RSS

Black gold, biang konflik bagi pemiliknya.

22 Apr

Film yang diedarkan oleh Warner Bros ini adalah produksi orang Arab ( Qatar, Produser Tarak Ben ammar ), Juduk aslinya, Black Thirst ( saya nonton videonya ). Film yang menceritakan perang antar suku arab ( antar Kabila arab ) karena minyak bumi. Dan lagi lagi yang menjadi biang keladinya adalah orang Amerika. Dengan provokasinya yang canggih, seorang ahli minyak dari texas oil, berhasil menyakinkan seorang emir yang daerahnya banyak mengandung minyak. Celakanya daerah daerah yang mengandung minyak tesebut juga diklaim milik emir lainnya. Atau dengan kata lain, tanah sengketa, perjanjian pembagian hasil belum tuntas.

Gambaran film tersebut adalah gambaran provokasi, adu domba dan sejenisnya dari orang barat terhadap orang timur, yang masih lengkap memegang tradisi dan agamanya yang ketat, plus kebodohannya. Terlalu mendalami agama tanpa memakai nalar, kemajuan jaman dianggap sesuatu yang kafir. Mereka menganggap memakai peralatan modern, seperti mobil, dianggap fasik. Mereka tetap mamakai kuda dan Onta sebagai tunggangannya. Perdebatan sengit tentang makna yang tertulis dalam Al Qur’an tergambarkan dalam adegan pertemuan Auda sebagai utusan plus menantu Emir Nesib tapi sekaligus juga sebagai anak dari Emir Salmaah, musuh Emir Nesib ( dua anak emir dari Salmaah dititipkan ke emir Nesib sejak kecil, dan salah satunya jadi menantu, yakni Auda si kutu buku. Yang satu lagi, kakaknya dibunuh, karena membunuh dua pengawalnya ). Menafsirkan Al Qur’an secara sempit dan tradisional, disertai kurangnya pengetahuan, tidak mengembangkannya melalui nalar yang lebih dalam, akan menimbulkan salah tafsir dan pertentangan yang tajam. Itulah yang terjadi di kebanyakan orang Islam. Mereka masih berpandangan di jaman Rasulullah, padahal Rasul tidak menghendaki hal semacam itu. Berbahaya sekali menafsrikan Al Qur’an dengan selalu berpikir pada jaman Rasullah, tidak melihat kenyataan kemajuan jaman yang ada saat ini. Sementara Al Qur’an dianggap selalu dapat mengikuti jaman. Sedang umatnya kebanyakan yang selalu ketinggalan.

Minyak bumi dianggap oleh mereka sesuatu yang fasik. Tapi saat ditanyakan, kenapa minyak bumi ada kalau itu ternyata dilarang Tuhan ? jawabannya adalah sebuah teriakan, bahwa yang menanyakan hal seperti itu adalah murtad…! Kemudian mereka beramai ramai menghujat, terus menggebukinya. Betapa berbahayanya pemikiran ahli agama yang seperti itu. Apa bedanya seorang ahli agama dengan pemimpin bar bar, otoriter, tiran, kalau kenyataanya seperti itu. Seorang ahli agama akan jauh lebih kejam daripada penjahat dal;am kondisi seperti itu. Menganggap dirinya sebagai wakil Tuhan.

Sementara si Amerika dengan bersiul siul kecil dan pikiran yang ringan terus saja menggali dan mengeluarkan minyak dari dasar bumi. Bagi dia keuntungan sangat luar biasa sudah didepan mata. Keuntungan pertama adalah hasil dari minyak bumi. Keuntungan ke dua, dari konflik tersebut, dia bisa menjual senjata dan peralatan perang lainnya. Seperti pesawat terbang, tank, dan mobil.

Saya tidak akan membahas terlalu dalam keindahan film itu, yang membuat saya tertarik membuat tulisan ini adalah, pada permasalahannya. Konflik yang terjadi di negara dunia ke tiga, dunia timur. Yang selalu sarat dengan tradisi dan agama yang kuat. Tanahnya selalu kaya dengan mineral, tapi orangnya bodoh untuk bisa mengeluarkan dan mengelolanya sendiri. Dari sini saya berpikir, bahwa Tuhan memang benar benar adil apa adanya. Orang yang negaranya kaya dengan mineral tak punya kemampuan nuntuk mengelola tambang tersebut. Orang yang mempunyai kemampuan ilmu yang cukup, negaranya rata rata memang tidak kaya akan mineral dalam tanahnya. Pernahkah kita berpikir sampai kesana ? Bahwa orang orang eropah, atau yang biasa kita sebut orang barat, memang pintar pintar dalam segi otaknya, karena mereka harus survive dengan segala kekurangan yang ada dalam negaranya. Mereka harus tetap hidup, bagaimanapun caranya.

Sementara orang timur, yang lebih banyak berkutat dengan budaya dan tradisi serta agama, lebih banyak memikirkan segi agama dan tradisinya. Tanah mereka rata rata subur dan dikaruniai makanan yang melimpah. Akibatnya, hidupnya selalu nyaman dan tak perlu terlalu berjuang keras untuk tetap hidup. Resikonya mereka jadi tidak perlu memikirkan hal hal lain, kecuali menjalankan tradisi atau agamanya. Berterimakasih pada Tuhannya. Maka dalam kurun waktu tertentu, bangsa timur menjadi bangsa yang tidak beruntung dalam ilmu pengetahuan dan menjadi bahan perasan bagi bangsa barat yang telah maju dan berpikiran cerdik sekaligus culas dan penipu.

Cerita yang disajikan dalam Black gold ( emas hitam ), mirip dengan keadaan negara kita yang tercinta ini, dari jaman nenek moyang kita sampai detik ini, masih dalam permainan orang orang barat. Orang orang Indonesia sendiri walaupun sudah banyak yang bersekolah tinggi dengan titel yang banyak, masih saja tetap “ BODOH “. Ladang ladang minyak dan pertambangan kita masih dikuasai orang orang atau perusahaan perusahaan barat. Sungguh amat menyedihkan ! Sementara rakyat sudah berteriak teriak meminta mengambil alih semua perusahaan itu oleh pemerintah dan bisa dikelola sendiri. Minimal orang orang barat itu berperan sebagai “ KARYAWAN ”, di pertambangan kita. Tidak bisakah orang timur menjadi “ Boss “ bagi orang barat…? Negara negara arab sebagian sudah bisa menjadi boss bagi orang barat, tapi sayangnya mereka masih saja kalah cerdik dengan orang barat, mereka masih bisa ditelikung oleh orang orang barat. Seperti hal negara kita yang masih bisa ditelikung oleh orang orang barat. Sedihnya lagi yang menjadi alat menelikung kita justru bangsa kita sendiri.

Menonton film itu anda akan diberikan pelajaran berharga bagaimana agar kita hati hati dengan segala upaya orang barat, yang se akan akan memberikan keuntungan bagi negara kita, tapi sebenarnya, mereka menyedot seluruh kekayaan tanah kita untuk di tumpuk di negerinya. Pada saatnya, kita akan menjadi budak kembali, karena sudah tak punya apa apa. Tanah sudah kering, otak tak berfungsi apa apa. Sudah miskin tak punya otak lagi, alias bodoh..! Mau jadi apa kita …?

Sungguh sangat berbahaya bagi rakyat suatu negara, kebodohan didukung oleh kekayaan yang berlimpah dinegara tersebut. Yang ada kemudian hanyalah saling bunuh antar bangsa itu sendiri.

Oleh. Didik Suwitohadi.
16-04-2012.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 22 April 2012 in Essei

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

2 responses to “Black gold, biang konflik bagi pemiliknya.

  1. Yuzt

    22 Oktober 2012 at 13:50

    saya tidak suka endingnya.. saya lebih suka amar yg memenangkan perang

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: