RSS

Tak ada kata BETUL mutlak.

02 Apr

diamSesungguhnya, tidak ada yang betul di dunia ini, begitu juga dengan apa yang dikatakan salah, tidak ada yang salah di dunia ini.

Dunia sudah terkondisikan dalam dua kutup yang berbeda, agar dunia bisa berputar dan hidup. Kalau semuanya BETUL atau semua dianggap SALAH, maka tak akan ada dunia ini. Sebab dunia tak akan pernah berputar, karena hanya mempunyai satu hal yang seragam. Bayangkan… kalau semua orang didunia ini “seragam”, tak ada perbedaan setitikpun. Tak akan pernah ada KEBEBASAN, karena semua sudah disamakan. Tak ada kesenangan, tak ada kebahagiaan, tak ada pencarian, karena memang tak ada yang perlu dicari. Hambar…!

Itulah sebabnya, negara yang diseragamkan oleh pemerintahannya, tak memberikan kebebasab ber expresi pada rakyatnya, masyarakatnya sulit berkembang, sulit maju. Beda dengan negara yang berdemokrasi, membebaskan masyarakatnya ber expresi. Kemajuannya begitu pesat.

Memang semua ada resiko yang harus ditanggung. Sejelek jeleknya demokrasi, manusia masih punya hak untuk menentukan jalan hidup dan melakukan pencarian jati dirinya. Itulah hidup.

Semua manusia, dalam dirinya, tak mau dianggap sama dengan manusia lainnya. Ssatu sama lain selalu merasa lebih unggul, lebih, kuat, lebih benar. Inilah yang membuat kata BETUL dan SALAH muncul.

Karena adanya rasa LEBIH dari masing masing individu, maka hukum tidak seragam wajib berlaku di dunia ini. Dan hukum BETUL atau SALAH tidak mutlak. Tergantung siapa yang bicara. Tergantung dari banyaknya orang yg mendukung, padahal secara kasat mata, kata betul bisa jadi SALAH. Begitupun sebaliknya.

Salah, tapi di ikuti mayoritas, maka akan jadi BETUL. Begitupun sebaliknya.

Dewasa ini, kata BETUL bisa dibeli. Cobalah anda tanya pada sekelompok orang yang demo. Jangan tanya pada koordinatornya, tanya sama yg ikut demo. Apa benar mereka tahu apa yang sedang mereka teriakan dalam demo…. ? Apa benar mereka sedang berjuang untuk dirinya…? Bahkan saat ini sudah ada istilah umum, kata demo nasi bungkus.

Kata Betul dan SALAH juga tergantung dari yang berkuasa. Tanyalah pada karyawan, apa semua perkataannya dianggap betul oleh atasannya…? Tetapi perkataan atasan, apapun alasannya harus dianggap betul. Walaupun si karyawan tahu itu salah, dan tidak bisa dikerjakan. Akhirnya, penipuan harus di persembahkan, untuk mengatasi kata BETUL yg dipaksakan.

Lihatlah orang orang ber-agama, saling adu otot dan kekuatan, saling meng-klaim…. kalau agamanya yang paling BETUL. Gilanya, ketika ia berkata BETUL, dengan alasan kata BETUL, dengan seenaknya menghabisi pihak lain. Apa BETUL yang seperti ini memang BETUL….? Di TV, saya sering melihat, tindakan mereka melebihi kekuasaan Tuhan, atas sesama manusia yang berbeda keyakinan.

Sebaliknya, pihak pihak yang tahu situasi, mengambil kesempatan untuk keuntungannya, memprovokasi orang orang yang merasa dirinya betul. Duniapun semakin ramai dengan tindakan tindakan kejam.

Kata BETUL, tidak bisa mencapai 100%, pasti ada sisi cacatnya. Kata BETUL, bisa jadi tidak berguna atau dianggap SALAH ditempat lain. Sudut pandang kita selalu berbeda satu sama lain, karena kita dikaruniai otak, untuk bisa berpikir dan mengambil jalan yang pantas bagi diri kita masing masing.

Berbahagialah orang yg meyakini sebuah kata BETUL, tanpa menyalahkan pilihan orang lain. Inilah makluh mulia yang membuat semesta menjadi tenteram, membuat kehidupan menjadi HIDUP dan penuh WARNA.

Oleh. Didik Suwitohadi
02 April 2015

Iklan
 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: