RSS

Mengatur alur kehidupan di masa kini.

25 Jan

meditasi“ Orang mati mati-an mengorbankan kesehatannya demi harta benda. Diwaktu lain, orang mati matia-an mengorbankan hartanya demi kesehatannya….”.
Itulah yang diherankan oleh Dalai Lama atas manusia dimuka bumi ini.

Perkataan Dalai Lama itu memang realita kehidupan saat ini. Di saat usia muda produktif, banyak yang mati mati-an mengejar materi tanpa peduli dengan keadaan tubuh. Kerja keras, makan enak. Hajar semuanya…!

Lihatlah pada hari Saptu dan Minggu, atau hari libur tanggal merah. Tempat rekreasi dan hotel hotel penuh sesak. Dipadati orang orang kota. Berjubel membuang uangnya, demi hiburan sesaat. Yang sebenarnya, tanpa dia sadari juga membuat tubuh dan emosi mereka “ LELAH ”. Sebenarnya tubuh mereka membutuhkan istirahat total setelah dipaksa kerja keras dari pagi sampai malam tanpa henti. Yang dibutuhkan adalah istirahat tidak melakukan dan memikirkan apapun. Lantas, dengan mereka berlibur tiap akhir pekan keluar kota, apakah termasuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran juga…? Menurut saya,  “ TIDAK “. Secara fisik mereka memaksa tubuhnya untuk melakukan hal lain. Hanya pikiran dan hatinya yang merasa istirahat, karena melihat yang berbeda dari rutinitas. Sedang tubuh …? TIDAK….!

Disaat berlibur, sesungguhnya tubuh juga dipaksa kerja keras. Emosi dipaksa terpacu dengan segala keruwetan lalulintas dijalan. Belum lagi kalau ada masalah di tempat rekreasi dan penginapan. Dalam perjalanan dihajar macet yang bukan main. Sampai ditujuan, pasti capeknya luar biasa. Kecuali anak anak, yang selalu gembira dalam segala situasi. Baru kembali kerumah di malam hari, besok kerja lagi. Apakah itu yg dinamakan meng-istirahatkan tubuh dengan baik…? Menurut saya, “ TIDAK “.

Saya pernah bekerja keras, berangkat pagi pagi pulangnya larut malam. Istirahat kadang hanya di hari minggu. Kadang juga hari minggu tidak libur, harus memperbaiki mesin mesin produksi. Karena saat itu situasi pabrik benar benar dikejar produk yang laku pesat. Satu satunya jalan istirahat saya adalah tidur sepanjang hari, disaat hari libur. Bangun jam 10.00 siang. Mandi dan makan. Habis itu setelah istirahat sejenak, tidur lagi sampai sore. Bangun di sore hari, makan malam isitirahat sebentar, kemudian tidur lagi sampai pagi.

Mawar yang indah, jadi berdarah darah, karena salah memegangnya.Itulah yang saya lakukan, untuk membuat tubuh saya jadi fresh lagi. Bukan liburan ke luar kota. Apa yang saya lakukan, itupun ternyata tidak cukup, saya terserang gangguan sakit gejala ginjal. Akibat makanan dan tekanan kerja. Nah, disaat itulah kesadaran baru timbul. Kerja tak kenal waktu, tahu tahu sudah malam. Di terpa tekanan yg luar biasa. Akibatnya menghatam organ tubuh kita. Apa yg harus saya lakukan…? Sedapat mungkin, beban kerja tidak saya masukan dalam pikiran terlalu dalam. Semua tanggung jawab harus dipikirkan, direncanakan, tetapi jangan sampai memakan hati dan pikran itu sendiri. Memang sulit untuk me-realisasikan cara ini. Harus benar benar dilakukan dengan kesadaran tinggi. Soalnya, kadang beban kerja masuk dan merongrong terlalu dalam pada diri kita tanpa kita sadari. Pada saat kita menyadari kesalahan itu, saat itu pula kita harus menata hati dan pikiran secara proposional. Tetap dipikirkan jalan keluarnya, tapi tidak makan hati dan pikiran. Bingung bukan…? sebenarnya tidak bingung kalau dilakukan, bukan dipikirkan. Langsung dilakukan… ! Akan bertemu cara dan jalannya sendiri.

Biasakan melakukan meditasi, minimal seperempat jam, sebelum tidur. Seperempat jam setelah bangun tidur. Saya juga biasa melakukan meditasi diruang kerja saya, pada saat waktu istirahat, setelah itu makan siang. Meditasi akan membuat metabolisme kembali normal lagi, tidak kacau seperti sebelumnya. Ibaratnya, baterai harus di cas lagi agar terisi tenaga yang baru. Tetapi yang sebenarnya, meditasi membantu tubuh kita untuk kembali bekerja dengan normal. Membantu pikiran kita untuk kembali fresh, yang tadinya kacau dengan segala persoalan. Tubuh kembali lentur, sirkulasi darah beredar dengan lancar kembali. Otot otot kembali meregang normal. Ketegangan akan lepas. Tubuh menjadi relax dan kita merasa segar kembali. Semua terasa menjadi ringan. Sesuatu yang gratis dan dapat dilakukan. Penting ….! Halangi stress. Kalaupun tak dapat dihalangi, jangan lama lama dicengkeram olehnya. MEDITASI.

Jangan terlalu lampiaskan kelelahan kerja pikiran dan tubuh pada hiburan dan makanan. Sekedar jalan jalan melihat suasana, untuk me- refresh pikiran dan hati kita dari hal yang sangat rutin yg telah kita lakukan. Itu perlu. Akan sangat menyesal, ketika umurmu menginjak 40 tahun. Saat itulah, jika tidak bisa menjaga diri, uang sudah tak ada artinya lagi. Mengalir keluar begitu saja, hilang…! Hidup kalian juga akan menderita. Untuk apa punya uang berlimpah, kalau tidak bisa apa apa…??? Dan apa yang di bingungkan Dalai Lama mulai terjadi pada kalian. Mati matian membuang uang demi tubuh.

Orang Indonesia kebanyakan suka merubah gaya hidup, yang punya kecenderungan besar pasak daripada tiang. Terseret dalam sebuah pergaulan atau berteman. Ini penyakit yang lebih parah dan gampang menular.

Oleh. Didik Suwitohadi
25 Januari 2016

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Januari 2016 in Wawasan

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: