RSS

Arsip Tag: Cerita

Puisi Puisi tgl 24 Agts 2015


Inilah adanya.disappear

Kita bukan siapa siapa….
kita memang … bukan apa apa…
maka…inilah adanya aku….
bukan siapa siapa….
bukan apa apa….
terimalah…..

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Agustus 2015 in Puisi

 

Tag: , , , , , , , , ,

Ingin berlari disampingmu …. selamanya


couple runningHentakan ujung telapak kakinya menekan dasar sepatunya yang empuk, melentingkan kakinya melaju diatas trotoar jalan di jam 20.00. Desis nafasnya mulai terdengar halus. Ini sudah hampir pada kilometer 3. Artinya mulai ada penyesuaian degup jantung, yang awalnya memburu, pelan pelan akan menurun menyesuaikan kondisi tubuh. Deru jantung tak akan secepat awal lari. Nafasnya mulai bisa diatur, otot kaki sudah mulai lentur. Tidak terasa kaku lagi.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Agustus 2015 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Cair Dalam Keraguan. Bag.7


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macroDiteras depan rumah, Ibunya dan Edwin bercakap-cakap dengan enaknya. Sesekali terdengar tertawa halus sang Ibu. Tari sudah lama tidak melihat Ibunya tertawa seperti itu. Betapa hatinya senang melihat Ibunya bisa tersenyum dan tertawa sore ini. Wajahnya berseri-seri, sebuah kehidupan muncul disana.

Orang tua itu seperti mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, mendapat kunjungan Edwin sore itu. Mulanya dia terlihat surprise, ada laki-laki ganteng bertamu kerumahnya mencari anaknya. Apa ini tidak salah ? pikirnya. Dia tidak pernah mengenal laki-laki ini. Orangnya sangat berbeda dengan laki-laki teman anaknya yang pernah datang kesini. Kesan matang tegas dan berwibawa langsung tertangkap olehnya. Masa iya anaknya punya teman seperti ini ? Setahunya, yang pernah datang menemui anaknya, rata-rata sepantaran dengan anaknya, bahkan ada yang diawah umur anaknya. Dandanannya gaya anak muda masa kini. Ini kok beda, memang tidak klimis seperti bapak-bapak, tapi juga tidak seperti dandanan anak muda yang cenderung bergaya trendy. Penampilannya casual, tapi sikap dan gerak-geriknya begitu mantap dan meyakinkan. Membuatnya merasa sreg untuk menerima tamu satu ini.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Cair Dalam Keraguan. Bag.6


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macroEdwin memeriksa laporan produksi yang barusan diserahkan Tari padanya. Baru dua hari kemudian laporan itu bisa diserahkan Tari. Masalahnya, saat laporan itu sudah selesai dan siap diserahkan, Mala menelepon kalau ada beberapa kesalahan yang telah dia buat. Dia minta berkas laporannya dikembalikan, dia ganti dengan yang benar. Tari benar-benar geregetan dengan Mala, ini artinya dia harus memproses ulang laporan itu. Sudah terlambat salah lagi.

“ Tari kamu tinggal sama siapa dirumah itu ?,” Edwin memecah kesenyapan.
“ Dengan Ibu saya Pak. Ayah saya sudah lama meninggal .“
“ Kamu anak tunggal ?” Tatapan Edwin beralih dari lembar laporan kearah Tari. Tatapan itu membuat Tari resah-gelisah. Duduknya serasa tidak nyaman seperti dulu. Bukankah setiap bulan acara seperti ini dia lakukan, kenapa sekarang rasanya dia serba canggung? Sorot mata itu ?, kenapa hatinya jadi berdesir. Padahal dulu hal tersebut terabaikan, bukan sesuatu yang aneh dan istimewa.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Cair Dalam Keraguan. Bag.5


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macroTari menarik nafas lega, terasa plong. Dia beranjak dan membuka pintu gerbang rumahnya. Didalam dadanya terasa ada yang terbuka saat dia mulai membuka pintu pagar rumahnya. Tari berjalan pelan menuju pintu rumah sambil mendekap tasnya didada. Serasa ada sesuatu yang ingin dia pegang erat agar tidak lepas. Entah kenapa kini dia merasa dirinya melayang ringan.

Ibunya sedang menonton TV di ruang tengah saat dia melewatinya. Mereka berdua saling bertegur sapa seperti biasa. Tari langsung masuk kamarnya. Dia melemparkan dirinya ditempat tidur. Saat ini hatinya lagi berbunga bunga, dia tak menyadari itu dan dia sendiri juga tidak tahu kenapa.

Selesai mandi dia menuju ruang makan, tanpa ditemani Ibunya dia makan sendiri. Kali ini, makanan terasa lebih enak dari biasanya. Sayur bening sambal terasi dadar telur dan dadar jagung serta tahu bacem, hampir habis dilahapnya semua. Ibunya sudah berada disana, tanpa dia sadari. Ia heran melihat selera makan anaknya tidak seperti biasanya.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Cair Dalam Keraguan. Bag.3


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macro“ Pagi Pak ! “. Tari menganggukan kepala. Sementara atasannya, sebelum membuka ruang kerjanya mengangguk pula dan menghentikan langkahnya sejenak, menatapnya. Seperti ada yang beda dengan perempuan didepannya ini. Tatapan yang hanya beberapa detik itu, membuat Tari salah tingkah. Detik kemudian tanpa berkata apapun Edwin membuka ruang kerjanya, hilang dibalik pintu. Sementara Tari masih sempat mencoba mencuri pandang dengan ekor mata kirinya. Hanya sekian detik. Sekian detik yang telah membuat perasaannya tidak karuan. Tapi yang terpenting adalah, gerak-geriknya tidak sampai menjadi perhatian orang di ruangan itu. Bisa gawat kalau sampai mereka menangkap tingkahku, yang bagi mereka mencurigakan. Ruang makan akan segera gempar dengan gossip baru tentang dirinya.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

Cair Dalam Keraguan. Bag. 2


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macroDia bergabung dengan Perusahaan ini sudah hampir tiga tahun, selama itu pula dia tidak pernah mendengar issue tentang keluarga Pak Edwin. Dia ingin tahu, tapi kawatir dicurigai. Masalahnya, pertama, Pak Edwin adalah orang yang sering jadi lirikan perempuan-perempuan dikantor ini. Kedua, Perusahaan ini banyak biang gossipnya. Tapi pada akhirnya teman sekantornya ada yang cerita. Pak Edwin masih single, sampai umur mendekati empat puluh dia belum menikah dan tidak punya teman perempuan istimewa. Ada sih gossip yang mengabarkan kalau Pak Edwin punya pacar namanya anu, atau Pak Edwin lagi dekat sama si anu. Gossip itu semua tak terbukti sama sekali, hingga sampai saat ini. Banyak teman perempuan di kantor yang meliriknya, bahkan saking ngebetnya sampai melepaskan gossip kalau Pak Edwin adalah miliknya. Tapi semua itu cuma sebatas omongan perempuan perempuan yang lagi kesengsem padanya. Pak Edwin tak pernah menanggapi semua itu. Padahal kalau dia mau , dia bisa menggandeng mereka satu persatu. Tapi laki laki ini adem ayem saja.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , ,