RSS

Perahu kertas.

20 Sep

Perahu kertas karya Dee, novel ini begitu sangat berbeda dengan serial Supernovanya. Cerita Perahu kertas, begitu gegap gempita, riuh rendah. Mampu menyedot pembacanya untuk ikut trenyuh dan mampu menitikan air mata. Hanyut dalam kepedihan yang dalam atas peristiwa para tokoh tokoh ceritanya. Tapi juga bisa membuat pembacanya ikut merasakan kelucuan dan kekonyolan ulah salah satu tokoh sentralnya, si Kugy, gadis cerdas, berpenampilan yang tak proposional, dengan jam tangan kura kura ninjanya yang kegedean di pergelangan tangannya yang mungil. Serta jaket kebesarannya, yang juga kegedean, jaket kebanggaannya untuk membungkus tubuh mungilnya, jaket milik kakak laki lakinya yang pertama. Tas rangsel yang menjulang lebih gede dari tubuh yang memanggulnya. Kugy perempuan kecil yang cerdas dan suka apa adanya.

Dee tidak hanya bercerita tentang keceriahan dan kemeriahan anak muda yang lagi cari identitas diri. Bersemangat dan sangat yakin, bahwa apa yang ada dalam impiannya akan segera bisa terwujud. Tapi pada akhirnya semua harus takluh pada realita hidup.

Ego dan kasih sayang saling bertarung dengan seru dan kejamnya. Kengototan seorang anak untuk membuktikan, bahwa dengan bakatnya dia akan mampu hidup mandiri, harus bertarung dengan seorang Ayah yang mati matian berusaha membunuh bakat sang anak, karena kecemburuan atas cerita masa lalu. Perang yang terjadi di hati seorang Ayah yang sayang pada sang anak, dan egonya yang kuat sebagai orang tua yang tak mau kalah dengan sang anak. Pada akhirnya membuat dirinya harus jatuh terserang stroke, karena peperangan hebat antara cinta dan ego didalam dirinya tersebut.

Dee juga mencoba memberikan wawasan pada kita, bahwa seni itu bisa tumbuh dimana saja dan pada siapa saja. Seorang yang sudah punya darah seni, dan terpanggil akan darah seninya tersebut, siapapun tak akan mampu membendung gejolak berkesenian. Seorang senimanpun, dalam saat saat tertentu mampu bekerja dibidang birokrasi, bila memang di butuhkan. Sebaliknya, jiwa seni juga tak akan padam walaupun sudah duduk dalam sebuah kursi pimpinan perusahaan puncak. Seperti yang harus dilakukan Keenan, seorang muda yang pintar melukis dan sudah menghasilkan karya karya yang diminati publik, harus menghentikan semua kegiatan melukisnya demi menggantikan sang Ayah yang jatuh sakit tak mampu lagi memimpin perusahaannya.

Bicara soal cinta memang tak ada habisnya. Seperti yang ada di Perahu kertas, siapapun tak akan bisa menolak ataupun memaksa cinta. Cinta pergi dan datang semaunya. Tetapi kalau cinta sudah dilandasi malu – gengsi serta tak jujur pada hati sendiri, akibatnya bukan main…! Cinta akan mampu menggerogoti hati, tubuh dan pikiran. Bahkan bisa merubah tabiat orang yang dihinggapi cinta.

Cinta bukan masalah memberi. Cinta adalah kedua duanya harus menerima. Remi, pengusaha muda tampan dan jadi rebutan perempuan kalangan atas, harus menarik cincin yang melingkar di jari manis gadis yang dicintainya, karena dia sadar, selama ini dia hanya memberi cinta, bukan menerima cinta.

Lambang lambang cinta sebenarnya sangat nyata, tapi kita cenderung menolak atau meragukannya, bahkan lebih banyak yang cenderung munafik. Tidak ada keberanian untuk menangkap dengan segala resikonya. Karena cinta pula persahabatan Noni dan Kugy sempat diam diaman selama 3 tahun, hanya karena masing masing tak saling jujur, cenderung mengemukakan ego dan emosi.

Dee membuat ending perahu kertas sangat sangat manis. Anda akan salah tebak saat mendekati akhir cerita.

Oleh. Didik Suwitohadi
18-09-2012

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 20 September 2012 in Resensi Film - Buku

 

Tag: , , , , , , , ,

2 responses to “Perahu kertas.

  1. Henny

    14 Oktober 2012 at 09:29

    wah, rajin baca karya2 Dee jg nih Didik. Rajin nulis pula. Keren. Moga makin produktif, ya! 🙂

     
    • Didik Suwitohadi

      14 Oktober 2012 at 13:26

      Trims Henny….semoga juga begitu adanya. Terus berkarya buat kamu juga. Cuma aku iri sama kamu, yang bisa keliling jawa. sedang aku, masih terikat dengan waktu yang membayarku. Semoga menemukan yang sedang dicari ( barangkali ).

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: