RSS

Pertanyaanku…..

27 Jul

polisi gendutKadang terbersit di hati, untuk apa sebenarnya hidup itu….? Kalau satu saat direnggut juga….!
Untuk apa jadi orang baik….?, kalau orang jahat dibiarkan merajalela. Apakah kita sekedar menjalankan peran masing masing…?

Kebaikan dan kejahatan, kenapa harus selalu ada…? Apakah itu sebuah sandiwara yang diciptakan, agar dalam “ kehidupan “ ada “ kehidupan “…?

Apakah kita hanyalah boneka boneka mainan…? Dimainkan sesuka yang menciptakan…? Lalu buat apakah suara suara kebaikan yang selalu dihembuskan dimana kita bernafas, dan dimana saja mata kita membuka. Kita selalu disuruh, diperintah, diberitahu tentang kebaikan. Sedang kejahatan dibiarkan berkembang.

Apakah kehidupan harus ada cerita kehidupan…? Kadang sang pemain ingin bermain, berperan seperti yang dia inginkan. Tapi apa daya, ada tangan tangan kuasa yang mampu membuat keinginan itu tak mungkin terkabul, walau dengan segala perjuangannya. Nyata, bukan dialah penentunya.

Kepak sayapku, kepak sayapmu tak akan bisa menerbangkan diri, jika tak dijinkan. Begitu kata orang orang bijak. Tapi kenapa diberi sayap…? Kalau tak bisa menggunakan sayap dengan cara sendiri…?

Kata orang, kemerdekaan itu ada batasnya. Dibatasi oleh lingkungan dimana kita berada. Kita boleh memutar musik kesukaan kita, tapi jangan sampai kuping tetangga terganggu. Kita boleh bergaul dengan siapa saja, tapi jangan sampai lingkungan di dimana kita tinggal merasa tercemar. Bahkan, jangan sampai membuat kecemburuan dilingkungan. Jadi, sebenarnya, tidak ada kemerdekaan yang sesungguhnya. Kalau mau mencari kemerdekaan sesungguhnya, mungkin kita harus hidup di gunung, di hutan, sendirian. Tapi saya rasa tidak juga, karena kemerdekaan diri sudah jadi incaran penghuni hutan lainnya.

Seorang pemimpin, tidak mempunyai kemerdekaan dan kekuasaan mutlak. Karena dia sendiri tidak bisa mengerjakan tanggung jawabnya sendirian. Dia memerluhkan orang lain untuk menterjemahkannya ( tapi masih banyak pemimpin dengan manajemen habis manis sepah dibuang ). Dia memerluhkan orang ahli yang tidak sekuasa dia, untuk menyelesaikan masalahnya. Dia hanya punya “ gengsi ”, tidak lebih. Ketika dia gagal, dia tidak bisa apa apa, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa-apa ( biasanya akan berkilah dengan kata kata dan data ). Sedang orang orang yang telah mengerjakan pekerjaannya, tetap bisa melakukan kemampuannya tanpa pemimpin. Jadi, siapakah sebenarnya yang punya kuasa…?

Jadi penjahat, katanya punya kemerdekaan luas dan hampir mutlak. Punya kekuasaan yang menakutkan. Bisa berbuat apa saja dan melakukan apa saja. Kekuasaannya hampir mutlak. Tapi, apakah dia merdeka dari kejaran aparat…?

Ada fenomena di negaraku ( disiarkan hampir tiap jam di TV TV ), penjahat besar ( berduit, koruptor, bandar narkoba dan sejenisnya ) selalu masuk penjara dikamar sesuai yang dia inginkan. Melakukan apapun yang dia inginkan. Tapi, katanya, semua itu harus ditebus dengan “ recehan ”, untuk menggendutkan aparat yang berkuasa disana. Kalau aparat sudah gendut, para penjahat itu dengan leluasa berlari lari kesana kemari tanpa ada yang mengejar, karena aparat sudah gendut tak mampu lagi berlari.

Apakah aku harus mengangkat kedua jempolku untuk memberikan apresiasi pada penjahat penjahat kreatif dan hebat itu…? Ya…..!, kenyataannya mereka memang hebat, bisa membuat boneka dari bahan kain aparat yang menjaganya. Menyulamnya dengan sedemikian rupa sehingga menjadi bermanfaat bagi mereka. Hebat bukan…?!

Aku bingung dengan para pemimpin negaraku. Begitu banyak bukti dan fakta di tunjukan dan disiarkan dengan nyata di TV TV. Tapi mereka tak juga bergerak dan berlari menangkap para penjahat itu. Apakah mereka semua sudah tak mampu lagi berdiri…? Tak mampu lagi berlari…? Karena mereka sudah pada “ gendut “…..?!.

Harapanku, tidak semua pemimpin negaraku sudah pada “ gendut “.
Harapan sangat…sangat… sederhana, tapi sulit kesampaian….! ( Apakah aku sudah pesimis….? Kalian juga kah…?! )

Oleh. Didik Suwitohadi
27-07-2013.

Iklan
 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: