RSS

Jebakan … Speak with Data

12 Agu

gbr dataSaya ingat, kata kata ini sangat populer di tengah para anggota manajemen di tempat kerja saya, dulu. Kata kata ini di lontarkan oleh pucuk pimpinan. Seorang yang pernah bekerja di Tempo Scan. Semua orang marketing maupun sales pasti tahu “Tempo Scan”.

Speak with data…. Jika menyatakan sesuatu harap juga menyertakan datanya, jangan asal saja bicara dan menuduh orang lain berbuat salah. Atau menunjukan ada kesalahan di tempat lain, buktikan dengan data.

Complain atau keluhan harus juga disertai data yang jelas. Agar yang di complain mengerti dimana letak permasalahannya. Hanya berteriak pihak lain yang salah tanpa bukti data secuilpun, itu sama saja dengan menuduh tanpa sebab.

Saling tuduh, saling complain biasa terjadi di meeting perusahaan. Kenapa produksi lambat, alasan produksi, karena mesin sering rusak. Mekanik menjawab, mesin sering rewel karena materialnnya tidak sesuai dengan kondisi mesin. PPIC kena imbas. PPIC menjawab, semua material masuk sudah sesuai dengan pemeriksaan bagian QC /Quality Control. QC menjawab, kondisi material terpaksa pemeriksaan dibuat agak longgar, karena permintaan produksi, dikarenakan material minggu ini jelas tidak cukup, tidak akan bisa memenuhi target produksi. Maka dengan persetujuan produksi, pemeriksaan material yang datang tidak perlu sesuai standart tidak apa apa, asal masih bisa dipakai. Agar produksi bisa memenuhi target. Sebab kalau target tidak terpenuhi, bonus melayang. Nah…. mbulet….. ! Gak jelas siapa yang mau tanggung jawab atas ke tidak terpenuhinya target produksi.

Semua ribut, tidak mau disalahakan. Semua punya alasannya. Tapi tidak bisa menyajikan data secuilpun. Hanya bicara…!!! Saling tuduh. Saling ngotot tidak bersalah…!

Harusnya…… begitu ada complain, produksi bisa langsung menampilkan datanya. Ada problem apa saja di mesin, berapa lama. Dibagian mesin mana….?

Mekanikpun harusnya juga bisa menampilkan data atas semua problem mesin yang di tanganinya. Misal ….. Mesin A problemnya apa. Problem material yg tidak sesuai. Mesin sering macet. Berapa lama. Seberapa sering material bikin masalah. Itupun harus di hitung, berapa kali terjadi. Sekaligus, diambil material yang bikin mesin macet tersebut, untuk ditunjukan di forum meeting. Disamping data tertulis, sebaiknya juga membawa bukti riilnya. Misal, membawa material yg bikin masalah.

Dengan demikian, permasalahan bisa ditelusuri, tidak perlu saling ngotot tidak bersalah. Atau ngotot menuduh yang lain, yang menyebabkan permasalahan terjadi.

Setiap cara pasti ada titik lemahnya. Tidak ada suatu cara yang 100% benar tanpa celah. Begitulah dengan “ Speak With Data”. Jangan sampai data yang disajikannternyata tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Jangan sampai salah menyajikan data.

Apa yang terjadi jika datanya salah…? sang tertuduh, kalau dia orang berani, akan mati matian membela diri dan menyatakan data itu tidak benar. Sedang forum, terutama orang yang tidak suka dengan sang tertuduh akan mati matian pula menyudutkannya. Akan kembali terjadi saling tuduh, adu argumen. Buntutnya adalah cekcok di ruang meeting.

Apabila semua tersebut diatas tidak terjadi, data diterima semua forum. Maka akan terjadi malapetaka pula. Inilah yang saya namakan jebakan speak with data. Akan terjadi salah dalam mengambil keputusan…. !

Jadi….. Speak with Data, with true data, take data with right way. Bicara dengan data, dengan data yang benar, mengambil data dengan cara yang benar. Dan ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar.

Oleh. Didik Suwitohadi
11 Agts 2016

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Agustus 2016 in Manajemen

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: