaksaan dan jalan kekerasan..karena sudah banyak bukti nyata bahwa org2 yg beragama hanya takut akan neraka.dan banyak dari mereka selalu berselisih paham dan merasa paling benar dan memaksa org lain untuk masuk agama tertentu..anda berbicara demikian karena anda memank pikiran anda sudah meruncing ke satu titik..susah untuk di buka lagi menjadi lebar apalagi anda hidup dan mendengarkan org2 yg bergaris keras otomatis pandangan menjadi sempit..

     
  25. Endang setiowati

    13 Juli 2013 at 06:28

    Saya percaya adanya tuhan pencipta alam semesta. Tapi saya sangat tidak percaya takdir di tangan tuhan. Hidup ini adalah pilihan, hukum karma selalu berjalan. Saya menggunakan nalar dan logika. Setelah 10thn saya meragukan agama, akhirnya saya menemukan ajaran buddha yg sangat damai. Saya rela disebut murtad, karna ajaran buddha tidak mengenal ancaman. Misal: orang kafir musuh tuhan, ini menurut saya tuhan kok kejam banget ya?
    Agnostik oke, keren. Tidak percaya membabi buta. Lanjutkan berbuat baik, semoga semua makhluk berbahagia.

     
  26. galeshka

    6 Agustus 2013 at 14:20

    Lucu, anda sudah tahu definisi agnostik tapi koq mau bikin definisi sendiri tho?

    Coba googling theis, theistic, itu mungkin lebih sesuai dengan definisi yang anda paparkan.

    Salam.

     
  27. dion ahmad

    7 September 2013 at 10:56

    tidak ada yang namanya agnostik. itu hanya karangan manusia yang tidak kenal tuhan. tidak pernah ada istilah jalan tengah atau jalur aman. agnostik itu ya oportunis. selagi ada manusia beragama seorang agnostik akan setengah ikut untuk percaya adanya tuhan (bukan yakin dari hati). tetapi setelah agama musnah seorang agnostik masih percaya dengan tuhan? saya yakin TIDAK jawabannya.

     
    • Didik Suwitohadi

      7 September 2013 at 13:43

      Banyak orang percaya adanya dzat yang maha segalanya, dan mereka tak menganut agama apapun. Kenapa…? Karena agama bagi mereka telah membelenggu dirinya dan men doktrinnya untuk membenci mahluk atau orang lain yang tak se agama dengannya.

      Jadi kesimpulannya, makluh yang katanya beragama dengan baik itu, tidak terlalu jauh dengan sifat sifat setan, saat dirinya dengan se enaknya mengatas namakan agamanya. Lebih celaka lagi meng atas namakan TUHAN. Untuk meng diskreditkan agama lain.

      Di dunia ini banyak orang sangat taat dengan adanya Tuhan, dan tak perlu menganut agama apapun, termasuk agama anda, Bung Dion Ahmad atau siapapun anda ( soalnya saya yakin, anda pembohong dengan nama anda sendiri )

       
      • ale

        7 September 2013 at 15:10

        Semakin seru saja pembicaraan soal ini, pendapat saya,,, kenapa kita harus memperdebatkan hal ini, bukankah kita semua memiliki hak untuk memilih, kenapa saling menghujat toh semua akan dipertanggungjawabkan oleb masing2 pihak, why so serious ??? Manusia yang satu tidak pernah punya hak untuk membatasi hak manusia lainnya, apalagi sampai menghakimi, toleransi yang terbaik, selama tidak mengganggu kehidupan anda kenapa harus diperdebatkan ?

         
      • Didik Suwitohadi

        10 September 2013 at 12:44

        Perdebatan kalau dimaknai dengan positip, akan menemukan sesuatu pengertian baru, dan saling menyadari keadaan masing masing. Dan benar Om Ale, semua punya hak untuk menentukan dirinya.

         
  28. dion ahmad

    7 September 2013 at 18:12

    saya ingin meluruskan opini anda yang keliru tentang nama saya. nama saya asli pemberian orang tua sehingga tidak ada kebohongan tentang nama saya. oke bung didik biar saya luruskan beberapa hal dengan anda. pertama, saya yakin anda bukanlah seseorang yang memahami agama dengan baik, tidak memahami sejarah agama, tidak memahami isi Al-Quran sebagai pedoman hidup manusia yang tertinggi (kebetulan saya seorang muslim), tidak mampu memahami agama baik secara ilmiah maupun hakikat. agama tidak pernah mendoktrin karena agama jelas bukan doktrin. kata siapa agama mengajarkan manusia untuk membenci sesama manusia? membenci hewan mungkin? atau membenci orang lain yang tidak seagama? kata anda bukan? ya, tentu kata anda. dan itu bukan ajaran agama. musuh manusia di muka bumi ini hanya iblis. tidak ada musuh selain itu.

    Kedua, ini yang saya sedikit tersenyum dan tercengang membaca tulisan anda. anda terlalu naif, terlalu cepat menghakimi sesuatu yang tidak bernada sama dengan anda. terlalu cepat pula menghakimi sesuatu yang anda tidak pelajari dulu dengan seksama. sifat setan itu memang milik manusia yang memiliki nafsu yang tidak dapat dikendalikan. apa jaminannya bila seorang hanya mengakui tuhan tanpa memiliki agama, bahwa orang tersebut akan terbebas dari sifat setan? nonsense! sungguh tidak masuk akal dan tidak diterima logika. justru agama ada sebagai pedoman hidup sebagai bacaan untuk manusia. untuk membuat manusia memahami apa yang harus dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan. Al-Quran sudah merangkum hidup manusia mulai dari yang pertama hingga akhir jaman nanti. tetapi bagaimana cara kita untuk mengetahui itu semua? tentu dengan membaca bung. dengan membaca kita baru mengetahui. bukan tanpa membaca tapi menghakimi. anda termakan isu-isu sosial tentang pertentangan antar agama dan agama lainnya, mendeskreditkan agama lain dan lain sebagainya mengenai agama. perlu anda ketahui, namanya saling bertentangan itu sudah sifat dan dasar dari manusia yang memiliki nafsu. jangankan agama, suku dan budaya pun menjadi dasar manusia untuk saling bertentangan. isu-isu rasial pun selalu penuh pertentangan. intinya tanpa agama pun manusia sudah memiliki sifat dasar untuk saling bertentangan, untuk ingin menguasai, untuk selalu unggul, dan lain sebagainya. jangan agama dijadikan kambing hitam sebagai perpecahan antar manusia.

    ketiga, orang yang taat dengan tuhan tanpa beragama jelas suatu KEBOHONGAN BESAR yang pernah ada. Allah pun memiliki aturan main, memiliki tata cara. itu yang harus dilakukan dan ditaati manusia. pertanyaannya adalah, darimana aturan itu berada? jelas berasal dari Al-Quran (kitab suci). pertanyaan saya untuk anda adalah, bagaimana mungkin anda taat kepada Tuhan tapi tanpa anda memiliki agama yang jelas-jelas sebagai sumber pedoman dan norma-norma hidup manusia? bagaimana bisa anda taat? dari mana anda tau bahwa hal tersebut dilarang dan hal tersebut baik? kata agama atau KATA ANDA? yang menarik justru sikap anda mengambil jalur tengah bung didik. anda terprovokasi dengan agama saling bertentangan. tetapi buat saya sikap anda untuk memilih jalan tengah sudah menjadi suatu agama sendiri untuk anda pribadi. anda sudah menciptakan aturan-aturan main yang anda tentukan sendiri. ironisnya anda memilih netral antara pertentangan agama dengan agama lainnya. tetapi sekarang anda juga termasuk mendeskreditkan orang beragama. lucu bukan? memang sesuatu paham yang lahir dari hati manusia tidak pernah benar. sikap anda memilih jalan tengah terhadap agama tidak lebih tidak kurang hanya merupakan rangkuman perjalanan hidup anda. sekian dari saya.

     
    • Didik Suwitohadi

      11 September 2013 at 06:43

      Bung Dion Ahmad, komen anda tgl 8-09-2013, dideteksi spam oleh wordpress. Sayang saya tak bisa muat disini. Tapi trims atas pendapatnya.

       
  29. har mikel

    11 Oktober 2013 at 02:39

    http://harmikel-mywillbetterthangodwill.blogspot.com/2013/10/kritik-terhadap-agama-kesalahan-konsep.html
    Kepada manusia yang kuasanya kecil saja perlu waspada, apalagi kepada pencipta semua potensi pada kehidupan dan manusia yang jelas kuasanya lebih besar dan pada kehidupan manusia banyak terdapat penderitaan besar, cukuplah alasan untuk waspada dan meragukan konsep maha baik.
    http://harmikel-mywillbetterthangodwill.blogspot.com/2013/10/critique-to-religion-false-concept-god.html
    to human that the capability is small we sometime need to alert, it’s need to alert too to the creator of all potention on life and human, that clearly his ability is more great and this life have much of big sickness, it’s enough reasons to alert and doubt the goodest concept.

     
  30. yudha

    17 Oktober 2013 at 16:51

    mengutip pernyataan diatas :”alqur’an menjelaskan bahwa seluruh makhluk ciptaan Tuhan adalah saudara,baik itu hewan, tumbuhan dan manusia tentunya. dari kutipan salah satu ayat. jadi jika ada paham mengatakan bahwa sesama muslim adalah saudara ? ya itu benar, namun jauh lebih benar lagi dan lebih tepat lagi adalah sesama makhluk ciptaan Tuhan(Allah) itu bersaudara”

    tolong bisa mencantumkan ayat” di alquran gak tentang hal diatas.terus mengapa ada hewan,anjing misalnya diharamkan untuk dipelihara? (dipelihara berarti diperlakukan dengan layak,disayangi)
    menurut mengalaman saya sering ditolak tinggal di suatu tempat hanya karena pelihara anjing,atas alasan karena mereka muslim katanya.kalo memang salah tolong kasih alasan ayat mana dalam alquran mu yang menyatakan itu
    saya pernah baca bukannya nabi besar mu muhamad juga pernah memberi minum seekor anjing dengan sepatunya.berarti dia najis dong?ato gimana?

    agnostic tidak membabi buta dengan orang yang tidak sejalan.itu yang aku suka
    agnostic tidak takut akan dosa,masuk neraka dan sebagainya.mereka bertindak berdasarkan naluri mereka. do it with your own risk

     
    • Didik Suwitohadi

      24 Oktober 2013 at 13:38

      Memberi minum pada binatang tidak dilarang. Yang dilarang adalah jangan sampai terkena kotorannya, apalgi kalau badannya kotor serta kena liurnya. Sayapun pernah pelihara anjing, tapi bersih dan bukan anjing yang suka nakuti orang.
      Yang muslim, coba berikan argumen dan keterangan yang baik.
      Kena liur kucingpun sebenanya najis juga.

       
  31. ale

    24 Oktober 2013 at 16:36

    Blog ini kan mengupas mengenai agnostik toh ? Tetapi knp kok semakin banyak komentar yang menyudutkan agama tertentu, membanggakan agama tertentu, ini pembahasan soal agnostik kan ? bukan blog perdebatan, jika yang ingin tahu ya monggo tanya sama om didik, jika yang ingin sharing juga monggo, tidak perlu pakai otot…., kita semua hanya mencari kedamaian diri selama hidup di dunia dengan cara yang kita tahu dan yakini, indah kan kalau damai, jgn menghakimi keyakinan sesama manusia, cuma sang pencipta yang bisa ! terima kasih.

     
    • Didik Suwitohadi

      27 Oktober 2013 at 07:40

      Kadang manusia cuma mengedepankan EGOnya saja. Dia pikir dialah yang paling benar.

      Padahal TUHAN, sudah jelas jelas menciptakan semuanya dalam segala macam yang berbeda. karena berbeda itu saling mengisi dan melengkapi ( itu kalau yg di ikuti adalah pikiran positip ). Sehingga terbentuklah HARNONISASI. Dari perbedaan itulah, satu sama lain saling berlajar. Termasuk belajar menghargai perbedaan itu sendiri.

      Dan perlu di ingat, AGNOSTIC bukan kafir.

       
      • munos

        26 November 2013 at 10:15

        sdh lama saya nggak cek blog ini nggak taunya masi berlanjut panjang… itulah knp kita dinamakan manusia.. kita ini unik bisa berdebat, punya harapan, beriman, belajar sgala sesuatu.. punya rasa bahagia, takut, sedih, ambisi dll… saya percaya ajah dibalik semua perdebatan diatas ibarat Tuhan pantau blog ini dari jauh palingan ya dia senyum2 ajah melihat para manusia spt kita melakukan kaji mengkaji tnt rahasia Tuhan yg paling absolut.. rahasia keTuhanan yg paling hakiki hanya bisa dijawab ama Tuhan sendiri.. krn klo kita bisa menjawab rahasia2 ini dng betul akurat itu artinya kita sdh jd Tuhan, knp manusia tdk bisa menjawab ini semua dng akurat dan benar 100 persen ya krn akal pikiran kita diciptakan sengaja terbatas ama Tuhan,krn klo akal pikiran kita diciptakan jd yg tercanggih artinya kita ud jd Tuhan krn yg tercanggih dari semua yg canggih ya Tuhan itu sendiri,tapi saya percaya akal pikiran manusia lambat laun tahun berganti tahun dibuka sedikit demi sedikit ama Tuhan untuk jd lebih canggih ini terbukti dulu nggak ada pesawat terbang skr ud ada, jaman dulu kita nggak ada handphone skr bisa telpan, bbman dll.. ini bukti akal pikiran kita dibuka sedikit demi sedikit olehNya.. berdiskusi, berdebat, mengkaji dll itu adl sifat manusia yg bagus asalkan dlm debat tersebut tdk ada kebencian, dendam ato merasa paling benar.. krn diluar topic yg dibahas, “benci sesuatu” itu jelas instinc kita bilang itu negatif.. seperti socrates bilang ” org yg bijaksana adl org yg tau klo dia tdk bijaksana, sedangkan org yg tdk bijaksana adl org yg tidak tau klo dia tdk bijaksana.. dlm kapasitas Tuhan.. manusia itu semua nggak ada yg bisa sebijaksana Tuhan ( itu pasti) manusia itu diciptakan serba kurang dan bisa melakukan dosa sengaja maupun tdk sengaja.. kita ditaruh di dunia ini tdk bisa hidup sendiri.. musti bergantung dng sesama manusia dan alam.. saling menyayangi sesama manusia, kasihilah musuhmu seperti km mengasihi dirimu sendiri… ampunilah kesalahanku seperti aq mengampuni org yg bersalah kepadaku.. masing2 punya prinsip itu boleh.. yg nggak boleh klo dlm prinsip itu timbul kebencian ke sesama manusia.. itu menurut saya dan skali lg dng jujur dan pikiran terbuka bahwa komentar saya ini bisa salah dan ini hanya pendapat dan pemikiran saya yg saya imani.. saya bisa salah krn saya bukan Tuhan.. itulah knp saya memilih menjadi agnostic…

         
      • Didik Suwitohadi

        27 November 2013 at 05:38

        maka Tuhan menyuruh kita untuk berpikir, tapi bukan memikirkan ujud Tuhan seperti apa… Bukan itu yg di kehendaki NYA. Berpikirlah untuk bisa hidup dan mengisi hidup mu…..

         
  32. Be

    16 Januari 2014 at 23:11

    Menurut saya, perbincangan ini bersifat subjektif sekali. Karena latar belakang kita semua berbeda. Saya baru tahu kalo pandangan, apa yg saya yakini ini disebut agnostik hehe norak ya. Baik agama, kepercayaan, keyakinan, atau apalah sebutannya, ini semua hanya perbedaan alasan, yang mendasari semua perilaku kehidupan kita sebagai mahluk terbatas. Saya sependapat dengan saudari munos, bahwa alam semesta dengan hukum2nya punya cara kerja yg belum kita pahami. Atau bahkan tidak akan pernah kita pahami. Karena keterbatasan kita ini, marilah kita berdiskusi dengan semangat berbagi, bukan menghakimi, apalagi menghina keyakinan orang lain. Pakai azas kebaikan, bukan azas benar-salah. Peace !

     
  33. Heppy Haloho

    6 Maret 2014 at 12:54

    Numpang tanya, bila agnostik mengakui adanya Tuhan lantas apa yang mereka lakukan untuk memuliakan Tuhan itu? Berbuat baik kah? Lantas bagaimana ia merasa yakin apa yang baik yang ia lakukan itu, baik juga di mata Tuhan? Lalu kepada siapakah perbuatan baik itu dipertanggungjawabkan? kepada diri sendiri atau kepada TUhan? Bisa kah saya berasumsi bahwa penganut agnostik adalah orng yang mengakui adanya Tuhan tetapi menganggap Tuhan tidak terlibat dalam hidupnya? Mohon pendapatnya…Terimakasih…GBu:)

     
    • Didik Suwitohadi

      10 Maret 2014 at 12:08

      Coba deh dibaca lagi artikelnya dengan baik. Jawabannya sudah ada disana. Trims Heppy

       
    • munos

      17 Maret 2014 at 01:05

      sodara heppy haloho saya tertarik menjawab pertanyaan sodara.. saya agnostic tapi ya tiap agnostic pemikirannya beda2… klo saya percaya adanya Tuhan dan Tuhan slalu ada dalam tiap kehidupan saya istilahnya saya kontemplasi dan ekstansi… klo mau tau tnt kontemplasi dan ekstansi bisa dibaca di google ada penjelasannya.. kontemplasi itu suatu cara saya melihat benda sekitar, org laen dan diri saya sendiri adl dari Tuhan2 jg yg membuat saya takjub dan bersyukur kepada Dia sang pencipta bahwa ngapain saya slalu mempertanyakan dimana Tuhan dan hal kekuatiran tnt masa depan, kiamat dll.. toh Tuhan itu ada skr dan bisa dirasakan bener2 menyatu ama kita yg akhirnya menimbulkan rasa syukur dan joy very deep.. contoh kecil klo saya kena hembusan angin saya bener2 merasakan alam yg hidup ini dan Tuhan memberi saya feel joy dari hembusan angin.. pun terjadi klo saya menyentuh batang pohon saya nggak melihat ini pohon tanaman lg tapi saya melihat ini alam ini Tuhan dan menimbulkan rasa syukur thd Tuhan ( bkn saya menganggap pohonnya ini Tuhan spt berhala tapi saya memandang dari sisi yg berbeda) dan itupun terjadi ketika saya melihat org laen.. org yg benci ama saya dll… menimbulkan rasa kasih bkn benci.. krn semuanya ya Tuhan2 jg… akhirnya misal ada org lg jahatin saya ya saya nggak pernah menyalahkan org itu justru saya tanya kedalam diri saya sendiri “ada salah apa ama saya kok Tuhan memberi ujian ini lewat lakon org ini” dan akhirnya membuat saya intopeksi untuk menjadi manusia yg lebih baik…. mangkanya saya kurang setuju apabila ada org jahat ama kita tapi kita bilang “biarkan Tuhan yg membalas” menurut saya hal karma dan ujian org yg salah ama kita itu adl kapasitas Tuhan krn memang di alam semesta ini ada perputaran energi yg akurasinya tepat dan apabila kita pernah berbuat salah maka akan balik ke kita sendiri saya tau itu terjadi dan itu berlaku untuk tiap2 manusia mengingatkan dirinya sendiri jng berbuat hal2 negatif krn akan balik ke kita.. tapi dlm kapasitas manusia kita ini, siapa kita bisa nyuruh2 Tuhan yg membalas klo ada org yg salah ama kita.. krn sesama manusia pesan alamnya sdh jelas.. jng menyakiti sesama dan kalaupun ada yg salah ama saya , saya hrs maafin dng ikhlas (diimani) dan semoga org ini dpt hidayah yg baik dan saya hrs mendoakan yg baik thd org yg jahat ama saya ini… jd klopun memang suatu saat org yg jahat ama saya kena karma ato feedback alam semesta ya itu kapasitas Tuhan tapi kita sesama manusia mendoakannya hrs yg baik walaupun itu untuk org yg salah ama kita.. “Tuhan.. ampunilah kesalahanku seperti aq mengampuni org yg bersalah kepadaku”… Kasihilah musuhmu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri” darimana saya dpt pesan alam ya dari beriman.. manusia itu lahir dikasi instinct ama Tuhan.. insticnt membedakan salah benar itu ada dan bisa anda rasakan… beriman itu bukan berarti ada kaitannya ama agama ajah lho ya.. dng beriman sama Tuhan ajah itu ud beriman.. ato mengimani sesuatu biar bisa gol ajah itu ud beriman.. nah agnostic itu mengimani semua hal yg terjadi dalam kehidupan dia baik yg bisa dirasakan secara logika maupun hati… jd termasuk agama pun masuk dalam hal yg dia imani.. saya paling takut menghujat org.. walaupun teroris skalipun saya gag pernah menghujat.. saya anggap mreka memang sdh lakonnya di dunia ini untuk maksud tertentu Allah acc ada dunia mreka krn suatu hal.. mungkin anda jd bertanya2 wah klo gt knp ada agama ajarannya berbeda2 dan km imani smua.. saya mengimani yg menurut fit untuk diri saya sendiri.. bahkan yg nggak fit pun akan jd pas klo kita melihatnya dari sisi yg berbeda (kontemplasi).. jd pertanyaan2 siapa yg paling benar ato perdebatan2 manusia didunia ini menurut saya ya kita kais2 ajah krn tdk ada org jd mabuk hanya dengan kata “alkohol” mreka mabuk klo meminumnya.. tdk ada org yg bisa menjawab rahasia Ketuhanan secara absolut dan hakiki klo bukan Tuhan itu sendiri.. stop bertanya2 hal2 yg jelas2 kapasitas akal pikiran kita memang ditutup ama DIA untuk tdk bisa menjawabnya tapi kembalilah present disaat skr ini.. kembalilah pada kekinian untuk sadar dan melihat bahwa udara,alam, manusia ini Tuhan2 jg dan pesan alamnya jelas.. jng menyakiti sesama, jng menghujat, hiduplah berdampingan dng sesama dan alam dab kebahagianmu ada pada org laen itu sdh jelas pesan alam bagi saya sendiri.. ini yg saya bilang jg menurut saya.. belum tentu di org laen jg sama krn kita ini manusia unik diciptakan dng milyaran gen dan karakter yg berbeda tiap manusia ini.. apabila dng perbedaan ini kita bisa hidup berdampingan waaah indah skali kita.. trimakasi sebelumnya..

       
  34. gilangirwan

    4 Juli 2014 at 18:42

    saya mengarah ke Agnostik Teis, singkatnya saya bisa dikatakan menganggap alam semesta ini berjalan seperti efek domino, Tuhan yang membuat kartu domino pertama jatuh dan dunia berjalan hingga saat ini. masalah agama mana yang benar saya sedang dalam masa pencarian, dengan membaca sejarah atau bidang lain yang diperlukan untuk mengetahui kebenaran..

     
    • Didik Suwitohadi

      6 Juli 2014 at 11:54

      Berbuat dan bertindak baik itu lebih penting, daripada sekedar percaya Agama. Banyak orang beragama tidak bertindak dan berbuat baik. Percaya adanya Tuhan jauh lebih penting daripada sekedar percaya pada sebuah agama. Trims sudah hadi di blog saya Bung Gilang….

       
      • Endang setiowati

        7 Juli 2014 at 15:00

        Menanam kebaikan menuai kebaikan. Just be good

         
      • munos

        7 Juli 2014 at 18:54

        saya melihat kualitas kedalaman hub org dng Tuhannya dari cara dia memperlakukan org laen dan alam krn manusia dan alam adl ciptaan Nya.. jd dari kacamata manusia saya menilai kedalaman iman seseorang dari perbuatannya di dunia bukan dari agamanya toh Tuhan itu gag punya agama , agama yg ciptain manusia atas acc Tuhan jg agama ada, tapi Tuhan gag punya agama krn Tuhan ya Tuhan.. yg sempurna ..

         
  35. baskoro santosa

    12 Oktober 2014 at 18:49

    penganut agama kebenaran sejati! Ada 2 kata “salah” dan “benar”, dan kata salah bisa menjadi 2 makna, yaitu “merasa salah” & “memang salah”, begitu juga dengan kata benar bisa menjadi 2 makna, yaitu “merasa benar” & “memang benar”. Sebenarnya inilah pokok permasalahan tentang Ke-Tuhanan & Keagamaan. Untuk kalian semua baik yg beragama maupun yg tidak beragama, jalankan saja sesuai dengan keyakinan anda, janganlah saling judge, aq merasa keyakinanku benar dan keyakinanmu salah! Memang KETUHANAN adalah makna yg sangat amat amazing sekali buat saya…..! Cinta, kasih sayang, dan peduli terhadap sesama itulah yg Tuhan inginkan! Salam cinta & kasih sayang untuk kita semua, assalamualaikum, shalom, om swastiastu, sabbe satta bhavanttu sukhitatta!

     
  36. Aka

    9 Juli 2015 at 02:47

    apa tujuan hakiki hidup anda ? damaikah anda hanya percaya tuhan tanpa ada ajaran yg mendasar ? dan terakih ini pertanyaan yg paling saya ingin ketahui jikalau anda meninggal anda akan di kebumikan seperti apa ? jika orang tua anda muslim , nasarana atau sbg apakah anda akan di muslimka atau di nasranikan ?

     
    • Didik Suwitohadi

      11 Juli 2015 at 20:14

      Pertanyaannya saya balik sekarang. Apakah jaman dahulu nenek moyang kita dikebumikan dengan tanpa doa…? Apakah doa doa itu anda anggap agama ? Satu lagi, dijaman sekarang, orang pasti mencantumkan agamanaya dalam KTP. Tetapi apakah dia menjalankan sepenuhnya atau cuma paksaan saja agar kolom agama terisi. Dan hal itu sudah rahasia umum, terutama bagi masyarakat yang masih memegang teguh kepercayaan leluhurnya. Kalau saya percaya Tuhan dan menjalankan dengan cara saya sendiri ? Apakah salah ? Yang tahu hanya Tuhan. Dan kalau orang tua saya Nasrani atau Islam kemungkinanya paling besar pasti diajarkan agama orang tua masing masing. Setelah dewasa ? Hanya Tuhanlah yang tahu. Manusia tak tahu apa apa, tapi merasa tahu melebihi Tuhan.

       
  37. Agung R

    25 April 2016 at 04:40

    Sering kali dalam setiap diskusi para theis memberikan nasehat kepada saya (mungkin saya agnostic) untuk membaca kitab sucinya, dipelajari kemudian dipahami. Setelah dipelajari menurut pemahaman saya pribadi tetap saja dianggap tidak sesuai atau salah. Kemudian disarankan untuk belajar dengan yang pandai menafsirkan, sedangkan tafsir setiap ahli juga berbeda. Dan pendapat saya tafsir itu lebih cenderung ke doktrin, yang terkadang justru memberikan jarak diantara umat beragama. Terimakasih.

     
    • Didik Suwitohadi

      26 April 2016 at 10:15

      Tidak jarang yg menafsirkan, dari segi keilmuan sangat jauh kurang. Dia cuma membaca kitab sucinya saja, tanpa membuka pikirannya dg pengetahuan lain. Belum lagi pengaruh budaya lingkungan. Inilah yg tidak disadari oleh pemuka agama. Cara berpikir yg jelas berbeda.

       
  38. Agung R

    27 April 2016 at 04:38

    Tapi untuk saat ini saya tetap menjalankan ritual keagamaan-keagamaan lain dengan tujuan hanya tidak membuat teman teman yang seiman kecewa dengan saya, dan itu menurut saya adalah hal baik yang bisa saya lakukan. Karena menurut saya tidak melulu beragama juga hanya terdapat nilai negatifnya, mungkin ada sedikit nilai yang tersisa yang dapat di implementasikan dalam kehidupan sosial. Terlepas dari bagaimana orang menilai saya. Whatever, i don’t care this my life. Terima kasih bung sudah mau menanggapi komentar saya.

     
  39. หนังโป้ใหม่

    1 Juni 2017 at 08:51

    What’ѕ up it’s me, I am also visiting this website on ɑ regᥙlar basis, this website is genuinely nice and the peoplе are ɑctᥙally shɑring nice thougɦts.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: