RSS

Arsip Tag: Dee

Madre.


MadreMembaca cerita ini, seperti menjelajah sebuah jalan, memaksa keinginan untuk terus melangkah, tak ingin berhenti, penasaran dengan liku liku jalan tersebut, sampai dimana jalan itu akan berakhir. Seperti apa ujung dari jalan tersebut. Jalan yang begitu mulus tanpa celah, tanpa lubang lubang, tak perlu terlalu berhati hati memilih langkah, dan memikirkan apa yang akan dilakukan. Cerita ini melangkah dengan segala warna yang ditebar.

Dalam menulis cerita ini, Dee meluncur begitu saja tanpa beban. Sepertinya, ide dan imajinasinya berlari tanpa henti, tak ada jedah untuk berpikir, mau belok dimana atau berhenti dimana. Tiada jedah nafas sama sekali. Ibarat orang berlari, nafas dee benar benar sempurna, teratur dengan baik, tidak ada nada ngos ngosan.

Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Juli 2013 in Resensi Film - Buku

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Partikel


Ada terselip kritik sistim pendidikan dalam novelnya ini. Tergambar dalam dialog tokoh Firas, ilmuwan yang kontroversial, yang dituduh ayah angkatnya telah berubah menjadi seorang Ateis. Padahal sejak kecil dia dididik ketat dalam pusaran agama Islam. Dan di tokohkan oleh masyarakat di sebuah pedesaan, setelah Ayah angkatnya.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 September 2012 in Resensi Film - Buku

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Perahu kertas.


Perahu kertas karya Dee, novel ini begitu sangat berbeda dengan serial Supernovanya. Cerita Perahu kertas, begitu gegap gempita, riuh rendah. Mampu menyedot pembacanya untuk ikut trenyuh dan mampu menitikan air mata. Hanyut dalam kepedihan yang dalam atas peristiwa para tokoh tokoh ceritanya. Tapi juga bisa membuat pembacanya ikut merasakan kelucuan dan kekonyolan ulah salah satu tokoh sentralnya, si Kugy, gadis cerdas, berpenampilan yang tak proposional, dengan jam tangan kura kura ninjanya yang kegedean di pergelangan tangannya yang mungil. Serta jaket kebesarannya, yang juga kegedean, jaket kebanggaannya untuk membungkus tubuh mungilnya, jaket milik kakak laki lakinya yang pertama. Tas rangsel yang menjulang lebih gede dari tubuh yang memanggulnya. Kugy perempuan kecil yang cerdas dan suka apa adanya.

Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 20 September 2012 in Resensi Film - Buku

 

Tag: , , , , , , , ,