RSS

Lembar Kehidupan

06 Agu

jiwaPerjalanan kehidupan, sesungguhnya adalah sebuah perjalanan lingkungan yang telah kita dapat. Kita bukanlah apa apa pada saat kita muncul didunia. Belum tahu pikiran jahat, belum tahu pula pikiran baik. Naluri kita pada saat itu, tidak terlalu jauh dengan naluri hewan.  Saat lapar, yang bisa kita lakukan adalah hanya menangis, begitu juga saat kita pipis dengan sendirinya. Karena kita belum bisa mengontrol pipis itu, dan juga yang lainnya. Maka, ketika kita dewasa, dituduh penjahat atau orang suci…., apakah itu semua karena semata mata kita…? Menurutku, kita membawa apa saja yang telah ” dititipkan ” pada diri kita sejak kita keluar dari gua garba seorang Ibu. Semuanya tersimpan dalam jaringan otak bawah sadar kita. Yang disuntikan begitu saja oleh orang tua dan sekitarnya. Maka tumbuhlah kita menjadi anak nakal, jika yang diisikan pada diri kita adalah bibit bibit yang bisa menimbulkan kenakalan kenakalan tersebut. Begitu pula sebaliknya. Jadi kalau anak anda tumbuh menjadi anak yang maunya harus dituruti, itu karena anda semata, bukan semata anak anda sendiri. Hati hati dengan kata kata, “,,, ah ia masih anak anak belum tahu apa apa, biarkan saja……. “. Sadarkah anda jika anda bahwa anda telah menanamkan sesuatu yang nantinya akan membuat anda menemui kesulitan mendidik anak anda sendiri….? Sebab kata ” anak anak ”  adalah sangat relatip sekali. Apalagi dijaman sekarang, yang namanya anak anak bukanlah ” anak anak ”  lagi. Informasi begitu banyak dan tersebar begitu saja. Gratis…, tapi cenderung menjerumuskan.

Dua orang saudara, ditaruh dalam lingkungan yang berbeda, akan menjadi yang berbeda pula saat dewasa. Dari sana, saya berpikir, watak manusia bukan semata mata karena gen keturunannya. Tapi karena apa yang telah diisikan pada kehidupannya.

Anak seorang yang baik, dalam lingkungan agama yang baik, bisa jadi dia melakukan tindakan yang tidak baik. karena yang tidak baik itu tidak diajarkan oleh lingkungannya. Dia hanya diajarkan yang baik, tidak diajarkan yang tidak baik. Maka ketika dia bertemu yang tidak baik, dia tidak tahu bahwa hal itu tidak baik. Dia akan mencoba untuk melakukannya. Hal yang tidak baik, cenderung menarik, gampang dan enak. Apakah itu salah orang atau anak tersebut…?

Hidup adalah pilihan…! Betul…! Tetapi kalau seseorang tidak pernah diajarkan landasan yang luas, apakah mungkin dia tidak salah pilih…? Naluri manusia selalu ingin mengetahui. Mengetahui hal yang baik maupun mengetahui hal yang buruk. Mengetahui apapun…! Semakin dilarang, dia akan menerobos, ingin mengetahui, apa yang ada dibalik tembok larangan itu. Jadi, sebaiknya tidak ada yang ditutup tutupi dalam kehidupan. Jangan “melarang”, tapi ” memberi tahu” apa yang terjadi jika melakukannya.

Ketika kesadaran satu menusia memilih sesuatu yang baik buat dirinya, sementara orang lain mengatakannya tidak baik. Apakah dia dianggap manusia yang tidak baik…? Maka ” hukum relativitas Enstein “, aku kira berlaku disini. Kebenaran dan ketidak benaran tidak mutlak milik manusia.

Ketika masih dalam kesendirian, manusia begitu muda menentukan pilihannya. Tidak akan muda melakukan pilihan, saat sudah terikat satu sama lain.

Persaudaraan itu begitu kental dan lengketnya ketika masing masing masih sendiri. Tidak akan ada persaudaraan lagi saat sudah terikat dengan yang lain. Bahkan yang timbul adalah persaingan, permusuhan, saling iri dan sirik. Aneh bukan…? Tapi nyata…! Semua itu bisa terjadi. Kecuali dalam kehidupannya terisi landasan landasan yang “kuat”. Yang akan melindungi nuraninya.

Maka hati hatilah mengisi lembaran kehidupan pada manusia yang telah anda lahirkan. Ketika dia jadi tidak baik, sebenarnya bukan salah dia semata. Begitu juga ketika dia jadi baik, bukan semata mata juga karena dia.

Sesungguhnya, tidak ada yang salah dalam kehidupan ini…!

oleh. Didik Suwitohadi.
06-08-2014

Iklan
 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: