RSS

Bangunlah Indonesiaku !

26 Apr

Aktifis dan LSM saat ini pada ribut masalah BBM. Pemerintah tetap akan menaikan harga BBM. Semua partai maupun aktivis, apalagi LSM ribut mengatakan, bahwa kebijakan itu tidak pro rakyat. Sementara, rakyat itu sendiri, yang benar benar “rakyat” memang tidak senang atau tidak setuju bila BBM naik. Sebab akan berimbas pada kebutuhan se hari hari mereka. Terutama para Ibu Ibu, yang harus mumet memutar uang belanja. Belum lagi keperluan pendidikan. Tapi keberatan mereka tidak se heboh yang dilakukan para aktivis, partai dan LSM. Sebagian dari mereka juga berpendapat, BBM itu pasti naik, tidak mungkin tidak naik, karena itulah hukumnya ekonomi. Kecuali penggalian atau kelola bbm memang benar benar untuk rakyat Indonesia, bukan untuk dijual keluar, ke bangsa lain. Saya yakin, kalau hanya untuk keperluan negeri sendiri, BBM Indonesia gak akan habis. Masalahnya yang mengelola asing, tentu saja sebagian besar minyak itu akan dibawa asing, karena merekalah yang mampu mengelolanya. Sedang orang Indonesia tidak bisa. Akhirnya, minyak minyak kita sendiri, digali dari tanah kita sendiri, dibawa orang lain dan orang Indonesia disuruh beli. Betapa bodohnya kita ya..?

Kenapa ya… banyak orang Indonesia berpendidikan tinggi, tapi cuma mengelola minyak bumi aja harus menggunakan orang bule…? Bahkan ada yang dijuluki pakar perminyakan. Tapi ya kok cuma pakar dalam wawancara dengan wartawan saja, tidak bisa mengelola apalagi mengebor minyak bumi untuk bangsanya sendiri. Ini yang membuat saya sangat heran bin takjub benar.

Ada satu pertanyaan yang sering saya pikirkan, setiap kali bbm naik semuanya pada ribut, kecuali “ rakyat “. Tapi kenyataannya “rakyat” tetap saja bisa hidup dan membeli bbm. Entah itu bagaimana cara mereka untuk sanggup terus menjalani hidup ini. Kenyataannya orang Indonesia kalau urusan prihatin, memang sangat hebat.

Ribut ribut masalah bbm itu sendiri pada akhir hilang begitu saja. Apa ini karena peran media yang bikin semuanya bisa jadi rame dan ribut…? Apalagi kalau media tersebut milik salah satu anggota partai, hampir tiap detik akan memberitakan masalah itu, plus menampilkan pendapat dari tokoh partai tersebut. Kenapa mereka tidak membantu menyumbangkan pemikiran yang benar, untuk “ rakyat “, bukan untuk rakyat partainya.

Rasanya, demokrasi di Indonesia saat ini, masih cuma sekedar hura hura. Segalanya dihubung hubungkan dengan demokrasi. Dan celakanya batasan pengertian antara demokrasi dengan sikap se-enaknya sendiri juga sudah gak jelas batasnya. Semuanya disebut demokrasi.

Di portal jejaring social seperti face book, pada group group atau forum forum yang terbentuk disana, lagi hangat dan ribut masalah kenaikan bbm yang diprediksi akan terjadi di bulan Mei ini ( 2012 ). Mereka sudah pada siap siap dengan pasukannya masing masing untuk demo besar besaran. Yang memberikan pendapat berbeda, sudah hampir pasti diumpat habis habisan di forum tersebut. Celakanya juga dalam situasi seperti itu, para provokator sudah ikut nimbrung, berlagak mendukung aksi demo tolak kenaikan bbm. Dan orang orang seperti ini biasanya tidak nampak batang hidungnya, bersembunyi dibalik gambar atau poto poto orang lain, bukan poto pribadinya.

Indonesiaku… kapan kamu menjadi pintar dan bisa mengayomi anak negerimu…? Tidak menjual anak negerimu pada asing…? Tidak menggendutkan perutmu sendiri dengan memakan daging anak negerimu…! Hampir 67 tahun merdeka, sekarang dijajah lagi oleh bangsa sendiri dibantu dengan orang asing. Betapa sungguh mengenaskan nasibmu Indonesia. Kapan bangsamu benar benar merdeka…?

Saya sungguh prihatin, banyak orang Indonesia dikancah internasional masuk jajaran orang terkaya dunia. Namun setelah melihat potonya, mereka ternyata bukan orang Indonesia, melainkan Warga Negara Indonesia. Orang orang ini ketika terjadi keributan, menjadi sasaran amuk masa. Orang orang ini saat Indonesia kacau mereka dengan tenang akan kabur keluar negeri. Ketika dikejar polisi, mereka dengan enak bersembuyi di luar negeri. Uang mereka juga ada di luar negeri. Masih tidak sadarkah kita akan jiwa nasionalis kita sendiri yang sangat rendah…! Amat sangat rendah…! Orang Indonesia ( kalau tidak mau disebut pribumi ), betul betul dianggap sebelah mata oleh bangsa lain. Kenapa…?!. Karena orang Indonesia tidak bisa menghargai bangsanya sendiri. Tidak bisa menghargai tradisi dan budayanya sendiri. Lebih suka subsidi daripada mempertajam otaknya. Sangat gampang menyalahkan orang lain daripada memberi contoh kemandirian. Ketika diberi usulan atau nasihat, bukannya menerima, memikirkannya, tapi malah mencela.

Harapanku untuk orang Indonesia. Cepatlah bangun dari tidur panjangmu. Gerakan tubuhmu agar berkeringat, dan kelolalah tanahmu, jangan dijual…! Bersatulah PRIBUMI INDONESIA….!

Oleh. Didik Suwitohadi
26-04-2012.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 April 2012 in Essei

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: