RSS

Arsip Tag: keraguan

Cair Dalam Keraguan. Bag.7


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macroDiteras depan rumah, Ibunya dan Edwin bercakap-cakap dengan enaknya. Sesekali terdengar tertawa halus sang Ibu. Tari sudah lama tidak melihat Ibunya tertawa seperti itu. Betapa hatinya senang melihat Ibunya bisa tersenyum dan tertawa sore ini. Wajahnya berseri-seri, sebuah kehidupan muncul disana.

Orang tua itu seperti mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, mendapat kunjungan Edwin sore itu. Mulanya dia terlihat surprise, ada laki-laki ganteng bertamu kerumahnya mencari anaknya. Apa ini tidak salah ? pikirnya. Dia tidak pernah mengenal laki-laki ini. Orangnya sangat berbeda dengan laki-laki teman anaknya yang pernah datang kesini. Kesan matang tegas dan berwibawa langsung tertangkap olehnya. Masa iya anaknya punya teman seperti ini ? Setahunya, yang pernah datang menemui anaknya, rata-rata sepantaran dengan anaknya, bahkan ada yang diawah umur anaknya. Dandanannya gaya anak muda masa kini. Ini kok beda, memang tidak klimis seperti bapak-bapak, tapi juga tidak seperti dandanan anak muda yang cenderung bergaya trendy. Penampilannya casual, tapi sikap dan gerak-geriknya begitu mantap dan meyakinkan. Membuatnya merasa sreg untuk menerima tamu satu ini.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Cair dalam keraguan. Bag. 1


Sebuah Novelet.
Oleh. Randaka.

yellow iris-cropped macroKantin Perusahaan itu luasnya kira kira 8 X 20 meter. Cukup untuk tempat makan para staff Perusahaan yang berjumlah sekitar seratus orang. Tentu saja mereka saling bergantian, tidak selalu bersama sama kalau sedang makan siang. Meja meja makannya terbuat dari kayu. Ukurannya kurang lebih 1 mtr kali 2 mtr. Permukaan meja dilapisi bahan sejenis plastik bermotip kotak kotak, dan dilengkapi bangku kayu panjang, sepanjang mejanya. Lantainya dari keramik warna abu abu . Memang sangat kontras dengan meja dan bangku. Meja dan bangku warnanya cenderung warna coklat gelap, sedang lantainya berwarna abu abu cemerlang.

Dindingnya di cat warna krem. Sedang plafonnya berwarna putih, dengan beberapa lampu bergelantungan disana. Lampu lampu itu ber-kap yang bisa memantulkan cahaya, memberikan efek ruangan tersebut jadi amat terang. Untuk membuat udara diruang makan itu jadi nyaman, di plafon pada jarak tertentu dipasang kipas angin berbaling baling dengan diameter kurang lebih 70 cm. Dijalankannya dengan putaran sedang.. Pada dinding dipasang kipas angin yang bisa bergerak kekanan dan kekiri, ruangan jadi lebih enak dan lebih sejuk dari udara luar. Suasana ruang makan terasa nyaman.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Juni 2014 in Cerita

 

Tag: , , , , , ,