RSS

Arsip Tag: Edwin

Cair Dalam Keraguan. Bag.6


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macroEdwin memeriksa laporan produksi yang barusan diserahkan Tari padanya. Baru dua hari kemudian laporan itu bisa diserahkan Tari. Masalahnya, saat laporan itu sudah selesai dan siap diserahkan, Mala menelepon kalau ada beberapa kesalahan yang telah dia buat. Dia minta berkas laporannya dikembalikan, dia ganti dengan yang benar. Tari benar-benar geregetan dengan Mala, ini artinya dia harus memproses ulang laporan itu. Sudah terlambat salah lagi.

“ Tari kamu tinggal sama siapa dirumah itu ?,” Edwin memecah kesenyapan.
“ Dengan Ibu saya Pak. Ayah saya sudah lama meninggal .“
“ Kamu anak tunggal ?” Tatapan Edwin beralih dari lembar laporan kearah Tari. Tatapan itu membuat Tari resah-gelisah. Duduknya serasa tidak nyaman seperti dulu. Bukankah setiap bulan acara seperti ini dia lakukan, kenapa sekarang rasanya dia serba canggung? Sorot mata itu ?, kenapa hatinya jadi berdesir. Padahal dulu hal tersebut terabaikan, bukan sesuatu yang aneh dan istimewa.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Cair Dalam Keraguan. Bag.4


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macroMata itu menyimpan sejuta rahasia, sejuta makna. Sikap diam dan dinginnya membuat segan perempuan yang mau mendekatinya. Tapi itulah salah satu daya tarik Pak Edwin. Semakin lama Tari semakin tenggelam dalam buaian pengandaian yang terus bersambungan dengan pengandaian lainnya, yang membuatnya tersenyum sendiri. Kadang wajahnya memerah malu malu. Senyum-senyum sendiri. Melamun itu ternyata sangat mengasyikan. Membayangkan kemesaraan itu ternyata bisa membuat diri melambung dan melayang-layang. Apa ini fall in love. Hah…! Apa benar aku lagi seperti itu? Sentak pikirannya yang lain.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Cair Dalam Keraguan. Bag.3


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macro“ Pagi Pak ! “. Tari menganggukan kepala. Sementara atasannya, sebelum membuka ruang kerjanya mengangguk pula dan menghentikan langkahnya sejenak, menatapnya. Seperti ada yang beda dengan perempuan didepannya ini. Tatapan yang hanya beberapa detik itu, membuat Tari salah tingkah. Detik kemudian tanpa berkata apapun Edwin membuka ruang kerjanya, hilang dibalik pintu. Sementara Tari masih sempat mencoba mencuri pandang dengan ekor mata kirinya. Hanya sekian detik. Sekian detik yang telah membuat perasaannya tidak karuan. Tapi yang terpenting adalah, gerak-geriknya tidak sampai menjadi perhatian orang di ruangan itu. Bisa gawat kalau sampai mereka menangkap tingkahku, yang bagi mereka mencurigakan. Ruang makan akan segera gempar dengan gossip baru tentang dirinya.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

Cair Dalam Keraguan. Bag. 2


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macroDia bergabung dengan Perusahaan ini sudah hampir tiga tahun, selama itu pula dia tidak pernah mendengar issue tentang keluarga Pak Edwin. Dia ingin tahu, tapi kawatir dicurigai. Masalahnya, pertama, Pak Edwin adalah orang yang sering jadi lirikan perempuan-perempuan dikantor ini. Kedua, Perusahaan ini banyak biang gossipnya. Tapi pada akhirnya teman sekantornya ada yang cerita. Pak Edwin masih single, sampai umur mendekati empat puluh dia belum menikah dan tidak punya teman perempuan istimewa. Ada sih gossip yang mengabarkan kalau Pak Edwin punya pacar namanya anu, atau Pak Edwin lagi dekat sama si anu. Gossip itu semua tak terbukti sama sekali, hingga sampai saat ini. Banyak teman perempuan di kantor yang meliriknya, bahkan saking ngebetnya sampai melepaskan gossip kalau Pak Edwin adalah miliknya. Tapi semua itu cuma sebatas omongan perempuan perempuan yang lagi kesengsem padanya. Pak Edwin tak pernah menanggapi semua itu. Padahal kalau dia mau , dia bisa menggandeng mereka satu persatu. Tapi laki laki ini adem ayem saja.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , ,