RSS

Keragaman Perbedaan dibagi dua arah

14 Agu

Me poto 1a“ ….. dan keragaman ini bisa dibagi menjadi dua arah. Jika dirangsang oleh KETAKUTAN, maka perbedaan itu MEMECAH BELAH, jika dirangsang oleh PENGHARAPAN, perbedaan perbedaan itu menyatukan “. Hal 31 Kepemimpinan Autentik, oleh Robert W. Terry.

Contoh kongkritnya adalah sbb :

Diciptakan keadaan siang dan malam, bukan untuk membuat manusia takut hidup di saat gelap, atau malam hari. Bila ketakutan yang ada, maka manusia tidak mengharapkan adanya malam, karena manusia jelas tidak bisa melihat apa apa. Tapi manusia sadar, bahwa disaat malam adalah waktunya beristirahat, maka menusia akan menemukan ketenangan disana. Mempesiapkan dirinya untuk menghadapi waktu terang kemudian. Dan yang paling penting, manusia mulai berpikir, bagaimana jika malam tiba, manusia tetap bisa melihat dengan jelas, tanpa ketakutan lagi.

Diciptakan dua jenis manusia yang berbeda. Bila satu sama lain timbul ketakutan maka yang ada adalah saling memusnahkan atau saling menundukan. Tapi bila satu sama lain timbul pengharapan, maka mereka berdua akan bersatu dalam perbedaan, yang akan menghasilkan kebahagiaan yg luar biasa. Satu sama lain akan saling melengkapi. Membagi tanggung jawabnya, sesuai keahlian masing masing. Maka munculah manusia baru.

Dalam organisasi manajemen perusahaan, sering terjadi bentrok karena perbedaan yang dilandasi ketakutan ketakutan di tiap personal departemen. Hal ini tertanam secara tidak sadar maupun sadar dalam diri masing masing. Masing masing akan membangun tembok tembok argumen. Tidak perduli argumen itu masuk akal apa tidak, yang penting punya argumen. Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan katalisator yang handal. Yang mampu melihat semua perbedaan dari segala sudut. Memahami cara berfikir masing masing bagian. Dan tentu saja dibutuhkan seorang yang punya pengetahuan dan pengalaman yang luas dan dalam.

Dalam perdebatan forum manajemen, tidak bisa diatasi dengan teori manajemen semata. Harus bisa melihat kondisi riilnya seperti apa. Perbedaan akan selalu terjadi antar departemen, karena kepentingan dan kenyamanan kerja masing masing departemen. Fungsi katalisator, bagaimana mengubah perbedaan tersebut menjadi celah saling membantu satu sama lain. Saling mengingatkan satu sama lain. Dan yang terpenting, tidak malu malu atau jatuh pamor kalau memang ada kesalahan dan kelemahan di diri masing masing departemen untuk mengakuinya. Kemudian meminta pendapat yang lain. Itulah yang dinamakan perbedaan menuju harapan.

Tapi harus hati hati dalam menyikapi perbedaan di sekeling kita. Ada sebagaian pimpinan yg dengan sengaja menggunakan perbedaan tersebut untuk kepentingan dia semata. Pemimpin tersebut menggunakan cara manajemen ADU DOMBA atau bahasa kerennya CONFLICT Management. Pemimpin macam ini sering menghembuskan issue issue yang membuat bingung bawahannya. Pembicaraannya halus namun bercabang. Bila terdesak, melempar permasalahan pada bawahannya. Dengan cara cara sistimatik.

Bagi saya, apapun namanya, ini manajemen gaya penjajah. Satu sama lain saling diadu oleh pemimpinnya sendiri. Saya tidak meganjurkan gaya manajemen pengecut ini. Dinamika perusahaan tidak pernah tenang, akan selalu panas dan tegang satu sama lain. Masing masing departemen membangun tembok pertahanan yang pihak lain tidak boleh masuk kesana. Ketakutan ketakutanpun tumbuh subur. Perbedaan telah menjadi satu kehancuran. Sementara sang pemimpin tenang tenang di kursinya.

Perbedaan antar departemen itu harus disatukan. R & D tidak bisa semena mena menentukan produk dari hasil risetnya ke produksi untuk segera di produksi, tanpa mengajak bicara terlebih dahulu dengan produksi. Apa mungkin yg disodorkan ke produksi mampu di produksi. Engineeringpun harus diajak bicara, tentang kemampuan mesin mesinnya. QC harus tahu bagaimana memeriksa Raw material / bahan baku yang datang, yang diinginkan sesuai spesifikasi yang telah ditentukan R & D. Kemudian, memeriksa hasil produk yang dihasilkan agar sesuai target kualitas, menjadi produk yg diinginkan R & D.

Peran masing masing departemen.
R & D, melakukan riset produk, sesuai permintaan manajemen. Disini R & D harus memperhatikan kekuatan peralatan produksi dari perusahaannya. Jangan mengajukan sebuah produk yang tidak akan bisa diproduksi oleh perusahaan karena kendala peralatan produksi. Atau dengan terpaksa perusahaan harus membeli mesin baru untuk memproduksi sebuah produk yg belum tentu juga laku dipasaran.

Kelemahan R & D adalah merasa dirinya yang paling penting dalam kiprah perusahaan, karena merasa dialah yang menentukan produk, merasa yang paling tahu produk. Tanpa dia tidak akan ada produk yg bisa diproduksi. Pikiran tersebut akan menghalangi sebua bentuk kerja sama menuju pengharapan kemajuan perusahaan. Sebab, secara tidak sadar R & D sudah menanamkan rasa ketakutan, apabila produk risetnya ditolak. Atau produknya tidak laku dipasaran. Ada tembok argumen ygsecara diam diam telah disiapkan.

Sangat bijak, bila R & D memikirkan infrastruktur produksi yang ada, dalam melakukan riset produk. Dengan demikian kemungkinan kecil akan mendapatkan benturan.

Produksi, Bagian ini sangat menentukan hasil dari produk. Se hebat apapun sebuah produk, kalau bagian produksi tidak handal dalam melakukan produksi, maka hasilnya tidak akan maksimal. Orang orang produksi harus handal dalam menelurkan produknya. Bukan hanya sekedar mengikuti prosedur, dan jika terjadi produk yg jelek, jawabannya “ … sudah sesuai prosedur yang ada.. ya ini hasilnya “. Produksi harus aktip mengoreksi produksi yang dia lakukan bila terjadi kendala. Bukan masa bodoh. Harus mampu memberikan masukan dan data, kenapa produk tidak bisa dihasilkan dengan kualitas yg maksimal.

Bagian produksi harus mengerti, mana material yang baik dan yang tidak layak masuk produksi. Tidak bisa semua material dilimpahkan ke QC. Produksi harus tahu kualitas barang yang di produksi. Walaupun sudah ada QC. Ibaratnya, Seorang koki harus tahu kualitas bahan yang akan di masak, kalau perlu dia harus cerewet dengan bahan yang akan dia masak. Harus bisa merasakan, masakan yg dia buat itu enak atau tidak enak. Rasa kurang apa saja, dia harus tahu.

QC. Disamping menerima point point dari R & D yang harus diseleksi ketika Raw material datang, QC juga harus mampu mendeteksi hal hal lain di luar point yng sudah ditentukan oleh R & D, yang kemungkinan tidak tercantum dalam list pemeriksaan. Serta bagaimana memeriksa material yang masuk secara efektip, kemudian mencari cara yang efisien. Secara tidak langsung, QC adalah bagian mata pertama dari R & D. QC harus bisa menciptakan secara baik, tehnik dan langkah pemeriksaan.

Memeriksa hasil produksi juga harus benar benar ketat. Sebab resikonya besar bila QC tidak teliti dlm memeriksa produk. Efeknya fatal bila produk salah sudah sampai di pasaran.

Sebaiknya QC juga harus bisa melihat kondisi produksi, apakah produk bisa di hasilkan sesuai dengan kualitas yng diinginkan. Apabila terlalu banyak produk yang dibuang/reject. Atau terpending. Dalam kondisi seperti itu, QC harus mulai mencari tahu, apakah produksi benar benar mampu memproduksi produk yang di targetkan.

Engineering. Departemen support yang satu ini, harus benar benar bisa mensupport produksi dengan sebaik baiknya. Mennyiapkan mesin dalam keadaan siap produksi. Rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan serta penggantian bagian bagian mesin yang sudah waktunya diganti. Kerja sama antara produksi dan engineering harus benar benar solid. Jika tidak, hasil produksi tidak akan maksimal.

Engineering harus bisa menterjemahkan produk yang diinginkan produksi terhadap mesin mesin yang jadi pengawasannya. Apabila kemampuan mesin memang tidak bisa menghasilkan produk yang dihasilkan, engineering harus bicara terus terang pada produksi. Mencoba memberikan solusinya. Enginnering juga harus ikut mengawasi, bagaimana orang produksi dalam mengoperasikan mesin mesinnya. Apakah mereka benar benar mengerti akan perilaku mesin yang dia operasikan. Apakah asal saja mengoperasikan, tanpa pengamatan yang benar.

Kelemahan Engineering, mereka cenderung inten pada mesinnya saja. Tanpa mengawasi hal lainnya. Misal hasil produksi dan cara mengoperasikan mesin. Apabila ada kerusakan, diperbaiki tapi jarang berpikiran pada waktu kecepatan perbaikan, yang hal tersebut bisa membuat jumlah hasil produksi rendah dari seharusnya. Efeknya efisiensi mesin jadi rendah juga.

Memang ada kemungkinan, hasil produksi rendah tapi efisiensi mesin tetap prima. Hal itu bisa terjadi karena beberapa hal sbb :

  1. Cara pengoperasian mesin yang tidak benar. Operator tidak menguasai operasional mesin. Tidak trampil. Skill rendah.
  2. Kesalahan pada bahan baku yang dipakai. Kualitas bahan baku yg diproses rendah. Akibatnya banyak produk yang dibuang, reject.
  3. Start awal mesin yg terlambat. Stop mesin yang lebih awal dari seharusnya.

maturity SAPDari perbedaan cara berpikir yg sangat mencolok tersebut. Perdebatan alot di meja meeting akan sangat seru dan tegang. Jika di masing masing bagian berpikiran, bahwa perbedaan adalah hal yang menakutkan. Tetapi kalau semuanya melihat perbedaan itu memang harus terjadi, dan menuju harapan, maka mereka akan saling mendengar keluhan di masing masing bagian. Kemudian mengkaji bersama dan menemukan titik tengahnya. Hal itu bisa terjadi, jika …. si pemimpin menguasai benar perbedaan dari setiap bagian tersebut. Dan mengarahkannya pada harapan yang lebih baik. Bukan malah membuat panas suasana. Dalam hal seperti ini, keputusan meeting selalu diambil dan disetujui oleh satu orang, yakni pemimpin itu sendiri. Yang lain terpaksa setuju. Dan terjadi perang dingin diantara mereka. Satu sama lain menunggu saat yg tepat untuk menembak lawannya.

Kedewasaan dalam memandang perbedaan adalah sebuah hal amat penting. Kesadaran msing masing, bahwa perbedaan itu memang terjadi, dan bersama sama mengharap satu arah yang lebih baik. Maka akan menelurkan sebuah produk yg luar biasa kualitasnya.

Perbedaan itu akan menjadi malapetaka, bila di kelompok tersebut ada seorang OPPORTUNIS…! Tidak perlu dua orang, satu saja orang semacam ini. Jangan harap perbedaan itu menuju harapan yang baik.

Oleh. Didik Suwitohadi
13 Agts 2016

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Agustus 2016 in Manajemen

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: