RSS

Arsip Tag: anak.

Rayuan Angin


Biarkan angin berhembus
meniup tepi telingamu
menyapu anak rambutmu
membelai anganmu

nikmati sentuhan sentuhan lembutnya
tapi…
jangan terlena
terlelap tanpa daya
dan…..
terbangun dalam kebingungan

Oleh, Randaka

26 Agts 2014

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Agustus 2014 in Puisi

 

Tag: , , , , , , ,

Lembar Kehidupan


jiwaPerjalanan kehidupan, sesungguhnya adalah sebuah perjalanan lingkungan yang telah kita dapat. Kita bukanlah apa apa pada saat kita muncul didunia. Belum tahu pikiran jahat, belum tahu pula pikiran baik. Naluri kita pada saat itu, tidak terlalu jauh dengan naluri hewan.  Saat lapar, yang bisa kita lakukan adalah hanya menangis, begitu juga saat kita pipis dengan sendirinya. Karena kita belum bisa mengontrol pipis itu, dan juga yang lainnya. Maka, ketika kita dewasa, dituduh penjahat atau orang suci…., apakah itu semua karena semata mata kita…? Menurutku, kita membawa apa saja yang telah ” dititipkan ” pada diri kita sejak kita keluar dari gua garba seorang Ibu. Semuanya tersimpan dalam jaringan otak bawah sadar kita. Yang disuntikan begitu saja oleh orang tua dan sekitarnya. Maka tumbuhlah kita menjadi anak nakal, jika yang diisikan pada diri kita adalah bibit bibit yang bisa menimbulkan kenakalan kenakalan tersebut. Begitu pula sebaliknya. Jadi kalau anak anda tumbuh menjadi anak yang maunya harus dituruti, itu karena anda semata, bukan semata anak anda sendiri. Hati hati dengan kata kata, “,,, ah ia masih anak anak belum tahu apa apa, biarkan saja……. “. Sadarkah anda jika anda bahwa anda telah menanamkan sesuatu yang nantinya akan membuat anda menemui kesulitan mendidik anak anda sendiri….? Sebab kata ” anak anak ”  adalah sangat relatip sekali. Apalagi dijaman sekarang, yang namanya anak anak bukanlah ” anak anak ”  lagi. Informasi begitu banyak dan tersebar begitu saja. Gratis…, tapi cenderung menjerumuskan.

Read the rest of this entry »

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Cair Dalam Keraguan. Bag.5


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macroTari menarik nafas lega, terasa plong. Dia beranjak dan membuka pintu gerbang rumahnya. Didalam dadanya terasa ada yang terbuka saat dia mulai membuka pintu pagar rumahnya. Tari berjalan pelan menuju pintu rumah sambil mendekap tasnya didada. Serasa ada sesuatu yang ingin dia pegang erat agar tidak lepas. Entah kenapa kini dia merasa dirinya melayang ringan.

Ibunya sedang menonton TV di ruang tengah saat dia melewatinya. Mereka berdua saling bertegur sapa seperti biasa. Tari langsung masuk kamarnya. Dia melemparkan dirinya ditempat tidur. Saat ini hatinya lagi berbunga bunga, dia tak menyadari itu dan dia sendiri juga tidak tahu kenapa.

Selesai mandi dia menuju ruang makan, tanpa ditemani Ibunya dia makan sendiri. Kali ini, makanan terasa lebih enak dari biasanya. Sayur bening sambal terasi dadar telur dan dadar jagung serta tahu bacem, hampir habis dilahapnya semua. Ibunya sudah berada disana, tanpa dia sadari. Ia heran melihat selera makan anaknya tidak seperti biasanya.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Kearifan, tidak sama dengan banyaknya Umur


Keluarga adalah surga, bila dapat mengelola dan memimpinnya.

Menjadi Neraka, bila tak mampu mengelola dan memimpinnya.

Betapa banyak manusia tanpa sadar hidup di neraka ciptaannya.

Surga yang dulu dia impikan, telah berubah menjadi neraka.

Dia tak mampu mengendalikannya.

Read the rest of this entry »

 

Tag: , , ,