RSS

Aku ( rakyat ) telah di khianati.

29 Sep

Gbr Pilkada 126 September 2014, Demokrasi dinegaraku telah ROBOH. Lebih celaka lagi, dirobohkan oleh para anggota DPR, yang dipilih oleh rakyat, dipercaya oleh rakyat. Tapi..mereka telah berkhianat.

Diluar gedung DPR, rakyat berteriak teriak minta PILKADA tetap dipilih secara langsung, oleh rakyat. Sementara yang didalam gedung DPR, mereka ribut menentukan PILKADA, harus dipilih langsung oleh rakyat, seperti yang sudah terjadi selama ini, atau dikembalikan pada kekuasaan DPRD untuk memilih pimpinan daerah, seperti dulu semasa era ORBA, atau masa kekuasaan Presiden Soeharto. Presiden yang sepanjang sejarah Indonesia, paling banyak dibenci oleh kaum aktivis, cendekiaan dan kaum profesional, serta kaum pembaharu. Sering menuduh SUBVERSI pada orang orang yang kritis.

Gbr Pilkada 3Dan kini, di didalam gedung DPR, telah terjadi drama pengkianatan yang menyakitkan. Dilakukan oleh sekelompok anggota dari partai demokrat. Saat dilakukan voting, sebagian besar dari mereka telah berkhianat atas kepercayaan rakyat kepadanya. Dengan tiba tiba, kelompok demokrat yang sebelumnya mendukung Pilkada, sebagian besar dari mereka melakukan walk out. Tidak mengikuti voting. Akibatnya, dengan telak pilihan rakyat kalah total dari kelompok, yang nyata nyata, menurut pendapat saya adalah dikoordinir orang orang ORBA, Golkar, Gerindra. Pemimpin Gerindra adalah mantan mantu Soeharto, yang jelas akan melakukan balas jasa. Prediksi itu sudah beredar luas di sosial media. Jadi..kalau saya curiga, bahwa kita rakyat Indonesia mau diseret lagi seperti jaman Soeharto. menjadi orang yang tak punya hak suara kalau melihat sesuatu yang dianggap tidak benar. Suaraku telah terberangus…!

Di media sosial, Face book, twiter, tak pelak lagi, Presiden RI saat ini, yang juga pemimpin di Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudoyono, mendapat hujatan yang bertubi tubi dari rakyat Indonesia. Baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Presiden yang telah bermain sandiwara. Walaupun secara resmi, dia mengatakan penyesalannya pada hasil yang terjadi di gedung DPR, rakyat sudah tak percaya lagi dengan ucapannya itu. Pemain sinetron, begitulah mereka menjulukinya.

Bangsaku sudah mulai belajar demokrasi pada pasca meletus gerakan reformasi di tahun 1998. Menumbangkan kuasa diktator Presiden Soeharto. Tapi tiba tiba saja, kini diberangus begitu saja. Ternyata yang suka Pilkada dilakukan oleh DPRD juga ada. Kalau menurut pengamatan saya, mereka adalah generasi lama atau generasi yang sudah dicekoki idelogi jaman ORBA. Orang orang yang sudah biasa nepotisme, jalan pintas dalam mencapai sesuatu. Orang orang yang sangat minim semangat bersaingnya. Orang orang yang maunya instan. Orang orang yang cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai MATERI.

Perjuangan rakyat dalam melakukan REFORMASI di tahun 1998, sepertinya sia sia, dilibas begitu saja oleh para pengkhianat mandat rakyat.

Jalan terakhir yang akan di tempuh adalah ke MK. Judicial Review. Bisakah…? Sedang kita semua sudah tahu, siapa saja yang ada di MK. MK bukan lagi seperti dijaman Reformasi. Bahkan Ketua MK pun ( Akil Mochtar, yang setahu saya, dulunya adalah orang GOLKAR ) ketahuan Korup dengan memeras orang yang berurusan denga MK. Dan sudah dihukum seumur hidup.

Sebenarnya, saya baru menyadari, selama ini kita tidak benar benar memilih wakil kita di DPR. Partailah yang memilih, dan kita berbondong bondong ke tempat pemilihan untuk memilih yang sudah dipilih tersebut. Jadi sebenarnya, hasilnya juga bukan murni pilihan saya.

Perjalanan rakyat Indonesia ternyata masih sangat panjang. Mari teman…..! kita terus berjuang demi kemajuan negara dan keselamatan kesejahteraan anak cucu kita. Betapapun pahit dan sakitnya. Kita harus tetap bangkit melawan orang orang korup dan berkianat pada rakyat. Maju terus, tidak perlu takut….! Era baru Indonesia harus segera terwujud. Perlawanan harus terus digencarkan…!

Oleh. Didik Suwitohadi
29 September 2014.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 September 2014 in Essei

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: